Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN INSTAGRAM DALAM MENJAGA HUBUNGAN BAIK PT. PUPUK KUJANG DENGAN STAKEHOLDERS Rahayu, Maretha Nadya; Poerana, Ana Fitriana; Lubis, Fardiah Oktariani
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 19, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/.v19i2.1080

Abstract

The development and advancement of technology today has brought many changes to daily life, including in public relations activities. One of them is Corporate Communication of PT. Pupuk Kujang, which is required to be able to take advantage of new media such as social media. Corporate Communication of PT. Pupuk Kujang use Instagram social media in public relations activities, especially in building good relationships with its stakeholders. This study aims to determine how the Corporate Communication of PT. Pupuk Kujang use Instagram media to build good relationships with stakeholders. This study uses a qualitative method with the concept of Media Richness Theory to measure the ability or wealth of Instagram media through the available features. The paradigm used was constructivism and data collection used interviews and non-participant observation. The research results show that the Corporate Communication of PT. Pupuk Kujang has made good use of Instagram media. Corporate Communication forms a team that is responsible for managing social media, to organize and create all content on social media including Instagram. To attract the attention and trust of stakeholders, Corporate Communication always has new innovations to keep up with the times. Contents presented on the innstagram of PT. Pupu ujang is very diverse to suit its stakeholders. And when viewed from Media Richness Theory, Instagram is included in the rich media class because it meets all Media Richness criteria. 
STRATEGI KOMUNIKASI MELALUI MEDIA INSTAGRAM DALAM MEMBERIKAN INFORMASI KEPADA MAHASISWA Ria Listianingrum; Ana Fitriana Poerana; Weni A. Arindawati
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v4i1.1309

Abstract

The Instagram account @fisipunsika is an Instagram account used by the admin (communicator) as a medium of communication in providing information to students. The purpose of this study was to find out how the communication strategy carried out by unsika physicists through Instagram media in providing information to students. The research informants were determined by purposive sampling based on certain criteria, using primary and secondary data sources. This research is descriptive qualitative in nature, while the theory used is Lasswell's theory. The results of this study are (1) the communication strategy carried out by unsika physical communicators through Instagram media in providing information to students, namely the admin trying to learn an easy application for sharing information and the techniques performed by the admin as a communicator are not too complicated, only changing the message in verbal into images using the Canva application, (2) the communication strategy of composing messages carried out by the admin of Instagram Fisip UnSika is considered to be able to provide very effective information to students by determining themes and materials with an orientation in order to be able to provide information to students
PENGALAMAN KOMUNIKASI CURHAT ANONIM BAGI FOLLOWERS @18AUTOBASE DI TWITTER Celvin Moniaga Sipahutar; Ana Fitriana Poerana; Nurkinan Nurkinan
JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengalaman komunikasi di balik curhat anonim yang dilakukan oleh pengguna Twitter di salah satu akun autobase yakni @18autobase. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menguraikan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi para informan akun @18autobase adalah wadah curhat online masalah dewasa pribadi yang tepat dan membantu, responden akun @18autobase berkompeten, memiliki kesamaan layaknya tempat curhat profesional dan teman, anonimitas membuat curhat jadi leluasa, memperoleh teman baru, dan tidak ada dampak negatif. Makna curahan hati anonim bagi para informan yakni mengekspresikan permasalahan dewasa dan sensitif yang hanya bisa disampaikan di akun @18autobase ketika bercerita di media sosial khususnya Twitter, melegakan perasaan dan emosi, serta mencari solusi, mengungkapkan masalah pribadi dengan lebih leluasa, dan memperoleh berbagai sudut pandang yang berkualitas. Motif yang mendorong para informan curhat secara anonim di akun @18autobase terbagi menjadi because motive karena dipengaruhi oleh pengalaman mereka di masa lalu yang berkaitan dengan pengalaman curhat langsung di dunia nyata dan pengetahuan positif akan akun @18autobase, dan in order to motive yang berorientasi pada tujuan curhat anonim itu sendiri.
Analisis semiotika Roland Barthes mengenai pseudobulbar affect dalam film Joker Muhammad Alif Agisa; Fardiah Oktariani Lubis; Ana Fitriana Poerana
ProTVF Vol 5, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v5i1.29064

