Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Penyakit Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Hiri Tahun 2020 Sri Rahayu Utami; Nani Supriyatni; Andiani Andiani
BIOSAINSTEK Vol 3 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v3i1.603

Abstract

Dermatitis merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh peradangan dan iritasi hingga menyebabkan kulit terasa gatal (NIH, 2019). Penyakit ini ditandai dengan hadirnya kemerahan, pembengkakan, hingga pengerasan permukaan kulit. Peradangan dermatitis biasanya disebabkan oleh adanya kontak langsung zat kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Penyakit Dermatitis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Hiri Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan pendekatan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menderita Dermatitis diwilayah kerja puskesmas Kecamatan Pulau Hiri tahun 2020 dengan jumlah 281 kunjungan. Sampel dalam penenelitian ini sebanyak 106 responden, yang di peroleh dengan mengunakan metode observasional dengan pendekatan case control study. Hasil analisis dalam penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan pengetahuan responden dengan kejadian penyakit Dermatitis (0,000), tidak ada hubungan antara suhu dengan terjaidnya penyakit Dermatitis (0,697), ada hubungan antara kelembapan dengan kejadian penyakit dermatitis (0,001), ada hubungan antara personil hygene dengan kejadian penyakit dermatitis di wilayah kerja puskesmas pulau hiri (0,000). Di harapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan variabel yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih besar dengan selalu memperhatikan kesalahan- kesalahan agar dapat menginformasikan yang belum terjawab pada penelitian sebelumnya.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) pada Orang Dengan HIV/AIDS di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Tahun 2020 Nani Supriyatni; Andiani Andiani; Agustin Rahayu; Tutik Lestari
BIOSAINSTEK Vol 3 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v3i1.604

Abstract

Program penanggulangan AIDS di Indonesia mempunyai 4 pilar, yaitu pencegahan (prevention); Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP); mitigasi dampak berupa dukungan psikososio-ekonomi; serta penciptaan lingkungan yang kondusif (creating enabling environment) (Kemenkes, 2015). Komitmen kuat semua unsur di masyarakat bahwa epidemi HIV/AIDS adalah tanggung jawab bersama pemerintah, non-pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu menekan penyebaran HIV/AIDS. Tujuan : Memberikan dukungan secara psikologis pada teman-teman populasi Kunci dan ODHA melalui Kelompok Dukungan Sebaya/Lembaga Kesejahteraan Sosial Maku Dudara. Metode: dilaksanakan dengan Observasi dan wawancara langsung dengan KDS/LKS Makududara dengan Tahapan yaitu Persiapan, Pengkajian, Perencanaan Alternatif Program, Pemformalisasi Rencana Aksi, Pelaksanaan, Evaluasi. Hasil : Setiap pengurus KDS /LKS Maku Dudara memiliki kemampuan sebagai fasilitator dalam memberikan motivasi kepada sesama teman-teman ODHA bahwa mereka membutuhkan dukungan secara psikologis terhadap kondisi kesehatan saat ini (dengan status HIV). Tahap Pelaksanaan Kegiatan Keikutsertaan teman-teman ODHA terlibat di dalam pengurus KDS/LKS Maku Dudara diharapkan mampu menjalankan program kegiatan yang dapat memberi dukungan kepada teman-teman sesama ODHA. Kerjasama antara pengurus KDS/LKS Maku Dudara bersama teman-teman ODHA dengan fasilitas pelayanan kesehatan selama ini berjalan dengan baik. yaitu : Pendampingan dan Penjangkauan Populasi Kunci dan ODHA, Memfasilitasi Akses Layanan Kesehatan, Bincang Bincang Sehat (BBS), Bakti Sosial, Kunjungan Rumah ODHA, Hari AIDS Sedunia (HAS).
Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar di SD Negeri 48 Kota Ternate Tahun 2019 Indriana Djamaluddin; Andiani Andiani; Diah Merdekawati Surasno
BIOSAINSTEK Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v4i1.953

