Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Budaya Populer dalam Politik di Indonesia Imron Rosidi; Khotimah Khotimah
Al-Ulum Vol. 18 No. 1 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1401.949 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i1.709

Abstract

Popular culture has actually a relationship with politics in Indonesia. In politics, media are used by a candidate to campaign and advertise. With the rise of television and social media, popular culture has manifested more in political arena. This is understandable because in recent political system being a popular politician is crucial because those who are popular are tended to be elected during elections. This paper attempts at analyzing the relationship of popular culture and Indonesian politics. This article finds that politics in popular culture has caused the reinforcement of identity politics in contemporary Indonesia. Secondly, it has supported the rise of hoaxes so that the fragmentation of grassroot society has been in a serious condition.
PRILAKU BERAGAMA Sembahyang dalam Islam dan Yahudi Siti Mursidah; Kurnial Ilahi; Khotimah Khotimah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i1.8288

Abstract

Dalam sejarah disebutkan bahwa memahami Yahudi harus dibedakan batas antara agama dan bangsa, sebagai agama Yahudi merupakan salah satu agama samawi yang hingga kini masih tetap eksis keberadaannya. Sebagai bangsa - pun Yahudi masih memiliki Kekuatan kultur yang masih tetap mengakar kuat sebagai satu kesatuan bangsa Yahudi yang besar. Ke unikan dan karakter bangsa Yahudi dalam sejarah masih tetap mempertahankan jati dirinya sebagai bangsa. Pada sisi teologis agama Yahudi juga memiliki ajaran-ajaran yang masih dapat dijadikan sebagai bagian kekuatan yang menujukkan indicator ke-eksisan Yahudi dalam agama. Salah satunya adalah masalah Sembahyangnya
STUDI TERHADAP KOMUNITAS GEREJA HKBP KOTA PEKANBARU Khotimah Khotimah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 7, No 2 (2015): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v7i2.1425

Abstract

Hendropuspito minimal mencatat empat bentuk konflik sosial yang bersumber pada agama, yaitu perbedaan doktrin dan sikap mental, perbedaan suku dan ras pemeluk agama, perbedaan tingkat kebudayaan, serta masalah mayoritas dan minoritas kelompok agama. Dalam konteks ini konflik sebagai fakta sosial minimal melibatkan dua kelompok agama yang berbeda, bukan hanya sebatas konstruksi khayal semata, melainkan juga sebagai sebuah fakta sejarah yang seringkali masih terjadi hingga saat ini. Konflik yang muncul lebih banyak disebabkan oleh adanya perbedaan doktrin yang kemudian diikuti oleh sikap mental yang memandang bahwa hanya agama yang dianutnyalah yang benar (claim of truth), sedangkan kelompok, paham atau agama yang lain adalah salah. Klaim kebenaran inilah yang menjadi pemicu konflik sosial yang berlatarbelakang agama. Kasus yang terkait dengan penelitian ini adalah komunitas Gereja HKBP Kota Pekanbaru sebagai salah satu aliran dalam Agama Kristen, di mana implikasi dari ajaran-ajaran Gereja tersebut tidak menjadikan sikap eksklusif terhadap kehidupan sosial masyarakat
PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL Khotimah Khotimah; Januarizal Januarizal
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 9, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v9i2.4327

Abstract

Pendidikan Multikultural adalah satu satu model pendidikan yang mencoba membangun sikap menghargai perbedaan dankerja sama untuk mencapai cita-cita mulia dalam bingkai keragaman etnis, suku, budaya, dan agama. Dalam konteks pendidikan Islam, ini relevan dengan tugas kemanusiaan yang dijadikan sebagai tujuan pendidikan Islam, yaitu sebagai hamba (abd) dan sebagai khalifah. Tugas kehambaan, manusia secara niscaya tidakdapat menafikan realita yang ada di sekitarnya.Sedang tugaskekhalifahannya menuntut aktualisasi ide-ide ketuhanannya dalam praktekkehidupan sehari-hari, bagi sesama maupun alam semesta
INTERAKSI KOMUNITAS MUSLIM DAN BUDHA DI KOTA PEKANBARU Khotimah Khotimah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 10, No 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v10i2.7082

Abstract

Bentuk jalinan interaksi yang terjadi antara individu dan individu, individu dan kelompok, dan kelompok dan kelompok bersifat dinamis dan mempunyai pola tertentu. Apabila interaksi sosial tersebut diulang menurut pola yang sama dan bertahan untuk jangka waktu yang lama, akan terwujud hubungan sosial yang relatif mapan. Sebagaimana yang ada pada komunitas Muslim dan Budha di Kota Pekanbaru, khususnya di Kecamatan Senapelan terbangun pola interaksi yang sangat kondusif, yaitu pola Interaksi Individu dengan Kelompok dan interaksi kelompok dengan kelompok yang didasari oleh ikatan satu kesatuan wilayah serta di dukung oleh pemerintah setempat
MENJADI WANITA KARIR Persepsi Karyawan Muslin dan Kristen di Pekanbaru Yulianti Yulianti; Salmaini Yelly; Khotimah Khotimah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 12, No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v12i2.13546

