Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

IPTEK BAGI MASYARAKAT : “Let’s Be Survivor Cardio” UPAYA REGULASI PERILAKU BERESIKO CARDIOVASCULAR DISEASE TAHUN 2014 Wiwit Nurwidyaningtyas; Siti Kholifah
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - April 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.886 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v3i1.34

Abstract

Abstract : Various risk factors such as smoking, hypertension, chronic elevated blood sugar levels, increased blood fat levels that not controlled and the lack of sporting activity are directly proportional to the increase in the prevalence of cardiovascular disease (CVD). But people generally do not realize that these risk factors closely related to unhealthy lifestyles inherent in public behavior, including the family environment. Lack of family awareness about  risk of CVD patterns become an important point in the risk factor control strategies through the dissemination and application of a pilot project in a targeted area. This program aims to encourage families built to be able to control or reduce behaviors or habits that lead to CVD risk behavior. In Higher Education program funded IbM we try to apply the smart card on the family built that called logbook for monitoring indicators of risk behavior includes, waist circumference, blood pressure, blood glucose monitoring and blood fat, diet and exercise and smoking habits. This program is facilitated by local cadres who previously had trained  on CVD risk factors during cadre training program in Rampal Celaket Public Health Services working area has been done in 2013. Then family discipline built for the implementation of an advanced program "One card for my neighbor" will be evaluated. Evaluation of the results of the program indicate that the socialization of the healthy heart control card has been given to the family target is not directly proportional to the discipline of monitoring indicators of risky behaviors. This results still far from the expectation, considering the risk factors for CVD inherent in the life behavior is still not a priority needs and yet to be felt as actual symptoms that adversed family.Keywords : cardiovascular disease, risk, regulation Abstrak: Berbagai faktor resiko seperti merokok, hipertensi, peningkatan kadar gula darah kronis, peningkatan kadar lemak darah yang tidak terkontrol dan kurangnya aktivitas olah raga berbanding lurus dengan peningkatan prevalensi cardiovascular disease (CVD). Namun masyarakat pada umumnya tidak menyadari bahwa faktor resiko tersebut erat kaitannya dengan pola hidup tidak sehat yang melekat pada perilaku masyarakat termasuk lingkungan keluarga. Kurangnya kesadaran keluarga akan pola kebiasaan beresiko CVD menjadi poin penting dalam penyusunan strategi pengendalian faktor resiko melalui sosialisasi dan aplikasi pilotproject dalam suatu area binaan. Program ini bertujuan mendorong keluarga binaan untuk dapat mengendalikan atau berupaya mengurangi perilaku atau kebiasaan yang mengarah pada perilaku beresiko CVD. Dalam program IbM yang didanai DIKTI ini kami mencoba mengaplikasikan kartu cerdas pada keluarga binaan yang disebut sebagai logbook untuk pemantauan indikator perilaku beresiko meliputi, lingkar perut, tekanan darah, pemantauan gula darah dan lemak darah, pola makan dan olahraga serta kebiasaan merokok. Program ini difasilitasi oleh kader setempat yang sebelumnya telah dierikan pelatihan tentang faktor resiko CVD pada program pelatihan kader wilayah kerja PKM Rampal Celaket yang telah dilakukan pada tahun 2013. Kemudian akan dievaluasi kedisiplinan keluarga binaan untuk pelaksanaan program lanjutan “Satu kartu untuk tetangga-Ku”. Evaluasi hasil program menunjukkan bahwa sosialisasi kartu kendali jantung sehat yang telah diberikan pada keluarga binaan tidak berbanding lurus dengan kedisiplinan pemantauan indikator perilaku beresiko dengan hasil yang masih jauh dari harapan mengingat faktor resiko CVD yang melekat pada perilaku hidup masyarakat masih belum menjadi prioritas kebutuhan dan belum dirasakan adanya gejala aktual yang merugikan keluarga.Kata kunci :cardiovascular disease, resiko, regulasi
PENGARUH BULLYING TERHADAP KONSEP DIRI REMAJA DI SMK KESEHATAN KENDEDES MALANG Siti Kholifah
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.483 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v5i2.145

