Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penggunaan Pendekatan Pembelajaran Problem Posing Meningkatkan Kemampuan Menulis Matematis Siswa Kelas XII IPA SMA Negeri 1 Monta Muhammad Yusuf
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i1.547

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran problem posing dapat meningkatkan kemampuan menulis matematis siswa kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Monta. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah penggunaan pendekatan pembelajaran problem posing dapat meningkatkan kemampuan menulis matematis siswa kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Monta?”. Metode Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dengan subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Monta. Cara pengambilan data melalui teknik tes dan non-tes, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan guru mengalami peningkatan pada siklus I perolehan hasil belajar siswa rata-rata siswa nilainya adalah 64,17 dengan persentase ketuntasan 40,00%, rata-rata nilai pada siklus II adalah 77,50 dengan persentase 84,00%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan telah tercapai ketuntasan belajar pada siklus II dan penggunaan pendekatan pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan menulis matematis siswa kelas XII IPA1 SMA Negeri 1 Monta. Maka guru disarankan untuk menggunakan pendekatan pembelajaran Problem Posing sebagai alternative dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran matematika yang efektif dan inovatif.
Implementasi Kampus Mengajar Angkatan IV dalam Meningkatkan Keterampilan Literasi dan Numerasi Siswa Kelas V SDN Inpres Kalate Nur Rizkiyah; Adi Apriadi Adiansha; Muhammad Yusuf; Fatmah Fatmah; Syarifuddin Syarifuddin
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Juli - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i2.325

Abstract

Program kampus mengajar merupakan salah satu program pemerintah untuk mewujudkan kegiatan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Program ini diperuntukan mahasiswa dari seluruh program studi di perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan dasar terutama di daerah 3T. Adapun kegiatan kampus mengajar ini meliputi: kegiatan literasi dan numerasi, adaptasi teknologi dan administrasi sekolah. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah melihat perkembangan keterampilan literasi numerasi siswa kelas V di sekolah SDN Inpres Kalate yang berada di Desa Riamau, Kecematan Wawo Kabupaten Bima yang terdapat hambatan dan tantangan tersendiri dalam proses meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi. Metode kegiatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan peneliti bertindak sebagai observer. Hasil kegiatan menunjukan bahwa siswa kelas V sangat tertarik dengan pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran dan metode pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok membuat pembelajaran sangat efektif sehingga perkembangan keterampilan dan numerasi terdapat peningkatan pada kelompok siswa belum fasih membaca dan semakin baik pada kelompok siswa yang sudah fasih membaca.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Pemanfaatan Aplikasi Geogebra di SMPN 1 Monta Febriana Utami; Adi Apriadi Adiansha; Muhammad Yusuf
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 2 (2023): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v4i2.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui pemanfaatan aplikasi Geogebra di SMPN 1 Monta. Latar belakang masalah dari penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang berdampak pada rendahnya prestasi belajar matematika di SMPN 1 Monta. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa kelas VIII yang dipilih secara acak. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan menggunakan aplikasi Geogebra dalam pembelajaran matematika, sementara kelompok kontrol hanya menggunakan media konvensional. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang signifikan setelah diberikan perlakuan menggunakan aplikasi Geogebra. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan aplikasi Geogebra dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di SMPN 1 Monta. Oleh karena itu, diharapkan penggunaan aplikasi Geogebra dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
ANALISIS KESULITAN SISWA SMP NEGERI 3 BOLO DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI SPLDV DITINJAU DARI TAKSONOMI BLOOM DAN RESILIENSI MATEMATIS Nurul Ismiati; Nurrahmah Nurrahmah; Abdul Haris; Muhammad Yusuf; Arif Rahman Hakim; Muslim Muslim
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12586