Abstract

Sebuah film pastilah mempunyai pesan-pesan serta makna yang akan disampaikan kepada penotonnya. Pesan dan makna tersebut tidak selalu terlihat secara langsung, dan berbeda penafsirannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari makna denotasi, konotasi, dan mitos dari pseudobulbar affect (PBA) tokoh Arthur Fleck dalam film Joker. Film Joker mengisahkan seorang komedian bernama Arthur Fleck yang mengidap penyakit pseudobulbar affect (PBA), yaitu gangguan neurologis yang menyebabkan penderita kehilangan kontrol emosi secara sementara. Arthur Fleck adalah seorang pria dewasa dengan berbagai masalah yang menimpanya, sehingga membuat Arthur menjadi penjahat yang bernama Joker. Analisis semiotika Roland Barthes adalah teknik analisis yang peneliti gunakan. Peneliti menggunakan rekaman video film Joker sebagai sumber data, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan beberapa adegan yang berkaitan dengan pseudobulbar affect. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan semiotika Roland Barthes untuk mencari makna denotasi, konotasi, serta mitos yang ada pada adegan tersebut. Diperoleh hasil bahwa makna denotasi dalam film ini adalah mengisahkan seorang komedian bernama Arthur Fleck yang mengidap penyakit pseudobulbar affect (PBA) dengan berbagai masalah yang menimpanya sehingga membuat ia menjadi seorang penjahat yang bernama Joker. Makna konotasinya adalah tertawa Arthur Fleck yang tidak dapat ia kendalikan, diartikan oleh orang-orang sekitarnya sebagai cemoohan, gangguan, hingga ancaman. Mitosnya adalah stigma masyarakat yang negatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), membuat ODGJ kesulitan untuk berinteraksi secara sosial, dijauhi, dan diolok-olok.
MEDIA AND INFORMATION LITERATION: SOCIALIZATION FOR MEMBERS OF PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA Ana Fitriana Poerana; Fardiah Oktariani Lubis; Flori Mardiani Lubis; Fajar Hariyanto
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3749

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berdasarkan atas realitas situasi komunikasi dan informasi saat pandemi COVID-19 Indonesia. Literasi Media dan Informasi menjadi penting dilaksanakan untuk menumbuhkan dan memberikan pengetahuan dalam menyikapi pemberitaan di media massa serta pemanfaatan media dalam berbagai bidang aktifitas masyarakat. Kegiatan ini melibatkan kelompok masyarakat Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Ajen Cabang 3 Spers Kodam III Siliwangi dan Persit Kartika Chandra Kirana Bataliyon Armed Cabang XXXIX Kodam Siliwangi sebagai mitra, mahasiswa dan tiga orang dosen sebagai tim PkM sesuai dengan kepakaran anggota pengusul pada bidangnyanya masing-masing (Bidang Media Massa, Bidang Komunikasi Lintas Budaya, dan Bidang Komunikasi Pembangunan). Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan sosialisasi. Hasil kegiatan mengindikasikan (1). Mitra PkM telah memiliki pemahaman dasar tentang media dan informasi sebagai saluran komunikasi dan alat untuk pengembangan individu dan masyarakat sehingga dapat menggunakan media dengan bertanggungjawab serta memiliki sikap positif dalam pemanfaatan media informasi (2). Mampu untuk berdaya dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan literasi media.Abstract:  The implementation of community service / “Pengabdian kepada Masyarakat” (PkM) is based on the reality of the communication and information situation during the Indonesian COVID-19 pandemic. Media and information literacy is important to be implemented to grow and provide knowledge in responding to mass media coverage and the use of media in various fields of community activity. This activity involves the community group of Persit Kartika Chandra Kirana Branch 3 Ajen Branch 3 Spers Kodam III Siliwangi and Persit Kartika Chandra Kirana Bataliyon Armed Branch XXXIX Kodam Siliwangi, students and three lecturers as the PkM team according to the expertise of the proposing members in their respective fields (Mass Media, Cross-Cultural Communication, and Development Communication). The method used in “Pengabdian kepada Masyarakat” (PkM) is using the socialization approach. Results of activities (1). Community group of Persit Kartika Chandra Kirana have a basic understanding of media and information as a communication channel and a tool’s for individual and community development so that they can use the media responsibly and have a positive attitude in the use of information media (2). Able to be empowered in increasing media literacy knowledge and skills.
Peranan Public Relations dalam Mensosialisasikan Program Vaksin Covid-19 Di Kota Bekasi Euis Atika; Maulana Rifai; Ana Fitriana Poerana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.346 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i10.4350

