Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Prinsip Komunikasi Islam Dalam Al-Qur’an Kusnadi; Awaluddin; Zahratunnisa Annur
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v2i2.592

Abstract

The Koran is the source of the teachings of Islam like an ocean full of wonders and uniqueness that will never be swallowed up by the times. The Koran is the main symbol of prophethood and the main divine treatise which was passed down through the mouth of Jibril to be conveyed to mankind in addition to the Prophet's hadith as an explanation for the Koran itself. Whereas for Muslims the Koran is a guide and there is no doubt in it. Therefore, Muslims are ordered to understand the meaning and content of the Koran to be implemented in everyday life which is also a science. If you look at the concept of science conventionally, it is the result of human reason, senses and intuition obtained through the results of a process built on the basis of the scientific method with all its tools. However, if you look at the concept of knowledge in the Koran, it is the result of the derivation of human reason which is built on the understanding of the qouliyah verses (al-Qur'an) which are the word of Allah, the understanding of the kauniyah verses is Allah's creation. and understanding sunnah / hadith which is the explanation of the Koran
Gibah dan Fitnah dalam Pandangan Islam Kusnadi Kusnadi; Khusnul Khatimah; Arham Hadi Saputra
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v3i2.744

Abstract

The Qur'an is the main source of Islamic teachings and a way of life for every Muslim. The Qur'an not only contains instructions about the relationship between humans and their gods, but also regulates human relations with each other, as well as humans with the natural environment. To understand the teachings of Islam perfectly, it is necessary to understand the contents of the Qur'an and practice it in daily life seriously and consistently. In this case, we will discuss the arguments about slander and backbiting related to communication. Communication is conveying messages from one person to another as is the case with slander and backbiting, but these 2 things are more about telling, conveying information with something negative or wrong which is an act that is hated by Allah SWT. slander and backbiting are often limited to what is meant by slander and backbiting and have not led to the purpose of that meaning. Besides being descriptive, in its real meaning it is prescriptive (providing provisions and rules) and always aims for the good of mankind, so it is necessary to know and understand what is meant by slander and backbiting.
EKSISTENSI TAFSIR BIL RA'YI Kusnadi Kusnadi; Raidatun Nisa
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v7i2.1457

Abstract

Kajian ini bertemakan “Eksistensi Tafsir Bil Ra’yi”, menggunakan metode library research. Fokus analisis bermuara pada eksistensi tafsir bil ra’yi baik dari segi defenisi, langkah kedudukan, kelebihan dna kekurangan serta contohnya. Tafsie bil ra’yi merupakan salah satu metode dalam menafsirkan al-Qur’an dengan mengedepankan rasio penafsir dan dianggap sebagai salah satu metode yang mampu memberikan temuan yang aktual meski dianggap sebagai metode yang kurang sempurna oleh Ibnu Taimiyah. Meski demikian, kedudukannya dapat menjadi mahmudah dan mazmumah bergantung pada mekanisme dan pemenuhan syarat tafsir dan tujuannya.
METODE GRAMATIKA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Kusnadi Kusnadi
Naskhi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Bahasa Arab Vol 1 No 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 April 2019
Publisher : IAI Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/naskhi.v1i1.66

Abstract

Metode merupakan salah satu alat untuk mencapai sebuah tujuan pembelajaran. Selain itu juga, metode juga sebagai pelicin jalan pengajaran menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada metode gramatikal ini, guru tidaklah mengajarkan kemahiran berbahasa, tetapi terfokus pada pembelajaran gramatika (Nahw sharaf). Dalam pengajarannya, guru berasumsi bahwa ramatika atau kaidah-kaidah bahasa lebih penting dibandingkan dengan kemahiran berbahasa. Ciri utama yang dimiliki metode ini. Pertama, menitik beratkan keterampilan membaca, menulis, dan terjemah. Tetapi kurang memperhatikan keterampilan membaca. Kedua, menggunakan bahasa ibu peserta didik sebagai bahasa pengatar dalam proses belajar mengajar. Dengan kata lain, metode ini menggunakan penerjemahan sebagai strategi utama dalam mengajar. Ketiga, memperhatikan sisi gramatikal sebagai sarana pembelajaran bahasa asing. Keempat, guru sering kali memfokuskan analisis gramatika atau tata bahasa pada kalimat-kalimat bahasa yang dipelajari. Metode gramatika dan terjemah sangat menekankan pembelajaran pada kosakata dan tata bahasa. Keterampilan membaca dan menulis adalah keterampilan yang diutamakan dalam pembelajaran. Bahasa tulisan lebih diutamakan daripada bahasa lisan karena itulah kemudian para peserta didik mempelajarinya. Bahan pelajaran bahasa disusun berdasarkan urutan tata bahasa pada bahasa sasaran (bahasa arab).
Formalisasi Pemakaian Jilbab Di Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai Kusnadi Kusnadi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v1i1.84

