Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Self-Efficacy dan Peran Keluarga Berhubungan dengan Frekuensi Kekambuhan Pasien Skizofrenia Jek Amidos Pardede; Harjuliska Harjuliska; Arya Ramadia
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 4 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v4i1.846

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan pikiran berupa kombinasi dari halusinasi, delusi, berpikir dan perilaku tidak teratur. Skizofrenia seringkali kambuh dan berulang sehingga sangat diperlukan terapi jangka lama yang membuat keluarga membutuhkan self-efficay yang baik dan perlu peran keluarga untuk memberikan kesembuhan bagi pasien dan tidak kambuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self-efficacy dan peran keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan penedekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami skizofrenia sebanyak 40 pasien. Sampel penelitian keseluruhan objek atau dianggap mewakili populasi atau total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas dan reabilitas. Hasil penelitian ini bahwa self-efficacy mayoritas rendah sebanyak 67.5%, peran keluarga mayoritas kurang sebanyak 62.5% dan frekuensi kekambuhan responden mayoritas 1 kali sebanyak 52,5%.  Self-efficacy dengan frekuensi kekambuhan didapatkan nilai p=0.006 (p<0.05) dan peran keluarga dengan frekuensi kekambuhan, nilai p=0.0026 (p<0.005). Disimpulkan  terdapat hubungan yang bermakna antara self-efficacy dan peran keluarga dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia.
HARGA DIRI DENGAN DEPRESI PASIEN HIV/AIDS Jek Amidos Pardede
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.048 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v11i1.1538

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular dengan cara menyerang sel darah putih sehingga dapat merusak system kekebalan tubuh manusia. Teman maupun kerabat yang dapat menimbulkan dampak psikologis yang berat seperti depresi. Depresi merupakan suatu masa terganggunya fungsi manusia yang berkaitan dengan alam perasaan yang sedih dan gejala penyertanya, termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu makan, psikomotor, konsentrasi, kelelahan, rasa putus asa dan tak berdaya, serta gagasan bunuh diri. Apabila pasien telah sampai ke tahap depresi, maka harga diri pasien pun menjadi rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga diri dengan depresi pasien HIV/AIDS. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 45 orang dengan jumlah sampel 31 orang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini dianalisis dengan analisis bivariat dan univariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan harga diri dengan depresi pada pasien HIV/AIDS. Peneliti menyimpulkan bahwa ketika pasien depresi berat maka harga diri pasien akan menjadi rendah yang ditandai dengan pvalue =0,000 (p=0,05). Disarankan bagi rumah sakit agar membuat jadwal konseling secara rutin dengan melibatkan perawat dalam pelaksanaannya.
Family Support Related to Quality of Life on Schizophrenia Patients Jek Amidos Pardede; Jenny Marlindawani Purba
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v10i4.942

Abstract

Schizophrenia is a disease or mental disorder experienced by most people in the world. The family support shown through attitudes, actions, and acceptance will have a profound effect on the quality of life of schizophrenia patients. This study aims to find out the relationship between family support and quality of life in schizophrenia patients. This research method uses a descriptive correlation with a cross-sectional approach. The population in this study was all 1,134 schizophrenic patients in Medan Psychiatric Hospital with a sample of 92 people with purposive sampling techniques. The data collection tool uses questionnaires that have been tested for validity and reliability. To measure family support by providing questionnaires as many as 11 statements and to measure the quality of life of schizophrenic patients by quizzing as many as 16 statistical test statements using chi-square trials. The results of this study were analyzed univariately obtained the support of the majority of families (65.2%) and the quality of life of schizophrenia patients is majority low (57.6%) with a p-value <0.007. in conclusion, there is a significant relationship between family support and quality of life. schizophrenic patients.
Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Ibu dalam Pola Makan pada Anak Autis Taruli Rohana Sinaga; Jek Amidos Pardede
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.1038

Abstract

Penyediaan gizi yang berkualitas dan kuantitas sesuai dengan kebutuhan anak. Pengetahuan sangat penting yang harus diperoleh ibu yang memiliki anak autis agar mampu berperilaku dan bertindak sesuai dengan pola makan untuk autisme agar tidak timbul masalah terutama dalam hal pemberian makan anak autis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam pola makan pada anak autis. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan metode survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 40 ibu yang memiliki anak autis dan teknik total sampling yang digunakan adalah Sekolah Negeri Binjai dan lembaga terapi autisme di Yayasan Fadira Kota Binjai. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas dan reabilitas. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan ibu mayoritas 50%, sikap ibu mayoritas 62,5%, tindakan ibu mayoritas cukup 50%, pengetahuan dan sikap ibu dengan tindakan diperoleh p-value = 0,000. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan ibu dalam pola makan anak autisme.
Knowledge, Prevention, and Handling Sexually Transmitted Diseases among Transvestite Commercial Sex Worker Jasmen Manurung; Ivan Elisabeth Purba; Hana Ike Dameria Purba; Jek Amidos Pardede
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 2 (2021): April 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i2.1315

