Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Surakarta Civil Engineering Review

Analisis Produktivitas Hasil Pekerjaan Konstruksi Antara Kerja Normal dan Kerja Lembur Agus Gunawan; Agus Setyawan
Surakarta Civil Engineering Review Vol 2 No 1 (2022): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.838 KB)

Abstract

Pekerjaan konstruksi merupakan sebuah pekerjaan dengan proses kegiatan yang panjang, dimulai dari proses perencanaan, proses pelaksanaan, sampai dengan proses akhir. Tenaga kerja didalam pekerjaan konstruksi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam suatu proyek, yang dituntut untuk bekerja secara efisien dan efektif, yaitu dapat bekerja efektif sesuai dengan jumlah jam kerja yang ada dan dapat menghasilkan volume pekerjaan sesuai dengan uraian pekerjaan yang ada dengan biaya yang telah diperhitungkan. Namun demikian, dalam pekerjaan konstruksi terkadang terjadi keterlambatan pekerjaan dari rencana time schedule yang telah direncanakan, sehingga biasanya para kontraktor menggunakan jam tambahan pekerjaan yang biasanya disebut dengan adanya jam lembur yang dilakukan setelah jam normal Produktivitas parsial adalah salah satu metode penghitungan produktivitas yang didasarkan pada unit-unit tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara parsial produktivitas upah tenaga kerja pekerjaan cat pada Pekerjaan Pemeliharaan Gedung G, K dan O Institut Seni Indonesia Surakarta pada jam kerja normal dan jam lembur. Metode yang digunakan adalah observasi langsung di lapangan dengan mengambil data dan menghitung produktivitas dalam pekerjaan cat. Analisis yang dilakukan akan membahas efektivitas penerapan kerja lembur dengan membandingkan hasil perhitungan produktivitas tenaga kerja parsial selama jam normal dan jam lembur. Dari hasil analisis efektifitas penerapan kerja jam lembur terhadap jam normal pada pekerjaan cat, produktivitas kerja jam normal tertinggi dengan nilai 2,66 > 1, Sedangkan untuk produktivitas kerja jam normal dan jam lembur tertinggi dengan nilai 2.29 > 1. Adapun rata-rata produktivitas penerapan kerja normal adalah 2.03 > 1 dan nilai rata-rata produktivitas penerapan jam normal dan jam lembur adalah 1.63 > 1. Sehingga didapat nilai efektivitas penerapan kerja antara jam lembur terhadap penerapan kerja jam normal sebesar 0.80 < 1. Sehingga kerja jam lembur kurang efektif diterapkan dalam pekerjaan cat pada Pekerjaan Pemeliharaan Gedung G, K dan O Institut Seni Indonesia Surakarta.
Modulus of Rupture Balok Beton Berserat Karung Plastik Krisna Setyanto; Agus Setyawan
Surakarta Civil Engineering Review Vol 2 No 2 (2022): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.481 KB)

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan dalam pelaksanaan struktur bangunan modern. Tujuan dari penelitian ini untuk mengubah satu atau lebih sifat-sifat bahan penyusun beton, baik keadaan segar atau setelah mengeras, seperti bahan tambah serat karung plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan serat karung plastik terhadap kuat tekan silinder dan Modulus Of Rupture balok beton. Penelitiandilaksanakan di Laboratorium Bahan dan Struktur, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian dilaksanakan dengan metode SK SNI.T-15-1990-03, variasi bahan tambah serat karung plastik sebesar 0% ; 0,3% ; 0,75% ; 1% dari berat beton. Hasil menggunakan fas sebesar 0,6 umur beton 28 hari. Beton yang dibuat dengan bentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan pengujian kuat tekan rata-rata optimum variasi 0,3% dengan hasil peningkatan sebesar 20,36 % dari kuat tekan normal. Dari pengujian lentur dengan bentuk balok dengan ukuran 1 5 x 1 5 x 5 5 cm Modulus Of Rupture optimum diperoleh pada variasi 0,3% terjadi peningkatan 25,18% dari Modulus Of Rupture pada beton normal.