Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM PENGGUNAAN HURUF KAPITAL PADA TEKS DI KEBUMEN Triaji Qowim Mansur; Djariyo; Mudzanatun
Teks: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 1 (2018): TEKS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/teks.v3i1.2841

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Metode analisis dilakukan dengan metode Grouned Theory (GT) secara sistematis dan intensif. Rumusan masalah penelitian adalah terkait dengan kesalahan penerapan ejaan huruf kapital pada laporan pengamatan siswa sekolah dasar di Wonoharjo Kebumen. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kesalahan penerapan ejaan huruf kapital pada laporan pengamatan siswa kelas V SDN 2 Wonoharjo Kebumen. Kesimpulan dari hasil analisis kesalahan penerapan ejaan pada laporan pengamatan siswa adalah banyak ditemukan siswa yang belum mengerti dan memahami penggunaan huruf kapital dengan tepat, khususnya dalam menuliskan teks laporan. Kesalahan penerapan ejaan huruf kapital pada laporan pengamatan siswa kelas V SDN 2 Wonoharjo Kebumen paling banyak dijumpai pada kesalahan penggunaan huruf kapital di awal kalimat. Sebagian kesalahan penulisan huruf kapital untuk penulisan huruf pertama Nama tahun, bulan, hari dan penggunaan huruf kapital pada huruf pertama Nama geografi. Sedangkan untuk kesalahan penulisan huruf kapital pada penggunaan penulisan lembaga dan hubungan kekerabatan hanya ada beberapa saja.
IbM Peternak Lele Semarang Barat Mudzanatun Mudzanatun; Ryky Mandarsari; Dwi Prasetyo Hadi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2017): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v8i2.1423

Abstract

Tujuan kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Peternak Lele di Semarang Barat Kota Semarang yaitu tim IbM mengabdikan diri pada masyarakat calon pengusaha kelompok peternak lele untuk mengatasi prioritas permasalahan yang dihadapi. Target khusus yang ingin dicapai adalah meningkatnya pendapatan dengan adanya produk baru dari pengelolaan hasil olahan lele, meningkatnya modal kerja yang diperoleh dari akses pemerintah ataupun perbankkan yang kompeten, dan meningkatnya jejaring usaha dengan para mitra IbM serta adanya toko online. Metode kegiatan ini dengan pemberdayaan yaitu adanya tahapan kegiatan dalam melaksanakan IbM. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut adalah; (1) sosialisasi program kegiatan IbM; (2) pelatihan pengolahan bahan dasar lele; (3) pembinaan manajemen produksi dan administrasi keuangan; (4) workshop metode dalam mengakses modal dari Instansi Pemerintah dan Swasta.
KEEFEKTIFAN MEDIA KARTU KATA BERGAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR MUATAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS 1 SDN KLESEM 01 KANDANGSERANG KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Wigianti Wigianti; Mudzanatun Mudzanatun; Muhammad Yusuf Setya Wardana
DIMENSI PENDIDIKAN Vol 17, No 2 (2021): Dimensi Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/dm.v17i2.9628

