Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK TANAMAN OBAT KELUARGA DI KELOMPOK PEREMPUAN GMIT EBENHAEZER TARUS, KABUPATEN KUPANG Bulkis Bulkis Bulkis; yos Sudarso; Yusinta N Fina; Junus J Belin; Nurdiyah Nurdiyah
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i1.4941

Abstract

Tanaman obat adalah salah satu tanaman yang dianjurkan untuk dikembangkan di pekarangan. Pemanfaatan pekarangan sebagai sarana budidaya tanaman obat telah dikenal dalam konsep Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yaitu tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Kebiasaan menanam tanaman obat dipekarangan rumah dan pemanfaatanya sudah sejak lama dilakukan oleh para ibu rumah tangga di beberapa daerah di Indonesia. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan penyuluhan tentang jenis – jenis tanaman obat yang mudah dibudidaya dipekarang rumah dan langsung praktik cara pengolahan tanaman obat tersebut, selain dua hal tersebut para jemaat perempuan gmit ebenhaezer tarus diberikan penyuluha tentang pengolahan limah rumah tangga jadi pupuk kompos. Selain itu Tim PKM memberikan bantuan bibit tanaman obat dan alat untuk pengolahan limbah rumahtangga menjadi pupuk kompos. Hasil dari kegiatan ini dilihat dari peserta mampu menerima materi dan respon peserta sangat baik dan sudah mengetahui jenis – jenis tanaman obat yang bisa ditanam di halam rumah, mengetahui cara pengolahannya dan mampu mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos. 
The Paradox Of Inter-Sectoral Coordination In Coastal Food Security: A Multi-Stakeholder Network Analysis In Majene Regency, Indonesia Saddam Husain Tamrin; Novayanti Sopia Rukmana S; Bulkis Bulkis; Syarinullah Syahrinullah; Febrianto Syam
Jurnal Administrasi Publik Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jap.v17i1.37154

Abstract

This research highlights the coordination paradox in food security in Majene Regency. While the region boasts abundant natural resources, particularly in the maritime and agricultural sectors, institutional coordination remains fragmented. Formal institutions, such as the Food Security Council, have been inactive since 2021. To understand this issue, the research involved in-depth interviews with 15 key stakeholders from five government agencies and community groups. Social network analysis was used to map relationships between actors and identify gaps that hinder food security governance. The results reveal a coordination paradox, where informal communication takes over the role of formal mechanisms. This creates a resilient but inefficient governance structure. These findings enrich institutional studies by offering a "coordination gap framework" that explains how resource abundance can lead to coordination failures in multi-level governance systems.