Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pelatihan Desain Kemasan Sabun dengan Aplikasi Canva online pada Siswa SMK Kesehatan Pelita Bangsa Hanifah Karimatulhajj; Puji Handayani Putri; Ari Widhiarso
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i1.2781

Abstract

Sabun alami yang merupakan bentuk sediaan kosmetik dapat diperjualbelikan dalam bentuk souvenir pernikahan tanpa perizinan dari BPOM. Kemasan sabun souvenir menjadi salah satu daya tarik yang dilihat oleh konsumen untuk memilih produk yang diinginkan. Sabun yang diedarkan sebagai kosmetik dan sabun yang diedarkan dalam bentuk souvenir memiliki perbedaan dalam klaim yang tertera pada produk. Produk souvenir dikemas tanpa adanya klaim kosmetik sehingga pelanggan tertarik pada produk dari tampilan fisik kemasan, isi dan model font tulisan kemasan, isi tulisan, dan pemilihan warna. Desain kemasan dapat dilakukan menggunakan aplikasi canva online yang sudah dikenal dan mudah digunakan oleh kalangan remaja. Siswa SMK Pelita Bangsa menjadi target pelatihan yang dilakukan untuk meningkatkan potensi diri dalam pemanfaatan gadget. Pembuatan desain kemasan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Kreativitas dan kepercayaan diri siswa ditingkatkan dengan adanya pelatihan ini. Pelatihan dilakukan di Laboratorium Komputer SMK Kesehatan Pelita Bangsa dengan jumlah peserta 27 siswa. Proses pembuatan diawali dengan membuat bentuk kemasan, memberi warna, memberi hiasan, dan memberi tulisan. Desain kemasan dilakukan secara individu oleh setiap siswa. Hasil dari pelatihan yang dilakukan, dari total 28 siswa kelas XI, hanya 27 siswa yang hadir dan 100% dapat membuat desain kemasan. Hal yang masih perlu disosialisasikan kepada siswa terkait klaim kosmetik pada kemasan souvenir yang tidak perlu dituliskan. Keywords: Sabun Souvenir; Desain kemasan; Canva online
TELEMEDICINE DAN TELEPHARMACY : TANTANGAN dan PERKEMBANGAN DI MASA PANDEMI COVID - 19 Ari Widhiarso
JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jfki.v1i1.152

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan masyarakat secara global dalam memenuhi kebutuhan dan kemudahan mengakses serta mendapatkan pelayanan kesehatan. Kondisi ini memicu munculnya inovasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi Salah satunya bentuk perkembangannya adalah inovasi dalam telemedicine dan telepharmacy. Kedua jenis layanan ini sebetulnya telah menyebar di seluruh dunia dan tidak terkecuali di Indonesia.Dalam pelaksanaannya telemedicine dan telepharmacy menjadi semakin berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan kondisi kesehatan di masyarakat. Covid-19 merubah pola komunikasi dan tatanan kebiasaan tidak hanya pada masyarakat, tetapi juga pemerintah sebagai penyedia sistem dan regulasi. Pemerintah harus bisa memberikan jaminan keamanan data pasien dan juga jaminan kepastian hukum bagi pemberi layanan kesehatan itu sendiri. Kompetensi dan penguasaan terhadap kemajuan teknologi penunjang kegiatan layanan kesehatan, mutlak diperlukan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih memuaskan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI APOTEKER DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN INTERNET UNTUK PELAYANAN INFORMASI OBAT: STUDI PADA APOTEK JARINGAN Ari Widhiarso -; Aris Widayati; Aris Widayati
JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN INDONESIA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Universitas Kristen Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61179/jfki.v2i2.341

