Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sistematika Penulisan Al-Qur'an Agus Pratama, Mulfian; Andi Miswar; Halima Basri
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v1i2.163

Abstract

Al-Qur’an merupakan kalam ilahi yang absolut kebenarannya. Namun, terkait dengan sistematika atau susunan tertib peletakkan surah-surahnya, terdapat ragam pendapat dalam urusannya. Diantara sahabat ada yang menyusun sesuai dengan masa turunnya, dan ada juga yang menulis mulai dari surah al-fatihah sampai surah al-nas, sebagaimana yang kita pedomani hari ini yaitu pada mushaf utsmani. Tentunya para mufassir dalam menjawab ini dengan berpijak pada hadis Nabi SAW, dan sejarah yang berlaku di kalangan para sahabat, atau menjawab dengan menelaah dari keduanya, sehingga terjadi tiga perbedaan pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa sistematika mushaf Al-Qur’an bersifat tauqifi. Pendapat kedua, penyusunan urutan mushaf Al-Qur’an merupakan hasil ijtihadi. Sedangkan pendapat ketiga memandang bahwa sistematika mushaf Al-Qur’an sebagian bersifat tauqifi dan sebagian lagi bersifat ijtihadi. Jenis penelitian ini menitikberatkan pada penelitian dalam bentuk penelitian kepustakaan dalam bentuk Library Research atau studi kepustakaan. Persoalan yang dikaji terkait dengan bagaimana sistematisasi penulisan Al-Qur’an, mulai dari ayat-ayatnya, dan surah-surahnya dalam Al-Qur’an. Adapun sasaran penelitian lebih menitikberatkan pada apakah ayat-ayat atau surah dalam Al-Qur’an itu bersifat tauqifi, ataupun ijtihadi hasil dari ikhtiar para ulama.
Kronologi Pewahyuan Al-Qur'an: Rekonstruksi Epistemologis dan Metodologis Asbāb al-Nuzūl dalam Perspektif Klasik dan Kontemporer Nurfadillah Mustafa; Andi Miswar; Halimah Basri
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The understanding of asbāb al-nuzūl is now seen not only as an explanatory device for the descent of the verse, but also as a critical instrument for reconstructing the chronological landscape of revelation. In modern development, the issue of the chronology of revelation no longer focuses only on the Makkiyyah–Madaniyyah division, but also includes historical, philological, and socio-political criticism at the time of revelation, as seen in contemporary studies of the last five years. The method of this research is qualitative, based on literature studies that are descriptive-analytical. The results of the study show that asbāb al-nuzūl not only serves as an explanation for the descent of verses, but is also an important instrument in mapping the phases of revelation, identifying the socio-historical context of the verses, and preventing distortions of interpretation. The integration between authentic narration of the companions, the narration of mursal verified through qara'in, criticism of sanad and matan, and modern contextual analysis allows for a more accurate and coherent reconstruction of the chronology of revelation. This study confirms that asbāb al-nuzūl has methodological significance in the development of historical and thematic interpretations, as well as being relevant as a multidisciplinary framework in contemporary Qur'an studies. These findings are expected to contribute to the formulation of a more critical, integrative, and interpretive approach in accordance with the development of modern methodologies.
Model Kesabaran Qur’ani: Studi Tematik Pada Ayat-Ayat Tentang Resiliensi Kesabaran Hasfiana; Andi Miswar; Halimah Basri
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

resilience through a thematic tafsir approach. The study aims to formulate a conceptual model of patience that goes beyond a purely normative ethical attitude and functions as an integrated mechanism of inner resilience shaping faith, psychological stability, and spiritual maturity. The primary data consist of selected Qur’anic verses, particularly QS. Al-Baqarah [2]:153 and 155, QS. Ar-Ra‘d [13]:22, QS. Al-A‘raf [7]:200, and QS. Al-Anfal [8]:46, which are analyzed through a synthetic reading of classical and contemporary Qur’anic exegesis. The findings indicate that Qur’anic patience operates in a layered and systemic manner, encompassing the strengthening of faith, Qur’an-based cognitive reframing of trials, spiritual tranquility through worship and isti‘ādhah, adaptive moral behavior, and self-transformation through life’s challenges. This model demonstrates that patience in the Qur’anic perspective is not a passive form of endurance, but an active spiritual force that enables individuals to remain resilient, adaptive, and growth-oriented amid adversity. Consequently, Qur’anic patience functions as a foundational framework of spiritual resilience that structures continuous faith development at both personal and social levels.
Transformasi Pemuda: Menelusuri Jalan Moderasi Beragama dan Melawan Faham Radikalisme dalam Era Modern Akbar, Wahyu; Andi Miswar; Halimah Basri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14067

Abstract

Radikalisme di kalangan pemuda mengancam persatuan bangsa Indonesia akibat faktor politik, sosial-ekonomi, dan paparan digital ekstrem. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena radikalisme pemuda, menggali karakter ideal Islam dari Al-Qur’an dan Hadis, serta menelaah moderasi beragama sebagai strategi deradikalisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui library research, populasi mencakup literatur primer (Al-Qur’an, Hadis) dan sekunder (tafsir, jurnal, laporan BNPT), dengan sampel purposive seperti QS. Al-Kahfi:13-14 dan QS. Al-Baqarah:143. Instrumen utama adalah dokumen literatur, dianalisis melalui close reading, kategorisasi tematik, dan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan karakter pemuda ideal berbasis wasathiyyah mendorong sikap toleran anti-ekstremisme, dengan ikhtiar dakwah digital dan komunitas moderat. Penelitian menyimpulkan moderasi beragama efektif memperkuat ketahanan Pancasila, direkomendasikan integrasi kurikulum pendidikan dan kolaborasi BNPT