Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Modifikasi permukaan elektroda karbon menggunakan CuS@rGO-Nafion dan uji kinerja elektroda pada aplikasi sensor hidrazina dian kharismadewi; Sri Martini
Jurnal Inovator Vol 5 No 1 (2022): Teknologi proses Manufaktur
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v5i1.216

Abstract

Hidrazina merupakan senyawa kimia berbahaya yang banyak digunakan pada berbagai industri. Keberadaan senyawa ini pada perairan hasil buangan limbah industri haruslah dimonitor dan dikontrol keberadaannya. Untuk itu diperlukan suatu sensor yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan senyawa ini didalam perairan. Elektroda karbon komersil merupakan material yang ramah lingkungan dan harganya relatif murah untuk dijadikan material sensor yang potensial, akan tetapi material ini memiliki aktivitas elektrokimia yang rendah dan bersifat hidrofobik. Untuk meningkatkan aktivitas elektrokimia elektroda karbon, maka modifikasi dilakukan dengan menggunakan material CuS-Nafion dan CuS@rGO-Nafion yang disintesa melalui reaksi solvotermal dan di drop-casting pada permukaan elektroda karbon. Modifikasi berhasil dilakukan yang ditunjukkan oleh hasil scanning electron microscopy dimana memiliki respon yang tinggi terhadap senyawa hidrazina yang ditunjukkan dari hasil analisa cyclic voltammetry (CV). Hasil terbaik ditunjukkan oleh elektroda karbon yang dimodifikasi dengan menggunakan material CuS@rGO-Nafion. Hasil electrochemical impedance spectroscopy (EIS)nya menunjukkan hasil yang sangat baik dimana nilai Rctnya adalah sebesar 2178 Ω yang dapat memfasilitasi perpindahan elektron yang tinggi pada permukaan elektroda yang dimodifikasi.
KONVERSI SAMPAH ORGANIK DAPUR MENJADI CAIRAN MULTIGUNA GARBAGE ENZYMES DI WILAYAH SIRING AGUNG KOTA PALEMBANG Dian Kharismadewi; Innike Abdillah Fahmi; Sri Martini; Muhammad Andika Mandala Putra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18616

Abstract

Environmentalism efforts by performing the household waste management that carried out the 4R (reduce, reuse, recycle, and replace), go green, back to nature. Zero waste concepts must continue to be encouraged and disseminated to the broader community. One of those possible efforts is to convert the organic wastes from the household kitchen into multipurpose liquid garbage enzymes. Garbage enzyme is a liquid containing extract from the fermentation process of the vegetable’s dregs and fruit’s peels, with brown sugar/molasses as a substrate and water as a ripening medium. Fermentation processes proceed for three months and are stored in an airtight container. Garbage enzyme is then used as a liquid cleaner and fertilizer for plants. Siring Agung sub-urban district in Kota Palembang is a densely populated area that has faced a problem of many organic wastes that burden the environment as a result of the overloaded work of garbage dumpsites. Through socialization in the form of a presentation and demonstration of making a multipurpose liquid garbage enzyme, the community in Siring Agung of Palembang city could implement the environmentally-friendly organic waste processing concepts and provide solutions to waste problems in this area. The specific purpose of this community service is to determine the level of public understanding regarding the conversion and utilization of household organic waste and assess the program's benefits in solving problems in this target area. Besides, to reduce the burden of landfills in Palembang city, maintain environmental sustainability, and spread the benefits of garbage enzymes. The analysis results of the public understanding of waste management are 76% understanding after the socialization. This activity has offered an advantage to the community as new applicable knowledge. This activity has provided benefits to the community in the form of new knowledge that can be applied and the reduction of household organic waste, which is a problem in this area. --- Upaya pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah rumah tangga yang mengusung konsep 4R (reduce, reuse, recycle, dan replace), go green, back to nature, dan zero waste harus terus digalakkan dan disosialiasikan ke masyarakat luas. Salah satu upaya yang mungkin dilakukan adalah dengan mengubah sampah organik dari dapur rumah tangga menjadi cairan multiguna Garbage Enzyme. Garbage enzyme adalah cairan yang berisi ekstrak dari proses fermentasi potongan sayuran sisa dan kulit buahan, yang telah ditambahkan dengan substrat gula merah dan air sebagai media pematangannya. Proses fermentasi dilakukan selama 3 bulan dan disimpan didalam wadah kedap udara. Garbage enzyme yang dihasilkan dimanfaatkan menjadi cairan pembersih dan pupuk cair tanaman. Kelurahan Siring Agung Kota Palembang merupakan wilayah yang padat penduduk yang memiliki permasalahan sampah organik yang mengganggu lingkungan dari beban penampungan sampah yang berlebihan. Melalui sosialisasi dalam bentuk pemaparan dan demo pembuatan cairan multiguna garbage enzyme, masyarakat wilayah Siring Agung Kota Palembang dapat menerapkan konsep pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan mengatasi permsalahan sampah di wilayahnya. Tujuan khusus dari kegiatan PkM ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat mengenai pengkonversian dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga serta menilai kebermanfaatan program yang dilaksanakan terhadap penyelesaian masalah yang ada diwilayah sasaran. Selain untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sampah di Kota Palembang, menjaga kelestarian lingkungan, dan menebarkan manfaat garbage enzyme. Dari hasil analisa tingkat pemahaman masyarakat dalam pengelolaan sampah didapatkan 76% paham setelah dilakukan sosialisasi. Kegiatan ini telah memberikan manfaat kepada masyarakat berupa pengetahuan baru yang dapat diterapkan dan pengurangan sampah organik rumah tangga yang menjadi permasalahan di wilayah ini.
ANALISA KETERSEDIAAN AIR IRIGASI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN AIR PERSAWAHAN DESA SUMBERJO KABUPATEN PALI Erny Agusri; Sri Martini; Aji Aprilyansah
Jurnal Deformasi Vol 7, No 2 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i2.9385

