Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KOMPARASI DIMENSI KERETA LIF MENURUT STANDAR REGULASI DAN STANDAR PABRIKAN Mafra, Ramadisu; Zulfikri; Riduan
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 12 No.2 Juli 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v12i2.707

Abstract

Abstrak: Dimensi kereta lif telah diatur setidaknya dalam lima peraturan perundang-undangan. Menurut PP No. 16 Tahun 2021, ukuran kereta lif minimum 120 x 230 cm dengan lebar minimum bukaan pintu 110 cm. Mandat ini bersifat mengikat, namun perlu dilakukan kajian komparatif terkait dimensi tersebut dengan regulasi lainnya, serta ketersediaan standar kereta lif menurut pabrikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kesesuaian dimensi kereta lif tersebut dengan beberapa Permen serta SNI yang masih berlaku beserta ketersediaan menurut sembilan merek lif popular di Indonesia. Metoda komparasi dilakukan antara regulasi dan standar pabrik lif penumpang jenis MR & MRL yang menjadi sampel. Hasil penelitian; pertama, bahwa untuk memenuhi standar menurut PP No. 16 Tahun 2021, kapasitas ideal kereta lif adalah 24 penumpang dan dapat diakomodir dengan menggunakan lif Hyundai (MR & MRL), Kone (MR & MRL), Mitsubishi (MR & MRL), Sigma (MR), Toshiba (MR & MRL) dan Thyssenkrupp (MR & MRL). Kedua, bahwa PP No. 16 Tahun 2021 selaras dengan Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017 namun tidak singkron dengan Permen PU No. 30/PRT/M/2006, Permenaker No. 6 Tahun 2017, SNI 03-6573-2001, serta SNI 03-1746-2000.
KENYAMANAN TERMAL RUANG DALAM RUMAH TRADISIONAL ULU KOMERING DI KABUPATEN OKU TIMUR, SUMATERA SELATAN PADA IKLIM TROPIS LEMBAB Zulfikri; Mafra, Ramadisu
Jurnal Desiminasi Teknologi Volume 14 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v14i1.1705

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu indikator utama kualitas lingkungan binaan yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan penghuni, khususnya pada bangunan berpenghawaan alami di wilayah beriklim tropis lembap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal ruang dalam rumah tradisional Ulu Komering di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengukuran lapangan terhadap parameter suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin pada tiga periode waktu, yaitu pagi (07.00–09.00 WIB), siang (12.00–14.00 WIB), dan sore (16.00–18.00 WIB). Data dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dan dibandingkan dengan standar SNI 03-6572-2001 serta klasifikasi Temperatur Efektif (TE) untuk menentukan zona kenyamanan termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode pagi dan sore, sebagian besar ruang berada pada zona hangat nyaman secara adaptif, sedangkan pada periode siang seluruh ruang masuk dalam zona hangat–panas dan tidak nyaman secara normatif. Meskipun demikian, rumah tradisional Ulu Komering tetap menunjukkan kinerja kenyamanan termal pasif yang cukup baik melalui mekanisme ventilasi alami dan pelepasan panas bangunan. Temuan ini memperkuat peran arsitektur vernakular sebagai model desain adaptif yang responsif terhadap iklim tropis lembab.