Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Integrasi Konteks Budaya Nusantara dalam Pembelajaran Matematika: Suatu Kajian Literatur tentang Pendekatan Etnopedagogi dan Etnomatematika Rusdyi Habsyi; Suradi, Suradi; Rosidah, Rosidah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3657

Abstract

Masalah utama dalam penelitian dari pandangan bajwa sekolah tidak lagi menjadi ruang reproduksi nilai-nilai lokal dan identitas kebangsaan. Akibatnya, muncul kecenderungan alienasi budaya dalam pembelajaran, di mana siswa belajar pengetahuan universal tanpa memahami kearifan yang tumbuh dalam lingkungan sosialnya sendiri. Sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi konteks budaya Nusantara melalui pendekatan etnopedagogi dan etnomatematika dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan penguatan karakter siswa. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA terhadap dua puluh artikel terpilih yang terbit antara 2020–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya lokal mampu memperkuat pemahaman konsep, menumbuhkan berpikir kreatif, serta membangun identitas budaya peserta didik. Etnopedagogi berperan sebagai landasan nilai dalam proses belajar, sedangkan etnomatematika menjadi jembatan antara konsep abstrak dan pengalaman konkret siswa, menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan humanis. Nilai seperti siri’ na pacce, Tri Hita Karana, dan Sulapa Eppa Walasuji terbukti mendukung pembentukan karakter tangguh, bertanggung jawab, dan bangga terhadap budaya bangsa. Tren baru berupa digital ethnopedagogy juga muncul melalui integrasi kearifan lokal dengan teknologi digital seperti Virtual Reality, Augmented Reality, dan mobile learning. Namun, sebagian besar penelitian masih terbatas pada tahap pengembangan tanpa evaluasi jangka panjang. Karena itu, diperlukan studi longitudinal dan pengembangan model hybrid berbasis VR/AR. Secara keseluruhan, etnopedagogi dan etnomatematika menegaskan paradigma baru pendidikan matematika yang berakar pada budaya.
Pengaruh Kecerdasan Logis Matematis, Interpersonal, Visual Spasial, Dan Eksistensial Terhadap Prestasi Belajar Transformasi Geometri ., Mulianah; Thalib, Ahmad; Habsyi, Rusdyi; Ahmad, Khawaritzmi Abdallah
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 6 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v6i2.1103

Abstract

Penelitian ini penting karena membantu Anda memahami pengaruh kombinasi kecerdasan terhadap prestasi belajar transformasi geometri. Sehingga penelitian ini menganalisis pengaruh kecerdasan logis-matematis, interpersonal, visual-spasial, dan eksistensial terhadap prestasi belajar transformasi geometri siswa kelas IX SMP IT Putri Wahdah Islamiyah Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto pada 30 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri atas angket kecerdasan majemuk dan tes prestasi belajar yang mencakup materi translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji kelayakan instrumen, analisis faktor, dan regresi logistik ordinal. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa kecerdasan logis-matematis, interpersonal, dan visual-spasial mayoritas berada pada kategori tinggi, sedangkan kecerdasan eksistensial didominasi kategori sangat tinggi. Prestasi belajar transformasi geometri siswa relatif heterogen, dengan proporsi tertinggi pada kategori tinggi (36,67%) namun masih terdapat 26,67% siswa berada pada kategori sangat rendah. Hasil regresi logistik ordinal memperlihatkan bahwa kecerdasan logis-matematis merupakan satu-satunya variabel yang berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (p < 0,05). Sebaliknya, kecerdasan interpersonal, visual-spasial, dan eksistensial tidak menunjukkan pengaruh signifikan, meskipun secara teoretis berkaitan dengan pembelajaran geometri. Temuan ini menegaskan bahwa penguasaan transformasi geometri lebih ditentukan oleh kemampuan penalaran matematis dibandingkan dimensi kecerdasan lainnya yang bersifat pendukung. Berdasarkan kesimpulan penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya melibatkan jumlah sampel yang lebih besar, memperluas konteks sekolah, dan menggunakan desain mixed methods untuk menggali mekanisme hubungan antar kecerdasan secara lebih mendalam