Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Surya Abdimas

Webinar Penguatan Model Pembelajaran Inovatif Untuk Menunjang Pembelajaran Daring Pada MGMP Ekonomi Kabupaten Kebumen Dwi Puji Astuti; Rediana Setiyani; Anna Kania Widiatami; Syam Widia
Surya Abdimas Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i2.1760

Abstract

Guru memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Namun, pada kondisi pandemi masih banyak guru kesulitan dalam mendesain model pembelajaran. Ditinjau dari permasalahan tersebut, maka kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk agar para guru yang tergabung di MGMP Ekonomi Kabupaten Kebumen memiliki kompetensi guru dalam pengembangan inovasi pembelajaran melalui penguatan model pembelajaran inovatif guna meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memberikan kontribusi positif untuk peningkatan kompetensi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekolah. Pada masa pembelajaran daring guru dituntut untuk tetap bisa mengelola kelas dengan baik melalui penerapan model-model pembelajatan inovatif yang sesuai dengan kondisi peserta didik. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk ceramah, diskusi, dan praktik tentang penerapan model pembelajaran inovatif dengan mitra guru-guru yang tergabung dalam MGMP ekonomi di Kabupaten Kebumen. Materi yang disampaikan meliputi definisi model pembelajaran, jenis-jenis model pembelajaran, pengenalan e-modul sebagai media pembelajaran digital, serta implementasi e-book sebagai media pembelajaran. Hasil dari kegiatan pengabdian didapatkan para guru dapat memahami, merancang dan menerapkan model-model pembelajaran inovatif pada kegiatan belajar mengajar.
Penguatan Usaha Pengrajin Gula Aren di Desa Pakis Kabupaten Kendal Saringatun Mudrikah; Jarot Tri Bowo Santoso; Dwi Puji Astuti; Lola Kurnia Pitaloka
Surya Abdimas Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.vi.940

Abstract

Desa Pakis merupakan wilayah yang memiliki banyak pohon aren sebagai komoditas potensialnya. Masyarakat setempat memanfaatkan pohon aren untuk dibuat gula aren. Gula aren biasanya diproduksi hanya dengan cetakan sederhana, tidak dikemas dengan kemasan yang baik, dan kemudian dijual dengan harga yang rendah dari harga pasar. Para pengrajin gula aren juga tidak pernah melakukan pencatatan keuangan selama kegiatan produksi hingga penjualan. Minimnya pengetahuan tentang pentingnya pengemasan produk, strategi pemasaran, dan pencatatan keuangan menjadi masalah utama yang dihadapi para pengrajin gula aren. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan hingga pendampingan pengemasan produk, pemasaran produk secara digital dan pembukuan keuangan sederhana. Kegiatan pengabdian ini telah mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu 1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengemasan produk, 2) peningkatan kemampuan pemasaran digital dalam mempromosikan gula aren melalui media sosial dan 3) peningkatan pengetahuan serta keterampilan dalam pembukuan sederhana
Pelatihan Edukasi Penghitungan Risiko Biaya dan Pendapatan Petani Bawang Merah di Desa Genengadal Kabupaten Grobogan Kardiyem Kardiyem; Dwi Puji Astuti; Saringatun Mudrikah; Abdul Khafidz; Siti Mukoyimah; Siswi Putri Sulawartisari; Windi Ivariana Novelia
Surya Abdimas Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i4.2277

Abstract

Desa Genengadal Kecamatan Toroh adalah daerah penghasil bawang terbesar di Kabupaten Grobogan. Sebanyak 200 petani aktif melakukan budidaya bawang merah, dengan masa tanam dua kali dalam setahun. Kelompok tani yang paling aktif di desa ini adalah Kelompok Tani Lestari dan Kelompok Tani Rahayu yang sudah berdiri sejak tahun 2013. Berdasarkan hasil observasi persoalan yang dihadapi oleh petani bawang merah di Desa Genengadal adalah ketidakmampuan petani memperhitungkan risiko produksi pertanian sehingga terjadi ketidakmerataan alokasi permodalan. Ketimpangan alokasi biaya menimbulkan risiko pendapatan yang seringkali tidak seimbang dengan pengeluaran produksi dikarenakan fluktuasi harga jual serta ketidakoptimalan kuantitas dan kualitas hasil produksi. Persoalan ini belum mendapatkan solusi yang tepat sehingga sering kali petani mengalami kerugian yang dapat mencapai Rp 40.000.000,00/ha, nominal tersebut belum termasuk kalkulasi biaya tenaga kerja yang sering diabaikan oleh para petani. Ketidakmampuan memperhitungkan besaran risiko biaya yang dihadapi dengan hasil pendapatan di kemudian hari menjadi faktor kelesuan ekonomi bagi petani. Berkenaan dengan permasalahan tersebut, maka perlu diadakan program pemberdayaan secara berkesinambungan untuk menciptakan petani yang memiliki manajemen usaha yang tepat dan mampu memperhitungkan risiko sehingga kesejahteraannya meningkat. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan konsep pelatihan perhitungan risiko biaya dan pendapatan usaha pertanian. Pelaksanaan kegiatan menggunakan 5 Metode (diskusi, ceramah, tutorial, latihan, monitoring dan valuasi yang dilakukan secara bertahap dengan pendekatan Community Development dan Edukatif. Melalui pemberdayaan ini petani lebih terampil dalam memperhitungkan akuntansi pertanian bawang merah sehingga dapat memperbaiki menajamen usahanya dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik, disamping itu juga mampu membantu pemenuhan sarana prasarana pertanian.