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar muatan Bahasa Indonesia pada Tema 1 disebabkan karena kemampuan membaca siswa yang masih kurang baik, hal ini disebabkan kurangnya perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang kurang maksimal. Dalam pelaksanaan pembelajaran masih banyak terpusat pada guru, kurangnya penggunaan media pembelajaran dalam menyampaikan materi pembelajaran,sehingga minat dan aktifitas siswa dalam pembelajaran menjadi cenderung rendah, dan berakibat pada pada hasil belajarnya yang rendah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media kartu kata begambar dalam pembelajaran muatan Bahasa Indonesia efektif terhadap hasil brlajar kelas 1 SDN 01 Klesem Kandangserang Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan Pre Exsperimmental Design berupa One grup prestes-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 yang berjumlah 30 peserta didik, yang di bagi menjadi 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas control. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, data yang diperoleh nilai posttest kelas kontrol dengan nilai terendah 45 dan nilai tertinggi 57,5. Sedangkan nilai posttest kelas eksperimen diperoleh dengan nilai terendah 70 dan nilai tertinggi 92,5.  Terdapat perbedaan nilai hasil belajar pretes dengan posttes kelas eksperimen (media kartu kata bergambar) dan kelas kontrol (konvensional) yang signifikan berdasarkan hasil uji independen Sample T Test, yaitu signifikansi ( Sig. (2-tailed)) sebesar 0,001 < 0,05. Kelas eksperimen memiliki rata-rata hasil belajar lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu kata bergambar pada kelas eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan metode konvensional dalam kelas kontrol.Kata  Kunci : Kartu Kata Bergambar, Hasil Belajar
Analisis Keterampilan Menulis Ringkasan Informasi dalam materi Luas dan Volume Tema 7 Subtema 1 Semester 2 Kelas 3 SD N Gayamsari 01 Semarang Tahun 2020/2021 Intan Nurdiana; Bagus Ardi Saputro; Mudzanatun Mudzanatun
DIMENSI PENDIDIKAN Vol 17, No 2 (2021): Dimensi Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/dm.v17i2.9387

Abstract

Latar belakang penelitian difokuskan pada analisis keterampilan menulis ringkasan informasi dalam luas dan volume. Siswa belum mampu menulis ringkasan dengan baik, karena kurangnya pengetahuan siswa tentang cara meringkas dengan benar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan meringkas informasi dalam luas dan volume  pada materi kubus dan balok. Manfaat penelitian ini adalah untuk menambah informasi dan pengetahuan mengenai analisis kemampuan ringkasan, meningkatkan keterampilan menulis ringkasan pada kelas 3 sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Populasi penelitian adalah kelas 3. Subjek penelitian adalah 8 siswa. Dengan instrumen penelitian yang digunakan wawancara dengan guru dan siswa, tes, dokumentasi.Hasil penelitian secara keseluruhan bahwa kelas 3 SDN Gayamsari 01 Semarang belum mempu menulis ringkasan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes yaitu yang dapat menulis dengan baik 2 siswa, cukup 4 siswa, dan sangat kurang 2 siswa. Sehingga perlu adanya tindak lanjut di keterampilan menulis ringkasan siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI BERBASIS POWERPOINT PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TEMA 4 SUBTEMA 1 KELAS III SEKOLAH DASAR Kartika Selvi Sekartanjung; Sukamto Sukamto; Mudzanatun Mudzanatun
DIMENSI PENDIDIKAN Vol 18, No 1 (2022): Dimensi Pendidikan
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/dm.v18i1.11499

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilaksanakan dengan menggunakan model Borg and Gall dengan penyesuaian tahapan pengembangan yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa untuk mendapatkan analisis kebutuhan dan respon terhadap pengembangan media pembelajaran video animasi berbasis powerpoint pada pembelajaran tematik tema 4 subtema 1 kelas III sekolah dasar, validator memberikan masukan kelayakan produk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuisioner dengan memberikan lembar angket kebutuhan, angket validasi dan angket respon. Berdasarkan hasil angket kebutuhan didapatkan hasil bahwa pengembangan media pembelajaran video animasi berbasis powerpoint pada pembelajaran tematik tema 4 subtema 1 kelas III sekolah dasar dibutuhkan oleh guru dan siswa. Berdasarkan hasil angket respon didapatkan hasil bahwa pengembangan media pembelajaran video animasi berbasis powerpoint pada pembelajaran tematik tema 4 subtema 1 kelas III sekolah dasar sudah relevan dengan karakteristik siswa. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Video Animasi, Pembelajaran Tematik
APLIKASI TEKNOLOGI PANGAN DALAM PENGOLAHAN POTENSI LOKAL UMBI-UMBIAN DI DESA TAMANREJO KECAMATAN LIMBANGAN Mudzanatun Mudzanatun; Khusnul Fajriyah; Iffah Muflihati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Panrita Abdi - April 2019
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1501.985 KB) | DOI: 10.20956/pa.v3i1.5004

