Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PROSES DESTINATION BRANDING DALAM MEMBENTUK CITRA TUJUAN WISATA MUSEUM INDONESIA Hereyah, Yoyoh; Kusumaningrum, Rastri
JIPSI Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jipsi.v9i2.2466

Abstract

Museum tourist developments in Indonesia continued to show seriousness in efforts utilization as a public space with active people involvement in the museum activities, especially community. However, views on the museum is fashioned, old, boring and spooky still dominant in the society. This study further to see how the collaboration between government and the community in doing destination branding in order to change society's view so as to form a positive image destination stronger. The goal is to analyze the implementation of destination branding by the community through exposure program to finally persuade others to contribute actively in destination branding by using elaboration likelihood models. How the program’s exposure by the community contribute to the process of destination branding museum tourism? How community members elaborate the persuasion messages in the exposure program if analyzed using the elaboration likelihood model theory? The method used is by interview and search for document data from the Komunitas Jelajah Budaya. The results showed that the application of the destination branding museum tourism of Indonesia by the Komunitas Jelajah Budaya with providing message exposure from Program Jelajah Kota Toea and Night Time Journey At The Museum more emphasis on personal approach, word of mouth and packaging programs that persuade people who have the motivation and the need for the message, which is then analyzed using the elaboration likelihood model and show the path difference receiving messages through the central and peripheral factors these different motivations, needs and ability to evaluate the message which then forms a change in attitude. The author recommends to make persuasive messages that more interesting in publishing community programs so the main message in process of destination branding of museum tourism can be elaborated properly by visitors or community members.
REPRESENTASI PESAN MORAL PEMENTASAN TEATER BERJUDUL TUA KARYA PUTU WIJAYA rizky, shahal; Lubis, Fardiah Oktariani; Kusumaningrum, Rastri
TAMUMATRA Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v3i2.3694

Abstract

Teater merupakan salah satu seni pertunjukan kebudayaan yang memiliki konteks komunikasi stuktur dan realitas sosial dari satu orang ke orang lainnya. Dalam teater, kita bisa mengungkapkan segala hal pesan yang sangat bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral yang terkandung dalam pementasan tua karya Putu Wijaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan cara mengumpulkan dokumen dalam bentuk audio, video, kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Analisis yang digunakan adalah analisis semiotika Roland Barthes dengan tatanan signifikansi yang terdiri dari konotasi, denotasi, dan mitos. Dalam Penelitian ini, nanti kita bisa menyimpulan 1) Bagaimana kita mengetahui analisis makna denotasi pada pementasan tua karya Putu Wijaya yang dipentaskan oleh Teater Lima Wajah Bandung, 2) Untuk mengetahui analisis makna konotasi pada pementasan Tua Karya Putu Wijaya, dan 3) Untuk mengetahui makna mitos yang terdapat dalam pementasan Tua karya Putu Wijaya.
KONFUSIANISME DALAM FILM KIM JI YOUNG BORN 1982: PERSPEKTIF SEMIOTIKA Sarah Amalia; Zainal Abidin; Rastri Kusumaningrum
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 8, No 1 (2022): April 2022 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v8i1.1291

Abstract

AbstrakFilm Kim Ji young born, 1982 adalah film adaptasi novel fenomenal karya Cho Nam Joo mengisahkan seorang perempuan bernama Kim Ji young yang mengalami diskriminasi sejak dia lahir hingga dia menikah dan memiliki anak akibat gender yang dia miliki. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seperti apa dampak kepercayaan Konfusianisme yang dianut masyarakat Korea Selatan dalam film Kim Ji young born 1982 pada tokoh utama Kim Ji young. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya tindakan marginalisasi atau sikap peminggiran terhadap tokoh Ji young akibat kepercayaan Konfusianisme yang dianut masyarakat Korea yang mengakibatkan terjadinya diskriminasi dan perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan. Diskriminasi gender yang dialami Tokoh Jiyoung di lakukan oleh lingkungan keluarga, peraturan perusahaan, dan ranah publik yang diakibatkan pengaruh nilai konfusianisme yaitu budaya patriarki yang direpresentasikan melalui beberapa scene film sesuai teori John Fiske The codes of television berupa dresscode/gaya busana, gesture, ekspresi atau mimik wajah, makeup, teknik pengambilan gambar, serta teknik pencahayaan.  Kata-kata kunci: Diskriminasi gender; film; konfusianisme; semiotika.  Abstract The film Kim Ji young born, 1982 is a film adaptation of a phenomenal novel by Cho Nam Joo about a woman named Kim Ji young who has experienced discrimination since she was born until she gets married and has children due to her gender. This study aims to see how the impact of Confucian beliefs held by South Korean society in the film Kim Ji young born 1982 on the main character Kim Ji young. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection techniques through interviews and literature study. The results of this study indicate that there is an act of marginalization or marginalization of Ji Young's character due to the Confucian belief held by Korean society which results in discrimination and differences in treatment between men and women. The gender discrimination experienced by Jiyoung's character is carried out by the family environment, company regulations, and the public sphere due to the influence of Confucian values, namely patriarchal culture which is represented through several film scenes according to John Fiske's theory. facial expressions, makeup, shooting techniques, and lighting techniques.  Keywords: Gender discrimination; film; confucianism; semiotics.
Penguatan Strategi Komunikasi Pada Pengelola Destinasi Wisata Di Kabupaten Karawang Firdaus Yuni Dharta; Rastri Kusumaningrum; Chaerudin Chaerudin
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v4i2.578

