Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Uji Antihipertensi Infus Kombinasi Biji dan Rambut Jagung (Zea Mays L.) pada Tikus Jantan (Rattus norvegicus) dengan Metode Tail Cuff Non Invasive Hendra Herman; Bayu Putra
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.253 KB) | DOI: 10.12928/mf.v12i1.3027

Abstract

Penggunaan infus kombinasi biji dan rambut jagung sangat luas di masyarakat sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui uji efek antihipetensi infus kombinasi biji dan rambut jagung (Zea mays L.) pada tikus jantan (Rattus norvegicus), menggunakan metode pengukuran tekanan darah Tail cuff non invasive. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok infus kombinasi rambut dan biji (50:50) dengan dosis 5 mg/gram, kelompok pembanding menggunakan Furosemid 45,75 mg/50 ml dan kelompok kontrolnegatif sebagai placebo. Tekanan darah sistol dan diastol diukur pada menit 30, 60 dan 120 setelah pemberian obat dengan menggunakan metode Tail cuff non invasive. Hasil penurunan tekanan darah kemudian dianalisis menggunakan metode Anova satu jalur dengan membandingkan pengaruh kelompok pelakuan terhadap penurunan tekanan darah tikus. Infus kombinasi biji dan rambut jagung(50:50) memberikan efek penurunan tekanan darah sistol yang sama dengan furosemid (p>0,05), tetapi memiliki efektifitas yang lebih besar terhadap penurunan tekanan darah diastol (p<0,05).
EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL RIMPANG DRINGO (Acorus calamus L.) TERHADAP PENINGKATAN KADAR SGPT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Hendra Herman; Sitti Amirah; Triani Putri Ayu
As-Syifaa Jurnal Farmasi Vol 10, No 1 (2018): AS-SYIFAA Jurnal Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.585 KB) | DOI: 10.33096/jifa.v10i1.335

Abstract

Hepatoprotector is a liver protected-agent of hepatotoxic. This research was aimed to determine the hepatoprotector effect of ethanol extract of dringo rhizome (Acorus calamus L.) and most effective dose as a hepatoprotector. The study using 20 male rats divided into 5 groups. Group I was given the Na-CMC 1%, group II was given a herbal supplement, and group III, IV, and V were given ethanol extract of the rhizome dringo (Acorus calamus L.) with a dose of 50 mg/100 mg, kgBB/kgBB, and 200 mg/kgBB orally for 7 days. At 5th day interval 2 hours after administering the test preparations were given a single dose of 2 g of paracetamol/kgBB in all groups except the Group I. Measurement of levels of SGPT is done before and after the treatment the animal test. From the results of a statistical analysis of Kruskal-Wallis’ test followed by Man-Whitney’s test that dringo Rhizome (Acorus calamus L.) ethanol extracts  has the effect of a hepatoprotector in rats. Extract 50 mg/kgBB dose has the same effect as statistically with herbal supplements’ group (˃ p 0.05).
Edukasi Antibiotik dalam Mencegah Resistensi di Pasar Tradisional Karuwisi dan Pasar Sawah Kota Makassar Andi Maulana; Hendra Herman; Rahmawati Rahmawati; Rachmat Kosman
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2022): JAMSI - Mei 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.317

Abstract

Pengetahuan tentang antibiotik dan resistensi pada masyarakat masih rendah. Hal ini menjadi sebuah dinding yan menyebabkan gagal terapi untuk penyakit infeksi bakteri di komunitas. Pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat dan sekaligus mengukur pengetahuan masyarakat tentang antibiotic dan resistensi. Kegiatan ini dilakukan di pasar Sawah dan pasar Karuwisi di kota makassar. Pengabdian dilakukan dengan metode observational secara random untuk mewawancarai responden. Hasil menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diambil secara acak pada pasar tradisional lebih dari 80% tidak mengenal atau mengetahui resistensi dan pengetahuan tentang antibiotic juga masih kurang. Dari pengabdian ini menunjukkan bahwa pengetahuan antibiotik sangat kurang, bahkan kecenderungan untuk menggunakan antibiotik secara bebas sangatlah tinggi. Resiko resistensi juga tidak disadari oleh masyarakat sehingga sangat memungkinkan terjadinya AMR di masyarakat.
STUDI TINGKAT PENGETAHUAN MAASYARAKAT TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI KELURAHAN MALAWILI, KECAMATAN AIMAS, KABUPATEN SORONG Hendra Herman; Irma Santi; Intan Puspita Ramadhani
As-Syifaa Jurnal Farmasi Vol 15, No 1 (2023): AS-SYIFAA JURNAL FARMASI
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56711/jifa.v15i1.948