Abstract

Abstract. Processing of tubers as an abundant food ingredient in Tamanrejo Village which has not maximally processed brings problems that has resulted in a lack of partner income. Some of the factors that contributed to this problem included limited marketing areas, lack of product quality, and lack of entrepreneurial skills. The solution is given to answer partner problems in the form of application of food technology in the processing of tubers, business management, and marketing economics. The program of service activities is carried out in four stages, namely a) Identifying the problem; b) Program socialization; c) Extension and Training Program; and d) Monitoring and Evaluation. Activities carried out with farmer groups of women kelompok wanita tani/(KWT) " Lestari dan Family" namely: a) Dissemination of activity programs; b) Training and assistance in the processing of tubers into flour, various flavors of chips, donuts, purple dumplings, tela sticks; c) Online marketing training and mentoring; d) Building a marketing network by cooperating with stores, souvenir centers; e) Training of financial accounting; and f) monitoring and evaluating each stage of activity. The results obtained after this activity were the achievement of improved product quality and increased partner income.Keywords: Technology, processing, tubersAbstrak. Pengolahan umbi-umbian sebagai bahan pangan berlimpah di Desa Tamanrejo yang belum maksimal membawa permasalahan yang berdampak pada kurangnya pendapatan mitra. Beberapa faktor yang ikut berkontribusi dalam masalah ini antara lain keterbatasan area pemasaran, kurangnya kualitas produk, dan kurangnya keterampilan berwira usaha. Solusi yang diberikan untuk menjawab permasalahan mitra berupa penerapan teknologi pangan pada proses pengolahan umbi-umbian, manajemen usaha, dan ekonomi pemasaran. Program kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam empat tahapan, yakni a) Indentifikasi masalah; b) Sosialisasi program; c) Program Penyuluhan dan Pelatihan; dan d) Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan dengan kelompok wanita tani (KWT) “Lestari dan Familiy” yakni: a) Sosialisasi program kegiatan; b) Pelatihan dan pendampingan proses pengolahan umbi-umbian menjadi tepung, ceriping aneka rasa, donat, onde-onde ungu, stik tela; c) Pelatihan dan pendampingan pemasaran online; d) Membangun jaringan pemasaran dengan cara bekerja sama dengan toko, pusat oleh-oleh; e) Melatih melakukan pembukuan keuangan; dan f) monitoring dan evaluasi setiap tahapan kegiatan. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini adalah tercapainya peningkatan kualitas produk dan peningkatan pendapatan mitra.Kata Kunci: Teknologi, pengolahan, umbi-umbian.
Keefektifan Model Pembelajaran Talking Stick Berbantu Media Question Box Terhadap Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas III SD Nur Afifah A.Y; Soegeng Ysh; Mudzanatun Mudzanatun
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v3i3.28375

Abstract

Rendahnya pengetahuan tematik siswa yang disebabkan karena kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran inovatif sehingga siswa kesulitan dalam memahami materi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas model pembelajaran talking stick berbantuan media question box terhadap hasil belajar Tematik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tiga sekolah dasar. Teknik yang digunakan untuk mengambil sample yaitu teknik simple random sampling. Data dalam penelitian ini didapatkan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan Uji-t. Berdasarkan perhitungan diperoleh thitung sebesar 2,625 sedangkan ttabel dengan db = N-1 = 20-1 = 19, dan taraf signifikan 0,05 sebesar 2,024. Karena thitung > ttabel yaitu 2,625 > 2,024 maka H0 ditolak dan Ha diterima, Dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Talking Stick berbantu media question box efektif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar Tematik siswa kelas tiga. Model pembelajaran talking stick berbantu media question box dapat meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas tiga.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN RUMPIN DI RW 11 TAMBAKAJI KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG Mudzanatun; M Arief Budiman; Heri Saptadi; Ismatul Khasanah; Fine Reffiane
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.946 KB) | DOI: 10.31949/jb.v1i4.307

