Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

CO-BRANDING DESTINASI WISATA BANDUNG DAN POCARI SWEAT DALAM EVENT POCARI SWEAT BANDUNG WEST JAVA MARATHON Itca Istia Wahyuni
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v3i2.954

Abstract

aAbstract Co-Branding adalah kegiatan branding dengan mengkolaborasikan lebih dari satu brand. Bandung sebagai destinasi wisata berkolaborasi dengan brand Pocari Sweat sebagai brand yang dikenal dengan minuman kemasan pengganti ion tubuh dalam event Pocari Sweat Bandung Java Marathon. Kegiatan co-branding ini menggabungkan positioning Bandung dengan“ Smart City “ dan Pocari Sweat dengan “Born To Sweat”. Sedangkan tagline dari event Pocari Sewat adalah “be a finisher, not just a tourist”.Positioning Bandung smart city adalah konsep kota integrasi dan pemanfaatan teknologi yang tinggi. Konsep smart city kota Bandung juga memerlukan smart people dan unggul yang tergambarkan dalam positioning “Born to Sweat” dari Pocari Sweat. Event Bandung West Java Marathon dipilih karena pertama kalinya membuka kategori full marathon serta Pocari Sweat Run selama 3 tahun berturut-turut dinobatkan sebagai the best 5K/10 K/Half Marathon 2016 versi majalah elektronik dan komunitas lari. Metodologi Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruktivisme. Hasil dari penelitian ini adalah kesesuaian positioning (tagline) yang dibuat dengan persepsi dengan persepsi pelari yang mengikuti event Pocari Sweat Bandung Java Marathon dan berasal dari luar kota Bandung. Keyword: Co-Branding, Positioning, Brand Touchpoints Abstract Co-Branding is a branding activity by collaborating more than one brand. Bandung as a tourism destination collaboration with Pocari Sweat as a ion soft drink brand in Pocari Sweat Bandung Java Marathon event. This co-branding activity combines the positioning of Bandung as "Smart City" and Pocari Sweat as "Born To Sweat". While the tagline of Pocari Sweat event is "be a finisher, not just a tourist". Bandung as smart city is the concept of city integration and utilization of high technology. The concept of smart city also requires smart people which is depicted by the Pocari Sweat's positioning as "Born to Sweat". The Bandung West Java Marathon event was chosen because it first opened the category of full marathon and Pocari Sweat Run for 3 years as the best 5K / 10 K / Half Marathon 2016 by electronic magazine and running community. This research used constructivist methodology. The results of this research is the suitability of positioning (tagline) that been made in event with customer perceptions who follow the Pocari Sweat Bandung Java Marathon. Keyword: Co-Branding, Positioning, Brand Touchpoints
STRATEGI KOMUNIKASI WISATA TAMAN AIR MANCUR SRI BADUGA SITU BULEUD KABUPATEN PURWAKARTA: Anisya Wulandari, Itca Istia Wahyuni Anisya Wulandari; Itca Istia Wahyuni
Commed : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 2 No. 2 (2018): Commed : Jurnal Komunikasi dan Media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.471 KB) | DOI: 10.33884/commed.v2i2.475

Abstract

This research was motivated by Situ Buleud is not so well known to the public then was built and developed into a Sri Baduga Fountain Park requires communication to the target audience to come to Purwakarta District. This research uses qualitative research methodology with qualitative descriptive approach. The purpose of this research is to describe and analyze the communication strategy of Sri Baduga Situ Buleud Fountain Park. The object of this research is communication strategy of DISPORAPARBUD and DISKOMINFO Purwakarta District. This session will discuss about five stage of communication plans are research, plan, execute, measure, and report. The result found that research which has been done by DISPORAPARBUD are observation and the evaluation result of the number of tourists and DISKOMINFO take the data from the monitoring media report. DISPORAPARBUD and DISKOMINFO Purwakata District has been planned to determine the source or communicator, message, media, target, and effects. The execute stage will be performed after getting approval from Purwakarta Regent by implementing the plan that has been designed. In this Measure stage, DISPORAPARBUD will count the total of tourist, while tourism media will be monitored by DISKOMINFO Purwakarta district. Report undertaken by DISPORAPARBUD Purwakarta District, conduct an evaluation by counting the number of tourists in each week and will be made a report at the end of each year. Therefor DISKOMINFO Reporting as a book report on the results of analysis from third parties
Strategi Word Of Mouth Pada Program Emina Girl Gang Ambassador Sonia Dewi, Itca Istia Wahyuni
Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/linimasa.v3i1.2151

