Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

RENGGINANG INOVASI ERA MODERN DESA SUKAGALIH Prima Jiwa Osly; Resti Nur Arini; irfan ihsani
Jurnal JANATA Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/janata.v3i2.5898

Abstract

Pengembangan UMKM untuk Desa Sukagalih perlu ditingkatkan agar memiliki produk yang bisa menjual dan dapat meningkatkan perekonomian Desa. Produk yang dapat diambil untuk UMKM Desa dapat berupa produk yang sering dihasilkan dan mudah dikerjakan. Selain itu produk yang diolah harus dikemas dengan menarik sebagai daya tarik konsumen. Maka sebelum dilakukan pengembangan produk inovasi, harus dilakukan survey perndahuluan untuk diskusi dan mencari tau produk yang sering digunakan setelah itu dilakukan uji coba dalam skala kecil. Dari hasil survey maka diperoleh produk yang mudah diolah, dijual dan dikemas menjadi produk yang ekslusif yaitu rengginang. Rengginang produk Desa Sukagalih selanjutnya dilakukan pengolahan uji coba rasa dalam skala kecil menjadi beberapa varian. Setelah ditemukan rasa yang tepat, maka rengginang dikemas menjadi produk ekslusif dan menarik agar memikat konsumen.
KEPUASAN PEJALAN KAKI DALAM MENGGUNAKAN JEMBATAN PENYEBRANGAN ORANG: Studi Kasus Jembatan Penyebrangan di Stasiun Bogor Meutia, Wita; Osly, Prima Jiwa; Dino Wichaksana, Isfan
Jurnal ARTESIS Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5924

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Stasiun Bogor merpukan jembatan yang menghubungkan antara Stasiun Bogor ke arah Jl. Kapten Muslihat. Pada JPO di Stasiun Bogor terdapat banyak sekali fasilitas dan hambatan pada landasan JPO yang membuat para pengguna JPO teganggu ketika melintasi JPO Stasiun Bogor. Adanya hambatan ini dapat mengurangi keinginan pejalan kaki dalam menggunakan JPO tersebut. Oleh karena itu perlu dianalisis persepsi pengguna JPO agar nantinya adanya beberapa perbaikan di JPO tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi pejalan kaki terhadap fasilitas penyebrangan tepatnya di JPO Stasiun Bogor serta menilai efektivitas dari penggunaan JPO. Metode penelitian yang digunakan dengan survei lalu lintas pejalan kaki yang menggunakan JPO dan penyebaran kuesioner. Responden dari penelitian ini adalah pejalan kaki yang menggunakan JPO di Stasiun Bogor. Data volume yang diperoleh dianalisis untuk menilai efektivitas penggunaan JPO. Kemudian data persepsi responden diolah dengan menggunakan Index Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui variabel yang perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki. Hasil kajian memperlihatkan bahwa untuk persentase efektivitas dengan rata rata di atas 80% persen yang berarti JPO ini sangat efektif. Kemudian hasil analisis IPA dari persepsi pengguna memperlihatkan terdapat 5 variabel yang harus di perbaiki yaitu variabel 1 (JPO aman dari aksi kejahatan), 2 (JPO aman dilalui anak-anak), 3 (Landasan JPO tidak licin dan berlubang), 4 (Pegangan anak tangga JPO dalam kondisi baik), dan 16 (Tersedianya fasilitas penyandang disabilitas).
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL (AC-WC) DENGAN LIMBAH PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE Pranata Siregar, Yoga; Osly, Prima Jiwa
Jurnal ARTESIS Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v3i2.5932

