Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

POTRET MASYARAKAT NELAYAN PESISIR DI PULAU KALAMA KECAMATAN TATOARENG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Sarapil, Costantein Imanuel; Mozes, Getruida Nita; Kumaseh, Eunike Irene; Ikhtiagung, Ganjar Ndaru; Puspaputri, Erlin; Dalonto, Meldianus Swandris
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30647

Abstract

AbstractThis study aims to describe the socio-economic conditions of the fishing community in Kalama Island, District of Tatoareng, Regency of Sangihe islands. The method used in this research is descriptive method. This method is used to look for the elements, characteristics, properties of a phenomenon. This method begins with collecting data, analyzing data and interpreting it in the form of text or images. The social situation of fisher in Kalama Island has a high sense of solidarity. People who help each other. The low level of education of fisher, where most have elementary school education. The economic situation of fisher is also uncertain, depending on weather conditions. The profit earned by fisher is IDR 700,000 - IDR 1,700,000 per day. However, this profit does not guarantee the welfare of fisher, because the catch is uncertain and the fisher's lifestyle is wasteful. The government can pay more attention to the welfare of fisher on small islands and develop the potential of Kalama Island.Keywords: socio – economic condition; fisher; coastal; Kalama Island AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan di Pulau Kalama, Kecamatan Tatoareng Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat suatu fenomena. Metode ini dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisis data dan menginterpretasikannya ke dalam bentuk teks atau gambar. Keadaan sosial nelayan di Pulau Kalama mempunyai rasa solidaritas yang tinggi. Masyarakat yang saling membantu satu dengan lainnya. Tingkat pendidikan nelayan yang rendah, dimana sebagian besar mempunyai pendidikan SD. Keadaan ekonomi nelayan juga tidak menentu, bergantung pada kondisi cuaca. Keuntungan yang diperoleh nelayan sebesar Rp 700.000 – Rp 1.700.000,- per hari. Namun, besarnya keuntungan ini tidak menjamin kesejahteraan nelayan, karena hasil tangkapan yang tidak menentu serta pola hidup nelayan yang boros. Pemerintah dapat lebih memperhatikan kesejahteraan nelayan di pulau kecil dan mengembangkan potensi Pulau Kalama.Kata kunci: kondisi sosial ekonomi; nelayan; pesisir; pulau kalama
KONDISI SOSIAL EKONOMI NELAYAN PENANGKAP IKAN JULUNG-JULUNG DI WILAYAH PESISIR KAMPUNG PALARENG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Costantein Imanuel Sarapil; Eunike Irene Kumaseh; Ganjar Ndaru Ikhtiagung; Putri Lahungkasiang; Erlin Puspaputri
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 9 No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3, Oktober 2020
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v10i3.947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi nelayan serta menganalisis usaha penangkapan ikan julung-julung dengan soma giop di Kampung Palareng. Kegiatan usaha penangkapan ikan yang sudah berlangsung lama, sehingga menarik untuk diketahui apakah usaha tersebut memberi keuntungan bagi nelayan di Kampung Palareng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Dimana penelitian kualitatif menggunakan fenomena sosial menjadi pusat perhatian. Sedangkan penelitian kuantitatif menggunakan analisa dan perhitungan. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif kualitatif, sementara untuk memperoleh nilai B/C, NPV dan PP menggunakan metode kuantitatif. Kondisi sosial nelayan di Kampung Palareng masih sangat kuat. Solidaritas yang tinggi bagi masyarakat dapat terlihat dalam kegiatan gotong royong maupun kegiatan sosial lainnya. Sebagian besar masyarakat mempunyai tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD). Pendapatan yang tegolong tinggi bagi para nelayan. Secara finansial, analisis kelayakan usaha penangkapan ikan julung-julung diperoleh hasil BCR sebesar 0,96 dimana B/C kurang dari 1, PP 1 tahun, dan NPV sebesar Rp -12.472.049 (NPV bernilai negatif). Secara Finansial, usaha penangkapan ikan julung-julung di Kampung Palareng tidak layak untuk diteruskan. Namun, usaha penangkapan ikan julung-julung memiliki makna sosial dan budaya yang tinggi bagi kehidupan masyarakat Kampung Palareng. Baik perempuan maupun laki-laki, tua dan muda, semua bekerja sama ikut perahu penangkap ikan julung-julung dan mengikuti kegiatan pengoperasian penangkapan ikan. Hasil tangkapan dibagi untuk semua yang mengikuti kegiatan penangkapan maupun bagi masyarakat secara keseluruhan. Nilai sosial budaya ini yang mempertahankan keberadaan usaha penangkapan ikan julung-julung di Kampung Palareng.
TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN PENANGKAP IKAN KURISI SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KAMPUNG PARA I KECAMATAN TATOARENG KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Costantein Imanuel Sarapil; Fitria Fresty Lungari; Eunike Irene Kumaseh; Ishak Bawias; Ganjar Ndaru Ikhtiagung; Erlin Puspaputri; Stefanus Kawowode
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 10 No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3, Oktober 2021
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v10i3.1187