Abstract

Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, pembangunan saluran irigasi sangat diperlukan,sehingga ketersediaan air di Daerah Irigasi akan terpenuhi walaupun Daerah Irigasi tersebut berada jauh dari sumber air permukaan (sungai atau danau). Perencanaan suatu sistem irigasi hal pertama yang perlu dikerjakan adalah analisis hidrologi yang menggunkanan metode Penman Modifikasi termasuk mengenai kebutuhan air di sawah (GFR), Kebutuhan air pengambilan (DR), Kebutuhan bersih air disawah (NFR) juga faktor ketersediaan air yang dihitung dengan menggunkan metode FJ.Mock. Analisis hidrologi kebutuhan air di daerah irigasi Sumberejo ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air,apakah mencukupi untuk mengairi daerah irigasi Sumberejo yang luasnya 42,37 Ha. Hasil analisis perhitungan diketahui kebutuhan air untuk luas areal 42,37 Ha, debit air yang ada pada musim tanam ke-1 sebesar 0.16 m3/s, sedangkan kebutuhan air sebesar 0,04 m3/s. debit air yang ada pada musim tanam ke-2 sebesar 0.05 m3/s, sedangkan kebutuhan air sebesar 0,06 m3/s.Penentuan pola tanam Padi- Padi musim tanam I dimulai pada April I dan musim tanam II dimulai pada Agustusl II. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air pada musim tanam ke-II belum terpenuhi
Pengaruh Abu Arang Sebagai Campuran Beton Ditinjau Dari Kuat Tekan Beton Eddy Hamid; Sri Martini; Kiagus Ahmad Roni; Elfidiah Elfidiah
TEKNIKA Vol. 17 No. 1 (2023): Teknika Januari - Juni 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7951777

Abstract

Dengan semakin berkembangnya dunia konstruksi, perkembangan teknologi beton juga dituntut menghasilkan beton yang mempunyai kualitas tinggi tanpa mengabaikan nilai ekonomis. Abu arang yang belum maksimal dalam pemanfaatannya dan memiliki kandungan silika sebagai pengikat agregat, diharapkan dapat meminimalisir penggunaan semen dalam campuran beton. Dalam penelitian ini, aditif abu arang dan Sika Viscocrete 1003 dimanfaatkan sebagai campuran alternatif substitusi semen untuk memproduksi beton. Dalam ekperimen, dilakukan penambahan abu arang sebagai pengganti sebagian semen dengan variasi kadar 0%, 6%, 8% dan 10% serta penambahan sikacim Sika Viscocrete-1003 sebesar 0,6% dari berat semen di setiap variasinya. Pengujian dilakukan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu arang sebagai pengganti sebagian semen dan Sika Viscocrete-1003 dapat menambah kuat tekan beton dengan nilai slump yang tinggi. Hasil pengujian kuat tekan beton umur 14 hari berturut-turut dari beton normal dan beton variasi abu arang dari 0% sampai dengan 10% serta Sika Viscocrete-1003 0,6%adalah 25,8 MPa; 32,876 MPa; 25,929 MPa; 33,103 MPa; dan 30,385 MPa. Nilai kuat tekan beton umur 28 hari berturut-turut dari beton normal dan beton variasi abu arang dari 0% sampai dengan 10% serta Sika Viscocrete1003 0,6% adalah 30,953 MPa; 41,613 MPa; 34,493 MPa; 36,954 MPa;dan 34,871 MPa.
ANALISA KEBUTUHAN AIR BERSIH UNTUK OPERASIONAL HARIAN DAN SISTEM PEMADAM KEBAKARAN SPRINKLER GEDUNG UTAMA BARU RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALEMBANG R.A. Sri Martini; Erny Agusri; M. Nur Ridho Hasan
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.10.2.3335.338-349

