Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS KONSEPTUAL ETIKA PROFESIONAL DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP ETOS KERJA GURU Kamaliya Ramadhani; Azzani Izza Fahrezi; Salsabila Nadia Rahma Maulida; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48131

Abstract

This study is motivated by the importance of professional ethics in fostering a work ethic among teachers amid the increasingly complex challenges of modern education. The decline in discipline and professional responsibility, as well as the weak commitment of some educators to the quality of learning, highlights the need to strengthen teachers’ professional ethics. This study aims to analyze the concept of teachers’ professional ethics and its implications for the development of a work ethic in the field of education. The study employs a qualitative approach using library research. Data were collected from various scholarly sources, including national journals, books, and educational regulations relevant to professional ethics and teachers’ work ethic. Data analysis was conducted through content analysis to identify conceptual relationships between professional ethics and teachers’ work ethic. The results of the study indicate that professional ethics have a significant influence on the formation of teachers’ work ethic, particularly in terms of responsibility, discipline, integrity, professional loyalty, and commitment to improving the quality of education. Teachers who possess a good understanding and application of professional ethics tend to demonstrate a higher work ethic in carrying out their educational duties. This study confirms that strengthening professional ethics must be an integral part of teacher competency development in order to continuously improve the quality of education.
Kompetensi Moral Guru dalam Menjaga Batas Interaksi dengan Peserta Didik di Era Digital Nabila Salsa Hidayah; Syahrul Ardiansyah; Muamalatul Hikmah; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48448

Abstract

This study aimed to analyze teachers’ moral competence in maintaining interaction boundaries with students in the digital era. The development of digital technology had transformed educational interaction patterns from those previously limited to classroom settings into broader communication through social media, instant messaging applications, and online learning platforms. This condition created more flexible communication opportunities, but also presented challenges in maintaining teachers’ professional boundaries. This study used a qualitative approach with a library research method by collecting and analyzing relevant scientific literature. The data were analyzed using content analysis techniques to identify the concept of teachers’ moral competence, changes in educational interaction patterns, and the challenges of professionalism in the digital era. The results showed that teachers’ moral competence played an important role as the foundation of educational professionalism related to integrity, responsibility, and exemplary conduct. In addition, the development of digital interaction had expanded educational communication spaces, requiring teachers to have stronger moral awareness in maintaining interaction boundaries with students. This study confirmed that strengthening teachers’ moral competence was an important necessity in maintaining the quality of educational relationships in the digital era. Keywords: Teacher professionalism, digital interaction, educational ethics ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi moral guru dalam menjaga batas interaksi dengan peserta didik di era digital. Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi pendidikan dari yang sebelumnya terbatas pada ruang kelas menjadi lebih luas melalui media sosial, aplikasi pesan instan, dan platform pembelajaran daring. Kondisi ini membuka peluang komunikasi yang lebih fleksibel, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam menjaga batas profesional guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui pengumpulan dan analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi konsep kompetensi moral guru, perubahan pola interaksi pendidikan, serta tantangan profesionalisme di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi moral guru memiliki peran penting sebagai fondasi profesionalisme pendidikan yang berkaitan dengan integritas, tanggung jawab, dan keteladanan. Selain itu, perkembangan interaksi digital telah memperluas ruang komunikasi pendidikan sehingga menuntut guru memiliki kesadaran moral yang lebih kuat dalam menjaga batas interaksi dengan peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi moral guru menjadi kebutuhan penting dalam menjaga kualitas hubungan pendidikan di era digital. Kata Kunci: Profesionalisme Guru, Interaksi Digital, Etika Pendidikan
MENANAMKAN AKHLAK SEJAK DINI MELALUI PERAN ETIKA GURU DALAM PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI Ismil Ardiana; Shiva, Miladia Shiva; Naqila Asyifa; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran etika guru dalam menanamkan akhlak pada anak usia dini dalam perspektif pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya masa golden age sebagai periode strategis dalam pembentukan karakter anak, serta besarnya pengaruh guru sebagai teladan dalam proses pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika guru memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan akhlak anak, yang diwujudkan melalui keteladanan, pembimbingan moral, pembiasaan, serta penciptaan lingkungan belajar yang berkarakter. Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan dalam penerapan etika guru di era modern, seperti pengaruh teknologi dan perubahan karakter peserta didik. Dengan demikian, etika guru menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berkarakter.
IMPLEMENTASI ETIKA PROFESI GURU DALAM MENGEMBANGKAN MORAL ANAK USIA DINI Indah Aryani; Sheila Zulfiani; Lutfiyanah Lutfiyanah; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.49674

