Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa Sutrisno Sutrisno; Sa’ad Konaah; Intan Indiati
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.436 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v13i2.5099

Abstract

This research is motivated by mathematical critical thinking skills and students' learning independence that is not yet optimal becomes something that teachers need to pay attention to their students by providing an appropriate learning model to foster this. Based on the 2013 curriculum advocates the development of learning outcomes in cognitive and affective components developed simultaneously and proportionally. This study aims to determine the effectiveness of Jigsaw type cooperative learning models on mathematical critical thinking skills and student learning independence. This type of research is a quasi-experimental research. This study uses a Pretest-Posttest Control Group Design research design. The research instrument was tested for validation by content validation before being trialled. Data analysis techniques in this study were Multavariate Normality Test, Covariance Matter Homogeneity Test, Hotelling Trace T2 Test and t Test. In the preliminary data analysis, which was taken from the daily test scores and scale sheets of the pretest attitude of students' learning independence, showed there was no difference in the average mathematical critical thinking ability and student learning independence between the experimental class and the control class. In the final data analysis taken from the posttest, it can be concluded that the average mathematical critical thinking ability that uses the Jigsaw type cooperative learning model is better than the conventional learning model. But the results of the study also showed the average independence of student learning using the Jigsaw type cooperative learning model is the same as the conventional learning model.
Analisis kesalahan siswa SMP dalam menyelesaikan soal literasi matematika berdasarkan metode newman ditinjau dari kemandirian belajar Siti Faridatul Bahiyyah; Intan Indiati; Sutrisno Sutrisno
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v12i3.9067

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana jenis kesalahan siswa kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal literasi matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Purposive sampling digunakan untuk memilih siswa kelas VIII D di SMP Negeri 1 Kaliwungu dalam pengambilan data. 6 siswa dipilih sebagai subjek yaitu 2 siswa berkemandirian belajar tinggi, 2 siswa berkemandirian belajar sedang, dan 2 siswa berkemandirian belajar rendah. Teknik pengumpulan data melalui angket kemandirian belajar, tes literasi matematika, wawancara, serta dokumentasi. Prosedur Newman digunakan untuk menganalisis kesalahan hasil tes, meliputi: (1) kesalahan membaca, (2) kesalahan pemahaman, (3) kesalahan transformasi, (4) kesalahan keterampilan proses, dan (5) kesalahan penulisan jawaban akhir. Penggunaan teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.  Keabsahan data penelitian diuji menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber, serta reliabilitas penelitian digunakan uji Kappa dan persentase kesepakatan. Penelitian ini menggunakan bantuan software QSR NVivo untuk membantu manajemen dan mengolah data penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) subjek berkemandirian belajar tinggi tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal literasi matematika; (2) subjek berkemandirian belajar sedang lebih sering melakukan kesalahan pada tahap keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir dalam menyelesaikan soal literasi matematika; serta (3) subjek berkemandirian belajar rendah lebih sering melakukan kesalahan pada tahap transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir dalam menyelesaikan soal literasi matematika.
Efektivitas Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (Pogil) Dan Means Ends Analysis (Mea) Berbantuan Question Card Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Margarita Margarita; Intan Indiati; Aryo Andri Nugroho
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v3i3.7576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran POGIL berbantuan Question Card, model pembelajaran MEA berbantuan Question Card,  dan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian post test only control design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMAN 1 Gubug. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian yaitu kelas X IPS 1, X IPS 2, X IPS 3. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah dokumentasi, dan tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menyatakan bahwa (1) pembelajaran POGIL dan MEA dapat tuntas klasikal dan individual; (2) terdapat pengaruh keaktifan siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah pada kelas POGIL sebesar 43% dan kelas MEA sebesar 56%; (3) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antara ketiga model pembelajaran tersebut; (4) pembelajaran POGIL  berbantuan Question Card lebih baik dari pembelajaran konvensional; (5) pembelajaran MEA berbantuan  Question Card lebih baik dari pembelajaran konvensional; (6) tidak terdapat perbedaan model pembelajaran POGIL dan MEA.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERTIPE SOAL TIMSS Sukma Dwi Febriyanti; Intan Indiati; Rina Dwi Setyawati
Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jmp.2022.14.1.5792