Abstract

Abstract : Bullying is a social problem that is often found among school children. This phenomenon continues to increase in numbers in Indonesia. Weak supervision from parents, educators, and the community is one of the factors causing the outbreak of bullying in the school environment, in addition to the fact that victims do not dare to fight or report. This has resulted in cases of bullying that can not be handled properly so that it gives the impact of depression, feelings of worthless and unaccepted, and changes in the victim's self-concept. This study aims to analyze the effect of bullying on adolescent self-concept at Kendedes Health Vocational School. The design used was observational analytic with cross sectional study approach. The study was conducted at Kendedes Health Vocational School with a sample of 56 students selected using purposive sampling techniques. Analysis of data using linear regression. The results showed that bullying had an influence on adolescent self-concept (r = 0.242), with an effect of 5.8% (R Square = 0.058). This means that self-concept is influenced by 94.2% by other variables not examined. It takes attention and awareness of the school and students to avoid cases of bullying in schools. Further research is expected to strengthen the results of this study.Keywords : bullying, self-concept, adolescentAbstrak : Bullying merupakan salah satu masalah sosial yang banyak ditemukan di kalangan anak sekolah. Fenomena ini terus meningkat angkanya di Indonesia. Lemahnya pengawasan dari orang tua, pendidik, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab merebaknya kasus bullying di lingkungan sekolah, selain kenyataan bahwa korban tidak berani melawan atau melapor. Hal ini mengakibatkan kasus bullying tidak dapat tertangani dengan baik sehingga memberikan dampak depresi, perasaan tidak berharga dan tidak diterima, serta perubahan konsep diri korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bullying terhadap konsep diri remaja di SMK Kesehatan Kendedes Malang. Desain yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di SMK Kesehatan Kendedes Malang dengan jumlah sampel 56 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying memiliki pengaruh terhadap konsep diri remaja (r = 0,242), dengan pengaruh sebesar 5,8% (R Square = 0,058). Hal ini berarti konsep diri dipengaruhi sebesar 94,2% oleh variabel lain yang tidak diteliti. Diperlukan perhatian dan kesadaran pihak sekolah serta siswa untuk menghindari kasus bullying di sekolah. Penelitian lanjutan sangat diharapkan untuk menguatkan hasil penelitian ini.  Kata Kunci : bullying, konsep diri, remaja
Kajian Kelompok Risiko Tinggi: Studi Pendahuluan Pengembangan Model Pengendali Prevalensi Penyakit Kardiovaskular Wiwit Nurwidyaningtyas; Siti Kholifah; Aditya Rahma
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 17 No 1 (2014): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v17i1.369

Abstract

Peningkatan kasus penyakit kardiovaskular (PKV) baik pada kelompok penyakit jantung koroner atau Cerebrovascular Attack (CVA) perlu mendapat perhatian mengingat kecenderungan pergeseran usia serangan. Tindakan pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin. Penelitian deskriptif eksplorasi ini mengkaji kelompok risiko tinggi untuk dikategorikan derajat risikonya dengan  Framingham Risk Score (FRS) 10 years. Kajian ini dilakukan pada 25 orang responden yang termasuk kelompok berisiko di Malang Raya.Terdapat  64% yang termasuk dalam kategori risiko sangat rendah, 20% risiko sedang, dan masing-masing 8% kategori risiko rendah dan tinggi mengalami serangan PKV dalam 10 tahun yang akan datang. Fakor risiko PKV hampir selalu melekat dengan gaya hidup masyarakat yang berlangsung lama, tidak disadari, dan sulit untuk diubah  dan dikondisikan dengan belum terbiasanya istilah  identifikasi kelompok risiko melalui FRS 10 Years. Penting dibentuk model kepemimpinan komunitas yang kuat di masyarakat untuk mengidentifikasi faktor risiko, bekerjasama dengan tenaga kesehatan untuk melakukan manajemen faktor risiko sehingga prevalensi PKV dapat ditekan. Hal ini akan berimplikasi pada penghematan biaya hospitalisasi akibat PKV. AbstractHigh Risk Group Study: a Preliminary Study for Developing Model for Controlling Cardiovascular Disease. The increasing cases of Cardiovascular Disease (CVD) both of coroner attack or Cerebrovascular Attack (CVA) needs more attention since there is a tendency the occurance of onset shift based on age, which are always based on lifestyle. This disease can be identified with Framingham Risk Score 10 years. The aim of this study was to explore non healthy life style and to identify risk group categories with the  FRS 10 years  approach. This research was conducted in a  risk group of 25 respondents in Malang region selected using accidental sampling technique. 64 % respondents of high risk group were categorized as very low risk of CVD onset tendency for the next 10 years; 20 % respondents were in the medium category, whereas 8% of each was categorized in low and high risk category of CVD onset tendency for the next 10 years. CVD risk factors were in line with people’s lifestyle in a long period. It was not recognized and it was hard to be changed. Yet, it was in line with unfamiliar phenomenon of  risk group identification through FRS 10 years. Therefore it is important to build strong community leadership models in the community to identify the risk factors and together with health workers perform its management to prevent  the prevalence of CVD risk factors so that the costs of hospitalization due to CVD can be reduced. Keywords: FRS 10 Years, Leadership, CVD
Autogenic Relaxation, Movement, and Affirmation (RIMA) Therapy: Efforts to Strengthen Self-Efficacy to Prevent Drug Withdrawal in Aggregate Patients with Pulmonary TB Siti Kholifah; Putu Sintya Arlinda Arsa
Babali Nursing Research Vol 3 No 3 (2022): November
Publisher : Babali Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.938 KB) | DOI: 10.37363/bnr.2022.33137

