Articles
Manajemen Risiko pada Proyek Bangunan Gedung di Kabupaten Tasikmalaya
Ryzki Rahardi;
Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.07 KB)
|
DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.909
Dalam setiap pelaksanan pembangunan proyek konstruksi faktor-faktor risiko yang berasal dari dalam atau dari luar bisa saja terjadi. Dimana resiko-resiko yang terjadi kemungkinan besar akan menimbulkan dampak yang berpengaruh pada produktifitas proyek, biaya dan keterlambatan pelaksanaan poyek. Penyusunan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang muncul, menganalisis faktor-faktor risiko mana yang paling dominan terjadi dan juga cara melakukan pengendalian terhadap risiko yang dominan terjadi pada pada proyek konstruksi bangunan gedung di Kabupaten Tasikmalaya. Tahap-tahap dalam penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi risiko-risiko yang relevan atau yang mungkin terjadi dengan cara studi literatur dari penelitian-penelitian yang telah ada sebelumnya. Hasil dari mengidentifikasi risiko-risiko dari studi litertur tersebut didapatkan 5 variabel risiko dengan 45 sub variabelnya. variabel tersebut dimasukan kedalam sebuah kuisioner untuk mana yang paling dominan terjadi dengan analisis data menggunakan metode AHP. Hasil dari Analisa data tersebut adalah didapat risiko yang paling dominan terjadi secara berurutan yaitu: (1) Risiko Teknis dengan bobot kriteria (0,224), (2) Risiko Manajemen Kontruksi bobot kriteria (0,216), (3) Risiko Force Majuere/ Keadaan Memaksa dengan bobot kriteria (0,207), (4) Risiko Pelaksanaan Kontruksi dengan bobot kriteria (0,194), (5) Risiko Manajemen Kontruksi dengan bobot kriteria (0,166). Pengendalian dilakukan pada risiko-risiko yang dominan untuk mencegah terjadinya kerugian yang semakin besar pada proyek konstruksi tersebut.
Analisis Manajemen Risiko Pelaksanaan Proyek Konstruksi Bangunan Gedung di Kabupaten Garut
Ganjar Jojon Johari;
Restha Rizky Fazriani
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.139 KB)
|
DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.923
Dalam setiap pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi faktor-faktor risiko yang berasal dari dalam atau dari luar bisa saja terjadi. Dimana risiko-risiko yang terjadi kemungkinan besar akan menimbulkan dampak yang berpengaruh pada produktifitas proyek, biaya dan keterlambatan pelaksanaan poyek. Penyusunan penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi risiko-risiko yang muncul, menganalisis faktor-faktor risiko mana yang paling dominan terjadi dan juga cara melakukan suatu cara pengendalian terhadap risiko yang dominan terjadi pada pada proyek konstruksi bangunan gedung di Kab Garut. Tahap dalam penelitian ini dimulai dengan mengindentifikasi risiko-risiko yang relevan atau yang mungkin terjadi dengan cara studi literatur dari penelitian-penelitian yang telah ada sebelumnya. Hasil dari mengidentifikasi risiko-risiko dari studi litertur tersebut didapatkan 5 variabel risiko dengan 46 sub variabelnya. variabel tersebut dimasukan kedalam sebuah kuisioner untuk mana yang paling dominan terjadi dengan analisis data menggunakan metode AHP. Hasil dari Analisa data tersebut didapat risiko yang paling dominan terjadi adalah Risiko Teknis dengan sub variabelnya yaitu Rendahnya kualitas material, Kerusakan material pada saat pengiriman material, Kerusakan Peralatan mesin dan perlengkapan proyek, Ketepatan pengadaan material dan peralatan (Volume, jadwal, harga dan kualitas ), Cuaca Buruk, Rendahnya produktifitas material dan alat, Kenaikan harga material dan Kekurangan tempat penyimpanan material.