Abstract

This study aims to analyze at the income level of fishermen in Para I Village during the Covid-19 pandemic, and look at the marketing flow and marketing margins of Threadfin bream in Para I village. This research can be input to the Government in improving the welfare of fishermen amid Covid-19 pandemic. This research was conducted in Para I Village, Tatoareng District, Sangihe Islands Regency in March – May 2021. The methods used in this study were qualitative and quantitative ones. Data collection was carried out through direct observation and interviews with local fishermen, while maintaining health protocols. The income of threadfin bream fisherman per week in Para I Village ranges from IDR 500,000 - IDR 3,000,000 depending on weather condition. The marketing of threadfin bream and other demersal fish belongs to an efficient one. During the pandemic, fishermen's income decreased slightly because they could not bring their catch to be sold to Tahuna city or Dagho Fishing Port. However, there are also traders who come directly to buy fish on Para Island. Income decreased to IDR 500,000 per week during the pandemic. However, this condition only lasted for 2-3 months, but then their income returned to the normal. The strategy taken by fishermen to deal with the income decline during the pandemic is to process their catch into salted fish that can be sold or stored as food reserves for their households. The government can help organize Financial Management Training and education about business opportunities in the fisheries sector.
KONTRIBUSI PERAN PEREMPUAN PESISIR TERHADAP KEBUTUHAN EKONOMI KELUARGA DI KAMPUNG PETTA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Costantein Imanuel Sarapil; Eunike Kumaseh; Ganjar Ndaru Ikhtiagung; Erlin Puspaputri
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v7i1.368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi peran perempuan pesisir dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan berapa besar presentase kontribusi perempuan dalam menopang ekonomi keluarga di Kampung Petta Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan yaitu kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan pancaindra. Karena itu, obervasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindera mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya untuk menghimpun data penelitian. Rata - rata keuntungan perempuan pesisir Rp 160.000 / hari, rata - rata pendapatan Rp 2.750.000, serta besar kontribusi perempuan pesisir terhadap kebutuhan ekonomi keluarga yaitu sebesar 46,5 %. Hal ini menunjukkan bahwa Perempuan pesisir mempunyai peran yang penting dalam memenuhi kebutuhan keluarga di Kampung Petta. Perlu adanya kebijakan Pemerintah yang memberikan peluang bagi para perempuan pesisir untuk mengembangkan usaha mereka dan berkontribusi secara aktif bagi masyarakat. This study aims to determine the contribution of the role of coastal women in fulfilling the economic needs of the family and how much is the percentage in contribution of women in supporting the family economy in Petta Village, Tabukan Utara District, Sangihe Islands Regency. Data collection was carried out by observation, namely human daily activities using the eye senses as their main aid in addition to other senses such as ears, smell, mouth, and skin. Therefore, observation is a person's ability to use his observations through the work of his senses and is assisted by other senses to collect research data. The average profit for coastal women is Rp. 160,000 / day, the average income is Rp. 2,750,000, and the contribution of coastal women to the economic needs of the family is 46,5 %. This shows that coastal women have an important role in fulfill the needs of families in Petta Village. There needs a government policy that provides opportunities for coastal women to develop their businesses and contribute actively to society.
KAJIAN SOSIAL EKONOMI TERHADAP POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM LAUT DAN PESISIR DI PULAU BEBALANG KECAMATAN MANGANITU SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Eunike Irene Kumaseh; Costantein Imanuel Sarapil; Ganjar Ndaru Ikhtiagung; Erlin Puspaputri
Jurnal Ilmiah Tindalung Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Tindalung
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/jit.v6i2.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan sumber daya alam laut dan pesisir di Pulau Bebalang Kecamatan Manganitu Selatan Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengumpulkan data secara langsung melalui wawancara dan observasi di tengah masyarakat Pulau Bebalang. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan menggunakan analisis SWOT dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan Pulau Bebalang. Pengambilan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer di Kantor Kampung Bebalang, serta kuisioner yang dijalankan untuk 40 orang masyarakat Kampung Bebalang. Pemanfaatan sumber daya alam pesisir dan bawah laut di Pulau Bebalang merupakan gabungan aspek lingkungan, sumber daya manusia, serta faktor sosial ekonomi masyarakat. Potensi wilayah pesisir seperti pantai berpasir, serta potensi bawah laut di Pulau Bebalang seperti kekayaan terumbu karang dan lamun, dapat dikembangkan ke berbagai bidang seperti wisata bahari, tour & travel, konservasi, dan lain sebagainya. Namun, perlu juga memperhatikan adanya ancaman. Rekomendasi strategi untuk pengembangan potensi Pulau Bebalang berada pada kuadaran I artinya Progresif. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan potensi Pulau Bebalang dalam kondisi prima dan mantap sehingga dapat berkembang lebih maju. Kondisi ini memungkinkan dalam peningkatan pendapatan masyarakat sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan. This study aims to examine the potential utilization of marine and coastal natural resources in Bebalang Island, Manganitu Selatan District, Sangihe Islands Regency, North Sulawesi Province. Data was collected by collecting data directly through interviews and observations in the community of Bebalang Island. The research method used is descriptive qualitative and uses SWOT analysis in making decisions for the development of Bebalang Island. Data were collected by collecting primary data at the Bebalang Village Office, as well as a questionnaire which was run for 40 people from Bebalang Village. The utilization of coastal and underwater natural resources on Bebalang Island is a combination of environmental aspects, human resources, and community socioeconomic factors. The potential of coastal areas such as sandy beaches, as well as the underwater potential of Bebalang Island, such as the richness of coral reefs and seagrass, can be developed into various fields such as marine tourism, tours & travel, conservation, and so on. However, it is also necessary to pay attention to threats. The recommended strategy for developing the potential of Bebalang Island is in the I consciousness, which means Progressive. This shows that the development of Bebalang Island's potential is in a prime and steady condition so that it can develop more advanced. This condition makes it possible to increase people's income while maintaining environmental sustainability.
HANDLINE DALAM PENANGANAN PASCABENCANA ALAM BAGI KELOMPOK NELAYAN DI KAMPUNG LEBO KECAMATAN MANGANITU KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Kumaseh, Eunike Irene; Sarapil, Costantein; Ikhtiagung, Ganjar Ndaru; Erlin Puspaputri
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v4i2.315