Abstract

Laut Dendang Village has experienced the phenomenon of increasing the number of Transvestites who work as a commercial sex worker around Titi Laut Dendang. Preliminary surveys show an increase in sexually transmitted disease screening for transvestite in a clinic and indicate a high incidence of sexually transmitted disease among Transvestite-CSWs. This study uses phenomenological studies that aim to explore the causes of the high incidence of STI disease among Transvestite-CSWs in the open area of Percut Sei Tuan District. The informants in this study were three Transvestite-CSWs who sold themselves around the bridge of Laut Dendang and were triangulated on their sexual partners. Information was collected by in-depth interviews. The results showed that informants were only able to associate STIs with HIV/AIDS, didn’t know about STIs, and didn’t want to use condoms. The Transvestite-CSWs who is infected performs treatment by inserting toothpaste into the anus, taking antibiotics that are not according to the dosage used, and a few of them carried out HIV/AIDS and genital tested and counseling in the Community Health Movement (GSM). It causes the knowledge, prevention and management of sexually transmitted diseases to Transvestite-CSWs is still low.
Family Knowledge about Hallucination Related to Drinking Medication Adherence on Schizophrenia Patient Jek Amidos Pardede
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 2 No 4 (2020): November 2020, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v2i4.183

Abstract

Schizophrenia is a disease that affects the brain and causes strange and disturbing thoughts, perceptions, emotions, behavioral movements. Adherence is the level of patients carrying out treatment methods and behaviors suggested by the medicine or by others. This study aims to determine the relationship between family knowledge about schizophrenia and compliance with hallucination patients taking medication. The research design used was a descriptive correlation with a cross-sectional approach. The population in this study were all families who brought schizophrenic patients to the Polyclinic of Rumah Saki Jiwa Medan. The sample was 116 people and the sample was taken by purposive sampling. Data collection tools using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The results of this study were obtained, the majority of respondents' knowledge of schizophrenia was good as many as 69 people (59.5%), the level of compliance of patients with hallucination patients was obedient to 72 people (62.1%) and the chi-square statistical test ¬ showed (p = 0.001 ; p <0.005). In conclusion, there is a significant relationship between family knowledge about schizophrenia and patient adherence to hallucination patient medication.
TINGKAT PENDIDIKAN PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING PADA PASIEN DI RSUD DATU BERU TAKENGON Jek Amidos Pardede; Masri Saragih; Ellyna Yulistiami
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 3 No 1 (2020): JURNAL ONLINE KEPERAWATAN INDONESIA
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caring is a dynamic approach, in which nurses work to further increase their attention to the clients. Generally, clients would expect the comfort and caring attitude from nurses, and nurses are also expected to provide attention, prayers, and motivation to the patients. The purpose of this study was to identify the correlation of nurse education level with the caring behavior at the inpatient ward of Datu Beru Hospital of Takengon in 2018. This research applied the analytic correlation method using a cross-sectional approach. The population of this study was all nurses working at the inpatient ward of Datu Beru Hospital with a total number of 196 persons. The sampling technique was simple random sampling with total respondents of 67 persons. To obtain data from the respondents the researcher used a questionnaires sheet that was analyzed using chi-square test analysis. This study found that the majority of the nurses hold D3 Degree (59,7%) and the majority of the nurses’ behavior was good (47,8%). The result statistic test showed that there was a correlation between nurse education level and caring behavior on the patients at the inpatient ward with p-value = 0,028 (P <0,05), thus it was concluded that the level of education of nurses correlated with the caring behavior of nurses in the inpatient care room because the higher level of nurses education, the better-caring behavior was provided towards their patients. The results of this study became inputs for nurses to pursue further studies to improve their insight into caring behavior in providing nursing care.
Pengaruh Permainan Papan Pintar terhadap Tingkat Perkembangan Kognitif Anak Kelas 1-3 Rani Kawati Damanik; Marthalena Simamora; Jek Amidos Pardede; Puja Utami Nainggolan
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.181-190