Abstract

Berdasarkan catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO) overweight dan obesitas merupakan faktor risiko penyebab kematian nomor lima. Sedikitnya 2,8 juta penduduk meninggal per tahun akibat dari overweight dan obesitas. Ada 42 juta anak mengalami obesitas dan 35 juta diantaranya berasal dari Negara-negara berkembang. Di seluruh dunia prevalensi obesitas anak meningkat dari 4,2% pada tahun 1990 menjadi 6,7% pada tahun 2010. Di Indonesia orang yang mengalami berat badan (overweight) mencapai 21,7% dan terus meningkat setiap tahunya (WHO, 2011). Trend ini diperkirakan akan mencapai 9,1% atau 60 juta, pada tahun 2020 (Devi,2011). Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan energy dan protein, kebiasaan sarapan, frekuensi makanan jajan, dan jumlah uang jajan dengan status gizi siswa SD Negeri 48 Kota Ternate Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian obsevasi analitik, dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 48 Kota Ternate dengan jumlah sampel 81 responden (Total Sampling). Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel yang diteliti tidak ada hubungan antara tingkat kecukupan Energi (p= 0,695) dan hubungan antara tingkat kecukupan protein (p= 0,767) untuk variabel frekuensi makanan jajan (p= 1,000) kebiasaan sarapan (p= 1,000), dan uang jajan (p= 1,000) dengan status gizi anak sekolah dasar SD Negeri 48 Kota Ternate Tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka disarankan kepada orang tua siswa untuk memberikan peningkatkan pengetahuan tentang gizi terutama tentang memilih jajanan serta mempraktekanya dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi perilaku yang dapat ditiru oleh anak.
Penyuluhan Pengetahuan Gizi Remaja Pada Siswa SMU Katolik Bintang Laut Kota Ternate Tahun 2021 Andiani Andiani; Tutik Lestari; Agustin Rahayu; Diah Merdekawati Surasno; Nani Supriyatni; Monsia A. Hi. Djafar; Musiana Musiana
BIOSAINSTEK Vol 4 No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v4i1.955

Abstract

Masalah gizi pada remaja muncul dikarenakan asupan gizi yang belum baik, yaitu ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Masalah gizi yang dapat terjadi pada remaja adalah gizi kurang (under weight ), obesitas (over weight ) dan anemia. Tujuan : Meningkatkan Pengetahuan Gizi Remaja pada Siswa SMU Katolik Bintang Laut Kota Ternate Tahun 2021 Metode: Desain Pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pre eksperimental dengan menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Tempat di SMA Katolik Bintang Laut Kota Ternate Tahun 2021, jumlah responden penyuluhan sebanyak 49 Responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil Penyuluhan mengenai Pengetahuan Gizi Remaja pada siswa SMU, setelah dilakukan penyuluhan tingkat Pengetahuan Gizi Remaja ada peningkatan pada responden peserta penyuluhan tertinggi yaitu dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 34 siswa (69,4%), sisanya sebanyak 15 siswa (4%) dengan tingkat pengetahuan kurang. Peningkatan pengetahuan gizi remaja pada peserta penyuluhan yaitu tertinggi pada pertanyaan tentang jenis-jenis sayuran hijau (98%), Yang temasuk makanan pokok (95,9%), masalah gizi pada remaja putri (95,9%), Sumber karbohidrat yang dikonsumsi remaja (93,9%), Yang termasuk dalam lauk hewani (93,9%), Tujuan penyususnan menu seimbang bagi remaja (91,8%). Ada peningkatan pengetahuan siswa dan siswi SMU Katolik Bintang Laut mengenai pengetahuan gizi remaja sehingga diharapkan kegiatan edukasi pada siswa dan siswi (remaja) dan kerjasama antar lembaga perlu ditingkatkan untuk mencegah permasalahan yang sering dikalangan remaja yaitu kurang gizi, obesitas, pola makan yang salah dan anemia.
Penyuluhan Cegah Stunting Keluarga Sehat pada Ibu Hamil dan Ibu Balita di Kelurahan Jati Perumnas Kota Ternate Tahun 2022 Agustin Rahayu; Andiani Andiani; Diah Merdekawati Surasno; Suryani Mansur; Musiana Musiana
BIOSAINSTEK Vol 4 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v4i2.1123

Abstract

Ibu hamil merupakan salasatu kelompok yang berisiko terhadap masalah gizi, dikarenakan asupan gizi yang kurang saat hamil, pola makan yang tidak sesuai, serta kualitas makanan yang rendah sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan janin. Terhambatnya pertumbuhan janin dapat menyebabkan anak yang dilahirkan mempunyai panjang badan yang kurang sehingga berisiko terkena stunting. Tujuan :Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Cegah Stunting Keluarga Sehat Pada Ibu Hamil dan Ibu Balita di Kelurahan Jati Perumnas Kota Ternate Tahun 2022. Desain Pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pre eksperimental dengan menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Tempat TPQ di Kelurahan Jati Perumnas Kota Ternate Tahun 2022, dengan jumlah peserta penyuluhan sebanyak 14 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Pre dan Post Test. Hasil : Setelah dilakukan penyuluhan mengenai Cegah Stunting Keluarga Sehat Pada Ibu Hamil dan ibu balita terjadi peningkatan pengetahuan sesudah penyuluhan dibandingkan sebelum penyuluhan dengan nilai rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan 7 dan nilai rata-rata sesudah penyuluhan 8,29. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita mengenai pengetahuan cegah stunting keluarga sehat, sehingga diharapkan kegiatan edukasi pada ibu-ibu di Kelurahan Jati Perumnas sehingga ibu dapat mempraktikan pengasuhan yang baik pada masa kehamilan maupun pengasuhan pada bayi dan balita, serta kerjasama antar lembaga perlu ditingkatkan untuk mencegah permasalahan gizi khususnya terkait masalah stunting.
Edukasi Pemanfaatan Makanan Berbasis Pangan Lokal di Kelurahan Gubukusuma Kota Tidore Kepulauan Tahun 2022 Diah Merdekawati Surasno; Suryani Mansur; Agustin Rahayu; Andiani Andiani; Musiana Musiana; Didik Kurniawan; Nani Supriatni
BIOSAINSTEK Vol 4 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v4i2.1124

Abstract

Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.Anak stunting berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah stunting adalah meningkatkan asupan gizi utamanya Protein dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam setempat, misalnya ikan yang kaya akan zat gizi Protein dan asam lemak esensial yang baik bagi kesehatan, diantaranya untuk membentuk dan menbangun jaringan tubuh, berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat utamanya Ibu rumah tangga dalam pengolahan ikan sehingga dapat menjadi alternatif makanan yang sehat untuk Balita dan juga keluarganya. Desain Pengabdian masyarakat ini menggunakan desain pre eksperimental dengan menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Tempat di Kantor Kelurahan Gubukusuma, Kota Tidore Kepulauan jumlah responden penyuluhan sebanyak 20 Responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Hasil : Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi sebelum dan setelah penyuluhan (nilai p =0,087), namun ada peningkatan pengetahuan peserta sebesar 45 % setelah penyuluhan. Adapun produk olahan ikan yang tinggi protein yaitu bakso goreng, (128, 5 gr P), siomay tuna labu siam (124,4 gr), pempek ikan ( 70,7 gr) dan Otak- Otak goreng (46,3gr). Pengetahuan peserta meningkat tentang produk olahan ikan yang bergizi. Diharapkan bagi masyarakat, dapat mempraktekkan langsung pengolahan produk yang berbahan dasar ikan menjadi diversifikasi produk lain sebagai alternatif makanan sehat untuk anak dan keluarga.
Workshop Pelayanan Gizi bagi Orang dengan HIV AIDS Tutik Lestari; Mudini Muhlis; Ridwan Yamko; Tati Sumiati; Andiani Andiani; Diah Merdekawati Surasno; Agustin Rahayu; Suryani Mansur
BIOSAINSTEK Vol 5 No 1 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i1.1384

Abstract

Gizi yang adekuat pada ODHA dapat mencegah kurang gizi, menghambat perkembangan HIV, meningkatkan daya tahan terhadap infeksi opportunistik, memperbaiki efektifitas pengobatan dan memperbaiki kualitas hidup. Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petugas gizi dalam memberikan layanan gizi untuk ODHA di Puskesmas Kota Ternate dan Rumah Sakit Chasan Boesoirie. Peserta diikuti oleh 16 peserta dengan tingkat pendidikan diploma III sebanyak 12 orang dan sarjana sebanyak 4 orang. Rata-rata peserta dapat menjawab dengan benar terkait HIV AIDS serta kebutuhan gizi bagi ODHA. Faktor pendukung kegiatan ini diantaranya adanya kerjasama dengan KPA Kota Ternate, sarana prasarana yang mendukung serta peserta tetap antusias selama 3 hari kegiatan tersebut. Peserta mampu memahami peran sebagai petugas gizi dalam melayani masalah gizi bagi ODHA.
Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Stunting Andiani Andiani; Tutik Lestari; Tati Sumiati
BIOSAINSTEK Vol 5 No 2 (2023): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v5i2.1641

