Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Flash

ANALISIS PECAH BEBAN SEGMEN PADA PENYULANG RAPPOCINI GI PANAKKUKANG Muh Khaidir Qalbi; H Hamma; Ahmad Rizal Sultan
Jurnal Ilmiah Flash Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/flash.v6i2.688

Abstract

Peran utama dari sistem jaringan distribusi tenaga listrik adalah menyalurkan energi listrik secara andal dan terus menerus dari sistem distribusi dan menuju ke beban dan pelanggan. Semakin meningkatnya kebutuhan akan daya listrik, menuntut suatu sistem tenaga listrik yang mempunyai keandalan dalam penyediaan dan penyaluran dayanya pada suatu jaringan distribusi. Dalam meningkatkan keandalan kita juga harus mengantisipasi gangguan internal dan eksternal yang ada. Gangguan internal salah satu contohnya yaitu penghantar yang tidak mampu lagi menghantarkan arus ke beban dan gangguan eksternal salah satunya adalah gangguan yang diakibatkan oleh baliho. Karena adanya gangguan yang sedemikian maka dapat diadakan pecah beban segmen. Secara umum pecah beban segmen merupakan suatu langkah taktis dalam meminimalisir ENS. Metode yang digunakan dalam skripsi ini yaitu metode pengumpulan data adalah cara yang ditempuh untuk mengambil data dari variabel kegiatan penelitian tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah studi literatur, wawancara, dan pengumpulan data. Pada skripsi ini pecah beban segmen sangat berpengaruh terhadap keandalan jaringan distribusi. Pecah beban segmen merupakan suatu langkah taktis untuk meminimalisir energi yang tidak tersalurkan, oleh karena itu maka segmen dipecah atau penambahan sectionalizer pada segmen tersebut agar dapat memperkecil energi yang tidak tersalurkan. Sebelum mengetahui energi yang tidak tersalurkan terlebih dahulu kita melihat bagaimana manuver untuk mengamankan segmen yang telah dipecah tersebut. Manuver pada segmen itu dapat dilakukan dengaan beberapa kondisi manuver pertama dapat dimanuver dari sectionalizer Serigala pada penyulang UNM dan dari sectionalizer Maricayyya pada penyulang Monginsidi. Adapaun beberapa hal yang diperhatikan sebelum manuver beban salah satunya adalah penyulang atau sectionalizer yang akan dibebani harus mampu memikul beban total pada saat manuver dan pada saat beban puncak dan setelah manuver hal yang harus diperhatikan yaitu tegangan setelah manuver, arus setelah manuver dan daya setelah manuver. Hasil setelah manuver menunjukkan nilai yang menurun pada nilai arus dan daya. Faktor yang mengakibatkan antara lain kapasitas trafo pada penyulang Rappocini lebih besar daripada penyulang cadangan lainnya. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa nilai tegangan, arus dan daya menurun akibat dari kapasitas trafo yang berbeda dan beban ditanggung oleh penyulang cadangan. Dan penambahan sectionalizer dapat mengurangi energi yang tidak tersalurkan akibat dari pemadaman listrik. .
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN PADA PENYULANG PALISI PT PLN (PERSERO) RAYON MAROS Ahmad Rizal Sultan; Ria Fitriani Rachman
Jurnal Ilmiah Flash Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.399 KB) | DOI: 10.32511/flash.v4i2.287

Abstract

Peningkatan beban listrik di PT PLN (Persero) Rayon Maros cukup pesat. Ketidakseimbangan beban yang sering terjadi dapat mengakibatkan gangguan trafo yang dapat menimbulkan gangguan penyulang dan pelanggan padam. Penyulang dengan gangguan terbanyak sepanjang tahun 2017 di PT.PLN(Persero) Rayon Maros adalah Penyulang Palisi dengan penyebab terbesar yaitu gangguan pada trafo, yakni kerusakan karena beban trafo yang tidak seimbang sebesar 12 kali gangguan. Metode yang dilakukan adalah metode koefisien ketidakseimbangan beban dengan data hasil pengamatan dan pengukuran di Penyulang Palisi. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan persentase ketidakseimbangan beban rata-rata sebesar 19.86 % dan rugi daya yang terjadi akibat dari beban tidak seimbang sebesar 17843,18 Watt. Untuk mengurangi ketidakseimbangan beban yang terjadi pada penyulang Palisi maka dilakukan pengalihan beban dari fasa R-S, S-T, dan T-R.
ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI GARDU INDUK DAYA Latifah Ali; A Aksan; Ahmad Rizal Sultan
Jurnal Ilmiah Flash Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.382 KB) | DOI: 10.32511/flash.v5i1.628

Abstract

Daya listrik yang disalurkan melalui sistem distribusi harus memiliki mutu dan keandalan yang tinggi. Dalam penyaluran energi listrik sering terjadi gangguan hubung singkat. Gangguan hubung singkat merupakan suatu hubungan abnormal pada impedansi antara dua titik yang mempunyai potensial yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung arus hubung singkat, menentukan koordinasi kerja relai terhadap gangguan hubung singkat. Metode penelitian dilakukan dengan berbagai cara yaitu studi literature, obsevasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini besarnya arus gangguan hubung singkat dipengaruhi jarak titik gangguan,semakin jauh jarak titik gangguan maka semakin kecil arus gangguan dan begitupun sebaliknya. Hasil perhitungan manual dan simulasi software ETAP 12.6 di dapatkan hasil perhitungan gangguan hubung singkat tiga fasa, dua fasa dan satu fasa sebesar 1147,99 A, 994,19 A dan 613,34 A dan hasil simulasi 1111 A, 962 A, dan 646 A. Penyetelan Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) pada penyulang golf yaitu, TMS = 0,25 s untuk relai OCR sisi incoming 20 kV, TMS = 0,18 s untuk relai Over Current Relay (OCR) sisi penyulang 20 k, TMS = 0,23 s untuk relai Ground Fault Relay (GFR) sisi incoming 20 kV, TMS = 0,17 s untuk relai GFR sisi incoming 20 kV dan hasil perhitungan manual maupun simulasi memperlihatkan setting OCR GFR masih dalam kondisi yang sesuai dimana relai di penyulang sebagai main protection dan relai di incoming sebagai backup protection.