Abstract

Introduction: Strengthening self-efficacy is an alternative to prevent drug withdrawal in patients with pulmonary TB. Autogenic relaxation, movement and affirmation (RIMA) therapy can help strengthen self-efficacy in patients with pulmonary TB so as to prevent drug withdrawal. The general objective of this study was to determine the role of RIMA therapy in strengthening the self-efficacy of pulmonary TB patients. Methods: The design of this research is a quasi-experimental using pre-test and post-test with control group design. The Respondents were patients with pulmonary TB in the work area of the Puskesmas Pakis, Malang Regency, a total of 60 people were determined using purposive sampling. RIMA therapy was carried out for 2 weeks, and data collection was carried out using a questionnaire. Data analysis used Wilcoxon Signed Rank test and Mann-Whitney test with α = 0.05%. Results: The results of this study indicate that there is an effect of RIMA therapy on self-efficacy in the experimental group, which is indicated by a p value = 0.000 (< 0.05). In addition, there is a significant difference in self-efficacy between the experimental group and the comparison group, which is indicated by the p value = 0.000 (< 0.05). Conclusion: RIMA therapy influences increasing self-efficacy of pulmonary TB patients. Therefore, it is recommended that patients with pulmonary TB carry out RIMA therapy independently at home to support their treatment.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Sebelum dan Sesudah Pemberian Terapi SEFT pada Pasien Preoperasi Mardika, Pamela; Kholifah, Siti; Anjarwati, Nurul; Agustina, Wiwik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16803

Abstract

Pada tindakan pembedahan, walaupun bertujuan untuk menyembuhkan pasien, namun akan menghasilkan reaksi cemas terhadap aspek fisiologis dan psikologis tanpa memandang besar kecilnya operasi. Kecemasan adalah respon adaptif, dipengaruhi oleh karekteristik individual atau proses psikologis, yaitu akibat dari tindakan, situasi atau kejadian eksternal yang menyebabkan tuntutan fisik atau psikologis terhadap seseorang. Respon psikologis karena tindakan pembedahan dapat berkisar cemas ringan, sedang, berat sampai panik tergantung masing-masing individu. Pasien yang akan dioperasi biasanya menjadi agak gelisah dan takut. Perasaan gelisah dan takut kadang tidak tampak jelas. Tetapi kadang-kadang pula kecemasan itu dapat dilihat dalam bentuk lain.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) pada pasien pre operasi di RS Panti Nirmala Malang. Desain penelitian mengunakan desain Pra-Experimental design. Hasil uji statistik menggunakan Paired t-Test .Instrument pengambilan data menggunakan kuisioner HARS. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 pasien di ruang Santa Anna yang memenuhi kriteria Inklusi.Berdasarkan hasil penelitian di ruang St.Anna Rs Panti Nirmala Malang diperoleh bahwa kepada 50 responden dapat dijelaskan bahwa hasil uji T menunjukan p= 0,00 hasil menunjukan adanya perbedaan, dengan Nilai mean (rata-rata) pre 19.6% dan post 12.58%. Maka menunjukan penurunan terhadap kecemasan.Diharapkan pasien mendapatkan kemanfaatan dari terapi komplementer SEFT dan Rumah Sakit menerapkan terapi ini sebagai kombinasi dari terapi farmakologis dalam mengurangi kecemasan pada pasien pre operasi.
INFLUENCE COMBINATION OF WARM WATER COMPRESS AND FINGER HAND RELAXATION TO REDUCE HEADACHE IN HYPERTENSION PATIENTS Dwinta Widya Navita; Putu Sintya Arlinda Arsa; Erwanto, Erwanto; Siti Kholifah
International Journal of Patient Safety and Quality Vol. 1 No. 2 (2024): International Journal of Patient Safety and Quality, October 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijpsq.v1i2.61462