Abstract

Pemanfaatan barang limbah menjadi alat permainan papan pintar bagi anak kelas 1-3, tentu saja tidak lepas dari kreativitas para pendidik dalam mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya. Maka, akan jauh lebih mudah dan efisien dalam mengenalkan lambang bilangan kepada anak usia enam sampai delapan tahun melalui kegiatan bermain dengan menggunakan media yang konkret, beragam dan sesuai dengan minat anak. Kegiatan ini merupakan aset pertama dalam mengembangkan keterampilan anak berdasarkan imajinasi, ide, emosi, dan aspek fisik yaitu penggunaan koordinasi tangan sebagai alat bantu saat bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh permainan papan pintar terhadap tingkat perkembangan kognitif anak kelas 1-3 di SD Kabupaten Toba. Desain penelitian ini adalah desain penelitian one group pretest-post test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas 1-3 yang ada di SD 176373 Narumambing Porsea Kabupaten Toba yang berjumlah 31 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan setelah mendapatkan surat ijin penelitian dikeluarkan kemudian menentukan sampel penelitian. Setelah dilakukan Pre test dilakukan yaitu setelah membagi kelas sesuai tingkatan yaitu kelas I, II dan III. Kemudian diberikan intervensi selama 20 menit, Mulai kegiatan bermain dengan waktu 5 menit tiap anak dihitung menggunakan stopwatch. Tiap anak memiliki kesempatan melakukan lempar dadu untuk soal penjumlahan, pengurangan dan perkalian dengan jumlah 6 soal yaitu 2 soal penjumlahan, 2 soal perkalian dan 2 soal pengurangan. Dampingi anak dalam bermain papan pintar. Kemudian melakukan Post test dilakukan yaitu setelah membagi kelas sesuai tingkatan yaitu kelas I, II dan III. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon test menunjukkan mayoritas reponden yang mengalami perkembangan sebelum dilakukan permainan papan pintar yaitu kelas II dan III (16,3%), dan untuk minoritas yang mengalami perkembangan kelas I (9,7%). Sedangkan mayoritas responden yang mengalami perkembangan sesudah dilakukan permainan papan pintar yaitu kelas II (39%), dan untuk minoritas yang mengalami perkembangan kelas I (26%). Dan terdapat perbedaan perkembangan kognitif sebelum dan sesudah dilakukan permainan papan pintar dengan (Pvalue = 0,000 <0.05). 
Family Knowledge about Hallucination Related to Drinking Medication Adherence on Schizophrenia Patient Jek Amidos Pardede
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 2 No 4 (2020): November 2020, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v2i4.183

Abstract

Schizophrenia is a disease that affects the brain and causes strange and disturbing thoughts, perceptions, emotions, behavioral movements. Adherence is the level of patients carrying out treatment methods and behaviors suggested by the medicine or by others. This study aims to determine the relationship between family knowledge about schizophrenia and compliance with hallucination patients taking medication. The research design used was a descriptive correlation with a cross-sectional approach. The population in this study were all families who brought schizophrenic patients to the Polyclinic of Rumah Saki Jiwa Medan. The sample was 116 people and the sample was taken by purposive sampling. Data collection tools using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The results of this study were obtained, the majority of respondents' knowledge of schizophrenia was good as many as 69 people (59.5%), the level of compliance of patients with hallucination patients was obedient to 72 people (62.1%) and the chi-square statistical test ¬ showed (p = 0.001 ; p <0.005). In conclusion, there is a significant relationship between family knowledge about schizophrenia and patient adherence to hallucination patient medication.
Edukasi Kesehatan pada Keluarga tentang Enchepalitis Autoimun pada Anak Marthalena Simamora; Jek Amidos Pardede; Ranikawati Damanik
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i2.117

Abstract

Enchephalitis autoimun merupakan suatu kondisi dimana kekebalan tubuh salah menyerang sel-sel otak yang sehat dan menyebabkan peradangan otak. Encephalitis autoimun dikenal dengan sebutan encephalitis anti reseptor NMDA. Gejala dari encephalitis anti reseptor antara lain halusinasi, psikosis, perubahan kepribadian, dan iritabilitas, sehingga masyarakat yang tidak mengenal penyakit ini sering menganggap penyakit ini dengan gangguan jiwa. Prognosis dari encephalitis anti reseptor NMDA bergantung pada seberapa cepat diagnosis dan terapi diberikan. Diperlukan pengetahuan yang cukup terutama pada gejala dan terapi pada encephalitis anti reseptor NMDA agar pasien bisa memperoleh penanganan yang tepat sasaran. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengedukasi keluarga di RSUP H. Adam Malik Medan tentang encephalitis Autoimun dan bagaimana perawatan pada anak dengan encephalitis autoimun. Hasil pengabdian kepada masyarakat adalah terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang memahami tentang encephalitis autoimun dan bagaiman perawatan pada anak dengan encephalitis autoimun. Kesimpulan edukasi kesehatan telah meningkatkan pengetahuan keluarga dalam merawat anak dengan diagnosis encephalitis autoimun. Kata kunci: encephalitis autoimun; pendidikan kesehatan HEALTH EDUCATION IN THE FAMILY ABOUT AUTOIMMUNE ENCEPHALITIS IN CHILDREN ABSTRACT Autoimmune encephalitis is a condition in which the body's immune system attacks healthy brain cells and causes inflammation of the brain. Autoimmune encephalitis is known as anti-NMDA receptor encephalitis. Symptoms of anti-receptor encephalitis include hallucinations, psychosis, personality changes, and irritability, so people who are not familiar with this disease often assume this disease with mental disorders. The prognosis of NMDA anti-receptor encephalitis depends on how quickly the diagnosis and treatment is given. Sufficient knowledge is needed, especially on symptoms and therapy in NMDA anti-receptor encephalitis so patients can get the right treatment. Community Service aims to educate families at H. Adam Malik General Hospital Medan about Autoimmune encephalitis and how to care for children with autoimmune encephalitis. The result of community service is an increase in the knowledge of participants who understand about autoimmune encephalitis and how to care for children with autoimmune encephalitis. Conclusion Health education can increase family knowledge in caring for children with a diagnosis of autoimmune encephalitis. Keywords: autoimmune encephalitis; health education