Abstract

ABSTRAK Covid-19 menjadikan transformasi digital berlangsung cepat dan mengharuskan pemerataan penggunaan teknologi informasi komunikasi (TIK), termasuk bidang pelayanan kefarmasian berbasis internet. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi intention to use apoteker apotek jaringan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam memanfaatkan media sosial dan internet untuk pelayanan kefarmasian . Penelitian bersifat observasional analitik diikuti 102 apoteker.Responden dipilih secara purposive non random sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kemudian disebarkan dengan format Google-form. Responden mengisi kuesioner yang terdiri atas 58 butir pertanyaan dan telah menandatangani inform consent sebagai bukti kesediaan partisipasi. Data profil responden dianalisis secara deskriptif kemudian dinalisis korelasinya dengan analisis Crosstab Chi-Square masing-masing konstruk persepsi pengguna TIK dengan intention to use apoteker dalam apotek jaringan tersebut. Penelitian ini telah memperoleh ethical clearance dari Komisi Etik Penelitian Fakultas Universitas Kristen Duta Wacana dengan nomor 1329/C.16/FK/2021. Penelitian menunjukkan 100% apotek jaringan dari 102 responden penelitian memiliki fasilitas internet untuk operasionalnya. Responden mengakses internet dengan komputer/laptop dan gadget/smartphone. Sebanyak 56,9% responden belum memaksimalkan penggunaan website resmi milik apotek jaringan, Sebanyak 74,51% responden, masih ragu-raguan dalam penggunaan platform daring/online untuk menunjang pelayanan kefarmasian. Hal ini bisa menjadi bahan evaluasi dan masukkan bagi management apotek jaringan tersebut. Hasil penelitian, masing-masing faktor memiliki hubungan yang positif dengan intention to use penggunan media sosial dan internet oleh responden pada apotek jaringan dengan nilai signifikan < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan hipotesis penelitian diterima.
Potential Of Tamarind Turmeric Instant Herbal Drink As A Student Entrepreneurship Project Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Widhiarso, Ari; Sepiany, Sepiany; Nazna, Christy; Rezeki, Leani Sri; Farasi, Priska Ica Sari
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The article discusses the potential of tamarind turmeric instant herbal products as part of an entrepreneurship project for pharmacy students. It emphasizes the importance of combining pharmaceutical knowledge with entrepreneurial skills, which can lead to innovation in the healthcare industry. The project involves minimal investment in equipment for powdering ingredients and offers a convenient product for consumers through instant drink mixes. Leveraging e-commerce and digital marketing strategies, students can promote their product effectively. Collaborations with health influencers and participation in local health fairs can enhance product visibility and consumer feedback. The primary aim of the research is to conduct an organoleptic evaluation of the tamarind turmeric instant herbal products and assess sales performance. A descriptive qualitative research design was adopted to gather sensory evaluations and consumer feedback. The results indicate that these herbal products are becoming popular due to their health benefits, including antioxidant and anti-inflammatory properties. The organoleptic attributes were evaluated, focusing on factors such as color, aroma, taste, and texture. The findings showed that the product has a yellowish-brown color, a tangy and citrusy aroma with earthy undertones, a tangy and slightly sour taste with mild spiciness, and a smooth texture that dissolves easily in water. The visual appeal of the product plays a significant role in consumer preference, as color can indicate the presence of beneficial ingredients like curcuminoids in turmeric. The sales performance of instant turmeric and tamarind drinks shows consumer acceptance in hedonic tests on taste, color, and aroma with the results of like and very-like.
Profil dan Maintenance Overstock dan Near ED Perbekalan Farmasi di Salah Satu Apotek Jaringan X di Sleman Yogyakarta Wahyukurnia, Pilar Tesalonika; Widhiarso, Ari
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.93301

Abstract

Ketersediaan perbekalan farmasi merupakan kebutuhan utama yang menjadi jaminan keberlangusngan operasional di apotek. Perbekalan farmasi yang harus dijaga ketersediaanya sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerugian apotek. Perbekalan farmasi harus dijaga ketersediaanya agar tidak terjadi kondisi under stock, overstock yang berpotensi menjadi near expired date (ED) bahkan expired date (ED). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil perbekalan farmasi dan cara maintenance stock di salah satu apotek jaringan X di Sleman Yogyakarta terutama untuk kondisi perbekalan farmasi yang mengalami kondisi overstock dan near ED pada pada periode bulan September 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan   kualitatif, berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari penelitian didapatkan data sebesar 37 item dari total 614 item dengan nominal Rp 7.685.345,- atau sebesar 4,52% dari item overstock dan near ED berhasil terlikuidasi.  Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bawah proses maintenance stock secara likuidasi dengan metode link selling dan up selling cukup efektif dilakukan di apotek jaringan X di Sleman Yogyakarta.
Analisis Keberhasilan Strategi Up-Selling dan Cross-Selling dalam Meningkatkan Efektivitas Pelayanan Swamedikasi di Apotek K-24 Besi Yogyakarta Kaban, Mika Adira; Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Kristariyanto, Yosua Adi; Widhiarso, Ari
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1510

