Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Building and Developing Student Entrepreneurial Intentions Through Self-Efficacy and Entrepreneurship Education in Higher Education Ferdinand Salomo Leuwol; Bambang Irawan; Yohannes Don Bosco Doho; Tribowo Rachmat Fauzan; Budi Mardikawati
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i1.6402

Abstract

This research is motivated by the importance of building and developing entrepreneurial intentions for students. The purpose of this study is to examine and analyze the effect of self-efficacy and entrepreneurship education on entrepreneurial intentions. This research uses a quantitative approach with a survey method. The sampling technique used purposive sampling of 100 students. The instruments used were observation, questionnaires and documentation. The data analysis technique used is the classical assumption, correlation analysis, and multiple linear regression analysis including hypothesis testing T test, F test and R 2 test. The results of this study indicate: 1) Self-efficacy has a positive and significant effect on entrepreneurial intentions, 2) Entrepreneurship education has a positive and significant effect on entrepreneurial intentions, and 3) Self-efficacy and entrepreneurship education has a positive and significant effect on entrepreneurial intentions. The conclusion of this research is that if universities want to build and develop students' entrepreneurial spirit, then universities need to improve student self-efficacy and entrepreneurship education.
Analisis Komunikasi Public Relations pada Sekolah SMA Don Bosco II untuk Mempertahankan Citra Sekolah Katolik yang Berkarakter Salie Sugianto; Yohannes Don Bosco Doho
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 4 No 2 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/dant7v45

Abstract

Kemerosotan nilai moral dan dan karakter anak bangsa semakin meningkat dibuktikan dengan banyaknya kasus tawuran remaja, narkoba, dan pergaulan bebas yang dilakukan oleh peserta didik. Hal ini dikarenakan kurangnya pendidikan karakter yang dimiliki oleh setiap sekolah. Oleh karena itu, Sekolah SMA Don Bosco II perlu menggunakan teori Elaboration likelihood model dan strategi Public Relations untuk mempertahankan citra sekolah khatolik yang berkarakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami penerapan serta mengetahui hambatan dan solusi Sekolah SMA Don Bosco II dalam mempertahankan citra sekolah Khatolik yang berkarakter. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, jenis deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisis dalam penelitian ini adalah teknik analisis data model Miles dan Huberman serta teknik pemeriksaan keabsahan data yaitu triangulasi sumber. Hasil yang dicapai dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari strategi Public Relations yang terbagi atas sembilan tahap, Sekolah SMA Don Bosco II telah melakukan kesembilan tahap tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Public Relations telah terimplementasikan pada Sekolah SMA Don Bosco II dengan berbagai hambatan terkait krisis keteladanan guru, dan sulitnya mencari guru yang benar-benar teladan.
Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Lirik Lagu Band NOAH "Puisi Adinda" David Ardhy Aritonang; Yohannes Don Bosco Doho
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 4 No 2 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/ge5p4q75

Abstract

Hadir dengan album pertama “Seperti Seharusnya” Band Noah mampu menjadikan mereka grup band tersukses yang mampu menyabet 6 piala di ajang Anugerah Musik Indonesia 2013 (AMI Awards). Namun tidak banyak yang mengetahui, dibalik 9 lagu yang terdapat pada album tersebut, ada sebuah hidden track yang sang vokalis Ariel ciptakan sebagai bonus lagu untuk para penggemar yang tetap setia mendukung Band Noah yang diberi judul “Puisi Adinda”. Dalam penelitian ini teori utama yang digunakan adalah teori semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif deskriptif. Mengenai curahan hati sang tokoh utama terhadap pasangannya dan kelangsungan perjalanan kisah cintanya. Pemilihan kata “Puisi Adinda” sebagai judul lagu mewakili sosok perempuan yang ia cintai. Harapan pencipta lagu agar lagu ini dapat diingat dan dijadikan pembelajaran sebagai salah satu perisitiwa kehidupan yang pasti pernah atau sedang dan akan diahadapi oleh lapisan masyarakat. Selama tokoh utama masih bernafas di dunia ini ia akan selalu berusaha menjadi sosok laki-laki yang ideal bagi perempuan yang ia cintai. Disamping itu juga ia sedang mengajak pasangannya agar turut bersama-sama menjadi individu yang sabar, mengalah dan setia. Mitologi yang ditemui adalah berkenaan peran laki-laki dalam menyelesaikan permasalahan dalam hubungan cinta. Pencipta lagu memiliki peranan penting karena apa yang menjadi lirik lagu dapat memberikan dampak bagi pendengar dan penikmat musik. Misalnya dalam ideology dan idealisme.
Evaluasi Strategi Co-Branding Kemenparekraf terhadap Brand Awareness Wonderful Indonesia Budi Rizanto Binol; Yohannes Don Bosco Doho
Jurnal Komunikasi Profesional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jkp.v9i2.11656