Abstract

RUMPIN (Rumah Pintar) merupakan usaha non profit untuk membantu anak dalam mendapatkan pembelajaran secara gratis. Anak-anak yang mengikuti program RUMPIN distimulasi untuk belajar sambil bermain dengan berorientasi pada minat dan bakat yang dimiliki anak sehingga anak menjadi lebih betah RUMPIN (Rumah Pintar) merupakan usaha non profit untuk membantu anak dalam mendapatkan pembelajaran secara gratis. Anak-anak yang mengikuti program RUMPIN distimulasi untuk belajar sambil bermain dengan berorientasi pada minat dan bakat yang dimiliki anak sehingga anak menjadi lebih betah berada di Rumpin, dan tanpa sadar, selain pengetahuan bertambah, anak juga terhindar dari kegiatan negative. Di RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang belum terdapat RUMPIN. Tim Pengabdi ingin memberikan solusi untuk masalah ini dengan membantu mendirikan RUMPIN di RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pendampingan, pelatihan, dan workshop. Metode sosialisasi digunakan untuk mengenalkan RUMPIN kepada seluruh warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Metode pendampingan digunakan untuk membantu warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang membentuk pengurus dan program RUMPIN. Metode pelatihan dan workshop digunakan untuk membantu warga menciptakan tentor yang akan bekerja di RUMPIN. Dari program pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi menemukan bahwa warga antuasias dengan keberadaan RUMPIN, dan mereka juga menyatakan ketersediaannya dalam rangka ikut membantu pembentukan RUMPIN, ikut aktif menjadi pengurus, ikut aktif menciptakan program-program kerja, dan ikut aktif menjadi tentor. Kesimpulan dari kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang sadar tentang pentingnya keberadaan RUMPIN di lingkungan mereka karena hal tersebut bisa membantu anak-anak mereka untuk memperoleh lebih banyak pengetahuan selain pengetahuan yang mereka dapatkan di bangku pendidikan formal.
Nilai-Nilai Yang Terdapat Dalam Film Animasi Lorong Waktu Episode 1-10 Kurnia Ramadhanti Nurjannah; Mudzanatun; Fajar Cahyadi
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2021): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/inventa.5.1.a3488

Abstract

The background that drives this research is the decline in moral values ​​in elementary school age children. Through this, the Lorong Waktu animation is expected to be a reference for moral education in a fun way by watching to increase moral values ​​in elementary school age children. The focus of this research is to find the moral values ​​contained in the animated film Loong Waktu episodes 1-10. The aim of this research is to analyze the moral values ​​in the animated film Lorong Waktu episodes 1-10. Through this research, the researcher hopes to present the moral values ​​contained in the animated film Lorong Waktu episodes 1-10. This type of research is qualitative research. The use of qualitative methods in this study is to obtain in-depth data, data obtained from events that occur using several existing methods. The data in this study were obtained through interviews, documentation, as well as observation and recording methods. Based on the analysis of the animated film Lorong Waktu episodes 1-10 show that the film has moral values, namely respect, responsibility, honesty, justice, tolerance, wisdom, self-discipline, helpfulness, compassion, cooperation, courage and democracy. The twelve moral values ​​that are used as references are scattered and appear in every scene in the animated film Lorong Waktu Episodes 1-10.
ANALISIS KESALAHAN PENERAPAN KATA BAKU DAN TANDA BACA DALAM MENULIS KEMBALI ISI CERITA FABEL Itsna Ayu Rahmawati; Mudzanatun Mudzanatun; Ibnu Fatkhu Royana
Mimbar Ilmu Vol. 24 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v24i2.21307

