Triwahyudianto Triwahyudianto
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP BOOK DIGITAL BERBASIS QR CODE MATERI KEARIFAN LOKAL MALANG Siti Halimatus Sakdiyah; Dwi Kurniawati; Triwahyudianto Triwahyudianto; Resky Wahyu Permadi
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i1.21635

Abstract

This research focuses on innovating educational tools by developing a QR Code-based Digital Pop-up Book as an interactive learning medium for the IPAS subject in grade IV elementary school, employing the ADDIE model through its five key stages: Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation, to create an engaging resource that actively involves students in the learning process. Initial observations and interviews at SDN Wonoagung 2 Malang revealed that IPAS instruction remains predominantly teacher- centered and relies on conventional media, often resulting in student disinterest and boredom; thus, this new medium integrates elements of a physical interactive book with accessible digital content via QR Codes to transform traditional lessons into more dynamic and enjoyable experiences. Validation by experts in content, language, and media yielded an average feasibility score of 92.6%, categorizing it as highly suitable, while implementation feedback indicated strong practicality, with teachers rating it at 94% and students between 90% and 93%, although a full effectiveness evaluation was not completed due to constraints in time and resources. Overall, the Digital Pop-up Book effectively boosts student interest, presents material in a more tangible manner, and fosters an interactive classroom atmosphere, positioning it as an innovative alternative that aligns with 21st-century educational demands and holds potential for broader application in enhancing IPAS teaching quality ABSTRAK Penelitian ini difokuskan pada inovasi pembelajaran dengan mengembangkan Pop-up Book Digital berbasis QR Code sebagai media interaktif untuk mata pelajaran IPAS di kelas IV sekolah dasar, di mana model ADDIE melalui tahapan Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation digunakan sebagai kerangka pengembangan utama untuk menciptakan alat yang menarik dan mendorong partisipasi siswa secara aktif. Di SDN Wonoagung 2 Malang, analisis awal melalui observasi dan wawancara mengungkapkan bahwa pendekatan pembelajaran IPAS masih dominan berorientasi pada guru serta bergantung pada media konvensional, yang sering kali mengakibatkan penurunan minat dan kebosanan di kalangan siswa; oleh karena itu, media baru ini dirancang untuk mengintegrasikan elemen buku fisik interaktif dengan konten digital yang dapat diakses mudah melalui QR Code, guna mentransformasi proses belajar menjadi lebih dinamis dan menyenangkan. Hasil validasi oleh pakar materi, bahasa, dan media menunjukkan tingkat kelayakan rata-rata 92,6%, yang termasuk kategori sangat layak, sementara penerapan di lapangan memperoleh penilaian kepraktisan tinggi dari guru (94%) dan siswa (90%–93%), meskipun evaluasi efektivitas belum sepenuhnya selesai akibat keterbatasan sumber daya. Secara keseluruhan, inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar, menyajikan materi secara lebih konkret, dan membangun suasana kelas yang interaktif, sehingga menawarkan alternatif pembelajaran inovatif yang selaras dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 dan berpotensi diterapkan lebih luas untuk meningkatkan kualitas pengajaran IPAS.
HOTS-Based e-evaluation Quizwhizzer in science learning in elementary schools Farida Nur Kumala; Intan Safitri; Triwahyudianto Triwahyudianto; Arnelia Dwi Yasa; Moh Salimi
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71147

Abstract

Teachers have’nt implemented HOTS-based questions for learning evaluation, resulting in students' low thinking abilities. This research aims to develop HOTS-based E-evaluation using the Quizwhizzer application. This research uses the ADDIE model with various stages, namely (1) the analysis stage, curriculum analysis, student character, and learning evaluation are carried out; (2) the design stage, learning materials are determined, HOTS questions and research instruments are prepared; (3) the development stage, validation of the suitability of the material, language and media is carried out; (4) the implementation stage, a validation test of the practicality and effectiveness of the application is carried out; (5) the final, evaluation stage was carried out to find out deficiencies in the application. The research subjects were 28 class IV students at SDN Mulyorejo 3. The instruments used are tests and questionnaire sheets. The research results showed that the E-Evaluation of the feasibility test was 90 percent from material experts, 96 percent from language experts, and 92 percent from media experts. The results of teacher practicality were 95 percent, students were 92 percent and effectiveness showed that there was an increase in students' HOTS abilities." HOTS-based e-evaluation using the quizwhizzer application can increase students' HOTS in science learning.   Abstrak Guru belum menerapkan soal-soal berbasis HOTS untuk evaluasi pembelajaran sehingga berakibat kemampuan berpikir peserta didik yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan E-evaluation berbasis HOTS menggunakan aplikasi Quizwhizzer. Penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan berbagai tahapan yaitu (1) tahap analyis dilakukan analisis kurikulum, karakter peserta didik, dan evaluasi pembelajaran; (2) tahap design dilakukan penentuan materi pembelajan, menyusun soal HOTS dan instrument penelitian; (3) tahap development dilakukan validasi kelayakan materi, bahasa, dan media; (4) tahap implementation dilakukan uji validasi kepraktisan dan keefektifan aplikasi; (5) terakhir, tahap evaluation dilakukan untuk mengetahui kekurangan pada aplikasi. Subyek penelitian ialah peserta didik kelas IV SDN Mulyorejo 3 sejumlah 28 peserta didik. Instrumen yang digunakan yakni test dan lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan E-Evaluation dari uji kelayakan sebesar 90 persen dari ahli materi, 96 persen dari ahli bahasa, dan 92 persen dari ahli media. Hasil kepraktisan guru 95 persen, peserta didik 92 persen dan keefektifan yang menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan HOTS peserta didik. E-evaluation berbasis HOTS menggunakan aplikasi Quizwhizzer dapat meningkatkan HOTS peserta didik pada pembelajaran IPA. Kata Kunci: e-evaluation; kemampuan berpikir tingkat tinggi; Quizwhizzer