Abstract

Seiring perkembangan dalam campuran aspal beberapa penelitian telah mengembangkan penggunaan limbah plastik sebagai upaya mengurangi sampah plastik yang sulit didaur ulang. Penggunaan plastik sebagai bahan campuran dapat mengoptimalkan karakteristik aspal dengan memperoleh sifat–sifat plastik yang diinginkan. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas perkerasan dan memanfaatkan limbah plastik, maka penulis ingin melakukan penelitian dengan tujuan menganalisis kadar optimum campuran beraspal AC-WC tanpa dan dengan tambahan limbah Low Density Poly Ethylene (LDPE), serta mendapatkan pengaruh dari kombinasi jenis aspal tersebut. Terdapat 15 benda uji tanpa penambahan LDPE dan 15 benda uji dengan penambahan LDPE 7%. Benda uji tersebut selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan alat marshall untuk mengetahui nilai parameter-parameter aspal dan bisa menghasilkan nilai kadar aspal optimum. Dari hasil pengujian aspal menggunakan alat tes Marshall didapat nilai MQ campuran aspal plastik cenderung mengalami peningkatan pada campuran aspal dengan penambahan limbah plastik LDPE. Hal ini berarti nilai kekakuan campuran dengan penambahan limbah plastik LDPE semakin tinggi dan lebih getas. Berdasarkan hasil pengecekan di atas, nilai kadar aspal optimum pada campuran tanpa penambahan limbah plastik LDPE yaitu 6,5% dan pada campuran dengan penambahan limbah plastik LDPE 7% yaitu 6,8%.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN PENGGUNA JASA MODA TRANSPORTASI COMMUTER LINE STASIUN BOGOR: Studi Kasus: Commuter Line Rute Bogor-Manggarai Andika, Tigra Cahya; Osly, Prima Jiwa
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i1.6775

Abstract

Pentingnya transportasi tersebut dapat dilihat dari peningkatan permintaan angkutan untuk mobilitas manusia dan barang sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk dan perkembangan permukiman di kota-kota, terutama Jabodetabek. Peningkatan jumlah penumpang, keterbatasan cakupan layanan transportasi massal, serta kurangnya integrasi antarmoda mengakibatkan kendaraan pribadi tetap menjadi pilihan utama, yang pada gilirannya menyebabkan kemacetan yang parah, terutama pada jam sibuk. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kualitas layanan sebagai upaya untuk memenuhi kepuasan pengguna transportasi, dengan usaha yang berkelanjutan dan fokus pada perbaikan demi mencapai kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan tingkat pelayanan Commuter Line rute Bogor-Manggarai berdasarkan pengguna dan Masyarakat dan untuk menilai tingkat kepuasan pelanggan yang menggunakan layanan commuter line rute Bogor-Manggarai. Dari analisis penelitian ini terdapat tingkat kepuasan pengguna jasa, dimana pengguna jasa merasa puas secara khusus terutama pada kinerja nomor 24 (Ketersediaan tempat duduk yang diprioritaskan untuk lansia, disabilitas, ibu hamil, dan ibu membawa balita di stasiun) dengan memperoleh persentase kenyataan dan harapan sebesar 99,291%. Sebaliknya, tingkat kepuasan paling rendah terjadi pada kinerja 10, yaitu (Kedatangan kereta commuter line tepat waktu), dengan memperoleh persentase sebesar 82,696%.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KEPUASAN PENGGUNA JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG: Studi Kasus: Jembatan Penyeberangan Orang di Stasiun Tanjung Barat Dwi Meviana, Adella; Osly, Prima Jiwa
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7852