Abstract

Background: Hypertension is one of the main causes of premature death. Globally, sufferers reach one of the symptoms of headache. Warm water compresses and finger grip relaxation are commonly used as non-pharmacological therapy for these patients. This study aims to determine the effect of a combination of warm water compresses and finger grip relaxation to reduce headaches in hypertension sufferers. Methods: The research design used quasi-experiment non-equivalent control group. This study has collected data from June – July 2023 at Prima Husada Hospital, Malang. A sample of 42 people was determined through snowball sampling and divided into two groups of equal size (the experimental group with a combination treatment of warm water compresses and finger grip relaxation and the control group with only warm water compresses treatment). The research instrument was a Numeric Rating Scale (NRS) observation sheet. Then the data were analyzed using paired sample T test and independent sample T test. Results: The average pretest headache scale for the experimental group dominated by women aged 35-45 years who worked as IRT = 4.4762 (medium) and the control group dominated by women aged 46-55 years who worked as farmers = 4.7143 (medium); the average posttest headache scale for the experimental group = 2.7143 (mild) and the control group = 3.4286 (mild); and both treatments, both the combination of warm water compresses and finger grip relaxation and warm water compresses alone, have a significant effect in reducing headaches for hypertension sufferers (each pvalue = 0.000), but the effects of the two are not significantly different. (p-value = 0.078). Conclusion: These two treatment models are useful in reducing hypertension headaches, although the effectiveness of their effects is not significantly different. Therefore, health service institutions such as hospitals can choose one of the two to be used as a complementary therapy for headaches for hypertension sufferers.
Pengaruh Edukasi Teknik Menyusui Melalui Media Booklet Terhadap Keberhasilan Menyusui Ibu Post Partum Di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang Yulinar Indreswari Ratnaningtyas; Nurul Anjarwati; Lie Liana Fuadiati; Siti Kholifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2174

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi dan molekul bioaktif yang mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta pembentukan sistem imun. Namun, berbagai masalah dalam proses menyusui, seperti perlekatan yang tidak tepat, posisi menyusui yang salah, serta kurangnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui yang benar, dapat menghambat keberhasilan menyusui. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi teknik menyusui melalui media booklet terhadap keberhasilan menyusui ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain Posttest-Only Control Group Design dengan populasi seluruh ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang sebanyak 102 orang. Sampel penelitian berjumlah 80 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (edukasi menggunakan booklet) dan kelompok kontrol (edukasi menggunakan leaflet). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen LATCH Score, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok eksperimen memiliki keberhasilan menyusui dalam kategori baik (70%), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 55%. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p-value = 0,000 < 0,05). Nilai mean rank kelompok eksperimen (60,50) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (20,50), yang menunjukkan bahwa edukasi melalui media booklet lebih efektif dalam meningkatkan keberhasilan menyusui dibandingkan edukasi melalui media leaflet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi teknik menyusui melalui media booklet berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan menyusui ibu post partum di Ruang Maternitas RS Prima Husada Malang. Oleh karena itu, media booklet direkomendasikan sebagai salah satu sarana edukasi kesehatan yang dapat digunakan oleh tenaga kesehatan dalam meningkatkan keberhasilan menyusui.
Efektifitas Hipnoterapi Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Prima Husada Malang Ayu Regita Cahyani; Siti Kholifah; Afiatur Rohimah; Nurul Anjarwati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2178