Abstract

AbstrakKeberhasilan pengembangan destinasi wisata merupakan salah satu fondasi dalam memperkuat sektor pariwisata di Indonesia. Salah satu aspek yang menjadi masalah utama dalam pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Karawang adalah lemahnya strategi komunikasi yang diterapkan oleh para pengelola wisata terutama berkaitan dengan pelayanan wisatawan dan upaya promosi wisata. Sebagian besar pengelola destinasi wisata di Karawang belum mendapatkan bekal yang cukup dalam tata cara penerimaan wisatawan yang baik dan dalam upaya promosi, sebagian besar hanya mengandalkan upaya promosi terpusat yang dilakukan oleh instansi yang menaungi sektor pariwista di Kabupaten Karawang. Dari beberapa kelemahan mengenai strategi komunikasi tersebut, maka perlu dilakukan suatu kegiatan sebagai bentuk pendampingan kepada para pengelola wisata untuk memperkuat pengembangan destinasi wisatanya. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman pengelola destinasi wisata tentang penerapan komunikasi yang tepat dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung dan upaya promosi secara mandiri oleh para pengelola wisata. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan dengan penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini pengelola destinasi wisata mampu memahami pentingnya pelayanan prima yang diterapkan dalam menerima kunjungan wisatawan serta pentingnya melakukan upaya promosi destinasi wisata secara mandiri untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata.Kata Kunci: destinasi wisata, pelayanan prima, promosi pariwisata, pengembangan pariwisataAbstractThe success of developing tourim destinations is one of the foundations in strengthening the tourism sector in Indonesia. One aspect that to be main problem in developing tourism destinations in Karawang Regency is the weak communication strategy implemented by tourism managers, especially on tourist services and tourism promotion. Most of the managers of tourism destinations in Karawang have not received sufficient provisions in the procedures for receiving good tourists and in promotional activity, most of them only rely on centralized promotional strategy doing by agencies that oversee the tourism sector in Karawang Regency. Of the several weaknesses regarding the communication strategy, it is necessary to carry out an activity as a form of assistance to tourism managers to strengthen the development of their tourism destinations. The purpose of this activity is to provide knowledge and understanding of tourism destination managers about the application of proper communication in providing services to visitors and promotional activity independently by tourism managers. The method used in this activity is socialization and outreach which is carried out by delivering material, discussion, and question and answer. The results of this activity, tourism destination managers are able to understand the importance of excellent service applied in receiving tourist visits and the importance of promoting tourism destinations independently to increase the number of tourist visits.Key Word: tourism destination, excellence service, tourism promotion, tourism development.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMERINTAH DAERAH KARAWANG DALAM MELAYANI PENGADUAN MASYARAKAT MELALUI WEBSITE LAPOR Ajeng Maryuani Kusmayadi; Wahyu Utamidewi; Rastri Kusumaningrum
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 4 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i4.2022.1184-1194

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai strategi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang dalam pelayanan pengaduan masyarakat melalui website LAPOR. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat terkait pengaduan yang disampaikan melalui website LAPOR. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan didukung dengan kajian teori perencanaan Charles Berger. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang, dengan dua orang merupakan informan utama, dan tiga orang merupakan informan pendukung. Perolehan data dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karawang meliputi tiga tahapan, diantaranya yaitu tahap perencanaa, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
REPRESENTASI MASKULINITAS PESERTA LAKI-LAKI DALAM TAYANGAN MASTERCHEF INDONESIA SEASON 7 Akbar Raka Parsetya; Weni Adityasning Arindawati; Rastri Kusumaningrum
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 3 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i2.2022.601-612

