Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Binakes

EDUKASI DAN DETEKSI DINI ANEMIA PADA SISWI SMA DI KECAMATAN MEDANG DERAS KABUPATEN BATUBARA Yulina Dwi Hastuty; Evi Irianti; Melva Simatupang
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v2i1.437

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh seorang wanita termasuk remaja putri. Dampak anemia pada remaja cukup besar bahkan dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang, kecerdasan juga sistem reproduksi. Tujuan kegiatan pengabdian masyakat ini untuk mendeteksi dan meningkatkan pemahaman siswi tentang anemia.Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kadar Haemoglobin pada siswi SMA di kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara Sumut. Jumlah siswi yang mengikuti kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan HB sebanyak 215 orangHasil: Terdeteksinya kadar Hb siswi yang anemia dan bertambahnya pengetahuan siswi setelah diberikan penyuluhan. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata hasil pre test dan post test dari 5,68 menjadi 11,05.Kesimpulan: anemia pada remaja khususnya siswi di SMA Medang Deras dapat terdeteksi secara dini, selain itu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan adanya peningkatan pengetahuan siswi melalui penyuluhan ABSTRACTBackground: Anemia is a health problem that is often experienced by women, including young women. The impact of anemia on adolescents is quite large and can even affect the process of growth and development, intelligence and the reproductive system. The purpose of this community service activity is to detect and improve students' understanding of anemia.Method: This community service activity is carried out through outreach activities and examination of hemoglobin levels in high school students in the Medang Deras sub-district, Batubara Regency, North Sumatra. The number of students who took part in HB counseling and examination activities was 215 peopleResults: Detection of anemic student Hb levels and increase in student knowledge after being given counseling. This can be seen from the increase in the average pre-test and post-test results from 5.68 to 11.05.Conclusion: Anemia in adolescents, especially students at SMA Medang Deras can be detected early, in addition to prevention efforts can be done by increasing the knowledge of students through counseling
MEMBERDAYAKAN REMAJA MENYUSUN MENU SEHAT UNTUK MENCEGAH DIABETES MELLITUS Yusrawati Hasibuan; Yulina Dwi Hastuty; Betty Mangkuji
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i1.572

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: DM merupakan masalah kesehatan yang penting bagi perempuan usia reproduksi (15-49 tahun). Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan edukasi serta memberdayakan remaja khususnya siswi di SMA untuk berprilaku sehat dengan mengatur menu sehat harian yang dapat mencegah Diabetes MelitusMetode: Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang tanda dan gejala Diabetes Mellitus dengan media audio visual serta demonstrasi penyusunan menu sehat pencegah diabetes Mellitus pada siswa yang ada di SMA Swasta Dharma Pancasila Medan dan SMA Swasta Rakyat Yayasan Perguruan Rakyat Pancurbatu. Jumlah siswi yang mengikuti kegiatan penyuluh sebanyak 200 orang Hasil: Hasil pre dan post test menunjukkan adanya perubahan pengetahuan remaja dengan nilai perbedaan mean 0,43 dengan Standart Deviasi 1,06Kesimpulan: Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan pada sasaran, selain itu upaya pencegahan dapat dilakukan dengan memberdayakan sasaran menyusun menu sehat seimbang. ABSTRACTBackground: DM is an important health problem for women of reproductive age (15-49 years). The purpose of this community service activity is to provide education and empower teenagers, especially female students in high school, to behave healthily by arranging daily healthy menus that can prevent Diabetes Mellitus.Method: The method used is counseling about the signs and symptoms of Diabetes Mellitus with audio-visual media as well as demonstrations of preparing healthy menus to prevent diabetes Mellitus for students at Dharma Pancasila Private High School Medan and People's Private High School at the Pancurbatu People's College Foundation. The number of students who participated in extension activities was 200 peopleResults: The pre and post test results show a change in adolescent knowledge with a mean difference value of 0.43 with a standard deviation of 1.06Conclusion: With this community service activity there is an increase in knowledge of the target, besides that prevention efforts can be carried out by empowering the target to develop a balanced healthy menu.
Edukasi Menyusui Dini Untuk Memperkuat Komitmen Ibu Hamil Terhadap Menyusui Eksklusif Hastuty, Yulina Dwi; Linda, Irma; Sukaisi, Sukaisi
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v5i1.779

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan intervensi sederhana yang secara signifikan dapat meningkatkan hasil kesehatan neonatal dengan mengurangi risiko kematian bayi baru lahir. IMD juga sangat mendukung kelanjutan pemberian ASI eksklusif serta memperpanjang periode menyusui. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan komitmen dan motivasi ibu hamil untuk melakukan inisiasi menyusu dini segera setelah melahirkan dengan tujuan memulai pemberian ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Klinik Pratama Tanjung, Desa Mekarsari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang. Sebanyak 25 ibu hamil terlibat sebagai peserta dalam pengabdian ini. Kegiatan dimulai dengan pemberian pre-test berupa kuesioner mengenai pengetahuan tentang Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif, dilanjutkan dengan pengukuran tanda vital, pemberian materi konseling tentang Inisiasi Menyusu Dini, ASI Eksklusif, penyimpanan ASI, pelatihan teknik menyusui, serta penyusunan menu makanan bayi >6 bulan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebanyak tiga kali secara rutin setiap minggu. Setelah itu, peserta diberikan kuesioner kembali sebagai post-test. Hasil pengukuran kuesioner pengetahuan ibu hamil tentang inisiasi menyusu dini dan ASI eksklusif pada pre-test menunjukkan bahwa 7 orang (28%) memiliki pengetahuan baik dan 9 orang (36%) masih memiliki pengetahuan kurang. Setelah pelatihan, pengetahuan ibu hamil meningkat menjadi 21 orang dengan pengetahuan baik dan 4 orang dengan pengetahuan cukup. Pengukuran demonstrasi teknik menyusui menunjukkan hasil sebesar 82% (21 orang). Pemberian materi tentang inisiasi menyusu dini dan menyusui penting diberikan kepada ibu sejak dini untuk mendukung kelangsungan pemberian ASI eksklusif. Diharapkan ibu-ibu yang menjadi peserta dalam kegiatan pengabdian ini dapat menjadi agen perubahan bagi ibu lainnya untuk menyebarkan informasi yang benar tentang ASI eksklusif.