Abstract

This study examines how teacher professional ethics are implemented in shaping the moral character of early childhood students. Early childhood is widely acknowledged as the most formative period in human development, commonly referred to as the golden age, during which children readily absorb, internalize, and imitate values observed in their surrounding environment. Within this context, teachers hold a uniquely influential position, as they function not merely as academic instructors but as living moral models whose daily conduct whether in speech, attitude, or behavior is continuously observed and replicated by young learners. This study adopts a qualitative approach grounded in systematic literature review, drawing data from peer-reviewed scientific journals, academic books, and relevant scholarly documents focusing on teacher professional ethics and early childhood moral development. Data analysis was carried out through content analysis, involving three iterative stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that teacher professional ethics is concretely realized through role modeling, a sense of deep responsibility, polite and empathetic communication, and fair treatment of all students regardless of background. When these values are applied consistently and earnestly, children gradually develop a range of positive moral attributes, including honesty, self-discipline, empathy, tolerance, social care, and the capacity to respect others both within school settings and at home. Moreover, this study identifies that the successful implementation of teacher professional ethics is not determined by the teacher alone, but depends significantly on the synergy between teacher professional competence, a school environment that actively supports moral education, and the genuine involvement of parents in the child's educational journey. Obstacles such as limited teacher understanding of professional ethics, inconsistent household values, and adverse social environments are also discussed as factors that may hinder optimal moral development in early childhood.  
IMPLEMENTASI ETIKA GURU DI TENGAH ARUS MEDIA SOSIAL Qonata Tsani; Muhammad Yusuf Zackaria; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50657

Abstract

This study is motivated by the increasing use of social media in education, which affects interaction patterns and teacher professionalism, thereby raising ethical challenges in digital practices. The objective of this research is to analyze the implementation of teacher ethics amid the flow of social media and to identify relevant challenges and strategies in maintaining professionalism. This study employs a qualitative method with a descriptive approach, involving teachers as research subjects, and utilizes data collection techniques such as interviews, observations, and documentation. The results indicate that social media is used as a medium for learning and communication; however, it also presents challenges such as oversharing, privacy conflicts, and public opinion pressure, thus requiring strengthened ethics, communication boundaries, and digital literacy. In conclusion, the proper implementation of teacher ethics, supported by digital literacy and appropriate strategies, can maintain professionalism and improve the quality of educational interaction in the digital era.
IMPLEMENTASI ETIKA PROFESI GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Ahmad Khamdani; Khoirun Nisa; Muhammad Agus NurKholis; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52684

Abstract

This research stems from the increasing use of digital technology in the learning process, which requires teachers to adhere to professional ethics. Technological developments have brought changes to the learning system, both through the use of digital media and online learning interactions. The focus of this research is the continued discovery of learning practices that do not fully reflect the ethical values ​​of the teaching profession in the use of digital technology. This study aims to describe the application of professional ethics in teaching, identify obstacles encountered, and analyze efforts to improve the quality of learning in the digital era. The method used is a literature review utilizing various relevant scientific sources. The results show that the implementation of professional ethics in teaching is reflected in an attitude of responsibility, honesty, objectivity, and exemplary behavior in the use of learning technology. Thus, it is necessary to improve digital competence and strengthen the understanding of professional ethics to support the creation of effective and quality learning in the digital era.
KONSEP DASAR ETIKA PROFESI GURU DI ERA DIGITAL SEBAGAI LANDASAN DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN YANG PROFESIONAL Farida Restu Safita; Muhammad Bahrul Ulum; Najwa Nur Hanifah; Taufiqurohman; Muhlisin Muhlisin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54705