Abstract

ABSTRACT Mathematical problem-solving ability in Two-Variable Linear Equation System (TVLES) word problems remains a major challenge for many students because it requires both Higher Order Thinking Skills (HOTS) and the resilience to cope with learning difficulties. This study aimed to describe students' mathematical problem-solving ability in solving TVLES word problems from the perspective of mathematical resilience. The study employed a qualitative approach with a descriptive-exploratory design. The participants consisted of three ninth-grade students from SMP Negeri 3 Bolo, who were purposively selected to represent high, moderate, and low levels of mathematical resilience. Data were collected through a mathematical problem-solving test, a mathematical resilience questionnaire, semi-structured interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. The findings revealed that students with high mathematical resilience were able to complete problem-solving stages more comprehensively than those with moderate and low resilience. The primary difficulties were found in Higher Order Thinking Skills (HOTS), particularly at the analyzing, evaluating, and creating levels of the revised Bloom's Taxonomy. This study concludes that mathematical resilience contributes positively to students' mathematical problem-solving ability. Furthermore, the study provides empirical evidence regarding the relationship between mathematical resilience and problem-solving stages based on the revised Bloom's Taxonomy, which may serve as a foundation for designing more adaptive and meaningful mathematics learning strategies. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah matematika pada soal cerita Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) masih menjadi tantangan bagi banyak siswa karena menuntut penguasaan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta ketahanan dalam menghadapi kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV ditinjau dari resiliensi matematis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa kelas IX SMP Negeri 3 Bolo yang dipilih secara purposive untuk mewakili kategori resiliensi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah, angket resiliensi matematis, wawancara semi-structured, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan resiliensi matematis tinggi mampu menyelesaikan tahapan pemecahan masalah secara lebih lengkap dibandingkan siswa dengan resiliensi sedang dan rendah. Hambatan utama ditemukan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, terutama pada aspek menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta sesuai Taksonomi Bloom revisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi matematis berperan dalam mendukung kemampuan pemecahan masalah matematika, sehingga penguatan aspek afektif dan kognitif perlu diintegrasikan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV secara lebih efektif dan bermakna.
Analisis Refleksi Murid SMP Kelas IX pada Pembelajaran Matematika Kontekstual Materi SPLDV Aura Aura; Fatmah Fatmah; Muhammad Yusuf; Nurrahmah Nurrahmah; Abd. Haris; Arif Rahman Hakim; Arif Hidayad
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4800

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses refleksi murid dan mengidentifikasi aspek-aspek refleksi yang muncul dalam pembelajaran matematika berbasis kontekstual pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian mendalam mengenai refleksi murid SMP dalam pembelajaran SPLDV berbasis kontekstual melalui analisis terpadu aspek kognitif, afektif, dan aplikatif yang masih jarang dieksplorasi pada penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada murid kelas IX E SMP Negeri 2 Bolo sebanyak 32 orang. Data dikumpulkan melalui refleksi tertulis, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, pengodean terbuka, kategorisasi, penafsiran tematik, serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses refleksi murid berlangsung melalui tahapan mengingat pengalaman belajar, memahami materi, mengidentifikasi kesulitan, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta mengaitkan konsep SPLDV dengan situasi kehidupan sehari-hari. Aspek refleksi yang muncul meliputi aspek kognitif, afektif, dan aplikatif. Secara kognitif, murid memahami prosedur penyelesaian SPLDV meskipun pemahaman konseptual belum sepenuhnya mendalam. Secara afektif, pembelajaran kontekstual meningkatkan minat dan keterlibatan belajar. Secara aplikatif, murid mampu menghubungkan konsep dengan berbagai permasalahan nyata. Dengan demikian, refleksi murid berkembang melalui serangkaian proses evaluatif yang menghasilkan tiga aspek refleksi utama dalam pembelajaran matematika berbasis kontekstual.
Pengaruh Model Project-Based Learning Berbantuan Media PowerPoint Interaktif terhadap Pemahaman Matematis Relasi dan Fungsi Siswa SMP Rizki Wirawan; Muslim Muslim; Fatmah Fatmah; Arif Hidayad; Taufikurrahman Taufikurrahman; Muhammad Yusuf
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.5135

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan model Project-Based Learning berbantuan media PowerPoint Interaktif terhadap pemahaman matematis siswa pada materi relasi dan fungsi. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas VIII SMPN 1 Monta, yaitu kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 25 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman matematis, observasi, dokumentasi, dan validasi ahli, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, Independent Samples t-Test, perhitungan N-Gain, dan Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 62,66% lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 41,03%. Hasil Independent Samples t-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan, dengan nilai effect size yang termasuk kategori sangat besar. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Project-Based Learning berbantuan media PowerPoint Interaktif memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman matematis siswa pada materi relasi dan fungsi.