Abstract

Irrational use of antibiotics can lead to health problems, especially bacterial resistance to antibiotics. Improper use can be affected by lack of knowledge of antibiotics use. The study aimed to examine the public knowledge level on antibiotics use in Malawili Village, Aimas District, Sorong Regency, and the influence of community characteristics on knowledge level. This research used a descriptive study with a crosssectional survey design, involving 104 respondents. The data were obtained by purposive sampling techniques using questionnaires. The research performed data analysis using univariate and bivariate with chisquare test. The results showed that the majority of respondents were indicated to have "Enough" category (58.7% or 61 out of 104 respondents) of knowledge level. Meanwhile, the characteristics of society did not affect the knowledge level on antibiotics use at significance values (sig.>0.1)
PKM Pendampingan Produksi Krokonies (Brownies Krokot Sehat) Dalam Upaya Diversifikasi Produk Pada Umkm Di Kec.Panakukkang Kota Makassar Rizqi Nur Azizah; Andi Maulana Kamri; Bayu Putra; Hendra Herman; Anil Aryandi; Fitri Nur Awaliyah Fahmi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.303

Abstract

Mitra The Pure Coffee saat ini sudah memiliki menu minuman sehat yakni teh Krokot (Portulaca oleraceae), memiliki akun digital marketplace serta telah memperoleh sertifikat halal dari LPPOM MUI (no.sertifikat 06120021670123). Mitra saat ini memiliki keinginan untuk menjual produk cemilan sehat dalam upaya diversifikasi produk sehingga dapat menaikkan omset bulanan. Namun, mitra belum memiliki pengetahuan yang cukup dan ide peluang usaha. Beberapa kendala yang dihadapi oleh mitra sasaran PkM adalah : (1) Kurangnya pengetahuan mitra terkait pangan fungsional serta potensinya untuk dapat dijadikan sebagai ide peluang usaha., (2) Kurangnya pengetahuan mitra tentang keamanan pangan dan praktek pengolahan makanan yang baik (Good Manufacturing Practices), (3) Kurangnya pengetahuan mitra dalam produksi Krokonies (Brownies Krokot Sehat). Melalui kegiatan PkM ini, kami memfasilitasi mitra melalui : (1) Melakukan penyuluhan tentang pangan fungsional serta potensinya untuk dapat dijadikan ide peluang usaha, (2) Melakukan Penyuluhan “Good Manufacturing Practice (GMP)” (3) Melakukan pendampingan kepada mitra dalam produksi Krokonies (Brownies Krokot Sehat). Metode yang dilakukan untuk mencapai target luaran (1) penyuluhan terkait pangan fungsional serta potensinya sebagai ide peluang usaha, (2) Penyuluhan Good Manufacturing Practice (GMP), dan (3) Pendampingan Produksi Krokonies (Brownies Krokot Sehat). Untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan edukasi yang dilakukan, tim pengabdi melakukan pretest-posttest. Penyuluhan terkait GMP dan peluang Krokot sebagai ide usaha UMKM dapat meningkatkan kemampuan mitra dalam memahami Good Manufacturing Practice dan peluang Krokonies sebagai ide usaha (p-value<0.001). Pendampingan pembuatan Krokonies dapat meningkatkan kemampuan mitra dalam memahami prosedur pembuatannya (p-value<0.001). Krokonies dapat dijadikan peluang ide usaha baru dalam upaya diversifikasi produk bagi mitra.
Studi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap dengan Diagnosis Infeksi Saluran Pernapasan Akut Herman, Hendra; Wati, Aulia; Ninsih, Ulfah Ayu
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.18390