Abstract

PT Paragon Technology and Innovation merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kosmetik di Indonesia yang membawahi beberapa merek salah satunya Emina Cosmetics. Untuk meningkatkan customer engagement, Emina Cosmetics membentuk sebuah beauty community yaitu Emina Girl Gang Ambassador yang banyak melakukan kegiatan yang diunggah pada sosial media Instagram. Hal ini akan mendorong terjadinya Word of Mouth. Di dalam word of mouth terdapat elemen-elemen yang mendukung strategi word of mouth itu sendiri. Elemen-elemen tersebut yaitu 5T’s yang terdiri dari: Talkers, Topics, Tools, Taking part, dan Tracking. Penelitian ini menjelaskan Strategi Elemen Word Of Mouth 5T’s pada Emina Cosmetics melalui Program Emina Girl Gang Ambassador dalam deningkatkan Customer Engagement. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif deskriptif dan pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Emina Cosmetics menggunakan para anggota Emina Girl Gang Ambassador yang telah dipilih sebagai Talkers. Topics utama yang disusun yaitu campaign. Tools yang banyak digunakan yaitu fitur Instagram Post dan Instagram Story. Taking Part yang diterapkan melalui Emina Girl Gang Ambassador Penggunaan hashtag tertentu dan mengajak audiens terlibat langsung pada aktivitas yang dilakukan Emina Girl Gang Ambassador. Emina Cosmetics menggunakan tiga cara pada tahap Tracking, yaitu melacak dengan cara manual, melihat feedback yang didapatkan dan menerapkan point system pada Emina Girl Gang Ambassador. Dapat disimpulkan bahwa Emina Cosmetics cukup berhasil dalam meningkatkan customer enggagement dengan elemen-elemen word of mouth yang diterapkan.
STRATEGI IMC PADA MIKTI DALAM MEMPROMOSIKAN PROGRAM DUKUNG GURU DIGITAL Nabila Irsyaf; Itca Istia Wahyuni
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2021.v5i2.4527

Abstract

Meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia membut Pemerintah mengambil langkah pencegahan yang cepat dengan merubah sistem Pendidikan tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (online learning). Sebagai komunitas industri kreatif digital Indonesia (MIKTI) turut andil dalam membantu pembelajaran di tengah situasi pandemi dengan menghadirkan program pendampingan pada Dukung Guru Digital dalam pembelajaran online kepada Guru-guru di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi IMC pada MIKTI dalam  mempromosikan program Dukung Guru Digital. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa pada tahap perencanaan, MIKTI belum menyusun analisis SWOT yang tepat dan menentukan segmentasi untuk sasaran audiens sebagai elemen dasarnya. Sedangkan untuk tahap  implementasi, program Dukung Guru Digital menggunakan advertising, public relation, event, wom dan e-wom.  Selain itu, ditemukannya community partner sebagai salah satu bauran komunikasi pemasaran yang juga digunakan untuk promosi. Adapun untuk tahap evaluasi dapat diketahui bahwa pencapaian program Dukung Guru Digital untuk target audiensnya belum optimal.
Pengaruh Arief Muhammad Sebagai Brand Ambassador di Instagram Terhadap Brand Loyalty Erigo Apparel Pada Program #KembaliKeErigo Annisa Dwi Putri; Itca Istia Wahyuni
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 3 No. 5 (2022): MSEJ : Management Studies and Entrepreneurship Journal
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v3i5.1133

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada “Pengaruh Arief Muhammad Sebagai Brand Ambassador di Instagram Terhadap Brand Loyalty Erigo Apparel Pada Program #KembaliKeErigo”. Teori yang digunakan penelitian ini yaitu teori dimensi variabel brand ambassador dari (Kertamukti, 2015) dan teori dimensi variabel brand loyalty dari (Aaker, 2007).  Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti seberapa besar pengaruh Arief Muhammad sebagai brand ambassador di Instagram terhadap brand loyalty Erigo Apparel. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner. Populasi dari penelitian ini yaitu followers dari akun Instagram @erigostore dan @ariefmuhammad yang telah menggunakan #KembaliKeErigo di postingan Instagramnya dan jumlah sampel sebanyak 367 responden.  Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji normalitas, analisis korelasi pearson, analisis regresi linear sederhana, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi dengan menggunakan Software SPSS 25.  Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan uji hipotesis secara parsial (uji-t) dan hasil koefisien determinasi. Hasil uji-t yaitu menerima H1 yang terbukti efektif, terdapat hubungan antara Variabel X terhadap Variabel Y yaitu Pengaruh Brand Ambassador di Instagram Terhadap Brand Loyalty Erigo Apparel. Hasil koefisien determinasi menunjukkan Arief Muhammad sebagai brand ambassador memiliki pengaruh positif sebesar 58,37% terhadap brand loyalty Erigo Apparel pada program #KembaliKeErigo sisanya 41,63% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti. Kata Kunci: Pengaruh, Brand Ambassador, Brand Loyalty, Erigo Apparel, Instagram
Strategi Komunikasi Pemasaran Efektif Grand Tryas Hotel Cirebon Pada Program Staycation Mishal Farid Abdulah; Itca Istia Wahyuni
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 3 No. 6 (2022): MSEJ : Management Studies and Entrepreneurship Journal
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v3i6.1137

