Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pencegahan Hiperurisemia Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Rukun Warga Muslim (RWM) Al Huda Denpasar Putu Ayu Parwati
Jurnal Pengabdian Barelang Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Barelang
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jpb.v3i01.2711

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Rukun Warga Muslim (RWM) Al Huda Denpasar. Kondisi awal beberapa warga belum mengetahui jenis dan manfaat tanaman obat keluarga khususnya untuk penanganan hiperurisemia. Berkaitan dengan kondisi tersebut, dilakukan penyuluhan dan pembagian tanaman obat keluarga berupa jahe merah dan daun sirih merah dengan tujuan agar masyarakat dapat mengetahui manfaat dari tanaman obat keluarga tersebut. Metode yang digunakan yaitu berupa survei, pemeriksaan asam urat, dan sosialisasi berupa penyuluhan dan pembagian tanaman obat keluarga. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan yaitu diperoleh 13 orang (27%) dari 50 orang peserta pengabdian yang memiliki kadar asam urat tinggi serta telah dilakukan penyuluhan manfaat TOGA dan pembagian TOGA jahe merah dan daun sirih merah bagi peserta pengabdian.
Peningkatan Pengetahuan Petugas Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) di Klinik Utama Bunga Emas Terkait Manajemen Laboratorium Putu Ayu Parwati
Jurnal Pengabdian Barelang Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Barelang Vol 4 No 3 2022
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jpb.v4i2.5546

Abstract

Manajemen laboratorium merupakan usaha untuk mengelola laboratorium. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Oleh karena itu, manajemen laboratorium adalah salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan laboratorium sehari-hari. Untuk menghasilkan pemeriksaan laboratorium yang dapat dipercaya/ bermutu, maka setiap tahap pemeriksaan laboratorium harus dikendalikan. Pengendalian setiap tahap ini untuk mengurangi atau meminimalisir kesalahan yang terjadi di laboratorium. Mutu laboratorium klinik meliputi mutu hasil pemeriksaan dan mutu layanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dengan memberikan informasi kepada ATLM terkait manajemen laboratorium. Metode kegiatan yang digunakan yaitu penyuluhan dan pengukuran tingkat pengetahuan ATLM terkait manajemen laboratorium. Hasil kegiatan yaitu terdapat perbedaan hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada petugas ATLM. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan memberikan tambahan ilmu terkait manajemen laboratorium. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu mengaplikasikan manajemen mutu laboratorium dalam proses pelayanan di laboratorium klinik
Pemutusan Rantai Infeksi Covid-19 pada Anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu Albanna Denpasar Niken Ayu Merna Eka Sari; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Putu Ayu Parwati; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia menetapkan status darurat bencana nasional terkait dengan kejadian pandemik virus COVID-19. Data WHO tanggal 21 September 2021 di Indonesia telah melaporkan 4,2 juta kasus terkonfirmasi, 141.000 orang diantaranya meninggal dunia. Sementara itu, di Bali 107.233 warga terkonfirmasi. Kasus COVID-19 pada anak per Juni 2021 mencapai 250.000 (12,6%) jiwa, dengan tingkat kematian mencapai angka 676 (1,2%). Berdasarkan angka tersebut 50% kematian anak dibawah usia 5 tahun. Upaya mengatasi penyebaran virus, pemerintah membuat kebijakan patuh protokol kesehatan yaitu menghimbau penerapan 5 M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilisasi. Anak merupakan kelompok usia yang rentan tertular virus COVID-19, oleh karena itu anak-anak perlu mendapatkan informasi yang memadai dan mudah dipahami agar dapat turut serta melaksanakan beragam upaya pencegahan COVID-19 yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Metode pengabdian ini dilakukan dengan kegiatan pendidikan kesehatan audiovisual tentang protocol kesehatan 5 M secara during melalui aplikasi zoom. Metode yang digunakan yaitu ceramah dengan media PPT dan video 5 M. Hasil terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan teng 5 M. Hal itu ditunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa baik sebelum pendidikan kesehatan sejumlah 111 siswa (72%) meningkat menjadi 135 siswa (88%). Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan audiovisual terhadap peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa tentang penerapan 5 M.
Peningkatan Pengetahuan Orangtua tentang Deteksi Tumbuh Kembang Balita Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan Ni Komang Ayu Resiyanthi; Niken Ayu Sari; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Putu Ayu Parwati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran perkembangan anak sejak dini sangat penting untuk dilakukan agar gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dihindari. Beradsarkan data, Provinsi Bali memiliki proporsi terbesar dengan alasan utama orang tua tidak pernah ditimbang berat badan dalam 12 bulan pada anakumur 0-59 bulan terakhir adalah karena sibuk/repot yaitu sebesar 29,4 %, data proporsi alas an utama tidak pernah diukur panjang atau tinggi badan dalam 12 bulan terakhir pada anak umur 0-59 bulan di Provinsi Bali adalah karena tidak ada tempat pengukuran (56.5%). Instrumen pengukuan dengan KPSP diharapkan dapat menjadi solusi sehingga orangtua dapat melakukan pengukuran secara mandiri Metode pengabdian ini dilakukan secara langsung dengan mendatangi pelaksanaan Posyandu di banjar Margabingung dan melakukan sosialisasi secara langsung kepada orangtua terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang KPSP. Hal itu ditunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan orangtua baik setelah diberikan pendidikan kesehatan, dari 20 responeden terdapat 19 orang (95%) dalam kategori pengetahuan yang baik dan 1 orang (5%) dala kategori cukup. Terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan KPSP terhadap peningkatan pemahaman dan pengetahuan orangtua tentang deteksi tumbuh kembang balita.
Lead Levels in Blood and Urine, Blood Pressure, and Hemoglobin Levels in Online Motorcycle Taxi Workers in Denpasar Diah Prihatiningsih; Putu Ayu Parwati; Anak Agung Ayu Eka Cahyani
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 3 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i3.13106