Abstract

Kajian tentang formalisasi pemakaian jilbab (suatu analisis paedagogis) yang bertujuan untuk menelaah dan mengetahui konsep kewajiban menutup aurat dan persepsi mahasiswi IAIM Sinjai tentang kewajiban memakai jilbab melalui tekhnik interviw, observasi dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode induktif, deduktif dan komparatif. Kewajiban memakai jilbab dikalangan mahasiswi di saat mengikuti perkuli memberikan dua sudut pandang yang berbeda dikalangan mahasiswi IAI Muhammadiyah Sinjai. Kelompok pertama adalah mahasiswi yang menyadari bahwa penggunaan jilbab merupakan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat. Kedua adalah mahasisiwi menganggap sebagai kewajiban yang diterapkan dalam kampus sebagai kampus yang islmi, sehingga setiap mahasiswi wajib menggunakan jilbab ketika berada dalam kampus. Persepsi kedua diatas dapat dideskripsikan bahwa terdapat beberapa di antara mahasiswi yang tidak memakai jilbab ketika sudah berada di luar kampus yang tentunya sangat kontraks dengan pemahaman kelompok mahasiswi yang pertama.
Konsep Dakwah Al-Ba>hy Al-Khauwly Kusnadi Kusnadi; Faridah Faridah; Ahmad Sukardi
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v2i1.397

Abstract

This paper aims to describe how followers of Islam have their own concepts in preaching especially shaykhs, scholars, clerics, religious teachers and others in da'wah. Each individual preacher has a concept and characteristic in his preaching, especially Syekh Al-Bahy Al-Khauly. from this description the author discusses how the concept of da'wah in Al-Bahy Al-Khauly. The method used in this study uses a library research method or approach. The concept of da'wah Al-Bahy Al-Khauly in the book tazkirah du'at in general, there are two things, first a preacher who wrestles in the world of da'wah and second must have a good mood.
Prinsip Komunikasi Islam Dalam Al-Qur’an Kusnadi; Awaluddin; Zahratunnisa Annur
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v2i2.592

Abstract

The Koran is the source of the teachings of Islam like an ocean full of wonders and uniqueness that will never be swallowed up by the times. The Koran is the main symbol of prophethood and the main divine treatise which was passed down through the mouth of Jibril to be conveyed to mankind in addition to the Prophet's hadith as an explanation for the Koran itself. Whereas for Muslims the Koran is a guide and there is no doubt in it. Therefore, Muslims are ordered to understand the meaning and content of the Koran to be implemented in everyday life which is also a science. If you look at the concept of science conventionally, it is the result of human reason, senses and intuition obtained through the results of a process built on the basis of the scientific method with all its tools. However, if you look at the concept of knowledge in the Koran, it is the result of the derivation of human reason which is built on the understanding of the qouliyah verses (al-Qur'an) which are the word of Allah, the understanding of the kauniyah verses is Allah's creation. and understanding sunnah / hadith which is the explanation of the Koran
Gibah dan Fitnah dalam Pandangan Islam Kusnadi Kusnadi; Khusnul Khatimah; Arham Hadi Saputra
RETORIKA : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Retorika
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/retorika.v3i2.744

Abstract

The Qur'an is the main source of Islamic teachings and a way of life for every Muslim. The Qur'an not only contains instructions about the relationship between humans and their gods, but also regulates human relations with each other, as well as humans with the natural environment. To understand the teachings of Islam perfectly, it is necessary to understand the contents of the Qur'an and practice it in daily life seriously and consistently. In this case, we will discuss the arguments about slander and backbiting related to communication. Communication is conveying messages from one person to another as is the case with slander and backbiting, but these 2 things are more about telling, conveying information with something negative or wrong which is an act that is hated by Allah SWT. slander and backbiting are often limited to what is meant by slander and backbiting and have not led to the purpose of that meaning. Besides being descriptive, in its real meaning it is prescriptive (providing provisions and rules) and always aims for the good of mankind, so it is necessary to know and understand what is meant by slander and backbiting.
Shalat dan Khutbah Jumat di Sinjai (Telaah Fenomena Nongkrong di Luar Mesjid Saat Khutbah) Anis Anis; Rahmatullah Rahmatullah; Kusnadi Kusnadi
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i1.374

