Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI SAYURAN MELAKSANAKAN KEMITRAAN DENGAN KUD KARYA TEGUH DI LEMBANG Lies Sulistyowati
Sosiohumaniora Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i2.5310

Abstract

Salah satu bentuk kemitraan yang dilaksanakan petani sayuran adalah kemitraan dalam pemasaran (marketing contract) dengan KUD Karya Teguh di Lembang. Tujuan penelitian ini untuk: (1). mengetahui faktor-faktor dominan yang mempengaruhi petani sayuran untuk melakukan kemitraan, (2). memperoleh gambaran tentang bentuk dan mekanisme kemitraan antara petani sayuran dengan KUD Karya Teguh, (3). mengetahui manfaat yang diperoleh petani dengan adanya kemitraan. Metode yang digunakan adalah Studi Kasus, dengan mengambil lokasi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis jalur (path analysis). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah : 1. Keputusan petani untuk melaksanakan kemitraan dengan KUD Karya Teguh dipengaruhi oleh faktor faktor: luas lahan garapan, ketersediaan modal petani, kemampuan petani memasarkan hasil, pengalaman dalam berusahatani sayuran, pinjaman modal dari KUD, jaminan pemasaran dan harga serta penyuluhan/transfer teknologi secara bersama-sama mempengaruhi sebesar 87,20%, sedangkan sisanya 12,80% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum masuk dalam model. Dari ketujuh faktor tersebut, maka faktor : ketersediaan modal petani dan adanya jaminan pemasaran serta harga, merupakan faktor yang dominan mempengaruhi keputusan petani untuk melaksanakan kemitraan. 2. Bentuk kemitraan yang terjadi antara dua pelaku tersebut di atas merupakan: kontrak pemasaran (marketing contract) yang dilakukan berdasarkan kesepakatan secara lisan (informal contract). 3. Petani sayuran merasakan manfaat dari kemitraan dalam: (a). peningkatan pendapatan, tingkat harga dan pengurangan risiko (aspek ekonomi), (b). peningkatan produktivitas, mutu produksi serta penguasaan teknologi budidaya dan pasca panen (aspek teknis), (c). adanya keinginan untuk melanjutkan kemitraan, serta pelestarian lingkungan (aspek sosial). Kata kunci : kontrak pemasaran, perilaku petani , kemitraan, KUD, manfaat.
IDENTIFIKASI RISIKO USAHATANI MANGGA DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA DI KABUPATEN CIREBON Nur Syamsiyah; Lies Sulistyowati; Kuswarini Kusno; Sulistyodewi Nur Wiyono
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.264 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.11062

Abstract

Masalah utama dalam pengembangan sektor pertanian adalah ketisakpastian. Ketidakpastian menjadikan banyak masyarakat yang yang tidak memilik sektor pertanian sebagai pengembangan bisnis, utamanya ditingkat usahatani. Risiko ketidakpastian ini memperngwaruhi petani dalam menjalankan usahataninya. Petani mangga di Kabupaten Cirebon juga tidak terlepas dari risiko ketidakpastian dalam usahatani mangga yang dilakukannya. Beberapa petani mangga memilih untuk membiarkan pohon mangganya tanpa proses pemeliharaan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko usahatani mangga dalam pengembangan agrowisata di Kabupaten Cirebon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, wawancara, focus group discussion dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Mix method yaitu menggunakan analisis deskriptif dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil identifikasi risiko adalah risiko dalam usahatani mangga digolongkan dalam 4 kategori yaitu risiko suplai, risiko operasional, risiko keuangan dan risiko lingkungan. Dalam kegiatan usahatani yang dilakukan petani mangga risiko yang memiliki nilai RPN dan RSV yang paling tinggi adalah risiko alam/lingkungan.