Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Sentimen Kurikulum Merdeka Menggunakan Klasifikasi Naïve Bayes Dan Support Vector Machine: - Eka, Eka Sabna; Anita Febriani; Rika Melyanti
SATIN - Sains dan Teknologi Informasi Vol 10 No 1 (2024): SATIN - Sains dan Teknologi Informasi
Publisher : STMIK Amik Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33372/stn.v10i1.1121

Abstract

Media sosial adalah sebuah media yang digunakan untuk bersosialisasi dan bertukar informasi oleh para pengguna dengan menggunakan internet. Beberapa kegunaan media sosial seperti berkenalan dengan teman baru, mengetahui informasi olahraga, ekonomi, pariwisata dan juga Pendidikan. Terkait Pendidikan banyak masyarakat memberikan pendapat dan membicarakan Program Kurikulum Merdeka, terdapat pro dan kontra tentang Program ini. Informasi opini masyarakat diperoleh dari salah satu media sosial yaitu twitter. Penelitian ini bertujuan membangun model analisis sentiment terhadap Program Kurikulum Merdeka . Sumber informasi diperoleh dari Twitter sebanyak 399 data. Penelitian ini mengggunakan 2 (dua) algoritma yaitu Naïve Bayes dan Support Vector Machine (SVM). Hasil penelitian didapatkan opini masyarakat dengan Kategori Positif sebanyak 319 (79,9%) orang dan Kategori Negatif sebanyak 80 (20,1%). Nilai akurasi Naïve Bayes sebesar 71,68% dan SVM 82,80%. Dari hasil akurasi dapat dinyatakan bahwa Model SVM lebih baik dibandingkan dengan Naïve Bayes.
IMPLEMENTATION OF E-LEARNING USING THE MOODLE Melyanti, Rika; Febriani, Anita
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 4 No 3 (2021): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jptk.v4i3.17223

Abstract

STAI Tuanku Tambusai Pasir Pangaraian is a high school for Islamic religious education, which in the Teaching and Learning Process (PBM) is currently trying to apply the concept of blended learning by using e-learning. The purpose of this research is to build a Learning Management System (LMS) that can assist lecturers and students in conducting PBM with the help of computer technology. This is felt to have become a necessity during the pandemic and industrial revolution 4.0, STAI should have an e-larning that is able to answer challenges. The online learning system service architecture (e-learning) can be used as an appropriate design in the development of learning methods where the level of flexibility, scalability and functionality can make PBM easier to do anywhere and anytime. The designed online learning system (e-learning) at STAI Tuanku Tambusai is used by two actors, namely students and lecturers.
PKM Deteksi Dini Kecemasan Korban Bully Berbasis Teknologi Informasi dan Peningkatan Minat Belajar melalui Game Based Learning pada anak di SD IT Fadhilah Pekanbaru Wahyuni, Refni; Maharani, Riri; Febriani, Anita
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i3.3515

Abstract

Bullying adalah perilaku agresif yang berulang kali dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap orang-orang atau kelompok lain yang menimbulkan kerugian fisik atau psikologis. Korban bullying adalah sekelompok orang yang mengalami trauma sehingga menimbulkan kecemasan yang berlebihan, ketidakmampuan dalam menolak perilaku atau menghentikan perilaku yang menyakitinya. Dampak buruk yang ditimbulkan bullying yaitu dapat memberikan efek kecemasan, berpengaruh pada harga diri dan mengakibatkan depresi pada korban. Penanganan kecemasan korban bullying harus segera mungkin dilakukan dan untuk meminimalkan dampak. Terapi yang tepat untuk mengatasi kecemasanpada korban bullying adalah art Therapy. Melalui kesenian dan melakukan refleksi terhadap hasil seni dan prosesnya. hasil observasi dan diskusi dengan mitra yaitu SD IT Fadhilah Pekanbaru, dapat diketahui bahwa terdapat 3 peramasalahan Prioritas yang dihadapi mitra yaitu :1) Siswa atau guru belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan mental terkait dengan bullying. 2). Belum adanya tindak lanjut apabila terjadi bullying yang dianggap kenakalan anak pada umumnya. 3).Belum memaksimalkan teknologi informasi sebagai wadah aktifitas pembelajaran. Dari ketiga permasalahan tersebut saling berhubungan yang pada intinya adalah masalah
PKM Deteksi Dini Kecemasan Korban Bully Berbasis Teknologi Informasi dan Peningkatan Minat Belajar melalui Game Based Learning pada anak di SD IT Fadhilah Pekanbaru Refni Wahyuni; Riri Maharani; Anita Febriani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i3.3515

Abstract

Bullying adalah perilaku agresif yang berulang kali dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap orang-orang atau kelompok lain yang menimbulkan kerugian fisik atau psikologis. Korban bullying adalah sekelompok orang yang mengalami trauma sehingga menimbulkan kecemasan yang berlebihan, ketidakmampuan dalam menolak perilaku atau menghentikan perilaku yang menyakitinya. Dampak buruk yang ditimbulkan bullying yaitu dapat memberikan efek kecemasan, berpengaruh pada harga diri dan mengakibatkan depresi pada korban. Penanganan kecemasan korban bullying harus segera mungkin dilakukan dan untuk meminimalkan dampak. Terapi yang tepat untuk mengatasi kecemasanpada korban bullying adalah art Therapy. Melalui kesenian dan melakukan refleksi terhadap hasil seni dan prosesnya. hasil observasi dan diskusi dengan mitra yaitu SD IT Fadhilah Pekanbaru, dapat diketahui bahwa terdapat 3 peramasalahan Prioritas yang dihadapi mitra yaitu :1) Siswa atau guru belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan mental terkait dengan bullying. 2). Belum adanya tindak lanjut apabila terjadi bullying yang dianggap kenakalan anak pada umumnya. 3).Belum memaksimalkan teknologi informasi sebagai wadah aktifitas pembelajaran. Dari ketiga permasalahan tersebut saling berhubungan yang pada intinya adalah masalah