Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Analisis Redesain Pondasi Mini Pile Berbentuk Persegi Pada Gedung Pengadilan Negeri Pulau Punjung Shanti Wahyuni Megasari; Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri; Taufiq Hidayat
SAINSTEK Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i1.12

Abstract

Pemilihan bentuk dan jenis pondasi pada suatu bawah bangunan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kondisi tanah. Apabila terjadi kesalahan dalam pemilihan pondasi maka akan dapat menyebabkan kerusakan bangunan hingga kerugian biaya. Gedung Pengadilan Negeri Pulau Punjung merupakan bangunan tiga lantai yang didesain menggunakan pondasi KSLL. Gedung Pengadilan Negeri Pulau Punjung memiliki kondisi tanah pasir dengan daya dukung (Qc) 200 kg/cm2 pada kedalaman 10,2 m. Namun dengan kondisi jenis tanah tersebut, maka pondasi yang paling sesuai adalah pondasi mini pile. Sehingga perlu dilakukan redesain pondasi pada Gedung Pengadilan Negeri Pulau Punjung. Pemodelan bangunan menggunakan program ETABS sesuai dengan standar pembebanan SNI 2847-2013. Pondasi mini pile berbentuk persegi dengan dimensi sebesar 25×25 cm, dengan kapasitas daya dukung tiang sebesar 35 ton. Setelah dilakukan pemodelan struktur diperoleh 3 (tiga) tipe pondasi berdasarkan pada gaya aksial (P) yang bekerja. Berdasarkan maka pondasi mini pile diklasifikasikan menjadi 3 tipe pondasi. Pondasi tipe 1 memiliki gaya aksial kolom sebesar 106,15 ton dengan jumlah tiang yang diperlukan 6 kelompok tiang, pondasi tipe 2 dengan gaya aksial kolom 79,51 ton dengan tiang yang diperlukan 5 kelompok tiang dan pondasi tipe 3 memiliki gaya aksial kolom 40,01 ton dengan tiang yang diperlukan 4 kelompok tiang. Hasil penelitian memperoleh nilai kapasitas dukung ultimit (Qu) sebesar 220,92 ton dan ketiga tipe pondasi mampu menahan beban dari struktur atas Gedung Pengadilan Negeri Pulau Punjung.
Penggunaan Serat Pelepah Kelapa Sawit Asal Dumai Ssebagai Bahan Tambah Pembuatan Batako Serat Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendataan BPS tahun 2014 terhadap perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh Provinsi Riau sangat luas yaitu 2.399.172 hektar. Potensi limbah kering pelepah kelapa sawitdapat mencapai 89.479.518,912 ton/tahun. Serat dapat digunakan sebagai bahan tambah untuk membuat materialbangunan, sehingga sangat dimungkinkan pemakaian serat pelepah kelapa sawit sebagai bahan tambahan dalam pembuatan batako. Tujuan penelitian ini untuk menemukan variasi campuran pembuat batako serat dengan bahan tambahan serat pelepah kelapa sawit yang berasal dari Dumai terhadap nilai kuat tekan dan penyerapan air sesuai standar mutu SNI. Hasil penelitian di laboratorium yang meliputi pembuatan produk jadi yaitu batako normal dan batako serat, mengukur nilai kuat tekan dan penyerapan air batako diuraikan sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan. Kesimpulannya adalah Job mix batako serat yang komposisi semen 2,7168 kg; pasir beton 8,1510 kg; pasir urug 5,4342 kg; air 0,1000 lt; serat 1% (0,0272 kg), serat 3% (0,815 kg), serat 5% (0,1358 kg) menghasilkan 7 buah batako (20x10x6) cm. Batako serat yang berasal dari Dumai dengan nilai kuat tekan rata-rata pada penambahan serat 1%, 3% dan 5% berturut-turut adalah 110,80 kg/cm; 79,30% dan 57,57 kg/cm2. Penyerapan air batako serat yang berasal dari Dumai lebih rendah dari batas maksimum yang digariskan SNI berturut-turut 3,0%; 3,60% dan 4,1% pada penambahan serat 1%, 3% dan 5%. Temuan penelitian ini adalah bahwa nilai kuat tekan dan penyerapan air batako serat yang berasal dari Dumai lebih baik pada penambahan serat 1% dari berat semen yang memenuhi persyaratan mutu SNI.