Abstract

Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara Pemerintah dalam menanggulangi pandemi saat ini, hal ini perlu adanya komunikasi dan edukasi yang baik antara pihak Pemerintah kepada masyarakat mengenai vaksinasi Covid-19, agar tidak adanya kesimpangsiuran berita mengenai program vaksinasi sehingga terjalin kerjasama yang baik antara pihak Pemerintah dan masyarkat untuk mensukseskan program vaksinasi Covid-19. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peranan humas Pemerintahan Kota Bekasi dalam mensosialisasikan program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. Dengan menggunakan teori yang peranan dari Cultip, Center & Broom dan Teori Instrumental Model of Persuation. Peneliti disini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana dalam penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana humas Pemkot Bekasi dalam proses sosialisasi melalui hasil wawancara mendalam dengan narasumber yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Dari hasil yang di dapat dalam penelitian ini humas Pemerintahan Kota Bekasi sudah melakukan peran humas sebagaimana semestinya berdasarka teori peranan dari Cultip & Broom, dalam hal ini humas harus tetap melakukan komunikasi terus menerus kepada masyarakat bahwa vaksin itu aman dan halal baik melalui media maupun secara persuasif untuk memaksimalkan proses sosialisasi
KONTRUKSI MAKNA FANGIRLING (STUDI FENOMENOLOGI PADA FAN ACCOUNT TWITTER PENGGEMAR IU DI KALANGAN FOLLOWERS @_IUINDONESIA) Dwi Ismi Noviyanti; Ana Fitriana Poerana; Oky Oxcygentri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 3 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i2.2022.813-821

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah Fenomena Fangirl atau penggemar wanita saat ini sedang marak ditemui. Fangirl adalah sebutan untuk fans wanita yang mengidolakan seseorang atau sesuatu. Terdapat banyak kegiatan untuk mendukung idolanya tersebut atau dengan istilah fangirling. Fangirling merupakan kegiatan penggemar untuk memenuhi hasratnya akan kebutuhan mengomsumsi produk budaya popular yang digemarinya. Dalam dunia maya, fenomena fangirling menjadi lebih terlihat dikarenakan setiap individu berkomunikasi langsung dengan penggemar lainnya. Twitter dipilih sebagai media untuk memperoleh akses terhadap idola. Akun Twitter yang digunakan para fans ini disebut dengan fan account. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna fangirling bagi pengguna fan account penggemar IU, menjelasakan motif yang mendorong melakukan fangirling melalui fan account, dan mengetahui pengalaman komunikasi saat menggunakan fan account. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan tujuan untuk menggali informasi dari pengalaman informan. Adapun informan untuk penelitian ini adalah pengguna fan account Twitter yang merupakan followers @_IUIndonesia yang berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa informan memiliki makna yang beragam dalam melakukan fangirling, yaitu fangirling sebagai hiburan, sebagai pemenuh hasrat, dan mensupport idola. Adapun motif yang mendorong untuk melakukan fangirling, yaitu pemenuhan kebutuhan emosi dan motif motivasi. Pengalaman berkomunikasi yang dialami pun beragam, yaitu pengalaman komunikasi yang positif dala melakukan fangirling, dimana mereka dapat memperluas pertemanan bahkan sampai  ke luar negeri, juga dalam berkomunikasi kepada IU yang merupakan idolanya mereka bisa berkomunikasi langsung.
PAGUYUBAN PENGUSAHA WARGA KUNINGAN (PPWK) SEBAGAI PELOPOR WARUNG KOPI (Studi Etnografi Komunikasi Paguyuban Pengusaha Warga Kuningan di Desa Puseurjaya, Kabupaten Karawang) Fajar Ramadhan; Mayasari Mayasari; Ana Fitriana Poerana
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 5 (2022): NUSANTARA :Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i5.2022.1919-1923