Abstract

Secara historis, perempuan dianggap berada pada kelas kedua, setelah laki-laki. Namun, hari ini sudah banyak perempuan yang sudah berkiprah dalam sejarah. Banyak dari mereka yang kemudian dihormati dan sejajar dengan laki-laki. Penelitian ini dilakukan terhadap Karyawan Muslim dan Kristen pada Perusahaan Finansia Multi Finance (Kredit Plus) di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Dengan teknik wawancara yang mendalam, penelitian ini menegaskan bahwa bahwa banyak diantara mereka memandang menjadi wanita karir itu positif dari pada negatif. Baik menurut Islam maupun Kristen, hanya saja yang berbeda keyakinan dan pesan wanita itu bekerja, yang pada intinya sama menginginkan tujuan satu, yaitu upah atau honor untuk menghidupi mereka.
Respon Komunitas Kunghuchu di Pekanbaru Pasca Keluarnya Kepres RI No. 6 Tahun 2000 Khotimah Khotimah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 5, No 2 (2013): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v5i2.64

Abstract

In Indonesia, the history and the recognition of the existence of Khunghuchu religion has ups and downs. In 1965 in accordance with the determination of the President 1 pn.ps/1965 or law No. 5 of 1969 concerning the types of recognized religions are Islam, Catholicism, Protestantism, Hinduism, Buddhism and Khunghuchu. However, the contents of the provision differs from the content of the circular issued by the Ministry of Interior no. 477/74054/BA.01.2/4683/95 November 18, 1978. Letter No. 77/2535/POUD Interior Minister, dated July which states that the type of religion in Indonesia consist of Islam, Catholicism, Protestantism, Hinduism, and Buddhism, however Presidential Decree 6 of 2000 abolished the circular. In the course of religious history of Kunghucu in Pekanbaru, when the Chinese community can not let go of the belief Kunghucu, so they rely on religion (religious master) is valid, ie Buddhism. At the time religion Kunghucu start getting legally, they can not easily escape from menstream of religions. This is piety craving for comfort already in Tridharma, in which there is confidence kunghucu, taoist and Buddhist.
PERNIKAHAN DALAM ISLAM DAN KATOLIK Siti Marnis; Husni Thamrin; Khotimah Khotimah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v11i1.8290

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk mengkomparasikan antara pernikahan dalam agama Islam Katolik. Perbedaan dari keduanya yang paling substansi adalah keyakinan adanya monogami dalam Islam walaupun tidak mutlak sedangkan menurut Katolik juga meyakini adanya monogami tetapi secara mutlak.sedangkan persamaannya dapat di lihat dari hakikat perkawinan bertujuan untuk menghindari perzinahan dan penyimpangan seksual maka pernikahan diperlukan untuk mengekspresikan cinta kasih dan hasrat seksual kodrati manusia, serta meneruskan generasi berikutnya serta untuk menjaga kehormatan manusia
Pola Pemahaman Keagamaan HMI DIPO, HMI MPO, KAMMI UIN Suska Riau terhadap Kesadaran Pluralitas Khotimah Khotimah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 1, No 1 (2009): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v1i1.445

Abstract

In a social context, religious understanding usually can not stand alone. Social factors, environment, education, and politics go hand in influencing one's religious understanding. Thus, moderate or radical understanding of a person is not merely influenced by the doctrine of religion, but also by various factors which in turn gave birth attitudes and social behavior. View and attitude of the organization groups on a plurality of consciousness, can not be separated from how the interaction of the people (in group ) is done, both individually and with community groups welcome (out group). Social changes often occur which are a response from the various interactions, which then led to a reaction or attitude. This reaction, could form the opposition, cooperation, and differentiation
Toleransi Beragama Khotimah Khotimah
Jurnal Ushuluddin Vol 20, No 2 (2013): July - December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v20i2.928

Abstract

Tidak dapat ditutupi oleh siapapun bahwa fenomena modernitas yang belakangan terjadi ternyata berbarengan dengan munculnya fenomena kebangkitan agama­ agama dunia yang pada saat yang sama juga tercium aroma konflik antar pemeluk agama. Sebuah keniscayaan bahwa dalam masyarakat yang multi agama seringkali timbul pertentangan antar pemeluk agama yang berbeda. Secara umum konflik antar pemeluk agama tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain seperti:pelecehan terhadap agama dan pemimpin spiritual sebuah agama tertentu, perlakuan aparat yang tidak adil, kecemburuan ekonomi dan pertentangan kepentingan politik karena Untuk menciptakan kerukunan umat beragama di negara yang plural seperti lndonesa nilai-nilai toleransi menjadi hal yang amat penting. Karena substansi dari toleransi adalah mengajarkan kita semua untuk mempunai sifat lapang dada, berjiwa besar , luas pemahaman, pandai menahan diri, tidak memaksakan kehendak sendiri, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berpendapat sekalipun berbeda dengan pendapat kita. Kesemuanya itu dalam rangka untuk menciptakan kerukunan hidup beragama dalam masyarakat baik intern maupun ekstern