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi banyak siswa yang menulis tidak menggunakan kata baku dan tanda baca yang tepat. Dalam hasil tulisan siswa banyak ditemukan kesalahan penerapan kata baku dan tanda baca. Hal tersebut menyebabkan hasil tulisan siswa sulit dibaca dan dipahami, selain itu juga dapat menimbulkan makna ganda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesalahan kata baku dan tanda baca dalam menulis kembali isi cerita fabel subtema 1 manusia dan lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Pandean Lamper 04 Semarang. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah hasil tulisan siswa, angket, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, banyak ditemukan kesalahan penerapan kata baku dan tanda baca dalam hasil tulisan siswa. Kesalahan penerapan kata baku berjumlah 233 kata. Kesalahan penerapan tanda baca berjumlah 180 kesalahan. Hal tersebut sesuai dengan hasil angket yang diperoleh bahwa siswa jarang menerapkan kata baku dan tanda baca di sekolah, di rumah, dan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga sesuai dengan hasil wawancara guru bahwa siswa menulis tidak menggunakan kata baku dan tanda baca yang tepat. Kata-kata kunci : Kesalahan, Penerapan, Kata Baku, dan Tanda BacaAbstractThis research is motivated by many students who write not using standard words and proper punctuation. In the results of many students' writing found errors in the application of standard words and punctuation. This causes the results of student writing difficult to read and understand, but it can also lead to other meanings. This study aims to determine the form of standard word errors and punctuation in rewriting the contents of the fable sub-story 1 human and the environment. This type of research is descriptive qualitative research. The subjects of the research were the fifth grade students of Pandean Lamper 04 Semarang Elementary School. The data collection procedures used were the results of student writing, questionnaires, and interviews. Based on the research results, there were many errors found in the application of standard words and punctuation in students' writing results. Incorrect application of standard words totals 233 words. There were 180 errors in applying punctuation. This is consistent with the results of the questionnaire obtained that, students rarely apply standard words and punctuation in school, at home, and in everyday life. It is also in accordance with the results of the teacher’s interview that student write not using standard words and proper punction. Keywords: Errors, Application, Standard Words, and Punctuation
Co-Authors A.Y Soegeng Ysh Achmad Dwi Fitrianto Ainun R Alda Refayanti Agustina Amellia Daras Puspitasari Anik Wahyuni Aninda Cintami Rahayu Anita Dewi Widyasworo Aprilia Sukma Indah Aries Tika Damayani Arlindra Rizma Saputri Asa Aldina Dwi Rahayu Asep Ardiyanto Astari Hanifah Awalina Fadiyah Luqyana Faatin Ayu Tri Ambarwati Azzahra Obellia Permata Sari Azzahra Bagus Ardi Saputro Bayu Saputro Choirul Huda Clarita Andriyana Cahyani Della Yulia Wati Delvi Zuhdi Alfiyandi Diyah Rahayu Tunjungsari Duwi Nuvitalia Dwi Prastiyo Hadi, Dwi Prastiyo Effendi Isnuryantono Ervina Eka S Fajar Cahyadi Fajar Choirun Nafsanto Farida Nursyahidah Febrian Murti Dewanto Ferina Agustini Fiky Herdianto Fine Reffiane Fine Reffiane Frederica Yudina Numareta G. Gunawan Gusfan Ristiyanto Hartati Hartati Harto Nuroso Heri Saptadi Ismanto Hery Widijanto Hesti Mai Wijayanti Husni Wakhyudin Iffah Muflihati, Iffah Iin Purnamasari Indriasari, Ika Intan Indiati Intan Indiati Intan Nurdiana Intan Rahmawati Intan Rahmawati Ismatul Khasanah Itsna Ayu Rahmawati Joko Sulianto . . Kartika Selvi Sekartanjung Khusnul Fajriyah Kurnia Ramadhanti Nurjannah Lidya Karulina Putri Loli Gunawan Adi M Arief Budiman M. Yusuf Setia Wardana M. Yusuf Wardana Mei Fita Asri Untari Muhammad Abdul Karim Muhammad Arief Budiman Muhammad Azwar Fardiansyah Muhammad Prayito Nafla Kapila Sumarga Noor Miyono Nur Afifah A.Y Nur Riskiyati Nur Rohmawati Paryati Paryati Prilla Anggia Putri Purwadi Purwadi Qoriati Mushafanah Ricky Setya Wijaya Salsa Fatimah Zahra Soegeng Ysh Sri Suneki Sukamto Sutrisno Sutrisno Trijayanto Wismoraharto Ulin Nafiah Wigianti Wigianti Yuniar Mafhum Ihsan