Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SISTEM MONITORING DAN PENDETEKSI DINI KUALITAS UDARA BERDASARKAN PARAMETER CO DAN CO2 BERBASIS IoT Ikhsan, Ridhotu Nur; Wibowo, Lastoni
SIMETRIS Vol 19 No 1 (2025): SIMETRIS
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51901/simetris.v19i1.563

Abstract

The increasing number of motor vehicles in urban areas causes a decline in air quality due to emissions such as carbon monoxide (CO) and carbon dioxide (CO₂). If left unchecked, similar conditions may occur in Cepu City. This research developed an air quality monitoring and early warning system based on the Internet of Things (IoT) using an MQ-135 sensor to detect CO and CO₂ and a DHT22 sensor for temperature and humidity. The collected data are transmitted to the Thingspeak platform and sent to users via Telegram notifications. The device was tested for seven days at two different locations in Cepu. The results show that the system can provide real-time air quality information and early warnings to help the public take precautions against air pollution impacts
Implementasi Sistem Penyiraman Otomatis dan Pemantauan Kelembapan Tanah Berbasis NodeMCU ESP8266, nRF24L01, dan Blynk Lastoni Wibowo; Muhammad Fakhar Wicaksono; Retno Wahyusari
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 10 No. 3 (2026): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/k14p5z56

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem penyiraman otomatis dan pemantauan kelembaban tanah berbasis NodeMCU ESP8266, modul nRF24L01, dan aplikasi Blynk untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan irigasi. Sistem memantau kelembaban tanah secara real-time dan mengendalikan penyiraman secara otomatis berdasarkan nilai kelembaban yang terukur. Hasil pengujian menunjukkan sistem bekerja sesuai rancangan, yaitu mengaktifkan penyiraman saat kelembaban tanah berada di bawah 60% dan menghentikannya ketika kelembaban mencapai nilai yang ditentukan. Penerapan Internet of Things (IoT) dilakukan melalui pemantauan kondisi tanah yang dilakukan secara jarak jauh melalui aplikasi Blynk. Selain itu, hasil pengujian komunikasi nirkabel menggunakan modul nRF24L01 menunjukkan jarak transmisi maksimum mencapai 40 meter pada pengujian di luar ruangan dan 10 meter pada pengujian di dalam ruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mendukung pengelolaan penyiraman yang lebih efektif dan otomatis.
Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk Meningkatkan Komptensi Siswa SMK di Dunia Industri Multika Untung Bahagiya; Fulusia Nurmawati; Lastoni Wibowo; Teguh Yuwono; Suprawikno; Dista Ayu Dwi Apriska
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol.7 No 2 (Oktober 2026)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v7i2.4608

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bekal memasuki dunia industri yang memiliki berbagai potensi risiko kerja. Namun, pemahaman siswa mengenai penerapan K3 masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK Nurul Huda Jiken dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip K3 sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemberian materi, diskusi, serta simulasi penerapan K3 di lingkungan kerja. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat pemahaman dan respon siswa terhadap edukasi yang diberikan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa kegiatan edukasi K3 memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman siswa. Sebanyak 85% siswa menyatakan sangat memahami pentingnya penerapan K3 di dunia kerja, 82% siswa merasa pengetahuan tentang potensi bahaya kerja meningkat, dan 80% siswa merasa lebih siap menerapkan prosedur keselamatan kerja di lingkungan industri. Selain itu, 88% siswa menilai kegiatan edukasi K3 sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja. Dengan demikian, edukasi K3 dapat menjadi upaya efektif dalam meningkatkan kompetensi, pengetahuan, dan kesadaran siswa SMK mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja sebelum memasuki dunia industri.