Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS EFISIENSI TEKNIS PADA USAHA SAPI PERAH DI KECAMATAN TANJUNGSARI Utami, Annisa Wanda; Salman, Lia Budimulyati; Firman, Achmad
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.262 KB) | DOI: 10.25157/ma.v6i1.3087

Abstract

The dairy cow business has become a regeneration business as a family business. The dairy cow business in Indonesia is generally still a people's dairy cow business with a scale of ownership under 10 per farmer. The main problem that is still faced today is the inefficiency of farmers in the dairy business. Based on these problems, this study aims to determine the value of the technical efficiency of dairy cattle businesses, factors of production that can increase or decrease milk production, and determine the inefficiency factors in dairy cattle businesses. The study was conducted on the people's dairy cows in Tanjungsari District in August-September 2019 in the KSU area of Tandangsari. Data is collected by the survey method using a questionnaire. The analysis was performed using Frontier 4.1 software. The results of the analysis show the average value of the technical efficiency of the dairy cattle business in the study area is 0.643. The factors of production that can affect milk production are the number of lactation cows, foraging, concentrating, and labor. Factors that are thought to affect efficiency include age, experience, education, non-productive cattle, total population, main occupational dummy, and grass production, although not statistically significant. Based on the value of the technical efficiency indicates that the dairy cow business in Tanjungsari District has not been technically efficient (Et) <1 (0.643).
PENENTUAN WILAYAH-WILAYAH UNGGULAN PENGEMBANGAN TERNAK BESAR DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Firman, Achmad; Nono, Obed Haba
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.698 KB) | DOI: 10.25157/ma.v5i2.2387

Abstract

This study aims to determine the central areas for the development of large livestock in the East Nusa Tenggara Province. The data used in this study are secondary data obtained from the Central Statistics Agency and the Agriculture Service of East Nusa Tenggara Province. The analytical method used in this study is a quantitative method. The results of this study indicate that the areas that can be used as centers for large livestock development are as follows: (1) the development of cattle livestock is found in Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu, Alor, Ende, Rote, Malaka, and Kupang city (2) Development of horse is found in Sumba Barat, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ngada, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Manggarai Timur, Sabu Raijua; and (3) Development of buffalo is found in Sumba Barat, Sumba Timur, Ngada, Rote, Manggarai, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, nagekeo, Mangarai Timur, Sabua Raijua.
Peran Usaha Perbibitan Dalam Pengembangan Ternak Sapi Perah di Indonesia (The Role of Breeding Farm on Dairy Cattle Development In Indonesia) Achmad Firman; Sri Bandiyati Komar Prajoga; Hermawan -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i1.445