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang akan ditinjau dari segi efektivitas dan kepuasan pengguna berada di Stasiun Tanjung Barat dikarenakan daerah tersebut lalu lintas pejalan kaki yang menggunakan fasilitas tersebut cukup tinggi. Pejalan kaki memiliki peran penting dalam aktivitas dan perancangan pembangunan kota. Oleh karena itu, desain ruang kota harus mempertimbangkan kebutuhan dan keselamatan pejalan kaki. Data primer yang dikumpulkan terdiri dari volume penyeberang orang, data geometrik JPO, dan data kuesioner. Sedangkan untuk mengetahui informasi mengenai kepuasan pengguna JPO, diperlukan data karakteristik yaitu meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan frekuensi penggunaan JPO per minggu. Sedangkan variabel pertanyaan dalam kuesioner yang digunakan yaitu aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelengkapan. Kuesioner yang telah dikumpulkan kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengujian validitas terhadap variabel kepuasan dan kinerja menghasilkan nilai r hitung > r tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki validitas yang baik. Menurut hasil uji reliabilitas, variabel kepuasan dan variabel kepentingan masing-masing memiliki nilai cronbach’s alpha sebesar 0,836 dan 0,921. Dari kuesioner yang telah diuji dilakukan analisis kepuasan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan JPO sangat tinggi baik pada hari kerja maupun hari libur. Tingkat kepatuhan pengguna dalam memanfaatkan JPO mencapai 99,85% yang menunjukkan bahwa JPO sangat efektif dalam meningkatkan keselamatan penyeberang jalan. Hasil analisis menggunakan metode IPA yaitu sebagian besar pengguna merasa puas dengan fasilitas JPO dengan tingkat kepuasan sebesar 88%, namun ada beberapa hal yang perlu perbaikan yaitu, JPO aman dari aksi kejahatan, nyaman saat menaiki anak tangga, dan tersedianya ramp di sisi tengah.
ESTIMASI BIAYA DAN PENJADWALAN PEMBANGUNAN PROTOTIPE RUANG MODULAR OPERATING THEATRE Ramahwati, Aulia; Osly, Prima Jiwa
Jurnal ARTESIS Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/artesis.v4i2.7853

Abstract

Pembangunan rumah sakit khususnya ruang operasi dibangun dengan spesifikasi khusus yang sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. maka dari itu dilakukan perencanaan pekerjaan ruang operasi ini menggunakan sistem Modular Operating Theatre (MOT). Perencanaan pekerjaan ruang MOT bertujuan untuk menghasilkan estimasi biaya dan penjadwalan pembangunan ruang MOT. Dengan material ruang MOT yang akan ditinjau yaitu dari material dinding yang terbuat dari sandwich panel dan stainless steel, yang selanjutnya akan dilakukan analisa terkait material tersebut. Penelitian ini menggunakan data denah PERMENKES RI No 40 tahun 2022, AHS dari PERMEN PUPR No 1 tahun 2022, dan DHS dari PERGUB DKI Jakarta No 1 tahun 2020. Setelah data didapatkan dilakukan Perencanaan terkait estimasi biaya dan penjadwalan ruang MOT sandwich panel dan ruang MOT stainless steel, modelling menggunakan aplikasi revit dengan pendekatan BIM, selanjutnya hasil modelling akan mengeluarkan volume pekerjaan. Selanjutnya menyusun Bill of Quantity (BOQ). BOQ ini nantinya akan dihitung biaya per meter persegi dalam rekapitulasi harga. Perencanaan jadwal dengan kurva s dan Precedence Diagramming Method (PDM) dengan bantuan Microsoft Excel dan Microsoft Project dengan membuat WBS, menghitung produktivitas, lalu menghitung durasi pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi biaya yang dilakukan dengan pendekatan BIM melalui Revit untuk ruang MOT sandwich panel sebesar Rp. 177.474.090,47 dan untuk ruang MOT stainless steel sebesar Rp. 173.290.235,24. Dan untuk estimasi waktu pekerjaan ruang MOT sandwich panel sebesar 7 hari, sedangkan untuk pelaksanaan pekerjaan ruang MOT stainless steel sebesar 14 hari. Hasil analisa perbandingan dindingnya yang mempunyai kelebihan, pada dinding sandwich panel kemudahan pada proses instalasi dan kelebihan properti isolasi termal. Sedangkan dinding stainless steel mempunyai kelebihan anti korosi dan kemudahan pada pemeliharaan material konstruksinya.
ANALISIS TARIF BISKITA TRANS PAKUAN KORIDOR 5 (TERMINAL CIPARIGI – STASIUN KA BOGOR) MENGGUNAKAN PENDEKATAN ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY Nurasyfa Ristanti; Wita Meutia; Osly, Prima Jiwa
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/bb0hv246