Abstract

Paguyuban Pengusaha Warga Kuningan (PPWK) merupakan suatu wadah bagi warga Kuningan yang berjualan atau berdagang sepert warung kopi, warung kelontong, burjo, dan warung nasi diberbagai daerah di Indonesia.Tujuan utama paguyuban ini untuk menyatukan warga Kuningan dalam memiliki profesi yang sama, yaitu berdagang, selain itu juga sebagai tanggung jawab sosial sesama warga Kuningan yang dalam menjaga tradisi secara turun menurun, menjelaskan bagaimana bentuk komunikasi kelompok yang dilakukan anggota PPWK dalam menjaga keberlangsungan usaha sesama masyarakat Kuningan. Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa solidaritas sosial yang dilakukan sebagai proses dan kegiatan komunikasi kelompok serta manfaatnya bagi keanggotaan PPWK dalam berkelompok dan menjalankan suatu usaha. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan etnografi komunikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi tanpa partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informasi penelitian ini berasal dari empat informan, informan utama ialah anggota PPWK yang berada di sekitar kampus, khusunya Desa Puserjaya, Kabupaten Karawang. Pesan utama pada penelitian ini untuk menjaga kesatuan kelompok, dan rasa solidaritas sosial dengan saling mengeratkan satu sama lain di daerah perantauan.
GELIAT KONVERGENSI MEDIA CETAK LOKAL Aji Leksmana; Mayasari Mayasari; Ana Fitriana Poerana
Commed : Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 5 No. 1 (2020): Commed : Jurnal Komunikasi dan Media
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/commed.v5i1.2486

Abstract

Surat kabar yang merupakan media informasi tertua di bumi kini tengah mengalami kemunduran sejak tumbuh dan berkembangnya teknologi informasi. teknologi digital dan internet menjadi salah satu determinan penting dalam memunculkan perangkat media digital berbasih multimedia. Sebelumnya, kehadiran media baru yang lebih senior seperti televisi dan radio sudah mengubah pola dan minat masyarakat dalam menginsumsi informasi, namun kini internet mengubah secara brutal pola kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi informasi, hal ini jelas merupakan ancaman bagi media cetak. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, penelitian deskriptif bukan hanya menjabarkan (analitis), tetapi juga memadukan (sintetis). Bukan hanya melakukan klasifikasi, tetapi juga organisasi. Dari penelitian deskriptiflah dikembangkan berbagai penelitian korelasional dan eksperimental (Jalaludin Rakhmat, 2012: 26). Sementara tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui model konvergensi yang diadopsi oleh Harian Umum Pasundan Ekspres di tengah tuntutan digitalisasi media yang terus berkembang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sejak 2019 Pasundan Ekspres menerapkan model konvergensi news gathering yang selanjutnya menghasilkan konvergensi content berdasarkan tiga model konvergensi menurut Grant (2009), di mana wartawan harus mampu untuk menjadi wartawan yang multitasking atau mampu bekerja untuk beberapa platform sekaligus untuk menyokong produktifitas platform online dan cetak sekaligus.
Dramaturgi Media Sosial: Fenomena Penggunaan Fake Account Instagram Pada Penggemar K-POP Perempuan di Karawang Jihan Akhidatussolihah; Ana Fitriana Poerana; Fardiah Oktariani Lubis
PRoMEDIA Vol 7, No 1 (2021): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v7i1.4370

