Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN BURUNG (ORDO PASSERIFORMES) DI KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA, SUMATRA SELATAN Muhammad Aziman; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat konservasi dari spesies Passeriformes masih relatif rendah dan populasinya sudah mulai menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis burung ordo passeriformes yang ditemukan di kawasan Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan metode jelajah dan metode pulut. Hasil penelitian menunjukkan12 spesies burung ordo Passeriformes yang termasuk kedalam 9 famili yaitu Pycnonotidae, Laniidae,  Cisticolidae,  Sturnidae,  Muscicapidae,  Nectariniidae,  Artamidae,  Dicaeidae,  dan  Acanthizidae. Dengan jenisnya yaitu Lanius schach, Pycnonotus aurigaster, Acridotheres javanicus, Orthotomus ruficeps, Rhipidura javanica, Anthreptes malacensis, Nectarinia jugularis, Artamus leucorynchus, Dicaeum trochileum, Pycnonotus goiavier, Gerygone sulphurea, dan Dicaeum trigonostigma. Dua diantaranya merupakan spesies burung yang dilindungi yaitu Dicaeum trochileum dan Rhipidura javanica. Kesimpulan penelitian ini ditemukan 12 spesies burung ordo passeriformes dan 2 diantaranya merupakan spesies burung ordo passeriformes yang di lindungi.
PERSEPSI PESERTA DIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN BERBASIS STEM UNTUK MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SEKOLAH Reizka Yulistra; Masagus Mhd. Tibrani; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi sekarang mempengaruhi banyak aspek kehidupan, salah satunya adalah aspek pendidikan. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan dan mengembangkan keterampilan abad 21 adalah menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis STEM di sekolah khususnya pada pelajaran biologi. Namun persepsi peserta didik mengenai pendekaran pembelajaran berbasis STEM ini perlu diidentifikasi , oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan persepsi peserta didik mengenai pembelajaran STEM pada pelajaran biologi di SMA (Sekolah Menengah Atas). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 159 peserta didik kelas X yang pernah mendapatkan pembelajaran berbasis STEM pada pelajaran biologi di sekolah. Data didapatkan dari angket (kuesioner) yang mengukur empat indikator: persepsi terhadap guru, persepsi terhadap assessment atau penilaian, persepsi terhadap belajar dan pembelajaran, dan persepsi terhadap lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik secara keseluruhan termasuk ke dalam kategori baik (rata-rata skor 4,2 dari skala 5). Secara spesifik persepsi peserta didik terhadap guru mendapatkan skor 4,3 yang termasuk kategori sangat tinggi, lalu persepsi terhadap assessment atau penilaian memiliki skor 4,1 yang termasuk pada kategori tinggi, yang ketiga persepsi terhadap belajar dan pembelajaran yang memiliki skor 4,0 termasuk kategori tinggi dan terakhir persepsi terhadap lingkungan sosial mendapatkan skor 4,2 dan masuk ke dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil ini disimpulkan bahwa persepsi peserta didik mayoritas memiliki respon positif terhadap pelaksanaan pembelajatan STEM pada pelajaran biologi di sekolah.
STUDI KEANEKARAGAMAN FAUNA DI TAMAN WISATA ALAM GREEN PARADISE PAGAR ALAM Dwi Maharani; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna di Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam. Eksplorasi jenis-jenis fauna dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu pengamatan langsung dan dokumentasi di sepanjang jalur jelajah. Hewan diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologi menggunakan aplikasi digital berbasis android, serta literatur pendukung. Sebanyak 36 spesies fauna yang terklasifikasi dalam 16 ordo dan 26 famili tercatat dalam penelitian ini. Setiap jenis ini termasuk dalam lima kelas vertebrata utama: pisces, amfibi, reptil, aves, dan mamalia. Setiap spesies yang ditemukan diklasifikasikan secara sistematis berdasarkan tingkatan taksonomi, yaitu filum, kelas, ordo, suku, genus, dan spesies. Hasil klasifikasi disertai dengan deskripsi karakteristik morfologi utama masing-masing spesies. Hasil ini memberikan informasi dasar tentang keanekaragaman fauna di kawasan Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam dan dapat menjadi acuan bagi upaya konservasi dan penelitian lebih lanjut.
PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI BAHAN PANGAN OLEH ORANG LOM DI KABUPATEN BANGKA Emilia Prananda; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman sebagai bahan pangan oleh Orang Lom di Kabupaten Bangka mencerminkan kearifan lokal yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan kelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman pangan yang digunakan serta menganalisis tingkat signifikansi budayanya menggunakan Cultural Food Significance Index (CFSI). Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri atas ibu rumah tangga, juru masak, tokoh adat, dan individu yang diakui memiliki pengetahuan tradisional di Dusun Pejem dan Dusun Air Abik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 83 jenis tanaman pangan yang tergolong ke dalam 32 suku tumbuhan. Tanaman tersebut diolah menjadi berbagai makanan tradisional, seperti kelamay, aruk, buk ajit, dan lempah darat, yang sebagian memiliki keterkaitan dengan upacara adat dan tradisi budaya Orang Lom. Berdasarkan analisis CFSI, diperoleh kategori sangat tinggi sebanyak 16 jenis tanaman, tinggi 24 jenis, sedang 20 jenis, rendah 10 jenis, sangat rendah 9 jenis, dan tidak signifikan 4 jenis. Tanaman dengan nilai sangat tinggi antara lain Singkong (Manihot esculenta), Kencur (Kaempferia galanga) dan Pepaya (Carica papaya). Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional Suku Lom mengenai tanaman pangan masih lestari dan berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati serta memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.
