Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERAN PENDIDIKAN DALAM MENCEGAH BERBAGAI KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR Konstantinus Dua Dhiu; Yohana Elma Sarina Ito Wea; Maria Matilda Mao Ghari; Flafiana Loda; Maria Tovilia Kila; Foninia Bebe Taung; Hendrika Doa; Yuliana Dhoso; Paulina Mao; Karolina Kugu; Maria Fancelina Sugi
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.31

Abstract

Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Indonesia masih menjadi krisis sosial yang serius dengan modus operandi fluktuatif yang sering kali melibatkan lingkaran terdekat (inner circle) korban. Mengingat pengawasan fisik konvensional tidak lagi memadai, anak-anak membutuhkan bekal kapasitas kognitif untuk melindungi diri secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pendidikan sebagai instrumen preventif utama, serta merumuskan substansi materi, metode instruksional, dan sinergi tanggung jawab dalam ekosistem pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data sekunder dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap jurnal ilmiah tematik, laporan resmi KPAI (2023), serta regulasi Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023, yang kemudian dieksplorasi menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menegaskan bahwa pendidikan berfungsi sebagai mekanisme pertahanan primer (primary defense) untuk menjembatani kesenjangan kesadaran (awareness gap), mengubah ketidaktahuan menjadi kedaulatan tubuh, serta menumbuhkan keberanian melapor. Proteksi yang efektif wajib diterapkan secara simultan dan konsisten di tiga lingkungan utama: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Materi adaptif usia anak mencakup pengenalan anatomi privat, batasan privasi, hak menolak asertif, dan prosedur pelaporan berbasis media visual-interaktif. Kesimpulannya, pendidikan berperan vital dalam merekonstruksi posisi anak menjadi subjek yang berdaya. Keberhasilan implementasi jangka panjang ini sepenuhnya bergantung pada komitmen kolektif dan kesatuan visi yang kuat antara orang tua, pendidik, dan lingkungan sosial.
PERAN PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI UPAYA MENGATASI MASALAH BUNUH DIRI PADA ANAK DI KECAMATAN JEREBU'U Konstantinus Dua Dhiu; Maria Eleonora Lejo; Yasinta Sangi; Maneldis Romana Ngode; Febronia Yasinta Wea; Agatha Mau Teguh; Yustina Wona; Maria Susanty Moi; Maria Fransiska Manggus; Maria Marselina Muja; Maria Bellicia Ruda; Resensia Ermelinda Odo
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kasus bunuh diri yang menimpah seorang siswa Sekolah Dasar berusia 10 tahun berinsial YBR di Desa Naruwolo, Kecamatan jerebu’u, Kabupaten Ngada, serta mengkaji peran strategi Pendidikan karakter sebagai solusi utama pencegahan kasus serupa di masa mendatang. Masalah ini menjadi perhatian serius karena mengungkapkan kerentanan psikologis anak di wilayah yang memiliki tingkat kemiskinan cukup tinggi, struktur keluarga tidak lengkap, serta sistem pendidikan yang masih berorientasi pada pencapaian akademik semata. Metode yang digunakan Adalah studi literatur denga pendekatan kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui penenlusuran buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukan bahwa peristiwa tragis ini bukanlah akibat satu faktor Tunggal, melainkan akumulasi dari tekanan ekonomi, lemahnya komunikasi dan perhatian keluarga, budaya diam dalam Masyarakat serta kegaagalan sekolah dalam membengun ketangguhan mental anak. Akibatnya, korban mengembangkan pemahaman keliru bahwa dirinya merupakan beban bagi keluarga dan tidak memahami nilai kehidupan yang sesungguhnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan yang dilakukan secara terintegrasi dan sistematis melibatkan keluarga, sekolah, dan Masyarakat sangat krusial agar anak mampu tumbuh dengan keyakinan bahwa diri mereka berharga. Pendidikan karakter berbasis budaya lokal memegang peran paling vital sebagai tameng psikologis, yang berfungsi menanamkan nilai penghargaan hidup, harga diri, keberanian berbagi masalah, dan ketabahan dalam meyekini bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya.