Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

NALISIS TOKOH DAN PENOKOHAN SERTA NILAI-NILAI PENDIDIKAN RELIGIUS PADA NOVEL SURAT KECIL UNTUK TUHAN KARYA AGNES DAVONAR Febriasari, Diani
Widya Warta No. 02 Tahun XLI/Juli 2017
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.119 KB)

Abstract

ABSTRACT In this global era, Indonesia society are facing a crisis of values and character. It's seen from increasing cases of rape, fights, rustling, drugs, alcohols, conflict of inter-religious, ethnics, racial, etc. The complexity of this problem must be balanced with incessant instill of religious values. Based on the background of the problems above, the purpose of this study was to know the figures and characterization analysis and also presentation forms of religious education values in novel "Surat Kecil Untuk Tuhan" works by Agnes Davonar. This study used a qualitative approach. According to the research, found that the character of figures in the novel "Surat Kecil Untuk Tuhan", delivered by the author dramatically through figures conversation, figures thought and figures act or behavior. The main character was Keke who has vibrant, smart, steadfast and unyielding character. The additional figure was Jodi who responsibility, wise, patient and unyielding too. The next was fully attentive Andi, Kiki who attentive and smart, There were faithfull and obedient Mr. Iyus, Bibi was fully attentive, wise Prof. Lukman and friendly Prof. Muklis. Not left behind, Keke's friends such Fadha who's confident and 'tomboy', active Shifa, shy girl Maya and Idha, genius Andini also Adhinda who's noisy and spoiled. Form of religious values presented by author through the figures in the novel "Surat Kecil Untuk Tuhan". Religious values seen is diligent worship, obedient, surrender and gratefull.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL PADA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI YANG BERMUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP Febriasari, Diani
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.983 KB)

Abstract

KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Febriasari, Diani; Wijayanti, Wenny
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 2, No 1 (2018): JURNAL KREDO VOLUME 2 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.836 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v2i1.2557

Abstract

Di dalam lingkungan sekolah, siswa harusnya lebih bisa mengendalikan tuturan mereka. Hal ini terjadi karena di lingkungan sekolah adalah tempat mereka menuntut ilmu dan membentuk karakter. Akan tetapi pada kenyataannya dalam proses pengajaran masih ditemukan beberapa siswa yang menggunakan bahasa tidak santun kepada teman bahkan kepada guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dialog maupun konversasi siswa dengan temannya dan siswa dengan guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, teknik rekam, dan wawancara. Dari hasil penelitian ditemukan adanya tuturan siswa yang mematuhi  maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan. Akan tetapi adapula tuturan siswa yang melanggara maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan  maksim kesimpatisan.Kata kunci: kesantunan berbahasa, pembelajaran
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL PADA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI YANG BERMUATAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP Febriasari, Diani
Widya Warta No. 02 Tahun XXXVIII/ Juli 2014
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this study were to search (1) the need for the development of social inquiry model in character education values-contained learning of poetry writing skill in the 8thyear-students of junior high school and (2) the principles of the development of social inquiry model in character education values-contained learning of poetry writing skill in the 8thyear-students of junior high school. The research was conducted by making use of design research and development. The data collecting instruments applied were observation sheets,questionnaires, interviews, tests, and documentation. While, the data were analyzed using descriptive qualitative method. The results showed that (1) teachers need a comprehensivepoetry writing material containing character education, the use of social model inquiry which enables the students to find the answers themselves, under teachers’ guidance, and with theuse of pictorial media to trigger students’ imagination. Students need some attractive and easy poetry writing materials, a vivid procedure of poetry writing learning, the use of pictorial media to develop students’ ideas, a guidance in developing ideas, examples of responsible behavior, discipline, and curiosity and (2) the social inquiry model was oriented to intellectual development, principles of interaction, principles of questioning, principles of thinking, and principles of openness.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Diani Febriasari; Wenny Wijayanti
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 2, No 1 (2018): JURNAL KREDO VOLUME 2 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.836 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v2i1.2557

Abstract

Di dalam lingkungan sekolah, siswa harusnya lebih bisa mengendalikan tuturan mereka. Hal ini terjadi karena di lingkungan sekolah adalah tempat mereka menuntut ilmu dan membentuk karakter. Akan tetapi pada kenyataannya dalam proses pengajaran masih ditemukan beberapa siswa yang menggunakan bahasa tidak santun kepada teman bahkan kepada guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dialog maupun konversasi siswa dengan temannya dan siswa dengan guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, teknik rekam, dan wawancara. Dari hasil penelitian ditemukan adanya tuturan siswa yang mematuhi  maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan. Akan tetapi adapula tuturan siswa yang melanggara maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim permufakatan, dan  maksim kesimpatisan.Kata kunci: kesantunan berbahasa, pembelajaran
NILAI PENDIDIKAN RELIGIUS DAN GAYA BAHASA PERULANGAN DALAM KUMPULAN “60 PUISI INDONESIA TERBAIK 2009” Diani Febriasari
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.989 KB)