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi strategi co-branding Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terhadap brand awareness Wonderful Indonesia menggunakan Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Pendekatan kualitatif evaluatif dengan desain studi kasus diterapkan untuk menganalisis program kemitraan co-branding periode 2017-2021 yang melibatkan 51 mitra dari tujuh sektor industri. Data primer bersumber dari dokumen evaluasi Kemenparekraf dan survei terhadap 783 responden, dilengkapi data sekunder berupa pemberitaan media dan laporan internasional. Temuan menunjukkan bahwa program co-branding menghasilkan Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar Rp 599 miliar, namun Brand Awareness Index hanya mencapai rata-rata 3,80 dari skala 5,00 yang menempatkan brand pada level recall, bukan top of mind. Penelitian ini mengidentifikasi fenomena paradoks output-outcome dimana pencapaian output yang tinggi tidak secara proporsional menghasilkan outcome brand awareness yang optimal. Top of mind share hanya mencapai 16,2%-29,6% dan rata-rata brand exposure sebesar 10%. Faktor pendukung meliputi kerangka kebijakan komprehensif, diversifikasi 51 mitra, dan efisiensi anggaran 599 kali lipat. Faktor penghambat mencakup dualisme brand Wonderful Indonesia-Pesona Indonesia, rasio konversi MoU ke PKS yang rendah (40,5%), serta kompetisi dengan brand regional. Penelitian ini berkontribusi pada literatur destination co-branding yang masih terbatas dan merekomendasikan resolusi arsitektur brand, standarisasi aktivasi, serta pengembangan sistem monitoring terintegrasi.
Recontextualizing Situational Crisis Communication Theory for Ethnicity, Religion, Race, and Intergroup Relations-Sensitive Crisis Communication in Indonesia through the Case of "Muhammad-Maria" Mikyal Azzahra, Ghevira; Don Bosco Doho, Yohannes
Journal of English Language and Education Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i2.2210

Abstract

This study recontextualizes Situational Crisis Communication Theory (SCCT) to better explain crises involving ethnicity, religion, race, and intergroup relations (SARA) in Indonesia through the case of Holywings’ “Muhammad–Maria” promotion in 2022. Using a qualitative design that combines an integrative literature review and an intrinsic case study, the research develops the Culturalized SCCT Model for SARA-Based Crises (CSM–SARA). Empirical data were collected through desk research from multiple sources, including mainstream media reports (such as CNN Indonesia, Detik, Kompas, and Suara.com), official statements from Holywings, government and police announcements, legal documents related to regulatory actions, and Holywings’ social media posts. The data were analyzed using template analysis based on six categories in the proposed model. The findings show that SARA-related crises extend beyond reputational threats and begin with sacred-value violations that trigger moral outrage, strong attributions of responsibility, and government intervention. These dynamics highlight the importance of culturally grounded crisis responses and the restoration of social legitimacy. The CSM–SARA model extends SCCT by providing a framework better suited to religiously and culturally plural societies such as Indonesia.
ANALISIS PELANGGARAN ETIKA BISNIS DALAM KASUS KORUPSI PT PERTAMINA: PERSPEKTIF ETHICAL LEADERSHIP Nopriyan Mulyana; Yohannes Don Bosco Doho
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): Juli : Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/3ay6pr49

Abstract

This study aims to analyze business ethics violations in the corruption case involving crude oil and refinery product governance at PT Pertamina (Persero) for the period 2018–2023 through the lens of ethical leadership. This case represents one of the largest corruption scandals within Indonesia's state-owned enterprises, with estimated state losses reaching IDR 285,00 trillion. The study employs a qualitative approach with a case study design, utilizing secondary data obtained from publications by the Attorney General's Office, Pertamina's annual reports, credible national media, and academic journals. The analysis was conducted using the frameworks of Ethical Leadership, Bad Leadership, and Fraud Triangle Theory. The findings reveal failures in ethical leadership, weaknesses in organizational oversight, and conditions that enabled corrupt practices to occur. The impacts include state financial losses, a decline in the company's reputation, and a reduction in public trust. This study recommends strengthening governance, enhancing internal oversight, and building an integrity-based organizational culture to prevent the recurrence of similar cases.
The Influence Of Dangdut Koplo Deny Caknan Performance Art On Adolescent Cultural Awareness Sufu Malinda Putri; Yohannes Don Bosco Doho
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i4.1059

