Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

IDENTIFIKASI FAKTOR PERILAKU PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI KALANGAN MASYARAKAT DESA NGLANGGERAN, GUNUNG KIDUL: STUDI PENDAHULUAN DENGAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOUR Erna Tri Wulandari; Putu Dyana Christasani; Yosef Wijoyo; Titien Siwi Hartayu; Barnabas Bagus Aditya Abadi; Aris Widayati
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v6i2.10062

Abstract

This study explores behavioral factors for using traditional medicines among community members by applying the Theory of Planned Behavior (TPB). The research approach is analytic with a cross-sectional design. The independent variables are behavioral factors with TBP constructs: attitude, subjective norm, and perceived behavioral control. The dependent variable is the intention to behave. Respondents were women in Nglanggeran village, Patuk, Gunung Kidul. The instrument in the form of a questionnaire refers to the TPB construct and is validated. Data were analyzed by regression to explore the contribution of behavioral factors to behavioral intentions. The results showed that attitude, subjective norm, and perceived behavioral control did not partially contribute to the intention to use traditional medicine among the people of Nglanggeran Village, Patuk, Gunung Kidul. However, the three factors simultaneously contributed 22.8%, while 77.2% contributed to other factors.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI APOTEKER DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN INTERNET UNTUK PELAYANAN INFORMASI OBAT: STUDI PADA APOTEK JARINGAN Ari Widhiarso -; Aris Widayati; Aris Widayati
JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jfki.v2i2.341

Abstract

ABSTRAK Covid-19 menjadikan transformasi digital berlangsung cepat dan mengharuskan pemerataan penggunaan teknologi informasi komunikasi (TIK), termasuk bidang pelayanan kefarmasian berbasis internet. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi intention to use apoteker apotek jaringan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memanfaatkan media sosial dan internet untuk pelayanan kefarmasian . Penelitian bersifat observasional analitik diikuti 102 apoteker.Responden dipilih secara purposive non random sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kemudian disebarkan dengan format Google-form. Responden mengisi kuesioner yang terdiri atas 58 butir pertanyaan dan telah menandatangani inform consent sebagai bukti kesediaan partisipasi. Data profil responden dianalisis secara deskriptif kemudian dinalisis korelasinya dengan analisis Crosstab Chi-Square masing-masing konstruk persepsi pengguna TIK dengan intention to use apoteker dalam apotek jaringan tersebut. Penelitian ini telah memperoleh ethical clearance dari Komisi Etik Penelitian Fakultas Universitas Kristen Duta Wacana dengan nomor 1329/C.16/FK/2021. Penelitian menunjukkan 100% apotek jaringan dari 102 responden penelitian memiliki fasilitas internet untuk operasionalnya. Responden mengakses internet dengan komputer/laptop dan gadget/smartphone. Sebanyak 56,9% responden belum memaksimalkan penggunaan website resmi milik apotek jaringan, Sebanyak 74,51% responden, masih ragu-raguan dalam penggunaan platform daring/online untuk menunjang pelayanan kefarmasian. Hal ini bisa menjadi bahan evaluasi dan masukkan bagi management apotek jaringan tersebut. Hasil penelitian, masing-masing faktor memiliki hubungan yang positif dengan intention to use penggunan media sosial dan internet oleh responden pada apotek jaringan dengan nilai signifikan < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan hipotesis penelitian diterima.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE DEFINED DAILY DOSE (DDD) PADA PASIEN ULKUS DIABETIKUM DI RAWAT INAP RSUD SLEMAN PERIODE JANUARI-DESEMBER 2020 Rosmawati Sidabalok; Aris Widayati
JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jfki.v2i2.342

Abstract

Perkembangan antibiotik yang pesat berpotensi menyebabkan penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Evaluasi penggunaan antibiotik secara kuantitatif dapat dilakukan dengan metode Defined Daily Dose (DDD). Metode DDD merupakan perhitungan dosis rata-rata per hari pada orang dewasa. Evaluasi penggunaan antibiotik di rumah sakit menggunakan DDD/100 patient-days. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan dan gambaran kuantitas penggunaan antibiotik serta mengetahui dasar pemilihan antibiotik yang diresepkan pada pasien ulkus diabetikum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan bersifat retrospektif. Populasi penelitian adalah pasien ulkus diabetikum yang mendapatkan terapi antibiotik di RSUD Sleman periode januari-desember 2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian secara kuantitatif dilakukan dengan metode DDD dan DU 90%. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik pada jumlah keseluruhan nilai DDD/100 patient-days diperoleh nilai tertinggi yaitu ceftriaxone sebesar 52,31 DDD/100 patient-days diikuti oleh metronidazole 30,99 DDD/100 patient-days , gentamycin 15,68 DDD/100 patient-days, ciprofloxacin 12,31 DDD/100 patient-days, cefazoline 2,09 DDD/100 patient-days, ceftazidime 5,27 DDD/100 patient-days, meropenem 3,96 DDD/100 patient-days, clindamycin 2,53 DDD/100 patient-days, cefixime 1,1 DDD/100 patient-days, cefoperazone 0,66 DDD/100 patient-days, levofloxacin 0,66 DDD/100 patient-days dan amikasin 0,52 DDD/100 patient-days. Dengan 6 jenis antibiotik yang masuk dalam segmen DU 90% yaitu ceftriaxone, metronidazole, gentamycin, ciprofloxacin, cefazoline dan ceftazidime. Tingginya nilai DDD/100 patient-days menunjukkan banyaknya jumlah penggunaan antibiotik tersebut dalam pengobatan ulkus diabetikum yang menunjukkan kemungkinan terdapat penggunaan antibiotik yang kurang selektif. Kata kunci : antibiotik, Defined Daily Dose (DDD), DU 90%, ulkus diabetikum.