Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Psikogenesis

PENGARUH BODY DISSATISFACTION DAN SELF-ESTEEM DENGAN PERILAKU DIET MAHASISWI UNIVERSITAS “X” SERTA TINJAUAN DALAM ISLAM Rahmania Hanum; Entin Nurhayati; Siti Nur Riani
Jurnal Online Psikogenesis Vol 2, No 2 (2014): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v2i2.51

Abstract

Abstract. Diet is an effort to reduce or control the consumption of foods which aims to reduce or maintain body weight (Hawks, 2008). The initial survey showed 17 of the 30 students of the Faculty of Psychology YARSI on a diet and reduce the frequency of eating to get the more ideal body. This study aims to look at the effect of body dissatisfaction and self-esteem with dietary behaviors among girls. This research is expected to be useful and help young women to seek information on a healthy diet behavior and its relation to body dissatisfaction, and self-esteem. This study used 100 participants (students of “X” University) were determined by simple random sampling method. Measurements using 28 items of dietary behavior attitude scale, 34 items of BSQ scale and self-esteem scale adaptation of Heatherthon Polivy consists of 20 items. The results of this study using multiple regression analysis showed that: that body dissatisfaction and self-esteem affect dietary behavior University student "X" in Jakarta.Key Words: Body Dissatisfaction, Self-esteem, Dietary BehaviorAbstrak.Diet merupakan sebuah usaha untuk mengurangi atau mengontrol asupan makanan yang bertujuan untuk mengurangi atau mempertahankan berat badan sesuai dengan keinginan individu (Hawks, 2008). Survei awal yang dilakukan oleh peneliti terhadap 30 orang mahasiswa tingkat satu dan dua Fakultas Psikologi Universitas YARSI pada tahun 2011 menunjukkan prevalensi 17 orang melakukan diet dan mengurangi frekuensi makan dalam satu hari untuk mendapatkan tubuh yang lebih ideal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antara body dissatisfaction dan self-esteem dengan perilaku diet pada remaja perempuan. Penelitian ini diharapkan bermanfaat dan membantu remaja perempuan dalam mencari informasi mengenai perilaku diet sehat dan kaitannya dengan body dissatisfaction, dan self-esteem. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswi Universitas “X” sebanyak 100 orang. Teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu simple random sampling. Pengukuran menggunakan skala sikap perilaku diet terdiri dari 28 item, skala BSQ terdiri dari 34 item dan skala self-esteem adaptasi dari Heatherthon Polivy terdiri dari 20 item. Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukan bahwa: bahwa body dissatisfaction dan self-esteem mempengaruhi perilaku diet mahasiswi Universitas “X” di Jakarta.Kata Kunci: Body Dissatisfaction, Self-esteem, Perilaku Diet
Motif Bekerja dan Pengelolaan Pendapatan pada Perempuan Menikah yang Bekerja di Dalam Rumah Tangga Dual Earner: Studi Awal pada Perempuan Berprofesi sebagai Dosen Entin Nurhayati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v7i2.1190

Abstract

Perempuan menikah dan bekerja, dengan sejumlah penghasilan yang diperolehnya, sedikit banyak berpengaruh terhadap bagaimana ia memporisiskan diri di dalam keluarga. Akses terhadap keputusan-keputusan keluarga, perasaan turut memberi andil pada setiap capaian keluarga, merupakan sedikit hal yang berubah ketika perempuan memiliki kontribusi ekonomi pada keluarga. Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai motif yang mendasari perempuan bekerja dan bagaimana sebuah keluarga dual earner mengelola penghasilan yang digunakan untuk keluarga. Dua tema yang menurut penulis penting dalam memaknai penghasilan perempuan, sehingga memahaminya dapat bermanfaat dalam menjelaskan dinamika pengaruh penghasilan terhadap akses membuat keputusan atau power sharing di dalam keluarga. Studi ini dilakukan dengan metode fenomenologis, dan pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Wawancara dilakukan terhadap 5 orang perempuan bekerja sebagai dosen tetap perguruan tinggi swasta di Jakarta. Responden telah menikah, berpendidikan tinggi (S2), mempunyai anak dan tinggal serumah dengan suami. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah dari Miles dan Huberman (1994). Hasil wawancara menunjukkan empat macam motif bekerja yaitu (1) sudah menjadi cita-cita, (2) rasa aman, (3) aktualisasi diri, dan (4) hasil proses sosialisasi. Sedangkan untuk pengelolaan keuangan diperoleh tiga macam pola yaitu (1) terdapat pembagian pos-pos pengeluaran antara suami dan istri, (2) pendapatan suami sebagai sumber utama pembiayaan kebutuhan keluarga, dan (3) pendapatan istri sebagai sumber utama pembiayaan kebutuhan keluarga. Dari ketiga macam pengelolaan motif keuangan tersebut, tampak responden merasa nyaman dan tidak menjadikan kontribusi finansial ini sebagai sarana bargaining dengan pasangan di dalam keluarga. Barangkali hal ini berasal dari motif bekerja yang bersifat intriksik, namun demikian hal ini masih perlu penggalian lebih lanjut.