Abstract

Tayangan televisi merupakan salah satu media komunikasi massa yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat luas. Pesan atau nilai yang terkandung dalam sebuah tayangan televisi dapat mempengaruhi penonton baik secara kognitif, afektif maupun konatif. MasterChef Indonesia adalah program televisi yang menghadirkan kompetisi memasak terbesar di Indonesia. Dalam acara ini, memasak tidak lagi menjadi kegiatan yang hanya dilakukan oleh seorang wanita, tetapi laki-laki yang dekat dengan maskulinitas juga dapat berpartisipasi bahkan menjadi juara. Topik maskulinitas dalam lomba memasak menarik perhatian peneliti karena selama ini memasak identik dengan perempuan, bahkan sejak kecil laki-laki ditanamkan bermain sepak bola dan bukan memasak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna kode semiotik mengenai maskulinitas pada tataran realitas, tataran representasi dan tataran ideologi. Untuk menjawab penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske berdasarkan kode-kode televisi yang terbagi dalam tiga tingkatan yaitu tingkat realitas, tingkat representasi dan tingkat ideologi. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai maskulinitas yang dapat diamati pada tataran realitas melalui kode penampilan, tata rias, kostum, tutur kata, lingkungan dan perilaku. Pada level representasi, nilai maskulinitas ditampilkan melalui kode kamera, karakter, aksi, konflik, dan dialog. Pada tataran ideologis, nilai maskulinitas direpresentasikan melalui istilah “newman” dimana sosok laki-laki maskulin bersifat lembut, sensitif, ekspresif, tidak pengecut, peduli penampilan dan tidak menggunakan maskulinitas macho, hasil dari penelitian ini menunjukan kebaruan bahwa terdapat maskulinitas pada tayangan MasterChef Indonesia Season 7 setelah diamati dengan semiotika John Fiske.
STRATEGI PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL PADA KLINIK RUMAH UNGU KARAWANG Tiara Mauliana; Yanti Tayo; Rastri Kusumaningrum
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 7 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v8i7.2021.2107-2118

Abstract

Komunikasi pemasaran merupakan elemen penting dalam pemasaran produk dan jasa. Pemasar saat ini juga memanfaatkan media baru seperti Internet untuk melayani pelanggan potensial. Pemasaran digital ialah pemasaran yang memperuntukkan internet dan teknologi informasi untuk memperluas dan meningkatkan kemampuan pemasaran tradisional. Media sosial dengan segala manfaatnya sangat beruntuk untuk komunikasi pemasaran, termasuk Instagram. Ketika melaksanakan komunikasi pemasaran, perusahaan harus mengembangkan strategi untuk mencapai setiap rencana yang diberikan. Strategi yang baik menguntungkan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini mendeskripsikan strategi penguntukan Instagram sebagai media komunikasi digital marketing di Klinik Ungu House Karawang. Metode yang diuntukkan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Selain itu, penelitian ini juga memperuntukkan wawancara mendalam dengan narasumber, studi kepustakaan dan  dokumentasi. Berdasar pada hasil penelitian, perencanaan Klinik Rumah Ungu untuk memperuntukkan Instagram ialah dalam analisis masalah, analisis khalayak, penetapan tujuan, pemilihan media dan saluran komunikasi, dan pengembangan rencana ataupun kegiatan yang ingin dicapai. Hasil pelaksanaan Klinik Rumah Ungu memperuntukkan Instagram sebagai media komunikasi pemasaran digital memperuntukkan fitur foto dan video, komentar, caption, lokasi, tagar/hashtag, tagging, dan instagram ads. Untuk kegiatan persetujuan media sosial, hal ini dilaksanakan melalui dukungan dari selebgram ataupun influencer untuk meningkatkan jumlah pengikut dan suka. Social media activation, dilaksanakan melalui penciptaan aktivitas online yang unik dan bermaksud untuk menciptakan efek word of mouth (WoM). Contoh dari jenis kegiatan ini ialah giveaway. Evaluasi penguntukan Instagram ialah hasil dari peningkatan kunjungan dan penjualan, dan kami sudah meluncurkan beberapa layanan fasilitas lagi.
PENGARUH BUDAYA POPULER FANATISME TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PEMBELIAN MERCHANDISE PADA KOMUNITAS BLINK JABODETABEK Dwi Prasetyo; Yanti Tayo; Rastri Kusumaningrum
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 4 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i4.2022.992-1002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatuhi pengaruh fanatisme budaya populer terhadap perilaku konsumtif pembelian merchandise. Budaya korea memiliki berbagai macam seperti Film, tayangan drama dan musik yang saat ini disukai oleh banyak orang diseluruh dunia termasuk Indonesia. Group K- pop yang di akui oleh masyarakat global dan memiliki banyak fans diseluruh dunia adalah BLACKPINK Kesuksesan seorang idola tidak lepas dari dukungan oleh seoarang fans yang berperan penting dalam karirnya. Penggemar girl group BLACKPINK memiliki nama panggilan fans yang disebut dengan BLINK. Salah satu sifat yang dimiliki fans adalah fanatisme, Fanatisme adalah perilaku seseorang yang bersifat berlebihan demi mendukung suatu objek contohnya adalah seseorang, agama, pendidikan. Perilaku konsumtif adalah suatu perilaku yang tidak mengutamakan kebutuhan namnun berdasarkan hasrat kemuan dalam diri demi memuaskan keinginan seseorang tersebut. Populasi penelitian ini adalah Komunitas blink jabodetabek yang bejumlah 420 dengan sampel penelitian 200 orang Penambahan drop out digunakan sebagai menimimalisir kejadian data yang tidak valid pada responden sebesar 10%, maka total responden pada penelitian ini adalah 229. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori AIDDA teori ini disebut dengan istilah “ A- A procedure” atau disebut juga dengan istilah From attention to action procedure memiliki arti urutan jenjang  komunikasi untuk tujuan pesan berdasarkan keinginan. Berdasarkan uji t parsial tersebut menggambarkan pengaruh tiga variabel terhadap perilaku konsumtif pembelian merchandise yaitu sub attention, desire dan decision , sedangkan dua sub variabel lainnya yaitu interest dan action tidak memilki pengaruh terhadap perilaku konsumtif pembelian merchandise. Berdasarkan hasil uji F stimulan nilai F hitung 52,016 > F tabel 2,25, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh (X1) Attention, (X2) Interest, (X3) Desire, (X4) Decision, (X5) Action secara simultan terhadap variabel Y Perilaku konsumtif pembelian merchandise pada komunitas blink Jabodetabek.
Strategi komunikasi pemasaran layanan securities crowdfunding dalam menarik minat masyarakat untuk berinvestasi di sektor ukm Gigih Prahastoro; Firdaus Yuni Dharta; Rastri Kusumaningrum
KINERJA Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jkin.v18i2.9651