Abstract

Penggunaan antibiotik menjadi pilihan utama untuk mengobati ISPA yang disebabkan oleh bakteri. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat menyebabkan efek samping dan resistensi antibiotik, yang menjadi masalah kesehatan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap dengan ISPA di rumah sakit swasta. Metode penelitian menggunakan Single Cohort dengan menggunakan data rekam medik sebagai sumber utama. Sebanyak 94 dari 134 pasien mendapatkan antibiotik. Pemeriksaan WBC masih menjadi parameter pemberian antibiotik (p<0,05). Pemberian antibiotik kategori Watch masih mendominasi pilihan antibiotik empiris (82,03%). Penggunaan ceftriaxone pada ISPA sangat besar dibandingkan antibiotik lain (DDD/100 patient days = 42,37). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa antibiotik yang diberikan kepada pasien dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di rumah sakit ini sesuai untuk melawan bakteri penyebab ISPA. Meskipun penggunaan antibiotik golongan Access memerlukan pertimbangan lebih lanjut, Ceftriaxone menonjol sebagai antibiotik yang paling sering diresepkan untuk pasien ISPA, dengan total DDD/100 hari pasien sebesar 42,37. Kata Kunci: Antibiotik, DDD, Infeksi Saluran Napas, Antibiotik Aware, Seftriakson The utilization of antibiotics represents the primary therapeutic approach for managing bacterial-induced Acute Respiratory Infections (ISPA). Nevertheless, indiscriminate and excessive antibiotic usage can give rise to adverse effects and antibiotic resistance, constituting a pervasive global health concern. This study endeavors to scrutinize antibiotic utilization among inpatients diagnosed with ISPA within a private hospital. Employing a Single Cohort design, medical records serve as the principal data source. Among 134 patients, 94 were administered antibiotics. Notably, White Blood Cell (WBC) examination emerges as a pivotal parameter influencing antibiotic administration (p<0.05). The Watch category continues to predominate as the preferred choice for empirical antibiotics (82.03%). Ceftriaxone emerges as the predominant antibiotic in ISPA treatment, surpassing other counterparts (DDD/100 patient days = 42.37). Findings underscore the absence of established protocols governing antibiotic usage in ISPA patients within the hospital, accentuating the imperative role of the Antimicrobial Stewardship Team in guiding and overseeing antibiotic practices. The study's findings suggest that the antibiotics administered to patients with Acute Respiratory Tract Infections (ISPA) in this hospital are fitting for combating the bacteria responsible for ISPA. While the utilization of Access group antibiotics warrants further consideration, Ceftriaxone stands out as the most frequently prescribed antibiotic for ISPA patients, with a total DDD/100 patient days of 42.37.
PEMBUATAN HAND SANITIZER DAN PENYULUHAN CUCI TANGAN YANG BENAR DI BEBERAPA SEKOLAH KOTA MAKASSAR Rizqi Nur Azizah; Hendra Herman; Fitriana Fitriana
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2020
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 adalah dengan menerapkan kebiasaan mencuci tangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada siswa, orang tua, dan guru di beberapa Sekolah Dasar di Kota Makassar  mengenai pembuatan hand sanitizer dari bahan sederhana dan penyuluhan tentang cara cuci tangan yang benar berdasarkan rekomendasi dari WHO. Lembaga mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah SDIT Wihdatul Umma (SDIT-WU) dan Nur Miyazaki Islamic Character School (NICS). Metode yang dilakukan untuk mencapai target dalam kegiatan pengabdian ini meliputi sosialisasi kegiatan pengabdian kepada pihak NICS dan SDIT Wihdatul Ummah, penyuluhan cara cuci tangan yang benar dengan metode ceramah dan diskusi, lalu dilanjutkan  dengan pelatihan pembuatan hand sanitizer, serta evaluasi kegiatan pengabdian. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan secara Virtual melalui Aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan pengabdian ini dirangkaikan dengan Pertemuan Orang Tua Siswa dalam rangka memasuki awal semester tahun ajaran 2020-2021 di kedua mitra. Partisipan di SDIT Wihdatul Ummah adalah 493 orang dan di NICS sebanyak 35 orang yang merupakan siswa, guru, dan orang tua siswa. Sangat penting untuk menerapkan kebiasaan mencuci tangan dan peningkatan kemampuan/keterampilan membuat hand sanitizer bagi siswa, orang tua, dan guru dalam upaya mencegah  penyebaran penularan COVID-19
Comparative Effectiveness of Antihypertensive Drugs Herman, Hendra; Kamri, Andi Maulana; Dahlan, Andi Muhriani
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.17182

