Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH UNTUK PENGHUNI RUMAH SUSUN APARATUR SIPIL NEGARA RUMAH SAKIT BAHTERAMAS DI KOTA KENDARI Yuni Ikasari Arif Ridangka; Romy Talanipa; Rini Sriyani
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2017): MedKons
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.494 KB) | DOI: 10.33772/jmk.v2i2.27196

Abstract

Abstract The ASN apartment building Bahteramas Hospital in Kendari City was built on March 26 2018 which consists of 3 floors and has an area of ± 780,937 m2 of repairs. In order to support its capacity and function, the supply of water with good quality and quantity, the disposal of dirty water and rainwater that has no obstacles, and an adequate fire prevention system is absolutely necessary.This study aims to determine the amount of clean water needs by residents of the Bahteramas Hospital State Apparatus apartment in Kendari City which is calculated using three methods, namely based on the number of occupants, the type and number of plumbing devices, based on the load units of plumbing tools using prime data and secondary.The results of this study indicate that the need for clean water in the Flat Building of the State Civil Apparatus Bahteramas Hospital based on the number of occupants on average per day is 79,65 m3/day. Calculation of clean water needs based on the amount of plumbing equipment in a residential building using daily water is 776,9 m3/day. Calculation of clean water needs based on the unit load of plumbing equipment in a flat building using water for daily water use is 108,75 m3/day.  Abstrak Bangunan rumah susun ASN Rumah Sakit Bahteramas di Kota Kendari yang dibangun pada tanggal 26 maret 2018 yang terdiri dari 3 lantai dan mempunyai luas ± 780,937 m2  perlantainya. Demi mendukung kapasitas serta fungsinya, maka persediaan air dengan kualitas dan kuantitas yang baik, pembuangan air kotor dan air hujan yang tidak ada hambatan, serta sistem pencegah kebakaran yang memadai mutlak di perlukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan air bersih yang diperlukan penghuni rumah susun Aparatur Sipil Negara Rumah Sakit Bahteramas di Kota Kendari yang dihitung dengan menggunakan tiga metode yaitu berdasarkan jumlah penghuni, jenis dan jumlah alat plumbing, berdasarkan unit beban alat plumbing dengan menggunakan data prime dan sekunder.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih pada Gedung Rumah Susun Aparatur Sipil Negara Rumah Sakit Bahteramas berdasarkan jumlah penghuni rata-rata perhari sebesar 79,65 m3/hari. Perhitungan kebutuhan air bersih berdasarkan jumlah alat plumbing pada gedung rumah susun pemakaian air perhari sebesar 776,9 m3/hari. Peritungan kebutuhan air bersih berdasarkan unit beban alat plumbing pada  gedung  rumah  susun  pemakaian  air  pada  pemakaian  air  perhari sebesar 108,75 m3/hari. 
Studi Pengolahan Air Limbah dalam Menurunkan Kadar BOD dan COD di Pelabuhan Perikanan Samudra Kendari Ranno Marlany Rachman; Romy Talanipa; Abdul Rahim Sya’ban
Prosiding ESEC Vol. 3 No. 1 (2022): Seminar Nasional (ESEC) 2022
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wastewater is polluted used water resulting from human activities and activities. Wastewater entering the Wastewater Treatment Installation System (WWTP) is treated before being channeled into public drainage. This study aimed to determine the wastewater treatment system using aeration, sedimentation, and oxidation methods to reduce BOD and COD levels of WWTP in PPS Kendari. This research is a quantitative descriptive that is to determine the performance of each wastewater treatment plant by comparing the test results of water samples before and after treatment from aeration tanks, sedimentation tanks to oxidation tanks. Before entering the treatment process, the initial wastewater sample testing results had a BOD value of 112.6 mg/L and a COD value of 260 mg/L. The results of the research on the performance of the aeration basin treatment can reduce BOD levels by 22.58% and COD levels by 28%, wastewater treatment with the sedimentation method can reduce BOD levels by 21.31% and COD levels by 36.19%, in water treatment waste with oxidation method can reduce BOD levels by 23.83% and COD levels by 35.79%, wastewater treatment plants using aeration, sedimentation and oxidation methods can reduce BOD levels by 53.59% (52.25 mg/L) and COD of 70.5% (76.7 mg/L). These results have met the wastewater quality standard of Ministerial Regulation No. 6 of 2007.
Perencanaan Plumbing Instalasi Air Bersih Pada Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Di Kota Kendari Sulawesi Tenggara Ikra Rahmawati; Ranno Marlany Rachman; Umran Sarita; La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad; Romy Talanipa
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2022)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v7i4.28105