Abstract

This study aims to describe students' critical thinking and mathematical communication skills Algebra material TIMSS type of question. This type of research is descriptive qualitative. The subjects were taken by 3 students each with high, medium and low math abilities in class VIII of SMPN 1 Jepara 2021/2022. Data was collected by means of critical thinking tests, mathematical communication, interviews and documentation. The data analysis technique was carried out in 3 stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The technique of checking the validity of the data is using the triangulation method. Critical thinking analysis, 1 student with high mathematical ability who fulfills all indicators while the other 2 students only meet 2 critical thinking indicators. Students with moderate mathematical ability 3 students who are only able to fulfill 1 indicator of critical thinking. Students with low mathematical abilities, 1 student who is only able to fulfill 1 indicator while the other 2 students are not able to fulfill all critical thinking indicators. For mathematical communication, students with high mathematical ability met 5 indicators of mathematical communication, 2 students with moderate mathematical ability met 3 indicators but the indicators achieved were different while 1 other student met 4 indicators of mathematical communication. 2 students with low mathematical ability met 1 indicator and 1 other student was not able to fulfill all mathematical communication indicators.
ANALISIS KETERLAKSANAAN PERENCANAAN DAN PROSES KEGIATAN PEMBELAJARAN PRAKTIK DI SMK SELAMA PANDEMIC COVID 19 Dina Prasetyowati; Intan Indiati; Azzah Nayla
Jurnal Riptek Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.101 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v15i2.121

Abstract

Pandemi Covid-19 adalah krisis kesehatan yang melanda hampir diseluruh penjuru dunia. Pandemi ini berdampak pada berbagai bidang, salah satunya di pendidikan. Pendidikan menengah di SMK menjadi salah satu jenjang yang kesulitan beradaptasi selama pandemic Covid-19. Hal tersebut dikarenakan pelajaran di SMK mengedepankan praktik yang memerlukan peralatan dan perlengkapan yang di Sebagian besar kasus hanya tersedia di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana keterlaksanaan perencanaan dan proses kegiatan pembelajaran praktik di SMK selama pandemic Covid 19 dengan Analisa SWOT. Metode pada penelitian ini adalah kualitatif, dengan analisa menggunakan pendekatan matriks SWOT untuk merumuskan strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran praktik di SMK selama pandemic Covid 19. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa SMK di Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner secara online dalam bentuk Google Form dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis SWOT diperoleh empat rumusan alternatif strategi yaitu Strategi Strength-Opportunities(SO), Weaknesses–Opportunities (WO), Strength–Threats (ST), dan Weaknesses–Threat (WT) yang mencakup peningkatan kualitas dari segi metode pembelajaran praktik (pemberian modul, e-learning dan video tutorial), sarana prasarana (kuota internet), SDM (motivasipeserta) dan penyederhanaan kurikulum untuk pelajaran praktikum sehingga berfokus pada praktikum yang esensial dan konstektual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT pada pembelajaran praktikum selama pandemic covid 19 dapat dijadikan sebagai masukan dalam peningkatan kualitas pembelajaran praktikum bagi penyelenggara, peserta didik dan Institusi terkait dalam menunjang keberhasilan pembelajaran praktik di SMK selama pandemic Covid 19.
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS E MODUL PADA MATERI LOGIKA MATEMATIKA Lailatul Lutfiyah; Achmad Buchori; Intan Indiati
Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistik
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/lb.v4i1.245

Abstract

This research is development research that designs products in the form of e-module mathematics for class XI SMA/SMK/MA. This research is focused on the feasibility of the product developed by involving validation from media experts and material experts. The purpose of this research is to develop teaching modules for students in the form of e-modules with mathematical logic material using the 4D model, namely. definition, design, development and dissemination phases. In this study, the development procedure was carried out up to the develop stage because the time for making and validating the product was limited. Data collection techniques were carried out using observation sheets consisting of media expert observation sheets and material expert observation sheets. The data analysis technique refers to the Likert scale and the results are described qualitatively. This mathematical logic e-module was first validated by media and materials experts as well as a student survey. The average percentage of the material expert's assessment was 87.5%, the percentage of the media expert's assessment was 86.8%, and the percentage of the student's conformity assessment was 86.2%, which means that the media from the e-module can be used in a very good category. Thus, this mathematical logic e-module product can be used in mathematics-logic material and can be utilized in teaching mathematics for class XI SMK
Analisis kebiasaan Baik dalam Implementasi Profil Pelajar Pancasila SDN Gayamsari 02 Semarang Gusfan Ristiyanto; Intan Indiati; Mudzanatun Mudzanatun; Loli Gunawan Adi
Fahima Vol 2 No 2 (2023): Fahima
Publisher : Program Pascasarjana UNU Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54622/fahima.v2i2.120

