Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STUDI KOMPARASI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA DENGAN RESIKO GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI KABUPATEN KLATEN Setianingsih Setianingsih; Yohana Lifa Ekowati; Retno Yuli Hastuti
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v14i1.22

Abstract

Kemiskinan, pendidikan, pekerjaan merupakan faktor–faktor sosial ekonomiyang menjadi faktor resiko dari kesehatan mental emosional. Adanya gangguanmental emosional akan mengakibatkan gangguan pada perkembangan anak danakan mempengaruhi dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitar. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui mengetahui hubungan status sosial ekonomiorang tua dengan resiko gangguan mental emosional pada anak usia prasekolah diKabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparasikatagorik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anakusia prasekolah di kabupaten Klaten. Responden penelitian ini sebanyak 77responden dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan datamenggunakan kuesioner, teknik analisis data menggunakan uji statistik ChiSquare. Hasil penelitian status sosial ekonomi rendah yang memiliki resikogangguan mental emosional sebesar 16 anak (20,8%), normal 22 anak (28,6%)dan status sosial ekonomi tinggi memiliki resiko gangguan mental emosionalsebesar 7 anak (29,9%), normal 32 anak (70,1%). Hasil uji chi squaremenunjukkan ada hubungan antara status sosial ekonomi orang tua dengan resikogangguan mental emosional pada anak usia prasekolah (p value = 0,039 (p <0,05)). Kesimpulan status sosial ekonomi orang tua memiliki hubungan denganresiko gangguan mental emosional pada anak usia prasekolah di KabupatenKlaten.
Hubungan Kualitas Hidup Dengan Kesehatan Mental Pada Lansia Di Puskesmas Cawas I Retno Yuli Hastuti; Endang Sawitri; Ambar W; Yunita Sanggrarini
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v14i2.28

Abstract

Elders are individuals who are over 60 years old.The increase in the number of elderly people from the Central Statistics Agency’s data is projected to reach 58 thousand. Physiological and psychosocial changes will potentially affect the quality of life and mental health of the elderly. Quality of life is an individual’s perception of his position in life to carry out his functions in daily life that he want to achieve. The purpose of the study was to determine the relationship between quality of life and mental health in the elderly. Descriptive analytic research design with cross sectional approach.The sampling technique used in the study was quota sampling, with the samples in this study were 85 respondents. Data collected by questionnaire. Questionnaire uses a quality of life with the World Health Organization Quality of Life-Bref (WHOQoL-BREF) and mental health questionnaire with the Mini-Mental State Exam (MMSE). The analysis results show that the p value is 0,000 (α< 0,05), then statistically shows the Ha hypothesis was accepted and Ho hypothesis was rejected, meaning that there is a relationship between quality of life and mental health on elderly in Puskesmas Cawas I.Conclusion of this study there was a significant relationship between quality of life and mental health on elderly in Puskesmas Cawas I with p value is 0,000 (α< 0,05).
Peningkatan Kapasitas Preceptor dalam Pembelajaran Preceptorship di Rumah Sakit Solo Raya Setianingsih Setianingsih; Istianna Nurhidayati; Sri Sat Titi; Retno Yuli Hastuti; Saifudin Zukhri; Daryani Daryani
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 04 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i04.830

Abstract

Preceptorship is a clinical learning process that aims to help students in their new role to acquire initial competencies in a short period of time. Preceptors are often faced with many demands but they are not well prepared to accomplish these demands. Capacity building of preceptors is an effort for clinical supervisors by providing specialized training for the practice of nursing professional education. This activity aims to ensure harmony and readiness in the nursing professional education process. This capacity building is expected to improve the ability of preceptors to provide guidance to nursing students so that students on the practice field can achieve competence in each phase. Capacity building for preceptors was carried out at Politeknik Insan Husada Surakarta on March 16-17, 2023 with 43 participants. This capacity building increases preceptor knowledge with a significance value of 0.000 (α < 0.005). Participants actively participated in the activity and could immediately play an active role in the role play. Role play was carried out by dividing participants into 5 groups. The materials presented in this activity include effective communication in pre and post conferences, Bed Side Teaching, Journal and Presus Analysis, Mini Cex and DOPS. The ability to facilitate students in learning in the clinic is seen when preceptors do role play. Preceptors can perform their roles very well.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEPERAWATAN KRITIS TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA YANG DIRAWAT DI IRI Retno Yuli Hastuti; Tri Windarti; Kemaludin Kemaludin
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.953

Abstract

Latar Belakang: Salah satu keadaan keluarga dalam menghadapi anggota keluarga yang dirawat di IRI adalah kecemasan. Dampakdarikecemasankeluargaadalahpengambilankeputusan yang tertunda,gangguan fisik dan psikologis. Melalui pemberian pendidikan kesehatan diharapkan dapat menurunkan hormon-hormon stressor, mengaktifkan hormon endorfin alami, sehingga gangguan fisik dan psikologis bias dihindari. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional analitik dengan rancangan crosssectional. Desain penelitian ini adalah ”Quasi Experimental Pre-Post Test With Control Group”dengan intervensi pemberian Pendidikan Kesehatan. Responden penelitian ini sebanyak 64 responden yaitu 32 responden sebagai kelompok intervensidan 32 responden sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sample dengan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data dengan kuesioner karakteristik responden, kuesioner tingkat kecemasan keluarga (KTKK), SAP dan Leaflet. Analisa data bivariat dengan Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil: Hasil penelitian diperoleh p value sebesar 0,000 < 0,05 berarti ada perbedaan signifikan (nyata) tingkat kecemasan responden antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang keperawatan pasien kritis terhadap tingkat kecemasan keluarga di IRI RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN SYNDROME BURNOUT PADA MAHASISWA YANG MENGERJAKAN KARYA TULIS ILMIAH Retno Yuli Hastuti; Afit Jati Rinawan; Suwarno Suwarno
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.954

Abstract

Latar Belakang: Sindrome Burnout merupakan kumpulan gejala fisik, dan mental yang bersifat destrucktif akibat dari kelelahan kerja. Syndrome burnout merupakan perubahan sikap dan perilaku dalam bentuk reaksi menarik diri secara psikologis dari pekerjaan. Salah satu penyebab dari syndrome burnout tersebut adalah ketika seorang individu menerima stressor dan menggunakan mekanisme koping negatif untuk menghadapi stressor tersebut. Metode: Desain penelitian analitik Correlational dengan pendekatan cross sectional, dengan uji Somers. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian adalah simple random sampling yang berjumlah 119 populasi penelitian, dan didapatkan hasil 91 reponden penelitian. Alat pengumpulan data adalah kuisioner. Dengan uji somers. Hasil: Hasil analisa didapatkan nilai p value = 0, 148 berarti (α > 0, 05). Maka secara statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna sehingga hipotesis Ho diterima dan Hipotesis Ha ditolak. Kesimpulan : Kesimpulan pada penelitian ini tidak ada hubungn yang signifikan antara mekanisme koping terhadap syndrome burnout pada mahasiswa ang mengerjakan karya tulis ilmiah prodi DIII Keperawatan STIKES Muhammadiyah Klaten dengan p value = 0, 148 berarti (α > 0, 05)