PENGETAHUAN DAN KEARIFAN LOKAL TANAMAN OBAT TRADISIONAL SUKU SEMENDE MARGA BERSEMA OKUS Muhammad Fathan Rayyis; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan mendeskripsikan tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Semende di Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnobotani melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 responden, terdiri atas 2 tokoh adat, 3 pengobat tradisional (batera), dan 5 warga yang memiliki pengetahuan turun-temurun mengenai pengobatan tradisional. Hasil penelitian mengidentifikasi 42 spesies tumbuhan obat dari berbagai suku yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti demam, batuk, luka, sakit perut, dan penyakit kulit. Beberapa jenis yang dominan antara lain Kemiling (Aleurites moluccanus), Bawang Behekung (Eleutherine bulbosa), Sediangin (Kalanchoe pinnata), Kunyit (Curcuma longa), Jahe (Zingiber officinale), Sirih (Piper betle), Lidah Buaya (Aloe vera), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), dan Sambiloto                    (Andrographis paniculata). Bagian tanaman yang paling sering digunakan adalah daun, diikuti oleh akar, buah, dan batang. Cara pengolahan yang umum dilakukan meliputi perebusan, penumbukan, dan pemanasan, sedangkan penggunaannya dilakukan dengan cara diminum, dioleskan, atau ditempelkan. Analisis nilai kegunaan (Use Value/UV) menunjukkan bahwa Zingiber officinale (UV = 0,8) dan Curcuma longa (UV = 0,7) memiliki frekuensi pemanfaatan tertinggi. Nilai Cultural Importance Index (CI) pada kedua spesies tersebut juga paling tinggi, menandakan peran pentingnya dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Semende.
STUDI KEANEKARAGAMAN FAUNA DI TAMAN WISATA ALAM GREEN PARADISE PAGAR ALAM Dwi Maharani; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna di Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam. Eksplorasi jenis-jenis fauna dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu pengamatan langsung dan dokumentasi di sepanjang jalur jelajah. Hewan diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologi menggunakan aplikasi digital berbasis android, serta literatur pendukung. Sebanyak 36 spesies fauna yang terklasifikasi dalam 16 ordo dan 26 famili tercatat dalam penelitian ini. Setiap jenis ini termasuk dalam lima kelas vertebrata utama: pisces, amfibi, reptil, aves, dan mamalia. Setiap spesies yang ditemukan diklasifikasikan secara sistematis berdasarkan tingkatan taksonomi, yaitu filum, kelas, ordo, suku, genus, dan spesies. Hasil klasifikasi disertai dengan deskripsi karakteristik morfologi utama masing-masing spesies. Hasil ini memberikan informasi dasar tentang keanekaragaman fauna di kawasan Taman Wisata Alam Green Paradise Pagar Alam dan dapat menjadi acuan bagi upaya konservasi dan penelitian lebih lanjut.
PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DAN ALAT RUMAH TANGGA OLEH ORANG LOM DI KABUPATEN BANGKA Jingga Y Ana Tasya; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Orang Lom di Bangka Belitung masih mempertahankan pemanfaatan tumbuhan sebagai bagian integral dari kearifan lokal yang mencerminkan praktik budaya yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi keanekaragaman jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan alat rumah tangga oleh Orang Lom serta mendokumentasikan pengetahuan tradisional yang berpotensi terancam oleh perubahan sosial dan lingkungan. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan identifikasi dengan 11 informan yang meliputi ketua lembaga adat Mapor, ketua adat, ibu rumah tangga, serta warga yang memiliki pengetahuan tradisional di Dusun Pejem dan Dusun Air Abik. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat 21 jenis tanaman yang terbagi dalam 10 bangsa dan 11 suku, yang diolah menjadi 24 jenis komponen bahan bangunan serta 31 jenis alat rumah tangga. Analisis nilai guna menunjukkan bahwa Mentangor (Calophyllum inophyllum), Pelempang putih (Adinandra sarosanthera Miq.), Mengkuang (Pandanus artocarpus), dan Rotan (Calamus manan) merupakan tanaman yang paling banyak dimanfaatkan. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa pengetahuan tradisional masyarakat Orang Lom dalam pemanfaatan tumbuhan untuk bahan bangunan dan alat rumah tangga masih terjaga dengan baik dan berperan penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya hayati sekaligus memperkuat identitas budaya komunitas lokal.
Morphometric Characteristics of Freshwater Shrimp in Lotic and Lentic Habitats of Ogan Ilir Regency, South Sumatra Stilaf Terbit Galih Walsandy; Arum Setiawan; Kodri Madang
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 2 (2026): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i2.20603

