Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Budaya Populer dalam Politik di Indonesia Imron Rosidi; Khotimah Khotimah
Al-Ulum Vol. 18 No. 1 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1401.949 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i1.709

Abstract

Popular culture has actually a relationship with politics in Indonesia. In politics, media are used by a candidate to campaign and advertise. With the rise of television and social media, popular culture has manifested more in political arena. This is understandable because in recent political system being a popular politician is crucial because those who are popular are tended to be elected during elections. This paper attempts at analyzing the relationship of popular culture and Indonesian politics. This article finds that politics in popular culture has caused the reinforcement of identity politics in contemporary Indonesia. Secondly, it has supported the rise of hoaxes so that the fragmentation of grassroot society has been in a serious condition.
THE EXPRESSION OF PIETY THROUGH THE RATIK TOGAK IN THE TAREKAT SURAU SULUK IN RIAU Toni Hartono; Imron Rosidi; Roni Setia Nugraha
Sosiohumaniora Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i2.26713

Abstract

Tarekat is piety expression based on spirituality encouragement as Islamic identity in Indonesia. Studies about piety expression is often connected to redicalism or violent movement. In fact, piety expression of Muslims in Indonesia as described in this article can accomodate with local culture. This study examines the existence of Surau Suluk and the tradition of Ratik Togak, which is one of the practices of the Naqsabandiyah tarekat in Rokan Hulu. It is known ‘Negeri Seribu Suluk’, having approximately 122 Surau Suluk. Surau Suluk is a place to undergo religious activities to get closer to God. This study uses qualitative descriptive method employing observation and interview. A phenomenological concept is used to see the religious traditions of followers of the Surau Suluk congregation. The results showed that Surau Suluk in Rokan Hulu is developed by Sheikh Abdul Wahab Rokan. A practice that has become a tradition in the Naqsabandiyah tariqah is Ratik Togak. Ratik means dhikr, a practice in the form of dhikr and forgiveness which is done to find the peak of enjoyment of dhikr. The Togak Ratik is performed at certain religious events in public spaces as an important medium for them to get closer to God. Ratik Togak is a form of social Islamic religious worship. This tradition is special because it has become an icon for Surau Suluk which involves ordinary people. It also gets support from local government. This tradition is a practice for followers of the Naqsabandiyah as a form of their piety with God.
A Philological Report Of The Theologus Autodidactus Of Ibn Al-Nafis By Max Meyerhof And Joseph Schacht Maulana Maulana; Khotimah Khotimah; Imron Rosidi
Jurnal Ushuluddin Vol 25, No 1 (2017): January - June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v25i1.2176

Abstract

Ibn al-Nafis is a monumental figure in Islamic scholarship. He wrote a fictional novel entitled “ Al-Risalah al-Kamiliyah fi’l sira al-Nabawiyah” which is translated as “ Theologus autodidactus”. This article does not focus on the content of this book but on the philological persepctive of how this book is edited by Joseph Schacht and Max Meyerhoff. Therefore, the question is whether this book which is edited by these two scholars is based on academic standards or not. Another question is how the editors study this text , particularly their main basis of editing this text. 
Aktivitas Dakwah di Kalangan Anak Muda Muslim Pekanbaru Al Fikri; Imron Rosidi
Idarotuna Vol 3, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idarotuna.v3i2.12622