Abstract

Usaha perbibitan pada peternakan sapi perah memegang peranan penting dalam penyediaan stock bibit sapi perah. Dalam kerangka budidaya sapi perah, perbibitan atau breeding merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus feeding, breeding, dan management. Ke tiga faktor tersebut sangat penting dalam usahaternak sapi perah. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana peran perbibitan dan program-program perbibitan dalam penyediaan ternak pengganti, dan untuk mengetahui berapa besar investasi yang diperlukan dalam usaha perbibitan sapi perah. Metode yang dilakukan pada kajian ini adalah kajian pustaka yang dititikberatkan pada usaha perbibitan sapi perah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil mapping terhadap peran pelaku perbibitan sapi perah dapat dikatakan bahwa (1) usaha perbibitan sapi perah sangat berperan dalam memasok kebutuhan akan bibit; (2) belum maksimalnya pelaku usaha di sapi perah dalam mengembangkan perbibitan; (3) selama ini, peran usaha perbibitan sapi perah hanya ditujukkan sebagai penyedia ternak pengganti produksi/replacement stock, padalah diperlukan juga untuk menghasilkan produksi bibit sapi perah unggulan untuk menghasilkan elit cow dan proven bull; dan (4) usaha perbibitan sapi perah memerlukan investasi yang cukup besar, namun usaha ini cukup prospektif untuk diusahakan karena mampu menghasilkan keuntungan per harga pokok produksi sebesar 3,4% per bulan atau melebihi suku bunga bank. Kata Kunci: Peranan, Perbibitan, Sapi Perah
ANALISIS KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PADA PETERNAK SAPI PERAH (Survey di Wilayah Kerja Koperasi Unit Desa Sinar Jaya Kabupaten Bandung) Achmad Firman; Linda Herlina
Sosiohumaniora Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i1.5362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan pada peternak sapi perah di wilayah kerja KUD Sinar Jaya Kabupaten Bandung. Objek dari penelitian ini adalah peternak sapi perah yang menjadi anggota koperasi. Jumlah responden yang dipilih untuk dijadikan sampel sebanyak 69 orang yang dilakukan secara proporsional. Hasil analisis pada tingkat kemiskinan dilakukan berdasarkan dua standar kemiskinan, yaitu berdasarkan Biro Pusat Statistik dan Bank Dunia. Adapun kondisi kemiskinan dikategorikan menjadi dua kategori, yaitu miskin persistent dan miskin transient/vulnerable. Tingkat kemiskinan yang terjadi pada peternak sapi perah di wilayah KUD tersebut menunjukkan jumlah peternak miskin yang dikategorikan miskin persistent sebanyak 14 orang (20,29 persen) berdasarkan standar BPS atau 24 orang (34,78 persem) berdasarkan standar Bank Dunia. Sedangkan responden yang dikategorikan sebagai miskin vulnerable sebanyak 32 orang (46,38 persen) berdasarkan standar BPS atau 22 orang (31,88 persen) berdasarkan standar Bank Dunia. Berdasarkan analisis tersebut menunjukkan bahwa yang tidak termasuk kategori miskin berjumlah 23 orang (baik berdasarkan standar BPS ataupun Bank Dunia). Bila ditinjau dari tingkat ketimpangan distribusi pendapatan dari parat peternak sapi perah di wilayah tersebut menunjukan nilai Gini Rationya sebesar 0,2149. Ini berarti bahwa tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di tingkat peternak sapi perah relatif rendah. Rendahnya tingkat ketimpangan tersebut menunjukkan bahwa antara peternak kaya dan miskin tidak terjadi gap yang lebar. Hal ini menandakan bahwa jumlah kepemilikan ternak tidak dapat dijadikan ukuran untuk melihat ketimpangan namun produktivitas dan kualitas susu-lah yang berpengaruh terhadap pendapatan peternak. Kata kunci: Tingkat Ketimpangan, Distribusi Pendapatan, Tingkat Kemiskinan
DAMPAK OUTPUT SEKTOR TRANSPORTASI TERHADAP SEKTOR PERTANIAN DAN PETERNAKAN DI INDONESIA (ANALISIS INPUT – OUTPUT) Achmad Firman
Sosiohumaniora Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i2.5399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dampak output sektor transportasi terhadap sektor pertanian dan peternakan. Data yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah data input-output Indonesia Tahun 2000. Hasil analisis menunjukkan, bahwa dampak output subsektor transportasi kereta api dan angkutan laut dimanfaatkan oleh sektor pertanian dan peternakan pada urutan ke tiga. Subsektor angkutan darat dan jasa penunjang angkutan dimanfaatkan oleh sektor pertanian dan peternakan pada urutan ke empat. Sedangkan subsektor angkutan darat dimanfaatkan oleh sektor peranian dan peternakan pada urutan ke lima. Hal tersebut semakin memperjelas, bahwa sektor pertanian dan peternakan tidak menggunakan sektor transportasi sebagai komponen utama dalam produksi melainkan sebagai penunjang kegiatan usaha. Sedangkan sektor industri pengolahan lebih sering menggunakan jasa sektor transportasi dalam distribusi barang dan jasanya. Kata kunci: Output, transportasi, pertanian, peternakan.
PENENTUAN WILAYAH-WILAYAH SENTRA PENGEMBANGAN TERNAK KECIL DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Achmad Firman; Obed Haba Nono
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2735.784 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.23250

