Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh financial technology, financial attitude, dan financial literacy terhadap financial behavior, dengan usia sebagai variabel moderasi. Studi kuantitatif ini melibatkan 144 responden yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Budi Luhur. Analisis data survei dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil pengujian membuktikan bahwa financial attitude (t = 5,578; p = 0,000) dan financial literacy (t = 9,156; p = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial behavior. Sebaliknya, penggunaan financial technology (t = 0,132; p = 0,895) dan faktor usia (t = 0,957; p = 0,339) tidak memberikan dampak signifikan. Usia juga terbukti tidak memoderasi pengaruh ketiga variabel independen tersebut terhadap perilaku keuangan, dengan seluruh nilai p-value uji interaksi berada di atas 0,05. Secara keseluruhan, model yang diuji mampu menjelaskan 69,1% varians pembentukan financial behavior (R2 = 0,691). Kesimpulannya, pembentukan perilaku keuangan yang ideal lebih didorong oleh kekuatan internal individu (sikap dan literasi keuangan) dibandingkan sekadar pemanfaatan teknologi atau rentang usia. Temuan ini merekomendasikan pentingnya strategi edukasi yang berfokus pada penguatan pemahaman dan sikap finansial secara berkelanjutan.