Abstract

Dangdut koplo is a genre of dangdut music that is popular in Indonesia, especially among teenagers. This research aims to determine the influence of Deny Caknan's dangdut koplo performance art on the cultural awareness of teenagers with a correlation study of Deny Caknan's band song entitled Ambyar. Researchers applied quantitative methods in this research. Researchers apply data collection techniques from two aspects, namely method and source. Researchers will analyze the data using correlation analysis and linear regression analysis in this research. The research results show that performing arts has a significant effect on the dependent variable, namely Cultural Awareness. Based on the R-square test hypothesis testing criteria, it can be concluded that the magnitude of 0.600 indicates that the proportion of influence of the Performing Arts variable on the Cultural Awareness variable is 60%. This means that performing arts have a huge influence on cultural awareness. It is proven that every time Deny Caknan's performing arts is held, it is packed with visitors, the majority of whom are young people.
Kepemimpinan Masa Depan Apple dalam Transformasi Tim Cook ke John Ternus Gizza Kanaya; Yohannes Don Bosco Doho
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/sfggvr48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi gaya kepemimpinan di Apple dari Tim Cook menuju John Ternus berdasarkan perspektif Leadership of the Future. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research), di mana data dikumpulkan melalui jurnal ilmiah, buku akademik, laporan tahunan Apple, publikasi resmi perusahaan, serta berbagai literatur yang relevan mengenai kepemimpinan, inovasi, dan suksesi organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tim Cook berhasil mengembangkan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia (human-centered leadership), pemberdayaan karyawan (employee-centered leadership), inovasi, serta keberlanjutan organisasi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan dan daya saing Apple. Di sisi lain, John Ternus sebagai calon penerus menunjukkan karakteristik kepemimpinan yang kuat pada aspek inovasi teknologi, pengembangan produk, dan kemampuan memimpin tim lintas fungsi. Proses transisi kepemimpinan ini mencerminkan implementasi succession leadership yang efektif, di mana Apple mempersiapkan regenerasi kepemimpinan melalui pengembangan talenta internal tanpa menghilangkan budaya organisasi yang telah terbentuk. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip Leadership of the Future, seperti agile leadership, innovation leadership, human-centered leadership, dan sustainability leadership, menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan inovasi, adaptabilitas organisasi, serta keunggulan kompetitif Apple di tengah dinamika industri teknologi global.   Kata Kunci: Leadership of the Future, leadership transformation, Apple, Tim Cook, John Ternus, succession leadership, innovation.  
Pengaruh Budaya Organisasi dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada Perusahaan E-Commerce di Indonesia: Systematic Literature Review Felicia Nayla Anastasya; Yohanes Don Bosco Doho
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/qhw1z535

Abstract

Indonesia's e-commerce industry has undergone remarkable growth, yet a critical research gap persists: most empirical studies on organizational culture and climate have been conducted in manufacturing, state-owned enterprises, and government settings, leaving insufficient evidence on how these two variables simultaneously affect employee performance in Indonesian e-commerce startups. This study aims to: (1) analyze the effect of organizational culture (X1) on employee performance (Y); (2) analyze the effect of organizational climate (X2) on employee performance (Y); and (3) examine the simultaneous effect of both variables on employee performance in Indonesian e-commerce companies. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA protocol, drawing on 10 quantitative peer-reviewed journal articles published between 2020 and 2025, selected from 47 potential articles based on methodological quality, contextual relevance, and variable consistency. Results confirm that organizational culture has a positive and significant effect on employee performance (average R²=52.5%), and organizational climate also demonstrates a positive and significant effect (average R²=47.3%). When examined simultaneously, the combined explanatory power reaches an estimated R² of 61.8%, indicating a complementary and synergistic relationship. Innovation and creativity (90%), open communication (80%), and psychological safety (75%) emerged as the most dominant elements. The study concludes that bridging the gap between espoused and enacted organizational values is the most critical leadership challenge for Indonesian digital organizations. Keywords: organizational culture, organizational climate, employee performance, e-commerce, systematic literature review.   ABSTRAK Industri e-commerce Indonesia mengalami pertumbuhan yang luar biasa, namun terdapat research gap yang kritis: sebagian besar penelitian empiris tentang budaya dan iklim organisasi dilakukan pada sektor manufaktur, BUMN, dan instansi pemerintah, sehingga bukti mengenai pengaruh simultan keduanya terhadap kinerja karyawan di startup e-commerce Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh budaya organisasi (X1) terhadap kinerja karyawan (Y); (2) menganalisis pengaruh iklim organisasi (X2) terhadap kinerja karyawan (Y); dan (3) mengkaji pengaruh simultan kedua variabel terhadap kinerja karyawan pada perusahaan e-commerce di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA, menganalisis 10 artikel jurnal kuantitatif peer-reviewed terbitan 2020–2025, dipilih dari 47 artikel potensial berdasarkan kualitas metodologis, relevansi konteks, dan konsistensi variabel. Hasil menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (rata-rata R²=52,5%), dan iklim organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan (rata-rata R²=47,3%). Secara simultan, kekuatan penjelas gabungan mencapai estimasi R² sebesar 61,8%, mengindikasikan hubungan yang komplementer dan sinergistik. Inovasi dan kreativitas (90%), komunikasi terbuka (80%), serta rasa aman psikologis (75%) terbukti sebagai elemen paling dominan. Penelitian menyimpulkan bahwa menjembatani kesenjangan antara nilai yang dideklarasikan dan dipraktikkan merupakan tantangan kepemimpinan paling kritis bagi organisasi digital Indonesia. Kata Kunci: budaya organisasi, iklim organisasi, kinerja karyawan, e-commerce, systematic literature review.
Analisis Organizatinal Behavior dalam Membangun Teamwork dan Collaboration pada Merger Gojek dan Tokopedia Menjadi Goto Aurora Vallery Brisandy; Yohannes Don Bosco Doho
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/fjnx8g43