Abstract

Hipertensi sering menjadi penyakit pada orang tua dan kadang-kadang tidak mendapat perhatian karena tingkat pemahaman tentang penyakit dan pengobatan tidak tepat. Tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan gambaran tentang pengobatan hipertensi pada pasien rawat inap dan rawat jalan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskripsi observasi dengan data retrospektif dengan pengambilan sampel yang berasal dari rekam medik dan resep pada periode Juni-Oktober 2022 yang diberikan untuk penderita hipertensi dengan melihat perbedaan efektivitas berdasarkan kontrol tekanan darah pasien. Populasi penelitian diambil di Pusat Kesehatan Matakali dengan 45 sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa paling banyak menggunakan obat hipertensi adalah wanita sebanyak 33 pasien (73,3%), usia 40-59 tahun sebanyak 27 orang (60,0%), dan kelompok obat yang paling banyak digunakan adalah CCB sebanyak 39 (86,7%) jenis obat paling umum adalah amlodipin. Sementara itu, dosis amlodipin yang paling banyak digunakan adalah 5 mg (46,7%) dan kaptopril 25 mg (11,1%). Faktor risiko untuk hipertensi pasien lebih rumit, tetapi beberapa pasien tidak tahu tentang terapi target dan obat yang tepat untuk mereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan dalam efektivitas dalam menurunkan tekanan darah dari penggunaan amlodipin dan kaptopril. Kata Kunci: Tekanan darah, Efek obat, Hipertensi, Lansia, AmlodipinHypertension is often a disease in the elderly and is sometimes ignored due to a lack of understanding of the disease and inappropriate treatment. The aim of this study is to provide an overview of the treatment of hypertension in hospitalized and street nursing patients. The research method uses the observational description method with retrospective data and sampling from medical records and prescription from June to October 2022 given to hypertensive patients by looking at the difference in effectiveness based on the control of the patient's blood pressure. The research population was taken at the Matakali Health Center with 45 samples. The results showed that the most frequently used hypertensive drugs were women in 33 patients (73.3%), between the ages of 40-59 years as much as 27 patients (60.0%), and the most commonly used drug group was CCBs as much as 39 patients (86.7%). The most common drug type was amlodipine. The risk factors for hypertension patients are more complicated, but some patients do not know about target therapy and the right medication for them. There is no difference in effectiveness in lowering blood pressure between the use of amlodipine and captopril.
The Influence of Job Training, Organizational Culture, and Job Promotion on Employee Performance Rismawati, R.; Herman, H.; Halim, Agus
Golden Ratio of Mapping Idea and Literature Format Vol. 5 No. 2 (2025): February - June
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grmilf.v5i2.1740

Abstract

This study investigates the impact of job training, organizational culture, and job promotion variables on employee performance at the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs in West Sulawesi Province. The research method used is quantitative with primary data from a questionnaire. Respondents in this study were employees at the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of West Sulawesi Province, with a population of 200 employees. The sample used was the Probability Sampling technique, and the number of samples was determined using the Slovin formula with a sample size of 67 respondents. The formula in this study uses validity tests, reliability tests, multiple linear regression, t-tests, and F-tests. The results of this study indicate that job training and organizational culture variables have a partially significant effect on employee performance at the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of West Sulawesi Province. However, job promotion does not significantly affect the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of West Sulawesi Province. Then, the variables of job training, organizational culture, and job promotion have a significant and simultaneous effect on employee performance at the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of West Sulawesi Province.