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between blood lead (Pb) level, urine Pb level, blood pressure, and hemoglobin level among online motorcycle taxi workers in Denpasar. A quantitative cross-sectional design was used involving 96 drivers selected by purposive sampling. Data were collected through questionnaires, direct physical measurements, and laboratory examinations of blood Pb, urine Pb, and hemoglobin. Normality was tested using the Kolmogorov–Smirnov test. Because several variables were not normally distributed, the data were analyzed using Spearman rank correlation, Mann–Whitney U test, and linear regression. Blood Pb level was not significantly associated with systolic blood pressure, diastolic blood pressure, or hemoglobin level. Urine Pb level was not significantly associated with systolic or diastolic blood pressure, but showed a significant weak negative correlation with hemoglobin level. Blood Pb and urine Pb levels were not significantly correlated. Work duration was not significantly associated with Pb levels, whereas daily working hours showed a marginal association with blood Pb. These findings indicate limited hematological effects and support routine biomonitoring and preventive occupational health measures in traffic-exposed workers.
Larvicidal Activity of Streptomyces sp. Liquid Cultures Against Aedes aegypti Larvae Ni Wayan Desi Bintari; Putu Ayu Parwati
Elkawnie Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v8i2.11436

Abstract

Abstract: The tropics have significant future challenges in controlling the vectors of dengue hemorrhagic fever. The occurrence of resistance to chemical control encourages the development of strategies based on biological control. This study aimed to test the larvicidal activity of Streptomyces sp. liquid culture toward A. aegypti larvae. The selection of Streptomyces as a bio-larvicide was carried out by a chitinase test. Chitinase-producing bacteria were cultivated in biomass culture. The study was conducted using a completely randomized design. The results of this study can be isolated 4 Streptomyces isolates from muddy soil. Among the isolates, Streptomyces sp.4 showed chitinolytic activity on in vitro tests; therefore, it was used for larvicidal activity. Based on the Duncan test result, Streptomyces sp.4 culture showed a significant effect on larval mortality compared to the negative control (p<0.05). The highest rate of larval mortality was found in the A6B1 treatment (34.35%). The results of the Probit test showed that the LD50 value of the Streptomyces sp.4 culture was 24.6±5.4 mL. Based on the in vivo test, showed that Streptomyces sp.4 liquid culture affected the mortality rate of A. aegypti larvae and was significantly different from the negative control (p<0.05). Streptomyces sp.4 is known to have potential benefits as a biological larvicidal agent.Abstrak: Daerah tropis memiliki tantangan besar kedepannya dalam pengendalian vektor demam berdarah dengue (DBD). Adanya kejadian resistensi pengendalian dengan zat kimiawi mendorong strategi pengembangan berbasis pengendalian biologis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian aktivitas kultur Streptomyces sp. sebagai larvasida A. aegypti. Seleksi Streptomyces sebagai biolarvasida dilakukan dengan uji aktivitas kitinase. Bakteri penghasil kitinase dilakukan kultivasi kultur biomassa untuk pengujian in vivo. Rancangan uji menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian dapat diisolasi 4 isolat Streptomyces yang diisolasi dari tanah berlumpur. Diantara keempat isolat, satu isolat yaitu Streptomyces sp.4 menunjukkan aktivitas kitinolitik sehingga digunakan untuk uji aktivitas larvasida secara in vivo. Hasil uji larvasida menunjukkan perlakuan kultur Streptomyces sp.4 berpengaruh nyata terhadap persentase kematian larva dibandingkan kontrol negatif (p<0.05) berdasarkan hasil uji Duncan. Persentase kematian tertinggi didapatkan pada perlakuan A6B1 yaitu sebesar 34.35%. Hasil uji Probit menunjukkan nilai LD50 dari kultur Streptomyces sp.4 adalah 24.6 ± 5.4 mL. Berdasarkan hasil uji in vivo diketahui bahwa perlakuan kultur cair Streptomyces sp.4 berpengaruh terhadap tingkat kematian larva A. aegypti dan berbeda nyata dengan kontrol negative (p<0.05). Streptomyces sp. 4 diketahui memiliki potensi sebagai salah satu agen larvasida biologis.
Analisa Tingkat Capaian Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium Sebelum Dan Sesudah Penggunaan Laboratory Information System (LIS) Ni Putu Yuli Purnama Sari; Anak Agung Ayu Eka Cahyani; Ni Wayan Desi Bintari; Putu Ayu Parwati
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10230

