Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

BIMBEL BAGI KELOMPOK SISWA DESA JOROK DALAM UPAYA PEMULIHAN PEMBELAJARAN PASCA PANDEMI Syafruddin Syafruddin; Eryuni Ramdhayani; Rini Qurratul Aini; Riadi Suhendra; Sri Sugiarto; Ade Safitri
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa Pandemi yang telah terjadi di Indonesia selama tiga tahun menuntut pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengubah proses pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring. Pembelajaran daring yang dilaksanakan secara mendadak menimbulkan permasalahan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kendala yang dirasakan dari dampak pembelajaran daring ini adalah terbatassnya perangkat dari pembelajaran daring, keterbatasan kuota, jaringan internet yang kurang memadai, kurangnya interaksi antara siswa dan guru sehingga siswa kesulitan dalam membuat tugas, karena siswa kurang paham tentang materi yang sudah diberikan oleh gurunya. Tujuan dari program kerja ini sendiri adalah untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami materi-materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Manfaat dari program kerja kami tentunya dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi serta membantu siswa dalam mengerjakan tugas-tugas rumah, sehingga dampak dari pembelajaran daring akibat pandemi yang terjadi dapat diminimalisir dengan adanya pendampingan belajar ini. Adapun hasil dari kegiatan ini misalnya Siswa-siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Ini dilihat dari keikutsertaan siswa saat kegiatan bimbingan belajar. Bertambahanya pengetahuan kelompok siswa tentang materi pelajaran yang dipelajari.
PENDAMPINGAN INVENTARISASI TUMBUHAN DI SEKOLAH SMP NEGERI 1 MOYO UTARA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPA Eryuni Ramdhayani; Wiwi Noviati; Indah Dwi Lestari; Syafruddin
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v2i2.86

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada siswa cara melakukan identifikasi tumbuhan yang tepat, dan memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada siswa dalam membuat suatu media pembelajaran berupa buku saku. Target yang ditetapkan dalam kegiatan ini yaitu siswa kelas VIIIB SMPN 1 Moyo Utara karena mereka sudah mendapatkan materi terkait plantae.Untuk mendukung keberhasilann program kegiatan pengabdian, dilakukan beberapa tahap yaitu tahap pra kegiatan, persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan pasca kegiatan. Dalam pelaksanaan kegiatan digunakan metode ceramah dan pelaksanaan kegiatan lapangan. Berdasarkan hasil inventarisasi diperoleh tumbuhan spermatophyta, Pteridophyta, dan Bryophyta. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa dapat melakukan inventarisasi tumbuhan yang tepat, dan menghasilkan produk berupa buku saku yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar khususnya pada materi Plantae.
ANALISIS TINGKAT KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI KECAMATAN SUMBAWA Syafruddin; Eryuni Ramdhayani
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i2.78