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada bagaimana strategi komunikasi pemasaran efektif yang dilakukan oleh Grand Tryas Hotel pada program branding kegiatan staycation. Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia mengharuskan seluruh masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan tetap berwaspada dalam melakukan berbagai hal. Masyarakat memilih kegiatan staycation sebagai alternatif dalam mengisi waktu liburannya. Hal ini dikarenakan masyarakat merasa lebih aman dan dapat meminimalisir terjadinya penyebaran virus Covid-19. Informan pada penelitian ini sebanyak tiga orang antara lain Executive Assistant Manager Grand Tryas Hotel, Marketing Manager Grand Tryas Hotel, dan Branding Consultant. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma interpretif. Teknik keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Teori yang digunakan antara lain teori komunikasi, komunikasi pemasaran, brand, branding, strategi, dan strategi komunikasi pemasaran efektif. Pada tahap perencanaan strategi, Grand Tryas Hotel mengenali khalayak untuk mengetahui kebutuhan khalayak terkait kegiatan staycation. Sehingga, mereka dapat memenuhi kebutuhan dan mempengaruhi khalayak untuk melakukan kegiatan staycation di Grand Tryas Hotel. Di tahap implementasi, Grand Tryas Hotel menggunakan strategi pesan dan strategi media untuk dapat mencapai target sesuai dengan yang ditetapkan pada program branding kegiatan staycation. Pada tahap evaluasi strategi, Grand Tryas Hotel menggunakan feedback, pesan permintaan, dan penawaran, serta melakukan tindakan koreksi dengan memperbaiki kesalahan yang dilakukan. Selain itu, mereka memaksimalkan potensi dan peluang yang ada untuk strategi baru. Kata Kunci :Grand Tryas Hotel, Strategi, Komunikasi Pemasaran Efektif, Staycation
Perencanaan Komunikasi Program Bandung Menjawab Oleh Humas Pemkot Bandung Dalam Menanggapi Berita Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kota Bandung Selama Pandemi Albar Hendrapriana; Itca Istia Wahyuni
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 3 No. 5 (2022): MSEJ : Management Studies and Entrepreneurship Journal
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v3i5.1138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perencanaan Komunikasi Program Bandung Menjawab Oleh Humas Pemkot Bandung Dalam Menanggapi Berita Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kota Bandung Selama Pandemi, Perencanaan komunikasi sangat dibutuhkan dalam mensosialisasikan program bandung Menjawab agar program tersebut bisa sampai dan diketahui oleh masarakat kota bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan komunikasi program Bandung Menjawab. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma postpositivsime. Pengmumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mandalam secara terstruktur kepada informan serta melakukan observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan komunikasi program Bandung Menjawab sudah sesuai untuk menjalankan program Bandung Menjawab. Pada tahap penemuan fakta, Humas pemkot Bandung mencari informasi yang sedang berkembang di masyarakat Kota Bandung. Pada tahap Perencanaan Humas pemkot Bandung melakukan penemuan fakta dengan cara melakukan media monitoring, dan dalam tahapan perencanaan ini Menyusun pointer pointer atau kisi kisi untuk di klarifikasi dalam Program Bandung Menjawab. Pada tahap Komunikasi Humas Pemkot Bandung memilih narasumber yang sesuai untuk dipertanggungjawabkan untuk mengklarifikasi isu PTMT di kota Bandung. Pada Tahap Evaluasi Humas Pemkot Bandung melakukan media monitoring kembali setelah media memberitakan hasil dari program Bandung Menjawab. Kata Kunci : Perencanaan Komunikasi, Program Bandung Menjawab, Berita Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kota Bandung, Humas Pemkot Bandung
The Use Of Tiktok Social Media On The @Nyaimercon Brand To Form Positioning Aldy Pratisara Wirya; Itca Istia Wahyuni
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 4 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i4.2064