Abstract

Artikel ini membahas mengenai strategi komunikasi pemasaran dalam salah satu perusahaan rintisan teknologi berbasis securities crowdfunding. Securities crowdfunding atau SCF merupakan sebuah skema investasi baru yang berfokus untuk mendanai sector usaha kecil dan menengah (UKM), pada dasarnya skema investasi yang ada di SCF sama seperti investasi yang ada di bursa efek Indonesia (BEI) perbedaanya hanya terdapat di dalam jenis emitennya saja jika di dalam BEI emiten yang terdaftar adalah emiten yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar lain halnya dalam SCF, emiten yanb terdaftar di SCF adalah emiten yang memiliki kapitasasi pasar yang relative kecil. Peneliti dalam melakukan penelitian ini menggunakan teori integrated marketing communication (IMC) dari Kotler and Armstrong, dalam teori tersebut terdapat 7 elemen penting dalam aktivitas pemasaran yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Publisitas, Penjualan Personal, Pemasaran Langsung, dan Media Interaktif, dan Event and Experience. Ketujuh elemen ini jika dikombinasikan dengan baik akan menciptakan suatu aktivitas pemasaran yang efektif dan efisien, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh publik.
MULTIKULTURAL PADA PASANGAN BEDA WARGA NEGARA INDONESIA – KOREA SELATAN Dinda Aulia; Fardiah Oktariani Lubis; Rastri Kusumaningrum
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 9 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i9.2022.3279-3285

Abstract

Multikultural pada Pasangan Beda Warga Negara Indonesia – Korea Selatan ini sudah cukup banyak terjadi. Namun hambatan dalam sebuah hubungan dengan pasangan yang satu negara pun akan selalu ada, begitu pula pada pasangan warga negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengalaman multikulturalisme yang dilakukan oleh pasangan beda warga negara Indonesia – Korea Selatan. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah menggunakan metode penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara. Informan dalam penelitian ini juga ditentukan dengan purposive sampling, yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa hambatan dalam pasangan beda warga negara Indonesia – Korea Selatan ini selalu ada, seperti perbedaan bahasa, budaya dan pola pikir dapat terjadi dan menyebabkan sebuah hambatan dalam sebuah hubungan dan dapat mengakibatkan sebuah konflik.