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur yang bertujuan untuk menentukan wilayah-wilayah yang dapat dijadikan sentra bagi pengembangan ternak kambing, domba, dan babi. Data sekunder digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan wilayah pengembangan ternak kecil tersebut. Analisis kuantitatif menjadi metode yang digunakan pada kajian ini. Hasilnya memperlihatkan bahwa (1) sentra pengembangan ternak kambing adalah di Kabupaten Sumba Timur, Kab. Timur Tengah Utara (TTU), Kab. Alor, Kab. Flores Timur, Kab. Sikka, Kab. Nagekeo, Kab. Manggarai Timur, dan Kab. Sabu Raijua; (2) pengembangan ternak domba terdapat di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua; dan (3) pengembangan ternak babi terdapat di Kab. Sumba Barat, Kab. Kupang, Kab. Timur Tengah Selatan (TTS), Kab. Ngada, Kab. Sumba Tengah, Kab. Sumba Barat Daya, dan Kota Kupang.
Evaluation of Factors Affecting Farmers’ Calves Rearing Decision in West Java by Participatory System Analysis Approach Achmad Firman; Sauland Sinaga; Rangga Setiawan; Dwi Suharyanto
Buletin Peternakan Vol 42, No 4 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (4) NOVEMBER 2018
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v42i4.34325

Abstract

This research aimed to determine factors affecting farmers’ calves rearing decision and further determine which of the factors were categorized as the critical elements on the practice as well. A qualitative method was used in this research, where beef and dairy cattle farmer groups, dairy cooperative staffs, and regional department of livestock and animal health staffs were questioned as the source of information and data collection. The research area covered Tasikmalaya and Kuningan District for beef cattle rearing, while for the dairy cattle rearing covered Bandung and West Bandung District.  The obtained data were then analyzed through Participatory System Analysis (PSA) approach. The results showed that factors which affect farmer’s dairy calves rearing decision were high-cost production, long rearing time, calves rearing status as a secondary income source, and reared calves’ quality. Furthermore, the results of this research also showed that the critical elements the decision were calves rearing status as secondary income and calves’ quality.
ANALISIS FAKTOR LOKASI, KELENGKAPAN PRODUK, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK DAGING SAPI DAN TURUNANNYA Agung Muhammad Firdaus; Achmad Firman; Anita Fitriani
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 8, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v8i1.6808

Abstract

The purpose of the study was to determine the effect of location, product completeness, and price, either partially or simultaneously on purchasing decisions for beef products and their derivatives. The research method was a survey of 42 respondents using a questionnaire as a tool. The data obtained were analyzed using ordinal regression analysis. The results showed that there was a partial effect of location and price, while the completeness of the product did not partially influence the decision to purchase beef and its derivatives at Ciwastra Traditional Market; and all factors simultaneously influence the decision to purchase beef and its derivatives at Ciwastra Traditional Market with a model accuracy of 56%.
ANALISIS LOW EXTERNAL INPUT SUSTAINABLE AGRICULTURE (LEISA) PADA TERNAK DOMBA DI KAWASAN AGRIBISNIS DESA TERNAK, DESA CINTALAKSANA KECAMATAN TEGALWARU, KABUPATEN KARAWANG Achmad Firman; Linda Herlina; Slamet Yulianto
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.961 KB) | DOI: 10.25157/ma.v5i1.1725

Abstract

The purpose of the research is to analyze regional carrying capacity to keep sheep in agribusiness zone at Cintalaksana village through the concept of Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA). The village is dominated by forest and paddy land that indicate forage availabality to develop sheep commodity. The result research showed that forage availability that can be produced approaximately 4.316,93 ton dry matter per year. The amount of sheep can be kept approaximately 29.563 animal units. The analysis of carrying capacity index showed that Cintalaksana village had the carrying capacity index is 1,0002 which means that the value is in a critical category. Therefore the sheep development in Desa Cintalaksana could not support to LEISA concept because the index value is a critical category.
ANALISIS PENENTUAN METODE PENETAPAN TARIF RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN DALAM PEMENUHAN CAPAIN TARGET PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA BANDUNG Achmad Firman
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.777 KB) | DOI: 10.25157/ma.v6i1.3065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis target pendapatan asli daerah (PAD) yang mampu dicapai dari retribusi RPH di Kota Bandung dan model penentuan tarif retribusi yang terbaik yang dapat digunakan untuk pencapaian target PAD. Lokasi penelitian ini dilakukan di RPH Ciroyom dan RPH Cirangrang. Data sekunder dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung menjadi data utama untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa target PAD yang ditetapkan di atas Rp 1,5 milyar sangat sulit dicapai apabila sapi yang dipotong dibawah 30.000 ekor pertahun. Adapun model yang terbaik yang mendekati capaian target PAD dan memberikan rasa keadilan yang tinggi adalah model 3 (weight based model). Kata Kunci: sapi potong, tarif, retribusi, RPH