Abstract

Depresi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 terjadi akibat manajemen penyakit kronis yang kompleks, resiko komplikasi dan penurunan kualitas hidup. Kondisi psikologis negatif ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak berdampak luas pada kondisi fisik, perilaku, dan hasil pengobatan pasien. Salah satu penanganannya yaitu hipnoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hipnoterapi terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang. Desain penelitian ini berupa one group pretest–posttest design. Sampel penelitian sebanyak 51 pasien diabetes mellitus tipe 2 gangguan depresi di Rumah Sakit Prima Husada Malang yang ditentukan dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa Beck Depression Inventory (BDI). Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan hipnoterapi mayoritas responden mengalami depresi sedang sebanyak 36 responden (70.6%), sedangkan setelah diberikan hipnoterapi sebagian besar responden mengalami depresi ringan sebanyak 32 responden (62.7%). Hasil uji statistik menunjukkan hipnoterapi efektif secara signifikan terhadap penurunan tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 (P-value = 0.000 < 0.05). Hipnoterapi menurunkan depresi dengan cara membawa pasien ke kondisi relaksasi mendalam (trance) dengan mengakses pikiran bawah sadar, mengubah pola pikir negatif menjadi positif dan melepaskan emosi terpendam, sehingga membantu pasien untuk mengidentifikasi akar masalah, mengurangi kecemasan dan meningkakan motifivasi untuk pemulihan.
Efektifitas Pemberian Kombinasi Inhalasi Aromaterapi Lemon dan Terapi Afirmasi terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Gastritis di Ruang Dahlia RS Prima Husada Malang Nurul Cintya Laila Ramadhani; Putu Sintya Arlinda Arsa; Lie Liana Fuadiati; Siti Kholifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2182

Abstract

Gastritis adalah peradangan mukosa lambung dengan gejala utama nyeri epigastrik akibat iritasi, salah satunya karena infeksi Helicobacter pylori. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menjadi kronis dan menyebabkan komplikasi seperti tukak, perdarahan, anemia, hingga kanker lambung. Intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi lemon dan terapi afirmasi berpotensi menurunkan nyeri melalui mekanisme fisiologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kombinasi inhalasi aromaterapi lemon dan terapi afirmasi terhadap tingkat nyeri pada pasien gastritis di RS Prima Husada Malang. Penelitian menggunakan one group pretest-posttest design dengan sampel 50 pasien gastritis yang mengalami nyeri epigastrik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data nyeri gastritis dikumpulkan menggunakan skala nyeri NRS dan data yang terkumpul dianalisis dengan Wilcoxon Sign Rank Test pada taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, mayoritas pasien mengalami nyeri tingkat sedang sebanyak 44 orang (88%) dan setelah intervensi, mayoritas pasien mengalami nyeri ringan sebanyak 37 orang (74%). Hasil analisis menunjukkan adanya efektivitas yang signifikan dari kombinasi terapi terhadap penurunan nyeri gastritis (p-value = 0.000). Pemberian kombinasi inhalasi aromaterapi lemon dan terapi afirmasi terbukti efektif menurunkan nyeri pada pasien gastritis, karena aromaterapi lemon menghambat inflamasi dan menenangkan sistem saraf, sedangkan terapi afirmasi mengurangi kecemasan dan mengalihkan fokus dari nyeri, sehingga secara sinergis mampu menurunkan persepsi nyeri pada pasien gastritis.
Perbedaan Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Dengan Batuk Pilek Sebelum Dan Sesudah Terapi Uap Aromaterapi Lavender Di AMI Baby Spa Pasuruan Deva Afridiani; Siti Kholifah; Desy Rinawaty; Luluk Nur Aini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2184

Abstract

Batuk pilek merupakan salah satu bentuk Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang sering terjadi pada anak dan dapat menyebabkan gangguan bersihan jalan napas akibat penumpukan sekret. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi uap dengan aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bersihan jalan napas pada anak dengan batuk pilek sebelum dan sesudah terapi uap aromaterapi lavender di Ami Baby Spa Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 anak dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi bersihan jalan napas berdasarkan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi sebagian besar responden memiliki bersihan jalan napas cukup efektif, sedangkan setelah terapi meningkat menjadi efektif. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah terapi. Secara teori, inhalasi uap dapat meningkatkan kelembapan mukosa saluran napas sehingga sekret menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Kandungan linalool dan linalyl acetate pada lavender memiliki efek antiinflamasi dan relaksasi yang membantu memperbaiki pernapasan. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan desain penelitian dengan kelompok kontrol serta jumlah sampel yang lebih besar agar diperoleh hasil yang lebih kuat mengenai efektivitas terapi uap aromaterapi lavender terhadap bersihan jalan napas