Abstract

Character education can be carried out from an early age through elementary school, which is the foundation for the formation of superior character in accordance with Pancasila and implementing lifelong learning. Character is very significant in the perspective, way of thinking, and acting of each individual (Lubaba, 2022). Behavioral deviations often occur in the environment around us, including those committed by elementary school students who do not reflect the practice of Pancasila in good habits that have been programmed and applied at school every day. The inter-accessive analysis step in the Qualitative method is used to analyze the results of observations and interviews (B. Matthew Milles & Michael Huberman, 1992). The research place is SDN Gayamsari 02 Semarang with the research subjects of teachers and students of class IV B SDN Gayamsari 02 Semarang. Qualitative data collection techniques according to (Sugiyono, 2013: 337 Faiz & Soleh, 2021) consist of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The analysis showed that SDN Gayamsari 02 Semarang has implemented good habituation practices based on the Pancasila learner profile starting from aspects of faith, devotion to God, and noble character to creative aspects. The application of the Pancasila learner profile is real and implemented when inside and outside of learning. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of good habits in the implementation of the Pancasila learner profile of SDN Gayamsari 02 Semarang has been good, and is sustainable by applying fun methods that make it easier for students to implement noble moral values.
Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Suwita Ningrum; Intan Indiati; Aryo Andri Nugroho
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SD Negeri Pandeanlamper 03 tahun ajaran 2023/2024 pada mata pelajaran pendidikan Pancasila melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam satu prasiklus dan dua siklus dengan 3 kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Siklus pertama dan kedua. Data penelitian berupa hasil belajar kognitif yang diambil dengan teknik tes pilihan ganda soal evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas I mulai dari pratindakan, siklus I, Siklus II, yaitu 70,74 pada tahap pratindakan meningkat menjadi 74,07 pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 84,44 pada siklus II. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar pendidikan Pancasila siswa kelas I SD Negeri Pandeanlamper 03
Analisis Profilling Gaya Belajar Peserta Didik dalam Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi Kelas III Fika Erlina Nofitasari; Intan Indiati; Sri Suneki; Ninik Sijamtini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gaya belajar peserta didik di kelas IIIA SD Negeri Petompon 02 Semarang untuk mendesain rancangan pembelajaran berdiferensiasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Subjek penelitiannya yaitu kelas IIIA SD Negeri Petompon 02 Semarang dengan banyaknya peserta didik ada 26. Peserta didik perempuan sebanyak 14 dan laki-laki 12 peserta didik. Hasil observasi menunjukkan bahwa kecenderungan gaya belajar siswa kelas IIIA SD Negeri Petompon 02 adalah secara kinestetik sebesar 42%, gaya belajar auditori sebesar 31%, dan gaya belajar visual sebesar 27% serta belum adanya penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas IIIA. Tahapan-tahapan penelitian ini yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Persiapan rancangan diawali dengan observasi profiling gaya belajar peserta didik, dilanjutkan dengan pemetaan peserta didik berdasarkan gaya belajar. Dalam pemetaan gaya belajar peserta didik dapat digunakan dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan peserta didik salah satunya yaitu dengan pemetaan dalam gaya belajar peserta didik. Dengan adanya pemetaan profiling gaya belajar peserta didik dalam merancang pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna di kelas IIIA SD Negeri Petompon 02 Semarang.
Profil Gaya Belajar Peserta Didik Kelas II SDN Bugangan 03 Denissa Febriyanti Widyaningrum; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Intan Indiati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keefektifan cara belajar peserta didik dipengaruhi oleh kecenderungan gaya belajar yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, dapat diketahui bahwa kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik dalam memahami materi pelajaran masih cukup rendah. Sebelum pelaksanaan pembelajaran, guru belum melakukan analisis terhadap gaya belajar yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik sehingga guru belum mempunyai data tentang gaya belajar yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik, sehingga media dan strategi yang digunakan belum disesuaikan dengan gaya belajar yang dimiliki peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecenderungan gaya belajar yang dimiliki peserta didik kelas II C SDN Bugangan 03. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa peserta didik kelas II C memiliki kecenderungan gaya belajar yang berbeda-beda. Terdapat 46% peserta didik yang memiliki gaya belajar visual, 32% peserta didik memiliki gaya belajar auditori, dan 22% peserta didik memiliki gaya belajar kinestetik.