Abstract

Bangunan Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kota Kendari Sulawesi Tenggara yang dibangun pada tanggal 23 November 2018 yang terdiri dari 4 lantai dan mempunyai luas ± 1.920 m2 perlantainya. Demi mendukung kapasitas serta fungsinya, maka persediaan air dengan kualitas dan kuantitas yang baik, pembuangan air kotor dan air hujan yang tidak ada hambatan, serta sistem pencegah kebakaran yang memadai mutlak di perlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan air bersih yang diperlukan penghuni Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kota Kendari Sulawesi Tenggara yang dihitung dengan menggunakan tiga metode yaitu berdasarkan jumlah penghuni, jenis dan jumlah alat plumbing, berdasarkan unit beban alat plumbing dengan menggunakan data prime dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih pada Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia berdasarkan jumlah penghuni rata- rata perhari sebesar 53,8 m3/hari. Perhitungan kebutuhan air bersih berdasarkan jumlah alat plumbing pada gedung kantor pemakaian air perhari sebesar 303,4 m3/hari. Perhitungan kebutuhan air bersih berdasarkan unit beban alat plumbing pada gedung kantor pemakaian air perhari sebesar 69 m3/hari.
Evaluasi Jaringan Perpipaan Air Bersih Kelurahan Labuan Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara (Studi Kasus: Jaringan Irigasi Kambara, Kecamatan Sawerigading, Kabupaten Muna Barat) Agus Satriadi; Romy Talanipa; Ranno Marlany Rachman; Fathur Rahman Rustan
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2021)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v6i4.28749

Abstract

Kelurahan Labuan memiliki sistem penyediaan air bersih yang merupakan program swasembada yang dilakukan pemerintah Kelurahan Labuan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air di Kelurahan Labuan pada tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 dan menganalisis serta merencanakan diameter pipa jaringan distribusi air bersih. Metode pengumpulan data dalam penelitian melalui Kuesioner, Wawancara, dan menganalisis jaringan distribusi air bersih enggunakan software Epanet 2.0. Hasil penelitian berdasarkan Real Demand Survey (RDS) standar pelayanan di bidang air minum kebutuhan air bersih domestik dan non domestik untuk (2021) di dapatkan sebesar 0,6447 Liter/Detik. Dan lima tahun kedepan (2025) di dapatkan sebesar 0,6740 liter/detik. Berdasarkan simulasi Epanet 2.0 terdapat perubahan diameter pipa yang digunakan, yaitu pada pipa P2 hingga pipa P22.
Kajian Kesesuaian Parameter Kualitas Air Mineral Pada Produk Kemasan Di Desa Sumber Sari Kecamatan Moramo Tryantini Sundi Putri Sundi; Ranno Marlany Rachman; Anafi Minmahddun; Romy Talanipa; Muh. Dirham
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i1.7

Abstract

The monitoring of drinking water quality across all districts/cities, both internally and externally, is part of monitoring the health impacts on the community and improving the drinking water supply system, as well as enhancing the community's capacity to care for obtaining safe water quality. The aim of this study is to determine the comparison of water quality before and after processing into drinking water, based on physical, chemical, and biological parameters, specifically focusing on CLEO packaged products in Sumber Sari village, Moramo district, in accordance with the standard quality regulations for drinking water stipulated in Minister of Health Regulation No. 2 of 2023. Data collection was conducted through observation and analytical testing methods. Water samples were taken from the service reservoir tank, using the immersion method (dip sampling) as the sampling technique. The research findings indicate that both before and after processing Cleo packaged drinking water, in terms of physical, chemical, and microbiological parameters, exhibit different maximum parameter values but still meet the standard quality requirements.
Analisis Perbandingan Metode Fast Track Dan Metode Crashing Terhadap Efisiensi Biaya Dan Aktivitas Waktu Pelaksanaan Fitriah Fitriah; Wayan Mustika; Romy Talanipa; Syahrul Ramadhan
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i4.88

Abstract

Pembangunan proyek memerlukan sumber daya manusia, material, peralatan, metode, uang, informasi, dan waktu, dengan tiga aspek penting, yaitu waktu, biaya, dan mutu (Kerzner, 2006). Meskipun mutu harus tetap dijaga, namun sering terjadi pembengkakan biaya dan keterlambatan waktu (Praboyo, 1999) yang dapat menurunkan efisiensi dan nilai kompetitif pengembang (Mora dan Li, 2001). Lokasi penelitian adalah Proyek Rehabilitasi D.I Wawotobi, Kabupaten Konawe (Paket-2) oleh PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk – PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk KSO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis percepatan proyek dengan metode Fast Track dan Crashing, mengukur persentase durasi dan biaya proyek, serta menilai metode mana yang lebih efektif untuk proyek ini. Penelitian menggunakan metode Fast Track dan Crashing, metode Fast Track menata ulang aktivitas pekerjaan secara paralel tanpa mempengaruhi biaya, sedangkan metode Crashing mengurangi waktu proyek secara terstruktur dan logis dari kegiatan proyek. Berdasarkan hasil analisis, Fast Track mempercepat penyelesaian proyek sebesar 2,04% (5 hari) dan menghemat biaya sebesar 0,05% (Rp 42.950.813), sedangkan Crashing mempercepat penyelesaian proyek sebesar 18,78% (46 hari) dan menghemat biaya sebesar 1,01% (Rp 817.060.274). Metode Crashing lebih efektif dalam mengurangi durasi dan biaya proyek.