Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) (Studi Kasus di Pasar Cikereteg Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor) Riska Yuliani; Faisal Tri Ramdani; Denny Hernawan; Neng Virly Apriliyani
KARIMAH TAUHID Vol. 1 No. 5 (2022): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v1i5.7779

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Di Pasar Cikereteg Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Implementasi kebijakan penataan Pedagang Kaki Lima (Studi Kasus Di Pasar Cikereteg Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor). Objek yang selalu menjadi salah satu masalah yang sering terjadi di indonesia hal ini terkadang menjadi salah satu masalah yang belum pernah terselesaikan masalahnya mana hal ini membuat masyarakat menjadi terbiasa dengan keadaan jalanan macet. Mengenai implementasi kebijakan pemerintah terkait dengan oenataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima pemerintah dengan mempersiapkan lahan untuk para penjualan pedagang kaki lima akan tetapi masih saja pedagang yang melakukan penjualan di pinggir jalan. Penelitian ini khususnya menggunakan metode pendekatan kualitatif, teknik dalam pengumpulan data yang digunakan yakni metode pengamatan lapangan, dokumentasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kebijakan penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima ini menunjukan bahwa hasil kebijakan dari pemerintah sangat membantu bagi pedagang kaki lima yang khusus dibuatkan akan tetapi masih saja ada beberapa dari para pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan dan beberapa faktor yang menjadi penghambat yang membuat pedagang menolak untuk di pindahkan dengan alasan dimana sebagai tempat jualan yang sudah menjadi tempat para pelanggan hal tersebut menyebabkan kemacetan akibat pembeli yang berhenti di tengah jalan untuk membelli keperluan mereka.
JEJARING KEBIJAKAN DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA Novando; E Syahrudin; Afmi Apriliani; Denny Hernawan; Faisal Tri Ramdani
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i5.9420

Abstract

Desa wisata di Kabupaten Bogor sudah menjadi tren. Pengelolaan desa wisata di Kabupaten Bogor berjalan dinamis, dibentuk oleh masyarakat, kemudian Disbudpar Kabupaten Bogor memberikan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan jejaring dalam pengembangan desa wisata di kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Studi kepustakaan. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan Studi Kepustakaan. Teknik mengumpulkan data yang digunakan yakni analisis isi. Berdasarkan temuan – temuan yang didapat dari penelitian ini menjelaskan bahwa jejaring kebijakan dalam pengembangan desa wisata di kabupaten Bogor sudah berjalan cukup baik, akan tetapi masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaanya seperti belum menjangkau semua desa yang memiliki potensi.
Makna Selebrasi Gol Sujud Mohammad Salah Melalui Komponen Kognitif (Analisis Kesesuaian Osgood dan Tanneunbaum) Agung Muhamad Budiarsyah; Denny Hernawan; Koesworo Setiawan
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 4 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i4.9980

Abstract

Mohammad Salah merupakan pemain sepakbola muslim yang selalu melakukan selebrasi sujud setelah mencetak gol. Selebrasi membawa efek positif bagi masyarakat Inggris dan Eropa. Penelitian ini bertujuan mengetahui makna selebrasi gol sujud Mohamad Salah melalui komponen kognitif dalam Teori Kesesuaian Osgood dan Tanneunbaeum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan obeservasi dan wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa Fisipkom Unida dan tiga fans club Liverpool Indonesia. Hasilnya, selebrasi membentuk persepsi yang bersifat mendukung. Makna yang diterima penonton (komunikan) sesuai dengan yang maksud oleh Salah sebagai komunikator. Berdasarkan hal tersebut maka terdapat kesesuaian (asosiatif) antara makna selebrasi gol sujud Mohammad Salah dengan persepsi informan kunci dan pendukung
PENGARUH FAKTOR DISPOSISI DALAM IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI (PERBUP) KABUPATEN BOGOR NOMOR 28 TAHUN 2021 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN HIBAH DAN BANTUAN SOSIAL DALAM PENGELOLAAN DANA HIBAH KOPERASI Della Aprilia; Denny Hernawan; Neng Virly Apriliani
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 5 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i5.10083

Abstract

Dari jumlah pegawai dinas ataupun tim pelaksanaan dana hibah kurang memadai sehingga timbul permasalahan arahan/intruksi kurang jelas tidak tersampaikan dengan baik kepada pengurus koperasi dan kurangnya sikap responsif kepada pengurus koperasi. Hal ini diduga berkaitan dengan faktor disposisi dalam Implementasi Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Bogor Nomor 28 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pemberian Hibah Dan Bantuan Sosial Dalam Pengelolaan Dana Hibah Koperasi. Teori implementasi kebijakan yang digunakan adalah teori menurut Edward III ada empat dimensi dalam implementasi kebijakan yaitu Komunikasi (Communication), Sumber Daya (Resource), Sikap (Disposition) dan Struktur Birokrasi (Bureaucratic structure) yang digunakan peneliti hanya satu dimensi yaitu Sikap (Disposition). Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Analisis yang digunakan yaitu deskritif dengan menggunakan rumus Weight mean score (WMS). Teknik pengambilan sampel yaitu dengan sampling jenuh. Hasil penelitian diperoleh nilai 3,25 dengan katagori “Cukup Baik”, maka penulis memberikan saran menambah jumlah pegawai yang menjadi tim pelaksana agar proses pelaksanaan program dana hibah berjalan secara optimal, dan mengupayakan pelatihan pegawai dinas agar memiliki sikap responsif terhadap pelayanan yang akan mereka berikan.