Abstract

The Bhayangkara Hospital Palembang has the main building with four floors and about 6102.52 m2 building area and 7538m2 surface area. It has 173 beds, 45 toilets, and 369 employees. In the new building, there are 3 water sources, which are the tank fiberglass panels with the capacity of 403 m3 and 90 m3, and a roof tank with the capacity of 16 m3. With the additional building, the water needs are also increased in order to fulfil the daily operational water needs and the new main building’s sprinkler fire extinguisher system. The purpose of this study is to know the amount of water that must be provided for the daily operational. Analysis methods and data processing in this study are descriptive analysis methods, which the existing data are separated from the data with a form of numbers, either there are primary or secondary data. The data analysis includes: the maximum clean water needs for the daily operational based on the amount of patient’s bed (500 liter/bed/day), the hospital’s employees (120 liter/person/day), toilets (39 liter/day), sinks (30 liter/day), urinals (30 liter/day), showers (75 liter/day), and janitors (0.5 liter/m2/day), and the water needs from the sprinkler fire extinguisher system. Based on the calculations, the maximum clean water needs for daily operation is 132749 m3/day and the water needs for the sprinkler fire extinguisher is 992.358 m3 for 30 minutes, while the available amount of clean water is 146 m3/day. It can be concluded that the Bhayangkara Hospital’s water sources can only fulfilled the hospital’s daily operational water needs. Then, there will be plans to make the bigger volume of the ground water tank for 1.120 m3.
Pengaruh Asam Fosfat Terhadap Nilai Uji Kuat Tekan Bebas Pada Stabilitas Tanah Lempung R.A. Sri Martini; Erny Agusri; M. Faris Fisabilillah; Tri Dianita
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2026): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.v11i1.11130

Abstract

This study was motivated by the low bearing capacity of clay soils, which often causes structural failures in road construction in Tanjung Lalang Village, Payaraman District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. Clay soils tend to expand and shrink easily due to changes in moisture content, resulting in unstable ground conditions. Therefore, stabilization efforts are required to improve their strength. One alternative stabilizing agent is phosphoric acid, which chemically reacts with clay minerals to form stronger bonds, enhancing soil density and stability. This research aimed to analyze the effect of various phosphoric acid contents on the unconfined compressive strength of clay soils. The study used an experimental laboratory method with phosphoric acid variations of 0%, 6%, 7%, 8%, and 9% by dry soil weight, and curing periods of 0, 6, and 9 days. The test results showed that the addition of phosphoric acid significantly increased the unconfined compressive strength, reaching its optimum value at 7% concentration with a curing time of six days. However, excessive concentrations led to decreased strength due to reaction saturation. It can be concluded that phosphoric acid is effective as a chemical stabilizing agent to improve the strength and stability of clay soils and has potential applications for subgrade improvement in road construction projects with similar soil.
Variasi Molaritas Naoh Dan Alkali Aktivator Beton Geopolimer Mira Setiawati; Sri Martini; Rully Nurulita
Jurnal Deformasi Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i1.7983

Abstract

Cement as a building material for concrete produces CO2 which can damage the earth's atmosphere. Therefore, environmentally friendly geopolymer concrete is the choice. The main ingredients for making this concrete are pozzolanic materials which are rich in Silica (SiO3) and Alumina (Al2O3) as a substitute for cement and alkali activator in the form of Sodium Hydroxide (NaOH) and (Na2SiO3) as binders.This study aims to determine the variation of the mixture for the highest compressive strength. The ratio of fly ash type F and alkali activator is 74%:26%. The molarity of NaOH used was 10M, 12M, 14M, the ratio of Na2SiO3 and NaOH was 2.5:1; 3.0:1; 3.5:1. The test object is cylindrical size 15cm x 30cm and the compressive strength test is 28 days old.The test results with the ratio of NaOH and Na2SiO3 2.5:1 at 10M, 12M, 14M NaOH are 25.81 Mpa, 27.00 MPa, 28.98 MPa. While the compressive characteristics are 24.32 Mpa, 24.67 Mpa, 26.58 Mpa. The test results show that the ratio of molarity and alkali activator greatly affects the compressive strength and workability of geopolymer concrete. High molarity will produce high compressive strength. Meanwhile, the higher the alkali activator ratio, the lower the compressive strength produced. 
ANALISA KETERSEDIAAN AIR IRIGASI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN AIR PERSAWAHAN DESA SUMBERJO KABUPATEN PALI Erny Agusri; Sri Martini; Aji Aprilyansah
Jurnal Deformasi Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v7i2.9385