Analisis Biaya dan Waktu menggunakan Metode Earned Value Concept pada Proyek Mbe Well Hook Up
Ganjar Jojon Johari;
Nadia Nur Islami
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (562.288 KB)
|
DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.973
Earned Value merupakan salah satu metode pengelolaan proyek yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan waktu. Tujuan metode ini untuk memprediksi keterlambatan dan memprediksi seberapa besar biaya tambahan dan total biaya keseluruhan proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Laporan kemajuan proyek diolah untuk mendapatkan, ACWP, BCWS, dan BCWP. Proyek Well Hook Up ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp. 1.052.042.594,43 dengan waktu pelaksanaan 116 hari. Pada minggu ke-6 progress rencana adalah RP. 480.903.472,85 (45,71%) sedangkan progres aktualnya Rp. 417.733541,91 (39,71%) sehingga ada selisih progress sebesar 6%. Dari analisis perhitungan yang dilakukan dari aspek biaya pada minggu ke – 6 didapatkan proyeksi total biaya sampai akhir proyek atau adalah Rp. 920.601.392,20 sedangkan anggaran yang tersedia Rp. 1.052.042.594,43 sehingga kontraktor mendapatkan keuntungan Rp. 131.441.202,23. Dari aspek waktu pada pelaporan minggu ke – 6 didapatkan proyeksi waktu pelaksanaan pekerjaan sampai akhir proyek atau Estimate At Schedule (EAS) = 129 hari sehingga pekerjaan ini mengalami keterlambatan selama = 13 hari kalender.
Analisis Pengendalian Waktu dengan Earned Value Concept Pembangunan Rumah Susun Jawa Barat 2 TA. 2019 Universitas Garut
Ajat Jatnika;
Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (480.739 KB)
|
DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.990
Pada tahun 2019 dinas PU melaksanakan pembangunan Rumah Susun Jawa Barat 2 TA. 2019 Universitas Garut, pada proses pelaksaan proyek gedung tersebut banyak hambatan dan kendala yang terjadi salah satunya adalah keterlambatan dalam menyelesaikan proyek. Pada pelaksanaannya proyek tersebut mengalami kemunduran jadwal pelaksanaan karena faktor tertentu. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut tujuan penelitian ini adalah menganalisa penyimpangan jadwal dan biaya pada proyek Rumah Susun Jawa Barat 2 TA. 2019 Universitas Garut dan menganalisa waktu yang diperlukan untuk menyelasaikan proyek Rumah Susun Jawa Barat 2 TA. 2019 Universitas Garut. Analisis deskriptif diambil dari data sekunder yang didapatkan langsung dari objek penelitian melalui wawancara terbuka, dimana akan dilakukan analisa lalu dihubungkan dengan hasil analisis kuantitatif dengan konsep earned value untuk menguatkan hasil penelitian. Dari hasil perhitungan menunjukan bahwa nilai BCWS berada di atas nilai BCWP pada minggu ke-1 sampai minggu ke-12 hal tersebut menunjukan indikator nilai hasil dari sudut pandang nilai pekerjaan tidak sama dengan jadwal kegiatan yg direncanakan pada minggu ke-4,5,7,8, dan 12 bahwa nilai BCWP telah tertinggal dibandingkan dengan nilai BCWS, yang berarti terdapat beberapa kegiatan yang belum dikerjakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Sedangkan untuk penyimpangan jadwal dan biaya berdasarkan hasil analisis SV (Schedule Varians) menunjukan tanda negatif (-) sedangkan CV (Cost Varians) menunjukan hasil positif (+) artinya pekerjaan selesai terlambat namun anggaran yang keluar sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Kinerja Proyek (SPI) dan Cost Performance Indeks (CPI) menggunakan elemen nilai hasil menunjukan bahwa proyek tersebut masih untung meskipun terjadi keterlambatan. Analisa Estimation Temporary Schedule (ETS) menunjukan bahwa pada minggu ke-1 sampai minggu ke-12 indeks jadwal proyek sangat buruk karena SPI belum mencapai angka 1 (<1), hal tersebut memperlihatkan kinerja proyek saat pelaksanaan proyek tidak baik. Sehingga perkiraan waktu total proyek adalah 33 minggu karena banyak bobot aktual jauh dengan bobot rencana.
