Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN DESAIN TEKNIS BANGUNAN RUMAH HUNIAN YANG LEBIH AMAN TERHADAP BENCANA GEMPA BUMI Eko Riyanto; Agung Setiawan; Muhamad Taufik
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/m8dtfd32

Abstract

Program pengabdian masyarakat di Desa Sumbersari, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, merupakan salah satu tindak lanjut dari implementasi kerjasama antara Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo dengan Pemerintah Desa Sumbersari, Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Peserta yang hadir dalam kegiatan pengabdian Masyarakat ini yaitu sebanyak 47 orang baik dari unsur tokoh Masyarakat, perangkat desa maupun pemuda karangtaruna di Desa tersebut. Tujuan dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini yaitu pemerintah desa dan masyarakat desa memperoleh pengetahuan mengenai konsep desain teknis bangunan hunian yang lebih aman terhadap bencana gempa bumi. Melalui pengabdian dengan metode keterlibatan di masyarakat secara langsung maka akan menemukan, merumuskan, memecahkan dan memitigasi permasalahan gempa bumi yang berada di wilayah Desa Sumbersari tersebut. Adapun khalayak sasaran dari program pengabdian masyarakat yaitu mengetahui sistem penyebab gempa bumi serta cara membangun rumah hunian yang lebih aman terhadap bencana gempa bumi. Kepedulian masyarakat terutama pengetahuan mengenai standar teknis bangunan hunian yang lebih aman terhadap gempa bumi masih perlu ditingkatkan.  Manfaat utama yang diperoleh yaitu pengetahuan praktis yang dapat diterapkan langsung dalam masyarakat sebelum, saat dan setelah terjadi bencana gempa bumi di wilayah Desa Sumbersari Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Masyarakat memahami dalam melaksanakan pembangunan rumah hunian yang sesuai standar teknis dari pemerintah khususnya bangunan hunian yang lebih aman terhadap gempa bumi, menggunakan lahan pemukiman yang sesuai. Lokasi pendirian bangunan yang aman terhadap bahaya gempa.
Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Menggunakan Program Linier POM-Quantity Methods for Windows 5 (Studi Kasus: Daerah Irigasi Gunung Butak Kebupaten Purworejo) Fadilah Kurnia; Muhamad Taufik; Agung Setiawan
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/suryabeton.v10i1.8100

Abstract

Daerah Irigasi Gunung Butak selama musim kemarau mengalami kekeringan akibat penurunan debit DAS Bogowonto. Permasalahan tersebut menyebabkan pendapatan dan keuntungan panen tiap musim tanam didapat belum optimum, maka diperlukan optimasi menggunakan program linier POM-Quantity Methods for Windows 5 pada Daerah Irigasi Gunung Butak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis keterpenuhan kebutuhan air irigasi pada awal tanam eksisting dan tiap-tiap awal tanam yang direncanakan di Daerah Irigasi Gunung Butak, Menganalisis luasan optimum awal tanam eksisting dan terluas alternatif awal tanam yang direncanakan menggunakan program linier POM-Quantity Methods for Windows 5, Menganalisis keuntungan maksimum produksi hasil pertanian yang diperoleh dari optimasi menggunakan program linier POM-Quantity Methods for Windows 5. Perhitungan curah hujan efektif dan debit andalan menggunakan Metode Tahun Dasar Perencanaan. Evapotranspirasi dihitung dengan metode penman modifikasi FAO. Perencanaan pola tanam dilakukan setelah perhitungan evapotranspirasi, dilanjutkan analisis kebutuhan air dari tiap-tiap alternatif pola tanam. Tahap akhir dilakukan optimasi dengan program bantu POM-Quantity Methods for Windows 5 untuk mengetahui luas lahan efektif dan hasil usaha tani yang maksimum. Hasil penelitian pada awal tanam eksisting (Desember I), kebutuhan terpenuhi sebesar 54%. Kebutuhan air terpenuhi terbesar untuk pada alternatif awal tanam Desember II, Januari I, dan Oktober II sebesar 58%. Luas lahan optimum awal tanam eksisting (Desember I) seluas 188,34 ha, intensitas tanam 112,21% dengan pola tanam Padi – Palawija – Bero. Luasan optimum terluas pada Alternatif Awal Tanam Oktober I seluas 288,27 ha, intensitas tanam 172,54% dengan pola tanam Padi – Palawija – Bero. Keuntungan maksimum pada alternatif awal tanam Oktober I sebesar Rp 7.974.924.430,00 (MT I dan MT II), diperoleh peningkatan Rp 2.500.606.170,00 dari keuntungan eksisting dalam satu tahun dengan dua masa tanam.