Abstract

Secara administratif, Kampung Lebo merupakan wilayah Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara, dengan luas wilayah sebesar 6,59 km2. Jumlah penduduk 1.317 jiwa yaitu 489 KK, yang terdiri atas Laki – laki 809 jiwa dan perempuan 508 jiwa. Pada Tanggal 3 Januari 2020, Kampung Lebo dan beberapa kampung di sekitarnya mengalami bencana alam banjir bandang, yang memakan korban jiwa sebanyak 3 orang. Bantuan penyediaan handline dapat membantu nelayan di Kampung Lebo untuk memperbaiki penghidupan mereka yang lebih baik. Handline atau Pancing ulur terdiri atas beberapa komponen yaitu gulungan tali, tali pancing, mata pancing, dan umpan buatan. Solusi yang dilakukan yaitu pemberian alat tangkap Handline bagi nelayan yang mengalami musibah dan pemberian pengetahuan bagi nelayan tentang manajemen keuangan hasil penjualan ikan. Metode pengabdian yaitu memberikan penyuluhan dan pelatihan, pendampingan, dan monitoring serta evaluasi. PKMS Handline memberdayakan kelompok nelayan di Kampung Lebo dalam usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap handline, bagi masyarakat lokal disebut Bawaede. Hasil tangkapan ada yang dijual dan ada juga yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari – hari. Nelayan dapat lebih efektif menangkap ikan dan membantu meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat pesisir. Administratively, Lebo Village is an area of ​​Manganitu District, Regency of Sangihe islands, Province of North Sulawesi, with an area of ​​6,59 km2. Total population is 1.317 people 489 households, consisting of 809 men and 508 women. On January 3rd, 2020, Lebo Village and surrounding villages experienced a flood, which killed 3 people. Handline assistance can help fisher in Lebo Village to improve their livelihoods. Handline consists of several components, namely roller, fishing line, hook, and artificial bait. The solution taken is providing Handline for fisher who experienced disaster and providing knowledge for fisher about financial management of fish sales. The method is providing counseling, training, mentoring, monitoring and evaluation. PKMS Handline empowers groups of fisher in Lebo Village to catch fish using handline, for the local community it is called Bawaede. The catch is sold and used for daily consumption needs. So the handline assistance can help improve the economic life of local community and the fishing ability of the fisher group.