Abstract

Penelitian ini, Pelaksanaan Shalat dan Khutbah Jumat di Sinjai (Telaah Fenomena Nongkrong di Luar Mesjid Saat Khutbah), maka ada dua frame work yang menjadi fokus penelitian, yakni: pertama, analisis konsepsi mengenai pelaksanaan shalat dan khutbah Jumat berdasarkan dalil-dalil al-Qur’an- Hadis, paradigma shalat dan khutbah Jumat perspektif mazhab fiqih ibadah. Kedua, fenomena kebiasaan nongkrong di luar mesjid saat khutbah berlangsung. Penelitian ini berusaha menemukan masalah yang menyebabkan fenomena tersebut muncul menjadi realitas yang cenderung mentradisi di seluruh mesjid tempat pelaksanaan shalat Jumat di Kabupaten Sinjai. Dalam penelitian ini dengan metode kualitatif pendekatan teori-teori sosiologi, antropologi, dan teologi. Selain itu, pada pembahasan penelitian ini akan disertai dengan rekomendasi-rekomendasi solusi pemecahan masalah atau langkah-langkah alternatif yang dapat ditempuh mengatasi masalah. Sehingga hasil penelitian ini mengemukakan bahwa, Shalat Jumat dan khutbah merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam prosesi ibadah di hari jumat. Eksistensi khutbah dalam prosesi shalat jumat sangat jelas ditinjau dari landasan dalil-dalil dan hikmah yang terkandung di dalamnya bagi kaum muslimin. Karenanya, pelaksanaan prosesi shalat dan khutbah jumat perlu ada manajemen dari pengurus/ta’mir mesjid. Untuk itu penting ada konsep tertulis mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk pelaksanaan shalat dan khutbah jumat. Selain itu, mesjid sebagai pusat ibadah kaum muslimin sekaligus sebagai tempat berkumpul menghendaki adanya fasilitas yang memadai. Fasilitas yang memadai dalam mesjid akan membuat betah jama’ah. Masalah pengadaan fasilitas di setiap mesjid biasanya terkendala dengan kemampuan dana mesjid. Akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan ikhtiar dari para pengurus mesjid kepada pihak-pihak donatur baik perseorangan maupun lembaga tertentu untuk pengadaan fasilitas. Satu hal yang perlu dicatat bahwa rata-rata berdirinya mesjid berdasarkan swadaya masyarakat itu sendiri.
ISU LGBT (LESBIAN,GAY,BISEKSUAL & TRANSGENDER) DALAM AL – QUR’AN Kusnadi Kusnadi; Andi Muhammad Ilham Septian
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Mimbar
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v6i2.438

Abstract

Salah satu isu kontroversial di Indonesia dewasa ini adalah munculnya komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Mereka tidak hanya menuntut hakhak mereka harus dihormati, tetapi juga berjuang agar pernikahan sejenis dapat dilegalkan Undang-Undang pernikahan.Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan fenomena yang merebak di era modern sebagai bentuk penyimpangan seks yang sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang salah, kurangnya peran seorang ayah, pendidikan agama Islam yang kurang memadai, dan pornografi yang sangat mudah terakses semua kalangan. Pertumbuhan dan perkembangan anak mencakup aspek-aspek penting yang harus diseimbangkan dan diarahkan secara proporsional. Aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi: spiritualitas (keimanan), fisik (jasmani), kejiwaan (psikis), intelektual, emosi, moral, sosial, seksual, dan ekonomi. Jika orang tua dan guru mampu menyeimbangkan aspek-aspek pendidikan tersebut, maka akan tercapai pemahaman dan penyadaran tentang bahaya yang ditimbulkan perilaku LGBT. Oleh karena itu peranan orang tua dan guru dalam memahami bahaya LGBT bagi generasi muda. Begitupun pandangan atau yang tersurat (tertulis) di dalam al – Qur’an,bagaimana al – Qur’an mengkategorikan khusus terhadap LGBT itu sendiri. Bahkan isu LGBT ini pun bukan hanyab ada pada masa sekarang melainkan di masa Nabi Luth pun telah terdapat fenomena tersebut, sebagaimana yang di gambarkan di dalam al – Qur’an. Jadi disini penulis berharap agar pengetahuan kita tentang LGBT dan pengaruh yang terjadi apabila isu LGBT ini menjadi marak di kalangan masyarakat menjadi tambah luas dan selalu berpegang pada al –Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.