Abstract

This study aimed to analyze the length–weight relationship and morphometric variation of three freshwater shrimp species from lotic and lentic habitats in Ogan Ilir Regency, South Sumatra, Indonesia. The study was conducted from November 2025 to May 2026 using purposive sampling at six aquatic stations, comprising three lotic and three lentic habitats. A total of 300 shrimp specimens were collected using baited traps (bubu) and hand nets. The observed parameters included total length and body weight. Length–weight relationships were analyzed using the allometric equation W = aLᵇ, whereas morphometric variation was evaluated using Principal Component Analysis (PCA). The results showed that Palaemon carcinus exhibited positive allometric growth in both lotic (b = 5.805) and lentic habitats (b = 6.963). Similarly, Macrobrachium rosenbergii showed positive allometric growth in lotic (b = 8.230) and lentic habitats (b = 3.973). In contrast, Macrobrachium nipponense demonstrated positive allometric growth in lotic habitats (b = 4.960) but negative allometric growth in lentic habitats (b = 0.899). PCA revealed that most morphometric variation was explained by the first principal component (PC1), indicating a strong association between total length and body weight. These findings suggest that habitat type, particularly differences between lotic and lentic aquatic systems, influences growth patterns and morphometric variation in freshwater shrimps in South Sumatra.
Penguatan Kapasitas Inovatif Guru IPA melalui Pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial Terintegrasi dengan Pembelajaran Mendalam dalam Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan Didi Jaya Santri; Kodri Madang; Rahmi Susanti; Elvira Destiansari; Sakina Rizqiani; Farah Annisa Nurbani; Evelina Astra Patriot
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.10936

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (KA) menuntut guru IPA untuk memiliki kemampuan inovatif dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan digital, termasuk penguasaan Koding dan pemanfaatan pembelajaran mendalam (deep learning). Namun, variasi kompetensi awal guru dan keterbatasan infrastruktur sekolah masih menjadi kendala dalam mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam praktik pembelajaran. Program pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas inovatif guru IPA melalui pelatihan Koding dan KA, pembuatan model KA sederhana berbasis Pembelajaran Mendalam menggunakan Teachable Machine, integrasi model ke dalam PictoBlox, serta pengembangan media digital kreatif melalui Canva AI. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung dan pendampingan intensif. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, refleksi peserta, dan analisis produk digital, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan aspek pelaksanaan, partisipasi, peningkatan keterampilan, dampak, dan kendala. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam memahami konsep Koding dan KA, mengaplikasikan alur kerja KA berbasis pembelajaran mendalam, serta mengembangkan proyek interaktif dan media pembelajaran digital. Pelatihan ini juga mendorong kapasitas inovatif guru, terlihat dari kemampuan mereka merancang materi ajar berbasis KA yang lebih variatif dan kontekstual. Kendala seperti perbedaan perangkat, literasi digital awal, dan infrastruktur terbatas dapat diatasi melalui pendampingan bertahap dan penyesuaian materi. Secara keseluruhan, program Pelatihan Koding dan KA efektif memperkuat kompetensi inovatif guru IPA dalam mengintegrasikan Koding, KA, dan pembelajaran mendalam ke dalam praktik pedagogis.
Deskripsi Keanekaragaman Udang Air Tawar di Perairan Lentik dan Lotik Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan Stilaf Terbit Galih Walsandy; Arum Setiawan; Kodri Madang
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 6 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i6.15160

Abstract

Freshwater shrimps are important components of inland aquatic ecosystems and contribute to biodiversity, nutrient cycling, and ecosystem stability. Despite their ecological importance, information regarding freshwater shrimp diversity in lentic and lotic ecosystems of Ogan Ilir Regency, South Sumatra, remains limited. This study aimed to identify freshwater shrimp species and describe their diagnostic morphological characteristics in contrasting freshwater habitats. Field sampling was conducted from November 2025 to January 2026 at six sampling stations representing three lentic and three lotic ecosystems. Specimens were collected using baited traps (bubu) and identified using standard taxonomic keys based on external morphological characteristics, including body shape, rostrum, cephalothorax, abdomen, telson, antennae, pereopods, pleopods, and body coloration. Three freshwater shrimp species belonging to the family Palaemonidae were identified, namely Macrobrachium lanchesteri, Macrobrachium rosenbergii, and Macrobrachium nipponense. Each species exhibited distinctive morphological characteristics that enabled reliable identification. Differences in species occurrence between lentic and lotic ecosystems indicate habitat-related variation in freshwater shrimp assemblages. This study provides baseline information on freshwater shrimp diversity in Ogan Ilir Regency and contributes to biodiversity inventories, taxonomic studies, and freshwater ecosystem conservation in South Sumatra.