Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Kemampuan Bernalar Kritis Kelas VII melalui Penerapan Project Based Learning pada Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Sufi Azkiya Uzulfa; Tutut Nurita; Beni Setiawan; Siti Nurul Hidayati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan bernalar kritis peserta didik kelas VII melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati menggunakan sistem penilaian autentik tiga komponen yang dikombinasikan dengan posttest. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dengan 30 peserta didik sebagai subjek total sampling, yang dibagi ke dalam tiga kelompok proyek berdasarkan ekosistem yang diobservasi (taman, lapangan, dan kolam). Data dikumpulkan melalui rubrik penilaian autentik tervalidasi (Content Validity Index: 0,86–0,91) yang mencakup tiga komponen: LKPD (30%), peta ekosistem (40%), dan presentasi (30%), serta didukung oleh posttest 10 butir. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan teknik perhitungan nilai rata-rata (mean), standar deviasi (SD), dan distribusi frekuensi berdasarkan kategori penilaian. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai akhir proyek sebesar 85,67 (SD = 1,73), dengan dua dari tiga kelompok (66,7%) berada pada kategori sangat baik dan satu kelompok (33,3%) pada kategori baik. Komponen peta ekosistem memperoleh rata-rata skor tertinggi (91,00), diikuti presentasi (87,00) dan LKPD (81,67). Rata-rata nilai posttest sebesar 83,00 (SD = 14,18) dengan 90% peserta didik mencapai kategori baik hingga sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti pembelajaran PjBL memiliki profil kemampuan bernalar kritis pada kategori baik hingga sangat baik.
Pengembangan, Validasi, Dan Uji Kelayakan Model Integrated Science Future Curriculum (ISFC) Berbasis Education For Sustainable Development (ESD): Studi Kasus Pada Sintiya Smart Academy Dalam Mendukung Pencapaian SDGS 2030 Eka Sintiya Wati; Siti Nurul Hidayati; Laily Rosdiana; Yoga Dwi Widya Candra
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.519

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut pengembangan model kurikulum yang mengintegrasikan literasi sains, kompetensi keberlanjutan, literasi digital, keterampilan abad ke-21, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 2030. Namun, banyak institusi pendidikan masih menghadapi kesenjangan antara kurikulum yang diterapkan dengan kebutuhan kompetensi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, memvalidasi, dan mengevaluasi efektivitas Integrated Science Future Curriculum (ISFC) berbasis Education for Sustainable Development (ESD). Penelitian menggunakan pendekatan Educational Design Research (EDR) yang terdiri atas lima tahap, yaitu analisis kebutuhan, pengembangan model, validasi, uji kepraktisan, dan evaluasi efektivitas. Penelitian dilaksanakan di Sintiya Smart Academy dengan melibatkan 30 peserta didik, 10 guru, 3 pengelola program, dan 10 validator ahli. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, focus group discussion (FGD), angket, dan lembar validasi ahli. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan indeks Aiken’s V, analisis persentase, serta perbandingan skor pre-test dan post-test. Hasil penelitian mengidentifikasi lima kebutuhan utama kurikulum, yaitu integrasi SDGs, literasi sains, literasi digital dan kesiapan kecerdasan buatan (AI), keterampilan abad ke-21, serta kompetensi keberlanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan model ISFC yang mencakup lima dimensi utama. Hasil validasi menunjukkan tingkat validitas yang tinggi (Aiken’s V = 0,92; validitas konstruk = 95%), kepraktisan yang sangat baik (91,7%), serta efektivitas yang ditunjukkan oleh peningkatan kompetensi keberlanjutan peserta didik sebesar 24,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa ISFC merupakan model kurikulum yang valid, praktis, dan efektif untuk mendukung pendidikan berkelanjutan serta pencapaian SDGs 2030.
PENGEMBANGAN WISATA RIVER TUBING SUNGAI PIKATAN SEBAGAI PENDUKUNG DESTINASI DESA WISATA PACET, MOJOKERTO Nurkholis; Tutur Jatmiko; Indar Sabri; Siti Nurul Hidayati; Fajar Eka Samudra
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6760

Abstract

khususnya Sungai Pikatan yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata river tubing. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai konsep desa wisata, rendahnya keterampilan pengelolaan wisata olahraga air, serta belum terbentuknya kelembagaan pengelola wisata yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan wisata river tubing Sungai Pikatan sebagai pendukung destinasi wisata Pacet sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat. Metode yang digunakan meliputi identifikasi potensi dan permasalahan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan dan pendampingan pengelolaan wisata, pengadaan sarana dan prasarana pendukung, serta evaluasi kegiatan melalui metode pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah pemerintah desa, Karang Taruna, kelompok PKK, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan kelompok seni budaya Desa Wiyu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata, terbentuknya kelembagaan pengelola wisata desa, tersusunnya Standar Operasional Prosedur (SOP) wisata river tubing, serta terbentuknya paket wisata adventure trip dan fun trip. Selain itu, kegiatan ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata, membuka peluang usaha baru, serta mendorong pemanfaatan sumber daya alam yang lebih produktif dan berkelanjutan. Pengembangan wisata river tubing di Sungai Pikatan berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan yang mendukung pemerataan kunjungan wisata di kawasan Pacet sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Wiyu.