Abstract

Dalam sebuah karya sastra, pembaca dapat mendekatkan diri dengan Tuhan melalui nilai pendidikan religius yang dituliskan oleh pengarang. Begitu juga dengan jenis karya sastra puisi, pengarang akan lebih bebas menuangkan idenya dan memilih kata yang menarik sehingga memunculkan rasa penasaran pembaca dengan menggunakankan berbagai majas. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui nilai pendidikan religius dan gaya bahasa perulangan yang terdapat dalam kumpulan “60 Puisi Terbaik 2009”. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Datanya adalah kata dan bait dalam kumpulan puisi “60 Puisi Indonesia Terbaik 2009” yang diterbitkan PT Gramedia. Sumber data penelitian ini adalah puisi (1) “Gendari Memasuki Kegelapan (2) “Kidung Sekelompok Asap (3) “Mantra Pengusir Hantu” (4) “Kutulis Puisi di Pasirmu” (5) “Rumah” (6) “Ajal” (7) “Litani Kecemasan” (8) “Menatap”. Dari delapan puisi ini ditemukan empat nilai pendidikan religius dan enam belas gaya bahasa perulangan. Dalam nilai pendidikan religius terdapat satu nilai religius yang baik dan tiga nilai religius yang tidak baik. Gaya bahasa perulangan yang terdapat dalam kumpulan puisi ini terdiri dari dua asonansi, dua tautotes, enam anaphora, satu epistrofa, dua simploke, satu mesodiplosis, dan satu epanalepsis.
BAHASA INDONESIA SEBAGAI PILAR KETAHANAN NASIONAL DALAM ERA GLOBALISASI Diani Febriasari; Dorado Sembiring
JURNAL ELEKTROSISTA Vol. 13 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jtep.v13i2.510

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki kedudukan strategis sebagai bahasa nasional dan bahasa negara yang berperan penting dalam memperkuat persatuan, identitas nasional, serta integrasi sosial bangsa Indonesia. Di tengah dinamika globalisasi yang ditandai oleh derasnya arus informasi, dominasi bahasa asing, dan penetrasi budaya global, eksistensi Bahasa Indonesia menghadapi tantangan yang berpotensi melemahkan jati diri dan kohesi sosial bangsa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan peran Bahasa Indonesia dalam sistem kenegaraan dan kehidupan berbangsa, mengkaji kontribusinya sebagai salah satu pilar ketahanan nasional, serta merumuskan upaya strategis pembinaan dan pengembangannya di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan pandangan para ahli yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas nasional, instrumen integrasi sosial, dan sarana internalisasi nilai-nilai kebangsaan. Dalam konteks ketahanan nasional, Bahasa Indonesia berperan sebagai pilar nonmiliter yang memperkuat kohesi sosial, ketahanan budaya, dan kesadaran kebangsaan. Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan kebijakan bahasa, pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor agar tetap relevan, adaptif, dan berdaya saing di tengah arus globalisasi
PEMAKAIAN BAHASA GAUL DAN KESANTUNAN BERBAHASA PADA MAHASISWA UNIKA WIDYA MANDALA MADIUN Diani Febriasari
Humaniora Scientia Vol. 1 No. 01 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems of the research are the use of pop language and language manner used by the students of Catholic University of Widya Mandala Madiun. The writer applies qualitative method in analyzing the data. The data were taken from the students’ expression in facebook and analyzed according to the topic, atmosphere, venue, and interlocutor. Based on the research, the writer found 131 words of pop language which were spoken by the students of Catholic University of Widya Mandala Madiun . The words of pop language were grouped according to abbreviation, head word, complex word, predication, acronym, vocabulary, and phoneme omission. The writer acknowledged 10 violation of language manner done by the students of Catholic University of Widya Mandala University. The violations consisted of 2 violations of wisdom of maxim, 1 violation of generosity maxim, 1 violation of appraisal maxim, 3 violations of humility maxim, 1 violation of agreement maxim, and 2  violations of sympathy maxim. The violations occurred because there were humorous substances caused by the intimacy among the users of facebook and deliberateness caused by a desire for bringing down others. Key word: pop language, language manner
Pengembangan Sound System Di Balai Desa Tegal Arum Kecamatan Borobudur Magelang Dorado Sembiring; Amino Bima Sakti Purbaya; Agustina Dwi Dwi; Maskatim; Sukardhi; Andri Purwoko; Adi Murtopo; Diani Febriasari; Aura Purify
JURNAL NAGARA BHAKTI Vol. 5 No. 1 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/nb.v5i1.532

Abstract

Ketersediaan sistem audio yang andal pada tingkat pemerintahan desa memegang peranan penting dalam mendukung kegiatan administrasi, perkumpulan sosial, maupun upacara resmi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan sistem sound di Balai Desa Tegal Arum Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang dengan cara merakit dan mengintegrasikan satu rantai audio lengkap yang terdiri dari power amplifier, audio mixer, dan sistem speaker dua arah (two-way). Urgensi pengembangan ini dilatarbelakangi oleh kondisi perangkat audio sebelumnya yang sudah tidak layak, sering menimbulkan distorsi, tingkat output yang rendah, serta kualitas suara yang tidak konsisten saat digunakan dalam kegiatan desa. Metode yang digunakan meliputi identifikasi komponen, perakitan perangkat keras rangkaian amplifier dan mixer, konstruksi speaker menggunakan driver woofer dan tweeter dengan jaringan crossover, pengujian sistem, serta pelatihan operasional bagi perangkat desa. Amplifier dirancang dengan topologi Class-AB menggunakan trafo 10A, transistor final, dan heatsink besar untuk menjamin kestabilan operasional pada beban kontinu. Mixer menyediakan enam kanal input dengan IC preamp NE5532 untuk kondisioning sinyal rendah noise, sedangkan speaker dibangun menggunakan woofer 12 inch yang dipadukan dengan tweeter dan jaringan crossover di dalam bodi kayu MDF. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem sound yang telah di-pengembangan mampu meningkatkan kejernihan audio, daya output, dan keandalan secara signifikan untuk berbagai kegiatan di balai desa. Sesi pelatihan juga meningkatkan kemampuan teknis perangkat desa dalam mengoperasikan dan memelihara sistem. Secara keseluruhan, pengembangan ini berhasil memperkuat fungsi Balai Desa Tegal Arum sebagai pusat kegiatan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang bergantung pada penguatan audio