Abstract

Pemerintah Kota Bogor dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meluncurkan Biskita Trans Pakuan yang mengadopsi konsep Buy The Service (BTS). Pada awal peluncurannya pada November 2021, Biskita Trans Pakuan beroperasi dengan tarif Rp 0,00, menyebabkan peningkatan jumlah penumpang yang signifikan dengan jumlah load factor mencapai 66%. Namun, sejak adanya penerapan tarif senilai Rp 4.000,00 pada Mei 2023, yang dianggap mahal oleh masyarakat menyebabkan nilai load factor Biskita Trans Pakuan Koridor 5 mengalami penurunan sampai 50%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tarif Biskita Trans Pakuan Koridor 5 dengan pendekatan Ability To Pay dan Willingness To Pay. Nilai Ability To Pay merupakan kemampuan membayar pengguna untuk membayar jasa transportasi. Willingness To Pay merupakan kesediaan pengguna untuk membayar jasa transportasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sumber data didapatkan langsung dari pengguna jasa transportasi Biskita Trans Pakuan Koridor 5 dengan menggunakan kuesioner yang disebar secara online dan offline. Data untuk menentukan Ability To Pay didapat melalui pertanyaan mengenai karakteristik penumpang, karakteristik perjalanan, dan frekuensi perjalanan, sedangkan data Willingness To Pay didapat dari pertanyaan terbuka mengenai pendapat pengguna mengenai tarif yang ingin dibayarkan. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai Ability To Pay lebih rendah dari nilai Willingness To Pay pada semua kategori yang berarti bahwa kemampuan membayar tarif pengguna lebih rendah dari kesediaan membayar tarif.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL ANGKUTAN KOTA TRAYEK 05A KOTA BOGOR Osly, Prima Jiwa; M Agung Baihaki
Jurnal ARTESIS Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL ARTESIS
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/4gk1sv60

Abstract

 Transportasi publik menjadi kebutuhan yang diharapkan memberikan alternatif kepada para pengguna angkutan pribadi dalam melakukan perjalanan sehari hari. Angkutan kota merupakan moda transportasi umum utama di Kota Bogor. Permasalahan banyak angkutan umum tidak teratur pada pergantian angkutan di pangkalannya, dan terlalu bertumpuuk yang sehari hanya 100 - 150 angkutan yang boleh keluar dan terkadang beberapa supir mengatakan ada yang tidak sabar menunggu untuk gantian setiap harinya sampai melebihi batas maksimum di angka 300 angkutan. Tujuan yang ingin dicapai dari Tugas Akhir ini adalah menganalisis Kinerja Operasional dan Kinerja Pelayanan Angkutan Kota Bogor Trayek 05A pada saat ini dan mencari rencana perbaikan Kinerja Opersional dan Kinerja Pelayanan yang masih belum terpenuhi dan tidak sesuai dengan harapan dari pengguna jasa angkutan kota. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah mengumpulkan data melalui pengamatan dan memperoleh informasi melalui instansi atau koperasi terkait. Hasil analisis kinerja operasional terkait load factor, kecepatan perjalanan, headway, waktu perjalanan dan frekuensi angkutan mendapatkan bobot penilaian baik. bobot penilaian yang didapatkan pada ketersediaan angkutan merupakan sedang untuk weekday dan baik untuk weekend. Hasil survei dan analisis data pada saat hari kerja didapatkan, load factor dengan nilai 23 % kecepatan perjalanan sebanyak 16,21 km/jam, headway dengan lama waktu sebanyak 33,08 menit, waktu perjalanan dengan nilai 10,725 menit/km dan frekuensi dengan 6 kendaraan tiap jam nya (pagi). Hasil survei dan analisis data pada saat hari libur didapatkan, load factor dengan nilai 25 % kecepatan perjalanan sebanyak 16,33 km/jam, headway dengan waktu sebanyak 31, 75 menit, waktu perjalanan dengan nilai 9,725 menit/ km dan frekuensi dengan 6 kendaraan (sore).