Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

WARIA SEBAGAI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PUSPITA RINENGGA KARYA TULUS SETIYADI: KAJIAN PSIKOANALISIS Putri, Yuniar Annistya; Fuadhiyah, Ucik
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.599

Abstract

Puspita Rinengga adalah novel karya Tulus Setiyadi yang merupakan penulis sastra Jawa modern. Novel Puspita Rinengga yang ditulis pada tahun 2022, diterbitkan oleh Pustaka Ilalang. Novel Puspita Rinengga merupakan karya sastra Jawa yang menarik untuk diteliti dari tokoh utamanya yang merupakan seorang waria melalui psikologi sastra. Tokoh dalam karya sastra seperti layaknya manusia dengan segala permasalahan yang mempengaruhi kepribadiannya. Penelitian ini membahas mengenai kepribadian dan faktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh utama. Sehingga pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi sastra pada aspek tokoh utama pada novel Puspita Rinengga karya Tulus Setiyadi. Oleh karena itu, kepribadian tokoh Parjono akan dijelaskan dengan dinamika Id , Ego , dan Superego yang mempengaruhi dan membentuk kepribadiannya. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis teks dan teknik pustaka. Dalam penelitian ini membahas tentang (1) kepribadian tokoh utama (2) Faktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh utama. Hasil dari penelitian ini (1) Gambaran secara objektif tentang kepribadian tokoh utama dengan wujud Id , Ego , dan Superego kajian psikoanalisis Sigmund Freud (2) Faktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh utama disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor lingkungan, dan faktor tekanan. Rekomendasi penelitian ini sebagai pembelajaran menulis karya sastra untuk mengembangkan karakter dan plot sebagaimana yang terdapat pada novel Puspita Rinengga sehingga dapat menarik perhatian pembaca.
When Traditional and Modern Culture Collide: Analysis of "Lathi" Song Anggraheni, Dini; Fuadhiyah, Ucik; Sutopo, Bakti
Allure Journal Vol 2, No 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.373 KB) | DOI: 10.26877/allure.v2i1.10738

Abstract

A fusion of traditional and modern culture can produce a new mood in entertainment. One of the entertainment can be heard in music. As we all know, music is a form of expression that may introduce a culture. This research aimed to look at the Indonesian cultural elements in Weird Genius's song "Lathi" from various perspectives. The song "Lathi" was picked due to its widespread popularity in Indonesia, particularly on Tik Tok and Instagram. It was featured in a cover video and the Lathi Challenge, making it one of the most sought-after songs in 2020. The research outcome, a descriptive qualitative method using content analysis and semiotic approach, was employed to examine each component of the data from this song. The study's main focus was the visual, verbal, and instrumental analyses. The study's outcomes revealed a variety of cultural components in the song "Lathi" that demonstrated the song's meaning or message, especially in terms of Javanese culture.
Pengembangan Model Pembelajaran Menulis Geguritan Berbantuan Film Pendek dan Kartu Bergambar untuk Siswa Kelas IX Kamalia, Lailya; Sukoyo, Joko; Fuadhiyah, Ucik
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i2.1397

Abstract

Rendahnya minat dan kemampuan siswa dalam menulis geguritan dikarenakan model pembelajaran yang monoton dan kurang inovatif. Media pembelajaran yang digunakan kurang menarik, terbatas pada penggunaan powerpoint sehingga kurang merangsang kreativitas siswa. Selain itu keterbatasan imajinasi siswa dalam menuangkan ide menjadi kendala yang dapat menghambat proses menulis geguritan. Hal tersebut menjadi permasalahan yang harus segera diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran menulis geguritan berbantuan film pendek dan kartu bergambar sebagai solusinya. Desain penelitian ini menggunakan R&D (Research and Development) dengan model penelitian 3D (Define, Design, dan Development). Hasil penelitian ini adalah terciptanya model pembelajaran menulis geguritan. Komponen-komponen dari model ini meliputi sistem sosial, sitem pendukung, prinsip reaksi, dampak instruksional, dampak pengiring, dan sintagmatik. Sintagmatik model pembelajaran meliputi pendahuluan, pemberian materi, menyimak film pendek, latihan menulis geguritan dengan media kartu bergambar, pembimbingan menulis geguritan, menyajikan hasil, penilaian, dan refleksi. Model pembelajaran menulis geguritan berbantuan film pendek dan kartu bergambar ini telah dinyatakan layak oleh ahli. Pemanfaatan film pendek dapat berfungsi sebagai pemicu rangsangan, atau sumber inspirasi peserta didik dalam mengembangkan ide. Sedangkan kartu bergambar dapat membantu peserta didik dengan memunculkan kata dan ide yang mendukung proses menulis geguritan. Kata Kunci: Model Pembelajaran; Geguritan; Film Pendek; Kartu Bergambar
Anomali Konsep Pola Pengasuhan Anak dalam Naskah Luput ing Pamulang Nugroho, Yusro Edy; Supriyadi, Didik; Widodo; Fuadhiyah, Ucik
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i2.91749