Abstract

Globalization has led the world community to the era of the industrial revolution 4.0, this has also triggered the increasing use of social media and online media by all components of society in carrying out their daily lives. One of them is the content produced by the TikTok application. Currently, TikTok is one of the most popular applications in the world. One industry that sees the opportunity of TikTok media is instant culinary @Nyaimercon to carry out its marketing strategy through TikTok online media to form positioning. In this study, TikTok social media is analyzed by looking at Tiktok @Nyaimeron social media as a marketing strategy with a total of 59.7 thousand followers through aspects of message frequency, message feedback, attractiveness and clarity of the messages conveyed. For positioning, the data analysis used is based on the results of researcher interviews with sources selected from internal parties, namely sources from Marshwillow cosmetics marketing communication, TikTok Content Creator and Social Media specialist. The results showed that Tiktok social media both directly and indirectly has a significant role in shaping @nyaimercon's product positioning. Suggestions related to Nyai Mercon's brand positioning after seeing and observing TikTok as a social media marketing strategy include creating content ideas for eating or processing Nyaimercon products that are more interesting and have never existed before.
STRATEGI ELECTRONIC WORD OF MOUTH LIPSTICK WARDAH MELALUI PROGRAM PHOTO COMPETITION DENGAN #WARDAHFEELTHECOLOR PADA INSTAGRAM Nabilla Ayuthaya Arvy; Itca Istia Wahyuni
Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi Vol 5, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jrmdk.v5i2.25137

Abstract

Generasi milenial melakukan komunikasi setiap harinya melalui media sosial yang telah membubuhkan digitalisasi tren baru. Dalam melewati masa peralihan, para remaja megalami perubahan psikologis, biologis, serta perubahan sosial yang meneybabkan remaja sudah dapat meentukan dan memutuskan apa yang mereka inginkan, salah satunya adalah dengan merawat diri. Penentuan produk kosmetik menjadi salah satu faktor penting dalam proses perawatan diri remaja perempuan. Hadirnya merek kosmetik asli Indonesia yakni Wardah yang telah menempati urutan pertama top brand kategori lipstick pada tahun 2020 yang menambah antusiasme masyarakat terhadap pengetahuan dan pemenuhan kebutuhannya melalui media sosial Instagram. Dengan strategi komunikasi pemasaran melalui Instagram yang dilakukan oleh Wardah berupa event photo competition #WardahFeelTheColor, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi electronic word of mouth (eWOM) lipstick Wardah melalui program photo competition #WardahFeelTheColor. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Melalui strategi eWOM, program photo competition dengan hashtag #WardahFeelTheColour di Instagram dapat menjadi alat yang efektif dalam menciptakan eWOM untuk lipstick Wardah. Dengan keterlibatan pengguna, konten yang menarik, dan interaksi aktif dengan peserta, program ini dapat membangun hubungan yang kuat antara merek dan konsumen. Selain itu, strategi influencer marketing dapat memperluas jangkauan program dan meningkatkan partisipasi pengguna. Melalui pengelolaan konten yang cermat dan analisis yang teliti, program photo competition ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi merek Wardah.
POLITICAL ISSUES MANAGEMENT; CASE STUDY OF NEGATIVE ISSUES MANAGEMENT OF WEST JAVA PROVINCIAL GOVERNMENT IN 2019 Wahyuni, Itca Istia; Atnan, Nur
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 8, No 2 (2023): JWP (Jurnal Wacana Politik) October
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v8i2.45594

Abstract

The purpose of this study is to analyze how the Public Relations of the West Java Provincial Government manage the negative issues. The results of this study are used to provide recommendations for the political area to approach an accurate strategy, so the impact of negative issues can be less impacted and more controlled. The negative perspectives of the Institution will be impacted to Governor’s image as the highest leader. The methodology used in this study is a case study by selecting two controversial cases that caused a negative image of the West Java Provincial Government. The first issue that analyzes was the West Java Provincial Government Secretary corruption. The Second Issue was the Governor’s swimming pool which used a lot of Institutional budgets. The results of this study showed that the curative aspect is dominant in the management issues process. Furthermore, press conferences are the dominant strategy tool used by West Java Provincial Government Public Relations to inform how they solve any problem. The aspect that must be improved in neutralizing issues consists of the less in-depth trend analysis, and several media has not been classified properly.