Abstract

Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, pembangunan saluran irigasi sangat diperlukan,sehingga ketersediaan air di Daerah Irigasi akan terpenuhi walaupun Daerah Irigasi tersebut berada jauh dari sumber air permukaan (sungai atau danau). Perencanaan suatu sistem irigasi hal pertama yang perlu dikerjakan adalah analisis hidrologi yang menggunkanan metode Penman Modifikasi termasuk mengenai kebutuhan air di sawah (GFR), Kebutuhan air pengambilan (DR), Kebutuhan bersih air disawah (NFR) juga faktor ketersediaan air yang dihitung dengan menggunkan metode FJ.Mock. Analisis hidrologi kebutuhan air di daerah irigasi Sumberejo ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air,apakah mencukupi untuk mengairi daerah irigasi Sumberejo yang luasnya 42,37 Ha. Hasil analisis perhitungan diketahui kebutuhan air untuk luas areal 42,37 Ha, debit air yang ada pada musim tanam ke-1 sebesar 0.16 m3/s, sedangkan kebutuhan air sebesar 0,04 m3/s. debit air yang ada pada musim tanam ke-2 sebesar 0.05 m3/s, sedangkan kebutuhan air sebesar 0,06 m3/s.Penentuan pola tanam Padi- Padi musim tanam I dimulai pada April I dan musim tanam II dimulai pada Agustusl II. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air pada musim tanam ke-II belum terpenuhi
Pengolahan Limbah Cair Industri Petroleum Menggunakan Membran Komposit PVDF/Karbon Aktif/TiO2 Sri Martini; Marhaini; Khairil Iksani; Elfidiah
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.500

Abstract

Industri perminyakan menghasilkan limbah cair berminyak dalam jumlah yang signifikan. Hal ini memerlukan strategi pengolahan yang efektif untuk menghindari permasalahan terkait lingkungan. Dalam penelitian ini, dikembangkan membran komposit berbahan dasar polyvinylidene fluoride (PVDF), karbon aktif (AC) dari kulit singkong, serta TiO₂, yang ditujukan untuk mengolah limbah cair kilang minyak mentah dengan kandungan pencemar organik dan anorganik yang tinggi. Dalam penelitian ini, membran difabrikasi dengan variasi konsentrasi AC/TiO₂ sebesar 0, 1, 2, dan 3% untuk mengevaluasi pengaruh komposisi komposit terhadap kualitas permeat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran dengan penambahan AC/TiO₂ sebesar 3% memberikan kinerja paling optimal. Pada rasio tersebut, efisiensi penyisihan mencapai lebih dari 40% for BOD5,  40% for COD, 80% for oil and grease, 69% for sulfida and 60% for amonia. Dengan demikian, membran komposit berpotensi menjadi alternatif yang andal untuk pengolahan limbah cair industri. penelitian lanjutan diharapkan dapat lebih mengeksplorasi integrasi membran komposit dengan teknik pengolahan lain untuk memperpanjang umur membran sekaligus meningkatkan kualitas limbah cair.
Pengolahan Limbah Cair Industri Menggunakan Metode Advanced Oxidation Processes: Analisis Perbandingan Kinerja Sri Martini; Mira Setiawati
Jurnal INOVATOR Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/68813942

Abstract

Limbah cair industri pengolahan minyak bumi memiliki karakteristik kompleks akibat keberadaan senyawa organik kompleks yang sulit terdegradasi secara alami. Penelitian ini mengkaji kinerja beberapa proses oksidasi tingkat tinggi atau advanced oxidation processes (AOPs), termasuk Fenton, photo-Fenton, TiO₂, dan TiO₂/ radiasi UV sinar matahari, dalam menurunkan konsentrasi TOC dengan mengevaluasi pengaruh radiasi cahaya, kondisi pH, dan variasi dosis oksidator/katalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiasi UV dari cahaya matahari mampu meningkatkan efisiensi oksidasi melalui peningkatan pembentukan radikal hidroksil (•OH). Proses photo-Fenton menunjukkan kemampuan degradasi tertinggi karena adanya kombinasi reaksi Fenton dan mekanisme fotokimia yang meningkatkan regenerasi Fe²⁺ serta mempertahankan aktivitas katalitik. Pengaruh pH menunjukkan kondisi optimum yang berbeda untuk setiap sistem, dimana pH 4 dan pH 5 untuk Fenton dan photo-Fenton, serta pH 5 dan pH 7 untuk TiO₂ dan TiO₂/UV. Selain itu, pada dosis reagen/katalis sebesar 1,5 mg/L, didapatkan persentase efisiensi penurunan TOC yaitu masing-masing sebesar 60,57%, 80%, 55,14%, dan 68% untuk Fenton, photo-Fenton, TiO₂, dan TiO₂/UV. Namun, pertambahan dosis yang berlebih mengakibatkan perlambatan reaksi aksidasi, bahkan terjadi penurunan efisiensi. Secara keseluruhan, AOPs terutama photo-Fenton merupakan teknologi efektif untuk pengolahan limbah cair industri.