Abstract

Berangkat dari fenomena gerakan dakwah anak muda Kota Pekanbaru yang semakin meningkat, penelitian ini mengangkat tentang aktivitas dakwah di komunitas Forum Silaturrahim Remaja Masjid dan Mahasiswa (FSRMM). pertanyaan utama yang akan dijawab di dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas dakwah yang dilakukan FSRMM di kalangan anak muda Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa aktivitas dakwah yang dilakukan FSRMM meliputi tiga hal yaitu: Pertama, Dakwah Bil-Lisan. Dakwah bil-lisan yang dilakukan FSRMM meliputi Halaqoh dan Tahsin, Tabligh Akbar, dakwah melalui Youtube dan video instagram. Kedua, Dakwah Bil-Qolam. dakwah bil-qolam yang dilakukan oleh FSRMM yaitu melalui poster dakwah. Ketiga, Dakwah Bil-Hal. dakwah bil-hal yang dilakukan FSRMM melalui aksi-aksi sosial seperti memberikan samtunan kepada Anak Yatim, pemberian sembako, masker dan lainnya. Dari ketiga metode dakwah di atas, metode yang sangat berperan penting di FSRMM yaitu metode dakwah Bil-lisan yaitu berfokus di media sosial salah satu nya Youtube dan Video Instagram.
STRATEGI RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI) PEKANBARU DALAM MENYAMPAIKAN PROGRAM SIARAN DAKWAH Imron Rosidi; Rizal Zain
Idarotuna Vol 1, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idarotuna.v1i2.7022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi peran radio sebagai media informasi dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah di tanah air khususnya di Pekanbaru.Penelitian ini dilakukan di Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi RRI dalam menyampaikan program siaran dakwah terhadap pemirsa dikarenakan RRI merupakan Radio bersifat media publik (milik pemerintah).Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh RRI Pekanbaru dalam menyampaikan program siaran dakwah.Metodologi dalam penelitian ini berjenis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Subjek dalam penelitian ini adalah pimpinan beserta pegawai strukturalRRI Pekanbaru sedangkan objeknya adalah strategi yang digunakan RRI Pekanbaru dalam menyampaikan program siaran dakwah. Informan dalam penlitian ini berjumlah 8 orang diantaranya satu orang Pimpinan, dua orang Penyiar, dua orang Da’i, dua orang Pemirsa dan satu Tokoh agama. Penelitian ini disusun dengan menggunakan kerangka pikir yang sistematis dengan menggunakan Model Deduktif. Adapun hasilpenelitian ini adalah RRI menggunakan tiga strategi yaitu pertama Srategi Perencanaandengan menetapkan tema dan topik yang ingin disampaikan, menetapkan penyiar serta menentukan jadwalnya, kedua adalah Strategi Pelaksanaanyaitu ceramah yang disampaikan oleh Da’i dengan memakai narasumber dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara penyiar dan narasumber, ketiga adalah Strategi Penilaian dengan menetapkan standar keberhasilan penyiar dan melakukan tahap koreksi terhadap program siaran dalam penyampaian dakwah.
STRATEGI RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI) PEKANBARU DALAM MENYAMPAIKAN PROGRAM SIARAN DAKWAH Imron Rosidi; Rizal Zain
Idarotuna Vol 1, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idarotuna.v1i2.7010

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi peran radio sebagai media informasi dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah di tanah air khususnya di Pekanbaru.Penelitian ini dilakukan di Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi RRI dalam menyampaikan program siaran dakwah terhadap pemirsa dikarenakan RRI merupakan Radio bersifat media publik (milik pemerintah).Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh RRI Pekanbaru dalam menyampaikan program siaran dakwah.Metodologi dalam penelitian ini berjenis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Subjek dalam penelitian ini adalah pimpinan beserta pegawai strukturalRRI Pekanbaru sedangkan objeknya adalah strategi yang digunakan RRI Pekanbaru dalam menyampaikan program siaran dakwah. Informan dalam penlitian ini berjumlah 8 orang diantaranya satu orang Pimpinan, dua orang Penyiar, dua orang Da’i, dua orang Pemirsa dan satu Tokoh agama. Penelitian ini disusun dengan menggunakan kerangka pikir yang sistematis dengan menggunakan Model Deduktif. Adapun hasilpenelitian ini adalah RRI menggunakan tiga strategi yaitu pertama Srategi Perencanaandengan menetapkan tema dan topik yang ingin disampaikan, menetapkan penyiar serta menentukan jadwalnya, kedua adalah Strategi Pelaksanaanyaitu ceramah yang disampaikan oleh Da’i dengan memakai narasumber dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara penyiar dan narasumber, ketiga adalah Strategi Penilaian dengan menetapkan standar keberhasilan penyiar dan melakukan tahap koreksi terhadap program siaran dalam penyampaian dakwah.
The ICMI (Association of Indonesian Muslim Intellectuals) and Its Political Tendency during the Indonesian New Order Imron Rosidi
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 3 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i3.2333

