Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FAKTOR PENERIMAAN E-WALLET PADA GENERASI Z: EXTENDED TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Nanda Agustina; Azmi Fitriati; Hadi Pramono; Ira Hapsari
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2758

Abstract

A B S T R A KPesatnya pertumbuhan penggunaan E-Wallet di kalangan Generasi Z belum sepenuhnya diikuti oleh konsistensi penggunaan dalam jangka panjang, karena penggunaan masih cenderung dipengaruhi oleh promo dan insentif sesaat. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara adopsi awal dan niat berkelanjutan penggunaan, sehingga penting untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan penggunaan E-Wallet. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat berkelanjutan penggunaan E-Wallet serta menguji peran kegunaan yang dirasakan sebagai variabel mediasi pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 200 responden mahasiswa pengguna E-Wallet yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, kegunaan yang dirasakan, dan reward berpengaruh positif terhadap niat berkelanjutan penggunaan E-Wallet. Kemudahan penggunaan dan kenikmatan yang dirasakan berpengaruh tidak langsung melalui kegunaan yang dirasakan, sedangkan reward berpengaruh langsung tanpa dimediasi. Temuan ini menunjukkan bahwa niat berkelanjutan penggunaan E-Wallet pada Generasi Z lebih dipengaruhi oleh kemudahan, manfaat praktis, dan insentif instan. A B S T R A C TThe rapid growth in the use of E-Wallets among Generation Z has not been fully accompanied by consistent long-term use, as usage still tends to be influenced by temporary promotions and incentives. This condition indicates a gap between initial adoption and the intention to continue using E-Wallets, making it important to examine the factors that influence the sustainability of E-Wallet usage. This study aims to analyze the factors that influence the intention to continue using E-Wallets and to examine the role of perceived usefulness as a mediating variable among Generation Z. This study uses a quantitative approach with a sample of 200 student respondents who are E-Wallet users, selected using convenience sampling. Data collection was conducted through questionnaires and analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) method with SmartPLS 3 software. The results showed that ease of use, perceived usefulness, and rewards had a positive effect on the intention to continue using E-Wallets. Ease of use and perceived enjoyment have an indirect effect through perceived usefulness, while rewards have a direct effect without mediation. These findings indicate that the intention to continue using E-Wallet among Generation Z is more influenced by ease of use, practical benefits, and instant incentives.
Profitabilitas dalam Hubungan Ukuran Perusahaan dan Leverage terhadap Nilai Perusahaan pada Sub Sektor Food & Beverage Iis Ismatul Chotimah; Ira Hapsari; Hadi Pramono; Hardiyanto Wibowo
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK) Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jakk.v9i1.28083

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan dan leverage terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi pada subsektor food beverage di Indonesia periode 2021–2024.Metode Penelitian: Penelitian menggunakan panel data 326 observasi perusahaan yang dianalisis dengan Fixed Effect Model (FEM) dan robust standard error untuk mengatasi heteroskedastisitas dan autokorelasi.Originalitas/Novelty: Temuan ini menegaskan bahwa dalam subsektor food beverage pascapandemi, nilai perusahaan lebih dipengaruhi oleh efektivitas pengelolaan utang yang didukung profitabilitas dibandingkan oleh skala aset. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris yang menjelaskan ketidakkonsistenan hasil penelitian sebelumnya terkait peran ukuran perusahaan, serta menegaskan profitabilitas sebagai faktor kunci yang menentukan apakah leverage dipersepsikan sebagai sinyal positif atau risiko oleh pasar.Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (β = −0,060; p = 0,720), sedangkan leverage berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,468; p = 0,001). Analisis moderasi mengungkapkan bahwa profitabilitas tidak memoderasi hubungan ukuran perusahaan dan nilai perusahaan (β = −0,017; p = 0,101), namun secara signifikan memperkuat pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan (β = 0,029; p = 0,006).Implikasi: Manajemen perusahaan subsektor food beverage perlu berhati-hati dalam mengandalkan skala aset, karena ukuran besar tidak otomatis meningkatkan nilai pasar. Leverage dapat menjadi pendorong nilai perusahaan apabila disertai profitabilitas tinggi. Bagi investor, kombinasi antara tingkat utang dan profitabilitas menjadi sinyal penting dalam menilai prospek perusahaan. Research Objectives: This study aims to analyze the effect of firm size and leverage on firm value with profitability as a moderation variable in the food beverage subsector in Indonesia for the 2021-2024 period.Research Method: The study used a data panel of 326 company observations analyzed with Fixed Effect Model (FEM) and robust standard error to overcome heteroscedasticity and autocorrelation.Originality/Novelty: These findings confirm that in the post-pandemic food beverage subsector, the value of companies is more influenced by the effectiveness of profitability-supported debt management than by the scale of assets. The contribution of this research lies in the provision of empirical evidence explaining the inconsistencies of previous research results regarding the role of firm size, as well as affirming profitability as a key factor in determining whether leverage is perceived as a positive signal or risk by the market.Research Results: It shows that the size of the company has no significant effect on the company's value (β = −0.060; p = 0.720), while leverage has a positive and significant effect (β = 0.468; p = 0.001). The moderation analysis revealed that profitability did not moderate the relationship between firm size and firm value (β = −0.017; p = 0.101), but significantly strengthened the influence of leverage on firm value (β = 0.029; p = 0.006).Implications: The management of companies in the food beverage subsector needs to be careful in relying on the scale of assets, because large size does not automatically increase market value. Leverage can be a driver of firm value if it is accompanied by high profitability. For investors, the combination of debt levels and profitability is an important signal in assessing a firm's prospects.