Analisis Optimalisasi Perencanaan Kembali Durasi dan Biaya Proyek menggunakan Metode Pertukaran Waktu dan Biaya
Hari Sanjaya;
Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.831 KB)
|
DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.991
Perkembangan proyek konstruksi saat ini menjadi lebih kompleks dan rumit sehingga membutuhkan kecermatan pada perencanaan manajemen proyek. Keberhasilan ataupun kegagalan suatu proyek konstruksi dapat dikatakan te aku pada tiga hal, yaitu waktu, biaya, dan, mutu serta dapat terhindar dari adanya denda akibat keterlambatan penyelesaian proyek. Untuk menghindari adanya keterlambatan penyelesaian proyek, maka dilakukan upaya percepatan pelaksanaan proyek menggunakan metode Time Cost Trade Off dengan alternatif penambahan tenaga kerja. Metode yang digunakan yaitu dengan cara analisis peningkatan produktifitas harian pekerjaan sehingga nantinya berdampak pada berkurangnya waktu dan penambahan tenaga kerja, kebutuhan bahan, dan penggunaan alat sesuai dengan hasil perhitungan. Hasil dari analisis perhitungan yang didapat bahwa dengan alternatif yang digunakan membuat waktu pelaksanaan pekerjaan proyek dapat dipercepat dari waktu normal 514 hari kerja menjadi 484 hari kerja tanpa mengalami penambahan biaya, akibat dari pertukaran durasi crash dengan penambahan biaya pekerja, bahan, dan peralatan. Dengan nilai efektifitas waktu yang dihasilkan sebesar 0,33% dan efisiensi biaya 0% karena tidak ada penambahan biaya.
Identifikasi dan Penilaian Risiko pada Proyek Pembangunan Stasiun Garut Cibatu
Reva Rival Fauzi;
Ganjar Jojon Johari;
Anjas Ninda Hantari;
M Ivan Triguna
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.034 KB)
|
DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.1014
Manajemen risiko dapat diartikan sebagai suatu pendekatan mengenai risiko dan ketidakpastian dengan melakukan suatu identifikasi, analis dan mitigasi sebagai dasar tindakan untuk meminimalkan dampak dari risiko tersebut. Demikian juga halnya dengan proyek pembangunan Stasiun Kereta Api Garut-Cibatu ini perlu dipertimbangkan juga mengenai risiko-risiko yang akan ditimbulkan dalam perencanaan, pelaksanaan dan operasionalnya. Pada proyek pembangunan Stasiun Kereta Api Garut-Cibatu ini banyak terdapat risiko karena bangunan tersebut menggunakan alat-alat berat dan melibatkan cukup banyak sumber daya manusia yang perlu mendapatkan perhatian terutama terhindar dari risiko kecelakaan. Identifikasi risiko tahap pertama dalam kegiatan manajemen risiko dimana kita melakukan identifikasi risiko yang terdapat dalam suatu kegiatan atau proses dengan cara membagikan Kuesioner dan di olah data dengan metode AHP dan Skala Likert. Faktor utama yang menjadi prioritas dalam mempengaruhi pelaksanaan manajemen risiko proyek Stasiun Garut-Cibatu berdasarkan variabel yaitu: risiko pelaksaan konstruksi (0,222) dengan sub variabel tertinggi yaitu keamanan proyek dan sabotase proyek dengan masing-masing bobot rata-rata (0,333) dan bobot akhir (0,074).
Analisis Penerapan Earned Value Terhadap Manajemen Waktu dan Biaya pada Proyek Jembatan Cibuni
Andy Permana Sidiq;
Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (600.558 KB)
|
DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.1036
Proyek Pembangunan Jembatan Cibuni Ruas Jalan Baros-Cibuni Kabupaten Sukabumi dilaksanakan pada tahun 2020 dengan jangka waktu penyelesaian 210 hari kerja. Pada saat pelaksanaan proyek tersebut mengalami hambatan dan kendala yang menyebabkan terganggunya jadwal pelaksaan pada waktu tertentu hal tersebut melatar belakangi peneliti untuk menganalisa penyimpangan jadwal dan biaya yang terjadi selama pelaksanaan proyek tersebut. Berdasarkan hasil analisis menunjukan kinerja pelaksaan dilapangan tidak sesuai dengan perencanaan yang ditandai dengan hasil nilai BCWS berada diatas nilai BCWP pada minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-6, hal ini menunjukan masih banyak bobot pekerjaan yang belum terselesaikan yang menyebabkan terjadinya penyimpangan waktu dan biaya yang ditantai dengan nilai negative (-) pada SV (Schedule Varians) yang artinya proyek terlambat dari perencanaan namun tidak melebihi anggaran biaya yang direncanakan. Kinerja proyek (SPI) menunjukan proyek tersebut masih untung walau mengalami keterlambatan. Sedangkan nilai ETS (Estimation Temporary Schedule) menunjukan proyek tersebut buruk pada minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-6 yang ditandai dengan nilai SPI kurang dari 1 (<1) sehingga berpengaruh pada EAS (Estimation All Schedule) yang membutuhkan 32 minggu untuk menyelesaikan proyek tersebut, melebihi waktu yang telah direncanakan.
Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Proyek Penataan Kawasan Pariwisata Situ Bagendit Kabupaten Garut
Ganjar Jojon Johari;
Ispi Taopik
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (517.003 KB)
|
DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.1065
Kemampuan musibah kerja bisa terjalin pada tiap kegiatan pekerjaan. Musibah kerja bisa disebabkan oleh mesin- mesin ataupun aspek kelalaian pekerja. Pada proyek Penyusunan Kawasan Sana bagendit diketemukan 16 permasalahan musibah kerja pada tahun 2021. Riset ini bertujuan buat mengenali kemampuan musibah kerja yang terjalin sehingga bisa dicoba pencegahanya. Dalam riset ini upaya buat penangkalan terbentuknya musibah kerja hendak dicoba memakai tata cara Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), dengan melaksanakan identifikasi bahaya (hazard identification) evaluasi resiko (risk assessment) serta pengendalian resiko (risk control). Hasil dari riset ini merupakan ada 11 kemampuan bahaya musibah kerja yang terdapat di projek Penyusunan Kawasan Bagendit. Setelah itu buat risk tingkat pada penilian resiko ada 4 jenis resiko, ialah resiko ekstrim, besar, lagi, serta rendah. Ada 3 proses pekerjaan yang dikategorikan selaku resiko ekstrim, sebaliknya resiko besar 4, resiko lagi ada 3 proses pekerjaan, serta cuma 1 proses pekerjaan yang masuk jenis resiko rendah. Sebaliknya pengendalian risikonya memakai tata cara hirarki pengendalian (hirarchy of control), ialah: eliminasi, substitusi, rekayasa (engineering), administrative, serta APD.
Evaluasi Kinerja Manajemen Konstruksi Proyek Pembangunan Kantor Dinas Kesehatan
Albar, Ruly Frans;
Johari, Ganjar Jojon
Jurnal Konstruksi Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/konstruksi/v.21-2.1409
Construction Management can be in the form of a business entity in which human resources are needed who are experts in their respective fields which include POAC (Planning/Planning, Organizing/Organizing, Actuating/Implementing, and Controlling/Supervision). The Garut District Health Office Development Project was built to improve the quality of the office and improve the quality of public services. In the implementation of a project, of course it cannot be avoided from various problems that slowly arise. This is a serious challenge, how will the construction management itself try to solve various problems that occur so that it can proceed according to the initial plan. This study aims to find out what factors influence the performance of construction management in and to find out the actions taken to overcome the problems that occur so that the implementation of construction management can run well. The method used in this research is ranking analysis method. This study involved consultants and contractors to fill out a questionnaire. There are 30 respondents in this study. The results of this study are that the factors that influence the construction management work system are mostly in the supervision or controlling process, which obtains an average value of 3.56. To control the factors that affect the construction management work system in the control process, you can analyze the constraints that occur in the field and then catch up on delays in progress that occur quickly and precisely.
Penerapan Metode Cost Significant Model pada Estimasi Biaya Pembangunan Peningkatan Jalan
Johari, Ganjar Jojon;
Almuhsy, Muhammad Rifqy
Jurnal Konstruksi Vol 22 No 1 (2024): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33364/konstruksi/v.21-2.1427
Indonesia is intensively developing various infrastructure such as buildings, mosques, roads, bridges, dams and much more. Detailed planning is needed so that construction runs smoothly and results are maximum, including planning the budget (RAB). One method that can help identify significant costs in construction projects is the Cost Significant Model Method. The Cost Significant Model method is a cost analysis method that can be used to identify significant costs in construction projects. This method uses multiple linear regression analysis. In Indonesia, building district roads is a priority to improve connectivity and community welfare. Applying the Cost Significant Model in the Garut district road project is very important for efficient cost management. The aim of this research is to identify significant cost factors in district road projects and analyze the effect of implementing the Cost Significant Model on project cost management in the region. The research results show that the cost significant model provides accurate cost predictions with a coefficient of determination of 0.943, indicating a significant influence of variables on project costs. The variables Asphalt pavement division (X4) and structure division (X5) have a significant influence on project costs, so they can be prioritized to manage risks and reduce the impact of unexpected costs. The conceptual cost estimation model from this research is Y = -339907740.45 + 380172.81 (X4) + 117874.24 (X5). Testing the validity of this model shows that the cost estimation using this model is more accurate than using the average price per square meter times the building area. The Cost Significant Model method is an effective tool for managing road project costs in Garut Regency. This can help project managers predict costs more accurately and identify factors causing cost increases.