Abstract

Strategi pemasaran up-selling dan cross-selling memainkan peran penting dalam meningkatkan pendapatan apotek dan kualitas pelayanan swamedikasi. Pelayanan swamedikasi adalah salah satu pelayanan farmasi yang berkontribusi penting dalam menampilkan profesionalisme praktik apoteker dan sekaligus meningkatkan laba usaha apotek. Pelayanan swamedikasi menjadi alternatif utama bagi masyarakat yang memerlukan pengobatan untuk keluhan gejala ringan, karena lebih efisien secara waktu dan lebih ekonomis secara finansial dibandingkan dengan ke fasilitas kesehatan seperti klinik dan rumah sakit. Apotek K-24 memiliki strategi up-selling, link-selling, dan cross-selling untuk meningkatkan volume penjualan. Penelitian ini akan melihat tingkat keberhasilan strategi up-selling dan cross-selling dalam pelayanan swamedikasi dan mengetahui gambaran kasus keluhan pasien yang mendapatkan pelayanan swamedikasi di Apotek K-24 Besi Yogyakarta. Metode penelitian digunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah semua pelayanan swamedikasi dari 18 November sampai 18 Desember 2024. Analisis data kuantitatif dengan persentase untuk menentukan keberhasilan strategi up-selling dan cross-selling dan jenis kasus dalam pelayanan swamedikasi. Data kualitatif berupa wawancara menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan rata-rata strategi up-selling dan cross-selling pada pelayanan swamedikasi sebesar 63,5%. Keberhasilan ini ditentukan oleh faktor kemampuan tenaga kefarmasian dalam menggali informasi dari pasien, product knowledge, serta kelengkapan varian obat dan produk pendukung. Kasus batuk, pilek, alergi menjadi keluhan pasien yang paling banyak (30,7%) diikuti demam (20,8%) karena faktor cuaca mempengaruhi tren keluhan pasien dalam pelayanan swamedikasi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan kemampuan tenaga kefarmasian secara terus-menerus.
Antihyperuricemia Activity Test of Tempuyung Leaf Infusion (Sonchus arvensis L.) on Male Swiss Webster Mice (Mus musculus) Estevany Priliansi; Sarah Puspita Atmaja; Ari Widhiarso
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v7i2.2588

Abstract

Background: Treatment of hyperuricemia with allopurinol has a risk of hypersensitivity reactions that can be fatal with mortality rates reaching 20%-25%. As an alternative, tempuyung leaves (Sonchus arvensis L.) are known to contain flavonoids that have the potential to reduce uric acid levels. Objectives: To identify chemical compounds and evaluate their effects as antihyperuricemia. Methodology: A laboratory experimental study conducted for 14 days using male mice. The mice were divided into several groups, namely the negative control (Na-CMC 0.5%), positive control (allopurinol), and groups treated with Sonchus arvensis leaf infusion at doses of 50 mg/kg BW, 100 mg/kg BW, and 150 mg/kg BW. Hyperuricemia induction was performed for 7 days using potassium oxonate and chicken liver juice. Uric acid levels were measured using an enzymatic method with a UV-Vis spectrophotometer. Data analysis was performed using Paired T-Test and One-Way ANOVA statistical tests. Result: The infusion of Sonchus arvensis L. leaves indicates the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. The highest uric acid-lowering effect appears at a dose of 150 mg/kg BW, with a reduction of 26.517%. All doses of the infusion show a significant decrease in uric acid levels, both after hyperuricemia induction and on days 7 and 14 of treatment. A significant difference in uric acid reduction between groups appears at doses of 50 mg/kg BW and 100 mg/kg BW, while the dose of 150 mg/kg BW does not show a significant difference.
FORMULASI DAN UJI HEDONIK MINUMAN FUNGSIONAL DARI SERBUK JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DENGAN VARIASI KOMPOSISI GULA STEVIA Bombo, Gavrilia Patricia; Rawar, Ellsya Angeline; Kristariyanto, Yosua Adi; Widhiarso, Ari
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4895