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar siswa di SMA Negeri Kecamatan Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods, yaitu suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk pendekatan dalam penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Penelitian menggunakan strategi eksploratif sekuensial yaitu pada tahap pertama peneliti mengumpulkan dan menganalisis data kualitatif kemudian mengumpulkan data kuantitatif dan menganalisisnya pada tahap kedua yang didasarkan pada hasil dari tahap pertama. populasil dalam penelitian adalah seluruh siswa di SMA Negeri di kecamatan Sumbawa yaitu siswa SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3 dan SMA negeri 4 Sumbawa Besar. Sampel dalam penelitian adalah 41 orang siswa yang diambil dari masing masing sekolah. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket kemandirian belajar siswa dengan 6 indikator angket yaitu tidak bergantung pada orang lain, memiliki sikap tanggung jawab, percaya diri, disiplin, berprilaku berdasarkan insiatif sendiri, melakukan kontrol diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemandirian belaar siswa sebesar 77.64% dengan kategori tinggi dengan demikian kemandirian belajar siswa di SMA Negeri kecamatan Sumbawa sudah baik. Berdasarkan indikator kemandirian belajar siswa diperoleh hasil 1) tidak bergantung pada orang lain sebesar 75.41% dengan kategori tinggi, 2) memiliki sikap tanggung jawab sebesar 84.55% dengan kategori sangat tinggi, 3) percaya diri sebesar 79.88% dengan kategori tinggi, 4) disiplin sebesar 76.83% dengan kategori tinggi, 5) berprilaku berdasarkan insiatif sendiri sebesar 77.44% dengan kategori tinggi, dan 6) melakukan kontrol diri sebesar 77.44% dengan kategori tinggi.
Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar IPA dan Solusi Alternatifnya: Systematic Literature Review Fahmi Yahya; Indah Dwi Lestari; Hermansyah Hermansyah; Eryuni Ramdhayani
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 2 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science (IPA) is a core subject at the primary and secondary education levels requiring comprehension of abstract concepts alongside scientific thinking skills. High rates of science learning difficulties are consistently reported internationally, including in Indonesia; however, no systematic synthesis has comprehensively summarised contributing factors and alternative solutions across all school levels (Elementary–High School) in a single manuscript. This review aims to identify factors causing science learning difficulties and effective alternative solutions based on the scientific literature from 2012 to 2021. Searches were conducted on Scopus, Web of Science, and ERIC databases following the PRISMA 2020 guidelines. Twenty-five articles meeting inclusion criteria were analysed through thematic narrative synthesis. Results show factors divide into internal (low interest and motivation, science anxiety, weak prerequisite knowledge) and external (teacher-centred pedagogy, inadequate laboratory facilities, insufficient parental support). Proven effective alternative solutions include inquiry-based learning, cooperative learning, technology/visual media use, and structured remedial programmes. Conclusion: science learning difficulties are multifactorial; consistent implementation of inquiry and cooperative approaches improves student engagement and achievement across educational levels.
RANCANGAN E- MODUL IPA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI BAHAN AJAR SMP DI KECAMATAN SUMBAWA Eryuni Ramdhayani; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal kependidikan (On progress)
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kelayakan Modul Elektronik IPA Terpadu Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Bahan Ajar SMP di Kecamatan Sumbawa; 2) Untuk mengetahui respon Guru dan siswa terhadap Modul Elektronik IPA Terpadu Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Bahan Ajar SMP di Kecamatan Sumbawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D) dengan mengacu pada prosedur pengembangan Borg dan Gall. Prosedur pengembangan menurut Borg dan Gall terdiri dari sepuluh langkah diantaranya: 1) penelitian dan pengumpulan informasi termasuk kajian literatur, observasi kelas, dan membuat kerangka kerja penelitian; 2) melakukan perencanaan termasuk keterampilan mendefinisikan, menyatakan tujuan, menentukan urutan untuk penelitian dan menguji kelayakan skala kecil; 3) mengembangkan bentuk produk awal ( draft awal produk); 4) melakukan uji coba lapangan permulaan; 5) melakukan revisi terhadap produk utama; 6) melakukan uji lapangan utama; 7) melakukan revisi produk operasional; 8) melakukan uji lapangan operasional; 9) melakukan revisi produk akhir; 10) melakukan penyebaran dan implementasi produk. Prosedur pengembangan hanya dilakukan sampai tahap Uji coba lapangan utama karena keterbatasan waktu. Instrument dalam penelitian ini adalah angket validasi dan angket respon guru dan siswa. Kelayakan Modul Elektronik IPA Terpadu Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Bahan Ajar SMP di Kecamatan Sumbawa oleh validasi aspek materi dengan kategori’sangat layak’, aspek media dengan kategori’sangat layak’, aspek bahasa dengan kategori ’sangat layak’. Respon Guru dan Siswa Terhadap Modul Elektronik IPA Terpadu Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Bahan Ajar SMP di Kecamatan Sumbawa oleh praktisi pendidikan dengan kategori ‘baik’ dan respon siswa SMPN 4 Sumbawa dengan kategori ‘sangat baik’ dan SMPN 5 Sumbawa dengan kategori ‘sangat baik’.