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep dasar etika profesi bagi guru di era digital sebagai landasan bagi praktik pengajaran profesional. Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan pada peran dan tanggung jawab guru, sehingga memerlukan pemahaman yang lebih luas mengenai etika dalam penggunaan media digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tinjauan pustaka, yang melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa etika profesional bagi guru di era digital mencakup tanggung jawab moral, profesionalisme dalam memanfaatkan teknologi, kemampuan untuk menjaga komunikasi yang saling menghormati di ruang digital, dan komitmen terhadap integritas akademik dalam proses pembelajaran. Penerapan prinsip-prinsip etika ini dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif, kondusif, dan berorientasi pada nilai. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya mengandalkan sumber literatur tanpa melibatkan data lapangan empiris, sehingga tidak dapat menggambarkan kondisi dunia nyata secara utuh. Meskipun demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pemahaman akan pentingnya etika profesional guru sebagai landasan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran profesional di tengah perkembangan era digital.
STRATEGI DAN PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI ERA GLOBALISASI Dewi Istiqomatul Husna; Dewi Muthiah Aliya Zahro; Meyta Cecilia Nurliza; Siti Fatimah; Muhlisin Muhlisin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54857

Abstract

This study explores the challenges teachers face in shaping students' character in the era of globalization, as well as practical approaches to address them. Key challenges include the negative impact of media on students' decision-making, the moral crisis caused by an unsupportive social environment, and teachers' lack of time due to administrative and curricular responsibilities. In this regard, the role of teachers as mentors and substitute parents in character development is crucial. The purpose of this study is to find strategies for fostering students' moral character through teaching. The approach used is a qualitative, literature-based study that examines various materials, including books and journals. The research findings indicate that globalization presents both challenges and opportunities for education, particularly in terms of improving the quality of human resources with competitive skills and character. To become a teacher, you need to possess four core competencies: pedagogical, professional, social, and personality. In addition, you must be able to keep up with technological developments. The combination of technology and new teaching techniques has proven essential for producing engaging, creative, and relevant teaching. In conclusion, the key to developing superior student character in the global era is the use of technology and improving teacher competency.
Peran Asosiasi Profesi Guru Dalam Menghadapi Tantangan Etika Penggunaan AI Didunia Pendidikan Sevi Selviani Putri; Mar’atus Solekha; Najmi Arif Triyadi; Muhlisin Muhlisin; Abul Mafaakhir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56896

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran yang lebih adaptif, personal, dan berbasis data, namun juga menimbulkan tantangan etika seperti plagiarisme, bias algoritma, dan pelanggaran privasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asosiasi profesi guru dalam menghadapi tantangan etika penggunaan AI di dunia pendidikan, khususnya dalam perumusan pedoman etika, peningkatan literasi digital, dan advokasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai jurnal, buku dan dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mengubah peran guru menjadi fasilitator, namun implementasinya masih menghadapi kendala kesiapan infrastruktur dan kompetensi. Selain itu, asosiasi profesi guru memiliki peran strategis dalam menyusun kode etik, meningkatkan kompetensi digital guru, serta mendorong kebijakan pendidikan yang berorientasi pada penggunaan AI yang bertanggung jawab. Kesimpulannya, penguatan peran asosiasi profesi guru menjadi kunci dalam menjaga integritas dan kualitas pendidikan di era digital berbasis AI.
Timbulan dan Komposisi Sampah Kantin Universitas Islam Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Sebagai Dasar Pengelolaan Sampah Berkelanjutan salva ziyad; Fadilah Ramadani; Dea Safitri; Sifa Aulia; Ainun Nur Aprilia; Muhlisin Muhlisin
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.2781

Abstract

Sampah yang dihasilkan dari aktivitas konsumsi di lingkungan kampus berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Kantin kampus merupakan salah satu sumber utama timbulan sampah yang berasal dari penggunaan berbagai jenis kemasan makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah timbulan serta komposisi sampah yang dihasilkan di Kantin Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan observasi langsung melalui kegiatan pengumpulan, pemilahan, dan penimbangan sampah selama tiga hari pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total timbulan sampah yang dihasilkan sebesar 24,98 kg. Komposisi sampah didominasi oleh kertas sebesar 35,63%, diikuti styrofoam 23,22%, botol plastik 19,54%, plastik 16,41%, dan sampah organic  5,20%. Berdasarkan jenisnya, sampah anorganik mencapai 94,8% dari total timbulan sampah, sedangkan sampah organik hanya sebesar 5,2%. Tingginya persentase sampah anorganik menunjukkan bahwa penggunaan kemasan sekali pakai masih menjadi penyumbang utama timbulan sampah di kantin kampus. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan sampah melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), peningkatan kegiatan pemilahan sampah, serta pengurangan penggunaan kemasan sekali pakai untuk mendukung terciptanya lingkungan kampus yang berkelanjutan.