Abstract

Naskah Luput ing Pamulang merupakan salah satu karya sastra Jawa yang memuat nilai-nilai pedagogis tentang pengasuhan anak menurut kultur Jawa. Artikel ini menyajikan gambaran pola pengasuhan anak dalam budaya Jawa yang tidak selazimnya dipahami dan dimengerti oleh masyarakat saat itu. Pola pengajaran yang disajikan lebih menekankan pada hal-hal yang terlepas dari kelaziman pola pengasuhan anak pada masa itu. Beberapa hal penting yang ditemukan sebagai anomali adalah adanya pola pengasuhan yang selama ini diyakini sebagai: (1) pengabaian emosional, (2) eksploitasi anak, (3) kurangnya disiplin dalam pola pengasuhan, dan (4) peran gender yang kaku. Pola pengasuhan yang ditawarkan dalam naskah Luput ing Pamulang merupakan sebuah alternatif inovatif yang lebih cermat dalam interaksi hubungan orang tua dan anak.
Proses Kreatif Penulisan Novel Berbahasa Jawa Kompetitif Karya Siti Aminah Kumayah, Achifatul; Supriadi, Didik; Fuadhiyah, Ucik
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 13, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v13i3.134927

Abstract

This study examines Siti Aminah's creative process and writing strategies in producing competitive Javanese novels. The focus of the study includes the stages of the creative process and the strategies used to win novel writing competitions. This study uses an expressive approach, which focuses on the relationship between literary works and the inner world of the author, with descriptive qualitative methods. Research data was obtained through interviews with Siti Aminah and documentation of the novels Sengara Mati and Truntum. The results of the study reveal that the creative process undergone by Siti Aminah follows the four stages of Wallas, namely: the preparation stage, which involves collecting writing materials; the incubation stage, which involves deep reflection on previously written works; the illumination stage, which involves pouring ideas through mind mapping to organize the plot; and the verification stage, which involves self-evaluation for competition requirements and the involvement of professional editors for general publication. The findings also reveal that there are five strategies applied by Siti Aminah to produce high-quality works in the context of competitions, including: (1) selecting themes related to feminism and Yogyakarta culture, (2) using Javanese language that is easy to understand, (3) crafting an engaging narrative, (4) participating in literary competitions, and (5) effective post-competition publication and distribution strategies. This study concludes that the creative process in competitive novel writing depends not only on individual creativity, but also on the author's strategic ability to adapt to the demands of the competition.
Improving Ramayana Story Writing Skills by Applying the Problem Based Learning Model Assisted by Snakes and Ladders Formative Assessment Media in Class VII E Students of SMP Negeri 27 Semarang Herfianingtyas, Devika -; Marsini, Marsini; Fuadhiyah, Ucik
JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya Vol 5, No 3: Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jisabda.v5i3.19056

Abstract

This research was motivated by the low writing skills of the majority of class VII E students at SMP Negeri 27 Semarang in learning Javanese on the Ramayana story material. The aim of conducting research is to describe the application of the Problem Based Learning model assisted by the formative assessment media Snakes and Ladders in improving students' writing skills in learning Javanese on the Ramayana Story material in class VII E of SMP Negeri 27 Semarang. This research uses the Classroom Action Research (PTK) method which consists of two cycles, each cycle includes planning, implementation, observation and reflection. Data was collected through observation, assessment of written Ramayana stories, questionnaires, field notes, documentation, and interviews. Data analysis was carried out using descriptive analysis techniques for qualitative and quantitative data. Research shows that the average score for writing Ramayana Stories in pre-action was 64.41, cycle I was 73.97, and in cycle II was 81.91. The percentage of students' completion of Ramayana Story writing skills from pre-test to the end of cycle I increased from 47.06% to 64.71%, then in cycle II it increased to 79.41%. Based on these scores, it can be concluded that from before the action to after the action, the average score of students' Ramayana Story writing skills has increased by 17.50, namely from a score of 64.41 to 81.91. The learning process in cycle I ran more conducively and better than before, and there were positive changes in student behavior. In cycle II, class conditions are more conducive, learning becomes fun and meaningful for students..