Abstract

The Association of Indonesian Muslim Intellectuals (ICMI), which was founded on 7 December 1990, was an important and quite populist organization during the end of the New Order. This article aims to explain the political tendencies of ICMI in Islamic politics in Indonesia. This article uses a historical approach from available documents such as articles, books and others. This article finds that the establishment of ICMI in its development was used by its members as a political tool. Between the State (the New Order government) and ICMI have a mutually beneficial relationship. On the one hand, with the existence of ICMI, Muslim groups who are members of ICMI are easier to promote Islamic values to the State so that the State is expected to be more Islamic. On the other hand, the New Order State used ICMI as a political tool. The New Order embraced Muslim groups into ICMI to support the continuation of the New Order's political power.
Da'wah and Social Change in Islamic Organizations: Muhammadiyah and Its Elements Roni Rodiana; Imron Rosidi
Asyahid Journal of Islamic and Quranic Studies (AJIQS) Vol 4, No 1 (2022): Asyahid
Publisher : STAI AL-FALAH CICALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The actualization of the da'wah system is accompanied by a series of complex problems, namely first, when Islamic da'wah is delivered in a society that is not yet Islamic, the message of Islam is seen by the local community as foreign/newcomers. Second, that the ownership of Islam as a result of da'wah activities runs slowly or quickly. Third, when socio-cultural changes become more complex, causing humanitarian problems to become more widespread, Islamic da'wah is faced with the obligation to provide clear answers regarding human interests in various aspects of life. This research was conducted to understand the concept of Muhammadiyah da'wah in the aspect of upholding al-Khair, inviting al-Ma'ruf and preventing al-Munkar, in order to realize social change that leads to the goals and ideals of Islamic da'wah. It can be concluded that 1) there is a need for massive outreach regarding the function of da'wah which has a role in social change; 2) One of the functions of da'wah in social change is the realization of a society that increases its religiousness; 3) In order for this to be implemented, careful planning is needed, one of which is by conducting studies on various approaches that attract the attention of the public, including: lectures, discussions and questions and answers. Keywords: Da'wah, ma'ruf, Muhammadiyah, munkar, Social Change. Abstrak Aktualisasi sistem dakwah disertai dengan serangkaian masalah yang kompleks, yakni pertama, ketika dakwah Islam disampaikan dalam masyarakat yang belum Islam, pesan Islam oleh masyarakat setempat dipandang asing/pendatang. Kedua, bahwa pemilikan Islam sebagai hasil kegiatan dakwah berjalan secara lambat atau secara cepat. Ketiga, ketika perubaan sosio-kultural semakin kompleks menyebabkan masalah kemanusiaan semakin meluas, dakwah Islam dihadapkan dengan keharusan memberikan jawaban yang jelas menyangkut kepentingan manusia dalam berbagai segi kehidupan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami konsep dakwah Muhammadiyah pada aspek menegakkan al-Khair, mengajak al-Ma’ruf dan mencegah al-Munkar, agar terwujudnya perubahan sosial yang mengarah kepada tujuan dan cita-cita dakwah Islam. Diperoleh kesimpulan bahwa 1) Perlunya sosialisasi yang massif mengenai fungsi dakwah yang memiliki peran dalam perubahan sosial; 2) Salah satu fungsi dakwah dalam perubahan sosial adalah terwujudnya masyarakat yang meningkat kereligiusannya; 3) Agar itu dapat terlaksana maka perlu perencanaan yang matang, salah satunya dengan menyelenggarakan kajian-kajian berbagai pendekatan yang menarik perhatian masyarakat, diantaranya: ceramah, diskusi dan tanya jawab. Kata kunci: Da’wah, ma’ruf, Muhammadiyah, munkar, Social Change.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATERI SIKLUS AIR DALAM PELAJARAN IPA MENGGUNAKAN PROYEKTOR DI SD NEGERI 34 PRABUMULIH Intan Kristi; Imron Rosidi
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v2i3.718

Abstract

Laporan Perbaikan Pembelajaran ini dibuat berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis. Hasil pengamatan menunjukkan hasil belajar siswa pada materi siklus air dalam pelajaran IPA kurang baik. Hal ini disebabkan karena siswa sulit menangkap penjelasan guru, siswa tidak pernah mencatat selama proses pembelajaran, dan kurangnya media yang digunakan saat proses pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut penulis melaksanakan perbaikan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada Materi Siklus Air dalam Pelajaran IPA menggunakan Proyektor di SD Negeri 34 Prabumulih. Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di Kelas V semester II tahun ajaran 2021/2022 dengan jumlah sampel 31 siswa terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui post test dalam bentuk tes tertulis. Setelah guru memperbaiki pembelajaran melalui penggunaan Proyektor, hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan dari kegiatan pra siklus, siklus 1dan siklus 2. Pada kegiatan pra siklus siswa yang mendapat nilai lebih besar atau sama dengan KKM sebanyak 21 orang (N ≥ 75= 21 orang (67,74%)), Sedangkan pada kegiatan Siklus 1, N ≥ 75= 24 siswa (77,41 %) ,dan pada siklus 2 sebanyak 28 siswa mendapat nilai lebih besar atau sama dengan KKM (N ≥ 75 = 28 (90,32%)) . Hal ini membuktikan bahwa penggunaan media sangat membantu proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar IPA pada materi siklus air karena siswa lebih termotivasi untuk belajar. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan Proyektor dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada materi Siklus air dalam pelajaran IPA di SD Negeri 34 Prabumulih.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) Saraswati; Imron Rosidi
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v2i3.720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas IV SD Negeri 1 Ngambakrejo Kecamatan Responharjo Kabupaten Grobogan tahun ajaran 2022/2023 dengan menggunakan model Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Ngambakrejo yang berjumlah 24 siswa. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu model pembelajaran Problem Based Learning dan variabel terikat yaitu prestasi belajar matematika siswa berdasarkan hasil tes. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan deskripsi komparatif berupa pemaparan penguasaan Matematika siswa antara pra siklus, siklus I, dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika Bilangan Bulat Besar. Hasil pra siklus 8 siswa atau 33%, pada siklus I meningkat menjadi 13 siswa atau 54%, dan pada siklus II meningkat menjadi 17 siswa atau 71%.