Abstract

Pemenuhan gizi pada masa anak-anak dapat menentukan banyak aspek kehidupan dikemudian hari, seperti kesehatan, prestasi, intelektualitas dan produktivitas pada masa remaja dan dewasa. Stunting merupakan salah satu indikasi kejadian kurang gizi pada anak-anak. Dikatakan pendek jika nilai z-scorenya panjang atau tinggi badan menurut umur <-2 standar deviasi, dikatakan stunted dan <-3 SD dikatakan severely stunted. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang stunting. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif, populasinya adalah siswa/i SLTP yang mengikuti kegiatan Jumpa Bakti Persahabatan IV tahun 2021 sebanyak 294 dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori kurang sebanyak 37 orang dan sebagian kecil kategori baik sebanyak 13 orang. Hal ini didasarkan karena remaja kurang mendapatkan informasi tentang stunting baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal
Description Of Community Knowledge Of Stunting In Galala Village, North Oba District, Tidore Islands City Norma B. Toduho; Riskal Muslim; Andiani Andiani; Mayasari Soamole; Riska Alim; Rukmina Armain; Ayu Melisa Putri
BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2304

Abstract

The cumulative impact of stunting is longterm malnutrition and recurrent infections in early childhood, especially occurring in the first 1000 days of life. This is defined as a child's height not appropriate for his actual age or a child who has of Z Score of the height body for the age >-2 standard deviations. This research uses descriptive analysis with a cross sectional study design. The total population is 1082 heads of families. The sample in this study was 292 heads of families obtained from sample calculations using the Slovin formula (alpha 0.05). Based on the results of descriptive analysis on the knowledge variable regarding stunting, it can be concluded that 147 people (50.3%) unknow about stunting, while 145 people (49.7%) know about stunting. Then in the overall stunting score column from the analysis results it was found that 182 people (62.3%) had good knowledge of stunting and 110 people (37.7%) were in the poor category. For the information source variable, it was found that 138 people (47.3%) received stunting information from health workers/cadres, 65 people from the mass media (22.3%), 64 people (21.9%) from other people. and family/parents as many as 25 people (8.6%). So it can be concluded that community knowledge and sources of information regarding stunting still need to be improved. It is hoped that there will be community involvement and collaboration with health workers, community leaders, religious leaders in efforts to increase knowledge about stunting in Galala Village.
The Relationship Between Specific and Sensitive Nutrition Interventions and the Incidence of Stunting in Toddlers Andiani Andiani; Tutik Lestari; Nani Supriyatni; Tati Sumiati
BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2306

Abstract

Stunting, or below-standard height, is a nutritional problem commonly found in developing countries. Stunting negatively impacts growth, development, and productivity. It can increase the risk of infectious diseases, chronic diseases, and death, which will subsequently reduce work productivity in adulthood. Children who cannot catch up on growth later on can cause bigger problems, and in the future, Indonesia may experience a lost generation. Method: This study uses a descriptive-analytical method with a cross-sectional research design. The population consisted of all mothers with toddlers aged 0-59 months in 2021, totaling 520 toddlers, while the sample included 99 mothers of toddlers. Data collection on toddlers was conducted by measuring body length/height with a microtoise BB to determine stunting status and using a questionnaire. The research results were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. Results: Specific nutrition interventions, when viewed from the PMT variable (0.035), IMD counseling and exclusive breastfeeding (0.001), vitamin A capsule administration (0.022), and immunization (0.036), are related to the incidence of stunting in toddlers. Meanwhile, sensitive nutrition interventions, when viewed from the information variable (0.030) about stunting, are related to the incidence of stunting in toddlers. Conclusion: Preventing stunting requires appropriate handling through both specific and sensitive nutritional interventions together. The research results indicate that there are 5 variables related to the occurrence of stunting in toddlers, including PMT, IMD counseling and exclusive breastfeeding, administration of vitamin A capsules, immunization, and provision of information about stunting.