Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Promosi Wisata Pada Lagu ‘Come Back To Busan Port’ Versi Bts Studi Analisis Semiotika Ananda Muslimah; Fifi Hasmawati; Sri Hertimi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5151

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap makna promosi wisata yang terkandung dalam lagu “Come Back to Busan Port” versi BTS sebagai media komunikasi budaya dalam kampanye Feel The Rhythm of Korea. Lagu yang semula merupakan karya Cho Yong-pil ini diaransemen ulang dan dibawakan oleh Jimin dan Suga, dua anggota BTS yang memiliki keterikatan emosional dengan wilayah Busan. Popularitas global BTS menjadikan lagu ini sarana potensial untuk membangun citra destinasi wisata Korea Selatan melalui tanda- tanda linguistik dan simbolik yang muncul pada lirik dan visual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure yang memfokuskan pada hubungan penanda (signifier) dan petanda (signified). Data dikumpulkan melalui dokumentasi lirik, video kampanye, serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda dalam lagu merepresentasikan tiga konstruksi makna wisata: (1) citra emosional Busan sebagai ruang nostalgia, (2) representasi budaya lokal sebagai daya tarik wisata, dan (3) penguatan identitas Busan melalui simbol-simbol musikal dan visual. Lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga sebagai alat promosi budaya dan diplomasi pariwisata Korea Selatan melalui media musik populer. Penelitian ini diharapkan memperkaya khazanah kajian semiotika dalam konteks komunikasi pariwisata dan budaya populer.
Strategi Komunikasi Redaksi Queennews.Id Dalam Menghasilkan Berita Yang Objektif Ika Nurhalizah; Fifi Hasmawati; Sri Hertimi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6348

Abstract

Perkembangan media digital mendorong percepatan distribusi informasi yang tidak selalu diiringi dengan ketepatan dan objektivitas berita. Kondisi ini menuntut redaksi media online untuk memiliki strategi komunikasi yang mampu menjaga kualitas pemberitaan di tengah tekanan kecepatan, persaingan media, dan tuntutan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi redaksi Queennews.id dalam menghasilkan berita yang objektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas redaksi Queennews.id. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi redaksi Queennews.id diterapkan melalui koordinasi internal yang terstruktur antara wartawan dan editor, penerapan mekanisme verifikasi berlapis, pengawasan terhadap pemilihan judul berita, serta evaluasi konten secara berkala. Strategi komunikasi tersebut berperan penting dalam menjaga objektivitas berita agar tetap akurat, berimbang, dan sesuai dengan kode etik jurnalistik.
Analisis Opini Publik Terhadap Rating Tayangan 21+ Pada Edukasi Seksual, Kekerasan Dan Konten Sensitif Pada Masyarakat Kota Palembang Puspita Shabrina; Fifi Hasmawati; Muslimin Muslimin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis opini publik masyarakat Kota Palembang terhadap tayangan televisi ber-rating 21+, khususnya yang mengandung edukasi seksual, kekerasan, dan konten sensitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam mengonsumsi tayangan ber-rating 21+. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara umum memahami rating 21+ sebagai bentuk pembatasan usia sekaligus peringatan terhadap konten sensitif. Rating dipersepsikan sebagai mekanisme proteksi psikologis bagi anak dan remaja, terutama dari paparan kekerasan dan seksual yang berpotensi memengaruhi perilaku. Namun, bagi penonton dewasa, rating 21+ juga dimaknai sebagai legitimasi untuk mengakses tayangan tertentu, meskipun tetap disertai pertimbangan kesiapan mental pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas sistem rating usia tidak hanya ditentukan oleh aturan formal, tetapi juga oleh tingkat literasi media dan kesadaran individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem rating 21+ memiliki fungsi sosial yang kompleks sebagai alat pembatas, panduan, dan kontrol simbolik dalam konsumsi media televisi. Oleh karena itu, penguatan literasi media masyarakat menjadi aspek penting untuk meningkatkan efektivitas klasifikasi usia dalam melindungi kelompok rentan.
Analisis Pesan Moral Pada Film “Mungkin Esok Lusa Atau Nanti” Yogi Pratama; Fifi Hasmawati; Anang Walian
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral yang terkandung dalam film Mungkin Esok Lusa atau Nanti. Film ini mengangkat tema cinta, konflik keluarga, dan pergulatan batin tokoh yang merepresentasikan realitas kehidupan sosial masyarakat. Pesan moral dalam film menjadi penting untuk dikaji karena film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai-nilai kehidupan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) serta pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang meliputi unsur representamen, objek, dan interpretan. Data diperoleh melalui dokumentasi terhadap adegan, dialog, dan alur cerita dalam film yang mengandung pesan moral, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan teori tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Mungkin Esok Lusa atau Nanti mengandung berbagai pesan moral, antara lain nilai kesabaran, kejujuran, tanggung jawab, kesetiaan, empati, serta keteguhan dalam menghadapi ujian hidup. Pesan-pesan moral tersebut disampaikan melalui konflik dan interaksi antartokoh yang mencerminkan hubungan manusia dengan diri sendiri, sesama manusia, dan Tuhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran film sebagai media penyampai pesan moral dalam kehidupan sosial.
Analisis Pesan Moral Dalam Film Jumbo Tahun 2025 M.Gilang Gibran; Fifi Hasmawati; Sumaina Duku
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the film industry in Indonesia over the past few decades has shown significant progress. The animated film Jumbo (2025) was chosen because its moral message is considered relevant to various audiences. This research aims to uncover and analyze the moral messages conveyed thru narrative and symbolic elements in the film. The method used is descriptive qualitative research with a semiotic approach by Charles Sanders Peirce, emphasizing the analysis of icons, indexes, and symbols. The research results show that the film Jumbo contains moral messages that encompass three main categories, namely the relationship between humans and God (spirituality and prayer), the relationship between humans with each other (empathy, friendship, self-acceptance, and anti-bullying), as well as the relationship between humans and the social environment (concern for other living beings). The film Jumbo not only serves as entertainment but also as an effective medium for preaching communication, instilling moral values thru the visual and symbolic language of animation.