PERILAKU KOLOM BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN GESER CARBON FIBER JACKET Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji perilaku kolom beton bertulang yang diperkuat dengan metode carbonfiber jacket terhadap kekuatan geser kolom akibat beban aksial konstan dan beban lateral siklik.Analisis struktur daribangunan 2 (dua) lantai yang ditingkatkan menjadi 4 (empat) lantai,yang didasarkan pada beban gempa statikequivalen pada peraturan gempa Indonesia SNI 03-1726-2002.Pemodelan benda uji menggunakan skala 1 : 2berdasarkan persyaratan similaritas untuk model beton bertulang.Metode pengujian kolom dengan pembebananlateral siklik yang didasarkan pada loadcontrolled dan displacement controlled.Pengujian kolom dihentikan setelahtercapainya penurunan kemampuan kolom dalam menahan beban lateral mencapai sekitar 85% dari kapasitas bebanmaksimum.Penelitian terdiri dari 2 (dua) benda uji kolom, yaitu1 (satu) benda uji kolom pembanding dan 1 (satu)benda uji kolom perkuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom perkuatan mengalami peningkatankapasitas beban lateral sebesar 309,743%dibandingkan kolom pembanding.Perkuatan kolom dengan penambahantulangan longitudinal,tulangan spiral dan metoda carbon fiber jacket memberikan kontribusi yang baik terhadappeningkatan kapasitas beban lateral dan kapasitas geser kolom perkuatan. Kolom perkuatan lebih daktail denganpeningkatan defleksi hampir dua kalinya kolom pembanding dan mengalami kenaikan daktilitas sebesar 23,871%.Kondisi kerusakan pada permukaan kolom perkuatan lebih baik dibandingkan dengan kolom pembanding, sehinggadapat dinyatakan bahwa kolom perkuatan dengan metode carbon fiber jacket mampu mengurangi atau mengatasiretakan dan meningkatkan kekuatan geser kolom.
ANALISIS BETON RINGAN TANPA AGREGAT KASAR DENGAN PENAMBAHAN POLYMER CONCRETE Zainuri; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Sainstek (e-Journal) Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai kuat tekan beton serta menentukan nilai Faktor Air Semen (FAS) yang sesuai dalam pembuatan beton tanpa agregat kasar dengan penambahan polimer concrete (polcon). Perencanaan campuran beton (mix design) menggunakan metode DoE (Development of Environment). Rancangan benda uji pada penelitian ini dengan menggunakan 3 (tiga) variasi FAS yaitu 0,4; 0,5 dan 0,6 dengan perbandingan air terhadap polcon (dalam liter) sebanyak 0: 1: 100 dan 1 : 200, yang masing-masing variasi sebanyak 3 (tiga) sampel benda uji dan total sampel sebanyak 54 silinder benda uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan pada keseluruhan benda uji beton tanpa agregat kasar. Kuat tekan beton tertinggi pada benda uji tanpa agregat kasar fas 0,4 dengan penambahan polcon 1:100 yaitu sebesar 584,438 kg/cm, dan peningkatan kuat tekan sebesar 88,789% dibandingkan benda uji beton dengan agregat kasar. Sedangkan kuat tekan beton tertinggi pada benda uji agregat kasar FAS 0,4 dengan penambahan polcon 1:200 yaitu sebesar 317,264 kg/cm2. Hasil kuat tekan dengan nilai FAS memiliki hubungan terbalik yaitu semakin kecil nilai FAS (0,4) maka nilai kuat tekan beton akan semakin tinggi, demikian juga sebaliknya. Sehingga hasil penelitian membuktikan bahwa pembuatan beton tanpa menggunakan agregat kasar dengan penambahan polcon dan FAS terkecil yaitu 0,4 dapat meningkatkan kuat tekan beton.
Studi Eksperimental Recycled Concrete Aggregate pada Self Compacting Concrete Shanti Wahyuni Megasari; Gusneli Yanti; Zainuri Zainuri
SAINSTEK Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i1.167

Abstract

Self compacting concrete (SCC) merupakan beton dengan fluiditas yang tinggi, memiliki kemampuan unuk mengalir serta mengisi celah-celah di dalam cetakan sehingga tidak perlu dilakukan proses pemadatan. Recycled concrete aggregate merupakan agregat kasar yang diperoleh dengan memanfaatkan limbah beton yang dipecahkan untuk dijadikan sebagai pengganti material agregat kasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan pada self compacting concrete dengan memvariasikan nilai faktor air semen (fas) yakni 0,40; 0,45; 0,50; 0,55 dan 0,60. Metode pelaksanaan adalah studi eksperimental di laboratorium dengan menggunakan perbandingan antara recycled concrete aggregate (RCA) dengan normal concrete aggregate (NCA) sebesar 50% : 50% terhadap berat agregat kasar. Bahan tambah berupa MasterGlenium ACE 8595 sebanyak 1,2% dari berat semen. Benda uji berbentuk silinder dengan tinggi 300 mm dan diameter 150 mm. Dari hasil pengujian didapat nilai kuat tekan rata-rata tertinggi pada fas 0,40 dengan slump-flow 650 mm yaitu sebesar 33,272 MPa dan nilai kuat tekan rata – rata terendah pada fas 0,60 dengan slump-flow 760 mm yaitu sebesar 24,130 MPa. Dari hasil analisis hubungan (r) antara fas dengan slump-flow diperoleh sebesar +0,9779, antara fas dengan slump-flow time T-50 atau viscocity diperoleh sebesar -0,9967 dan antara fas dengan kuat tekan SCC diperoleh sebesar -0,9817. Hasil menunjukkan bahwa terjadinya hubungan berbanding lurus yang sangat kuat antara variasi fas dengan slump-flow SCC serta terjadi hubungan berbanding terbalik yang sangat kuat antara variasi fas dengan kuat tekan dan slump-flow time T-50 SCC. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi fas sangat berpengaruh terhadap nilai kuat tekan, slump-flow dan slump-flow time T-50 pada self compacting concrete.
Studi Eksperimental Penambahan Serat Kawat Bendrat Terhadap Kuat Tekan Pada Mortar Geopolimer Pratama, Defrianto Sayadi; Megasari, Shanti Wahyuni; Anggraini, Muthia
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.265

Abstract

Limbah fly ash digunakan sebagai bahan pengikat pada campuran mortar geopolimer yang direaksikan dengan alkali activator dan katalisator serta serat kawat bendrat sebagai bahan tambah pada campuran mortar geopolimer tersebut. Dengan menambahkan serat kawat bendrat pada mortar geopolimer menjadikan kuat terhadap retakan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis nilai kuat tekan pada mortar geopolimer dengan penambahan serat kawat bendrat . Metode penelitian merupakan studi eksperimental di laboratorium dengan perbandingan agregat dan pengikat yaitu 65%:35%, perbandingan SS:SH yaitu 2:1 molaritas alkali 12M dan variasi serat kawat yaitu 0%, 0,25% , 0,50%, 0, 75% dan 1 % terhadap berat fly ash . Pada penelitian ini benda uji yang digunakan berupa kubus dengan ukuran 50 ´ 50 ´ 50 mm. Pengujian untuk kuat tekan mortar dilakukan pada umur mortar 28 hari dengan perawatan suhu ruang. Hasil penelitian diperoleh nilai tertinggi pada pengujian kuat tekan pada variasi 0% yang kuat tekan rata-ratanya 113,53 kg/cm 2 dan nilai terendah terdapat pada variasi 1% dengan nilai rata-rata 84,98 kg/cm 2 . Kesimpulan dari penelitian yang diperoleh bahwa kuat tekan rata-rata mortar geopolimer dengan tertinggi sebesar 113,53 kg/cm² tergolong pada mortar tipe S dimana pada tipe S memiliki kuat tekan ? 52,5 Kg/cm² dan dapat digunakan pada pasangan terbuka di atas tanah. Untuk penelitian selanjutnya dilakukan pengujian dengan variasi yang berbeda