Abstract

AbstractDevelopment of technology gives a significant impact in all areas, including communication. The emergence of new media or new media becomes a form of a media revolution that can facilitate people in the process of communication, one example is Instagram, launched in 2010, this app has a lot of features provided to support its user convenience. One of them is multiple account feature which was released in 2016, this feature raises the occurrence of a fake account usage phenomenon in Instagram app. Fake account Instagram or finstagram is interpreted as a non-real account, the multiple accounts feature allows Instagram users to access two accounts at once in one smartphone. This research uses qualitative research methods with dramaturgy theory, the primary data of researchers is the result of observing research objects and in-depth interviews with research subjects. Through this study the researchers found the result there are UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA 109 PROMEDIA (PUBLIC RELATION DAN MEDIA KOMUNIKASI) ISSN2460-9633 Volume Ke-7 No. 1, 2021, Akhidatussolihah,dkk, Dramaturgi Media Sosial, hal 108-hal 136. several reasons and the motivation of K-Pop fans who use fake account. There is a difference in account management and identity when using a fake account (back stage) and a real account (front stage), this is a form of impression management to get a good rating from other people.Keywords: Dramaturgy, Fake Instagram Account, K-Pop Fans, Identity, Social Media AbstraksiPerkembangan teknologi yang pesat memberikan perubahan yang signifikan di segala bidang, termasuk komunikasi. Munculnya media baru atau new media menjadi suatu bentuk dari revolusi media yang dapat memudahkan manusia dalam proses komunikasi, contohnya adalah Instagram, aplikasi yang resmi dirilis pada tahun 2010 ini memiliki banyak sekali fitur untuk mendukung kenyamanan pengunanya. Salah satunya adalah fitur mutiple account yang dirilis pada tahun 2016 lalu, adanya fitur ini memunculkan terjadinya fenomena penggunaan fake account di aplikasi Instagram. Fake Account Instagram atau Finstagram yang diartikan sebagai akun bukan sebenarnya atau palsu, fitur multiple account ini membuat para pengguna Instagram dapat mengakses lebih dari satu akun Instagram dalam satu smartphone.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori dramaturgi, data utama peneliti merupakan hasil observasi dan wawancara mendalam terhadap subjek penelitian. Peneliti menemukan hasil bahwa akan adanya beberapa tujuan yang dikemukakan oleh para penggemar K-Pop untuk menggunakan fake account. Dimana terdapat perbedaan dari segi tampilan akun dan identitas yang dipakai saat menggunakan akun palsu sebagai panggung belakang sedangkan akun asli sebagai panggung depan digunakan sebagai bentuk pengelolaan kesan untuk mendapat penilaian citra yang baik dimata orang lain.Kata Kunci: Dramaturgi, Fake Instagram Account, Penggemar K-Pop, Identitas, Media Sosial
Co-Authors Abidin, Zainal. Ahmad, Hanna Fauziah Aji Leksmana Amelia, Chintia Putri Aminuyati Anisa, Tiya Arifin, Ahmad Nur Arindawati, Weni Adityasning Ariq Merdiansyah Ayunda Camelia Bevani, Friscilla Naldia Budhiharti, Tri Widya Catharine, Femy Maria Celvin Moniaga Sipahutar Dede Mulyana Sidik Fermana Dedy Hermawan Dianing Pratiwi Dinda Maria Dwi Ismi Noviyanti Eka Yusup Euis Atika Fajar Hariyanto Farizal Taufiqqurahman Fernindy Intan Putri Firdaus Yuni Dharta Ghina Tasya Salsabila Hannibal Putri, Pihanka Ratu Hazizah, Lutffieah Husein, Shahreen Jihan Akhidatussolihah Khoirunnisa, Hasna Khoirunnisa, Zakiyah Kusumaningrum, Rastri Laila Afrilia Riyadi Leonardo, Julio Lubis, Fardiah Oktariani Lubis, Flori Mardiani Luluatu Nayiroh Made Panji Teguh Santoso Maheswari, Dita Meisya Maria, Dinda Maulana Rifai Maulana Syamsul Hidayat Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari Mayasari, Mayasari Mega Rahmawati, Mega Misdiana, Raihan Muhammad Alif Agisa Muhammad Ramdhani Muhammad Ramdhani Muhammad Ramdhani, Muhammad Muslimah, Tikka Novita Sari, Anadea Nurhayati Nurhayati Nurkinan nurkinan, nurkinan Nurkinan, Nurkinan OKY OXCYGENTRI Prameswara, Ryan Pratama, Alif Fajar Putri, Suryaningtyas Khasanah Racmadhany, Dhea Amandha Rahayu, Maretha Nadya Ramadhan, Fikry Azis Ria Listianingrum Rifai, Maulana Risma Risma, Risma Risti, Hanna Alaedha Sal Shadila Nurfaddilah Saputra, Waway Sopian sopian Syahla Zera Prasetyo Tayo, Yanti Teguh, Made Panji Tivani Yuliastika Utami, Intan Medina Utamidewi, Wahyu Weni A. Arindawati Weni Adityasning Arindawati Ysfania Ysfania Yusup, Eka Zahra Sabila Zainal Abidin Zainal Abidin Zainal Abidin ZK Abdurahman Baizal Zulhani, Hilda