Abstract

The establishment of GoTo Group in 2021 through the merger of Gojek and Tokopedia represents one of the most significant organizational changes in Indonesia’s technology industry. The integration of these two major companies created various challenges because each company had different business characteristics, organizational cultures, structures, and work systems. The main challenges in the integration process included human resource management, team development, organizational communication, and cross-functional collaboration. Therefore, the implementation of organizational behavior principles was essential to support the success of the post-merger integration. This study aims to analyze the role of organizational behavior in developing teamwork and collaboration during the merger of Gojek and Tokopedia into GoTo Group. The study employed a qualitative method with a case study approach. Secondary data were collected through a literature review of books, scientific articles, academic journals, corporate reports, and other sources relevant to the GoTo merger and organizational behavior. The findings indicate that the success of GoTo’s integration was influenced by the organization’s ability to manage team formation, develop effective teams, and promote cross-functional collaboration. Adaptive leadership, open communication, clear role distribution, and alignment of organizational objectives played important roles in reducing conflict and strengthening organizational integration. This study concludes that teamwork and collaboration are strategic factors in supporting the success of a merger. The consistent implementation of organizational behavior principles is therefore essential for maintaining organizational sustainability, effectiveness, and performance amid the dynamic development of the digital industry. Keywords: organizational behavior, teamwork, collaboration, merger, GoTo Group Abstrak Pembentukan GoTo Group pada tahun 2021 melalui merger antara Gojek dan Tokopedia merupakan salah satu perubahan organisasi yang signifikan dalam perkembangan industri teknologi di Indonesia. Penggabungan dua perusahaan besar tersebut menghadirkan berbagai tantangan karena masing-masing memiliki karakteristik bisnis, budaya organisasi, struktur, dan sistem kerja yang berbeda. Tantangan utama dalam proses integrasi meliputi pengelolaan sumber daya manusia, pembentukan kerja sama tim, komunikasi organisasi, dan kolaborasi lintas fungsi. Oleh karena itu, penerapan prinsip-prinsip perilaku organisasi menjadi penting dalam mendukung keberhasilan integrasi perusahaan setelah merger. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perilaku organisasi dalam membangun kerja sama tim dan kolaborasi selama proses penggabungan Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo Group. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap buku, artikel ilmiah, jurnal, laporan perusahaan, dan sumber lain yang relevan dengan merger GoTo serta perilaku organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi GoTo dipengaruhi oleh kemampuan organisasi dalam mengelola proses pembentukan tim, mengembangkan tim yang efektif, dan menciptakan kolaborasi antarfungsi. Kepemimpinan adaptif, komunikasi terbuka, kejelasan pembagian peran, dan keselarasan tujuan organisasi berperan penting dalam mengurangi konflik serta memperkuat integrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja sama tim dan kolaborasi merupakan faktor strategis dalam mendukung keberhasilan merger. Penerapan prinsip perilaku organisasi secara konsisten menjadi komponen penting dalam menjaga keberlanjutan, efektivitas, dan kinerja organisasi di tengah dinamika industri digital. Kata kunci: perilaku organisasi, kerja sama tim, kolaborasi, merger, GoTo Group