Abstract

Obesitas disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi gula dan rendah serat. Obesitas dapat dicegah dengan asupan serat seperti ?-glukan yang berpotensi menurunkan berat badan. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) mengandung ?-glukan yang dapat diformulasikan menjadi minuman fungsional dengan pemanis rendah kalori dengan stevia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula minuman fungsional yang memiliki karakteristik baik dan disukai konsumen. Tahapan penelitian meliputi determinasi, pembuatan simplisia, uji parameter spesifik dan nonspesifik, pembuatan minuman fungsional, uji karakteristik minuman, dan uji hedonik pada 70 panelis. Semua formula minuman memiliki karakteristik warna putih kekuningan, bentuk cair, dan rasa manis. Berdasarkan hasil uji sediaan fisik minuman, semakin tinggi komposisi stevia, maka pH semakin turun, waktu larut semakin cepat, dan kadar air semakin turun. Berdasarkan hasil uji post hoc dengan Mann-Whitney pada uji hedonik, didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara formula 5 dengan formula 1, 2, dan 3, tetapi formula 5 tidak berbeda bermakna dengan formula 4. Dengan nilai uji hedonik tertinggi (6,2 ± 1,5), dapat disimpulkan bahwa formula 5 yang paling disukai konsumen dengan komposisi 490 mg serbuk jamur tiram putih, 20 mg gula stevia, dan 19,49 g dekstrin. Formula 5 berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk komersial yang memenuhi aspek fungsional, sensorik, dan preferensi konsumen.
FORMULASI DAN UJI HEDONIK MINUMAN FUNGSIONAL DARI SERBUK JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DENGAN VARIASI KOMPOSISI GULA STEVIA Bombo, Gavrilia Patricia; Rawar, Ellsya Angeline; Kristariyanto, Yosua Adi; Widhiarso, Ari
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4895

Abstract

Obesitas disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi gula dan rendah serat. Obesitas dapat dicegah dengan asupan serat seperti ?-glukan yang berpotensi menurunkan berat badan. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) mengandung ?-glukan yang dapat diformulasikan menjadi minuman fungsional dengan pemanis rendah kalori dengan stevia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula minuman fungsional yang memiliki karakteristik baik dan disukai konsumen. Tahapan penelitian meliputi determinasi, pembuatan simplisia, uji parameter spesifik dan nonspesifik, pembuatan minuman fungsional, uji karakteristik minuman, dan uji hedonik pada 70 panelis. Semua formula minuman memiliki karakteristik warna putih kekuningan, bentuk cair, dan rasa manis. Berdasarkan hasil uji sediaan fisik minuman, semakin tinggi komposisi stevia, maka pH semakin turun, waktu larut semakin cepat, dan kadar air semakin turun. Berdasarkan hasil uji post hoc dengan Mann-Whitney pada uji hedonik, didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara formula 5 dengan formula 1, 2, dan 3, tetapi formula 5 tidak berbeda bermakna dengan formula 4. Dengan nilai uji hedonik tertinggi (6,2 ± 1,5), dapat disimpulkan bahwa formula 5 yang paling disukai konsumen dengan komposisi 490 mg serbuk jamur tiram putih, 20 mg gula stevia, dan 19,49 g dekstrin. Formula 5 berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk komersial yang memenuhi aspek fungsional, sensorik, dan preferensi konsumen.
Potensi Teh Herbal Bajakah (Spatholobus Littoralis Hassk.) Sebagai Proyek Kewirausahaan Mahasiswa Farmasi Soegiantoro, Didiek Hardiyanto; Widhiarso, Ari; Widaningsih, Elsa; Meirentia, Milkha; Deslania, Jessi; Rose, Immellya La; Aprilia, Ribka Dotris
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1745

Abstract

Pergeseran global yang berkembang menuju alternatif minuman yang lebih sehat, dengan teh herbal yang semakin populer karena manfaatnya bagi kesehatan. Pasar teh herbal, termasuk teh bajakah, diproyeksikan tumbuh secara signifikan, didorong oleh kesadaran konsumen dan preferensi untuk solusi alami. Tujuan penelitian untuk melihat potensi teh herbal bajakah (Spatholobus littoralis Hassk.) sebagai proyek kewirausahaan mahasiswa. Penelitian ini menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, termasuk uji hedonik konsumen dan tren penjualan untuk menilai kelayakan produk. Hasilnya menunjukkan respon positif dari konsumen, dengan mayoritas menyatakan kepuasan terhadap kualitas teh. Produk Hakai Tea dengan komposisi herbal bajakah memiliki potensi pertumbuhan yang besar, proyek ini tidak hanya menumbuhkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa farmasi tetapi juga mempromosikan penggunaan obat herbal tradisional dalam konteks bisnis modern. Saran pengembangan produk lebih lanjut, strategi pemasaran yang lebih baik, dan rasa tambahan untuk menarik audiens yang lebih luas.