Abstract

Hasil kritis laboratorium adalah hasil yang menunjukkan adanya resiko yang dapat mengancam nyawa pasien dan segera dilaporkan. Pelaporan hasil kritis laboratorium berhasil tercapai dengan baik dengan memperhatikan waktu pelaporan ≤ 30 menit, capaian indikator mutu 100%, dan informasi pelaporan lengkap terdokumentasi. Rumah Sakit menerapkan sistem LIS yang terintegrasi dengan Hospital Information System (HIS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat capaian pelaporan hasil kritis laboratorium sebelum dan sesudah penggunaan LIS di RS Bangli Medika Canti. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh capaian kegiatan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium tahun 2023 dan 2024 di RS Bangli Medika Canti. Hasil analisa sebelum penggunaan LIS adalah waktu pelaporan 36 menit, capaian indikator mutu 94,3%, dan informasi tidak terdokumentasi lengkap. Hasil analisa sesudah penggunaan LIS adalah waktu pelaporan 10 menit, capaian indikator mutu 100%, dan informasi lengkap terdokumentasi.Berdasarkan hasil tersebut tingkat capaian pelaporan hasil kritis laboratorium tercapai dengan baik dengan penggunaan LIS. Peran LIS dapat membantu meningkatkan efisiensi komunikasi untuk pelaporan hasil kritis laboratorium karena sedikit melibatkan pihak lain dan informasi lengkap pada sistem
PENILAIAN HASIL CYSTATIN C PADA PASIEN GANGGUAN FUNGSI GINJAL DI LABORATORIUM PRODIA CIBUBUR Aminah Aminah; Putu Ayu Parwati; Moh. Adreng Pamungkas; Diah Prihatiningsih
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 Edisi Juli 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i3.171

Abstract

Kidney function disorders refer to a condition where the kidneys' ability to filter metabolic waste from the blood and excrete it through urine is compromised. Cystatin C serves as a sensitive and specific biomarker for measuring glomerular filtration rate, accurately reflecting kidney function. This study aims to evaluate Cystatin C levels based on gender among patients with kidney function disorders at the Prodia Cibubur clinic laboratory. The research was conducted from February to March 2023 using a descriptive cross-sectional approach. The sample comprised 120 patients with kidney function disorders selected through total sampling. The findings indicate that 16 patients (13.3%) had normal Cystatin C levels, while 104 patients (86.7%) had elevated Cystatin C levels. Notably, among males, 61 individuals (50.8%) tended to exhibit higher Cystatin C levels, suggesting a greater potential for kidney function disorders due to factors such as activity intensity, body mass influence, and hormonal factors.
DIFFERENCES IN PLATELET COUNTS USING BLOOD SAMPLES WITH K3EDTA AND 3.2% SODIUM CITRATE ANTICOAGULANTS IN DENGUE FEVER PATIENTS Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri Prasetya; Anak Agung Istri Ari Trisnaningrum; Putu Ayu Parwati
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol. 2 No. 3 Edisi Juli 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i3.977

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a viral infection marked by a significant decrease in platelet count. Accurate platelet count testing is crucial for diagnosing and monitoring DHF patients. The pre-analytical phase is a critical stage in laboratory testing, where errors can significantly impact test outcomes. Anticoagulants, such as K3EDTA and 3.2% sodium citrate, are commonly used in routine hematology tests to prevent blood clotting by binding calcium ions and inhibiting clotting factor activation. This study aimed to evaluate the difference in platelet counts between blood samples collected with K3EDTA and 3.2% sodium citrate anticoagulants in DHF patients. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted involving 50 purposively sampled DHF patients. Statistical analysis yielded a p-value of 0.615 (p > 0.05), indicating no significant difference in platelet counts between the two anticoagulants. It can be concluded that the use of K3EDTA and 3.2% sodium citrate does not significantly affect platelet count results in DHF patients. Future studies are recommended to involve larger sample sizes and consider microscopic examination methods, such as peripheral blood smears, to assess platelet aggregation visually.